
Malam harinya ketika jam besuk kembali diberlakukan, Garviil lagi-lagi masuk ke dalam ruang ICU untuk menemui Oma nya. Karena tujuan Garviil datang ke sini tentu untuk menemani Oma nya dan mengajaknya mengobrol.
Ketika masuk ternyata Oma nya tidak sedang tidur. Garviil pun langsung menghampirinya, membungkuk mengecup kening Oma nya. Garviil lalu duduk di sebuah kursi yang ada di sebelah ranjang perawatan Oma nya. Garviil memegang jemari Oma nya dan mengecupnya dengan lembut. "Kenapa Oma tidak tidur???" Tanya Garviil.
"Oma sedang tidak ingin tidur dan ingin menunggumu." Jawabnya dengan suara suara lirih.
"Kan Garviil ada di sini??? Garviil tidak akan kemana-mana kalau jam besuknya sudah dimulai Garviil pasti akan masuk ke sini dan menunggui Oma, jadi Oma tidak perlu khawatir Garviil tidak akan kemana-mana kok."
"Vicky mana???"
"Vicky ada di luar bersama dengan Mama dan Papa. Oma cepat membaik supaya kami bisa bersama-sama ada di samping Oma, tidak harus masuk satu persatu seperti ini, lekas membaik ya???" Garviil tersenyum.
"Panggilkan Vicky.." Pinta Oma nya.
"Tidak bisa, hanya satu orang yang boleh masuk ke sini, kalau Oma mau bicara dengan Vicky, aku akan bergantian dengannya."
"Oma ingin bicara dengan kalian berdua. Panggil adikmu!"
Garviil menatap wajah Oma nya harus menuruti keinginan nya. Oma nya ingin dia dan Vicky ada di sini lebih baik dia meminta izin kepada dokter ataupun perawat agar bisa diizinkan berada di ruangan ini bersamanya Dan juga Oma nya.
Setelah berbicara dengan dokter, akhirnya mendapatkan izin untuk mengajak adiknya masuk ke dalam ruang ICU di mana Oma nya berada, akhirnya Garviil memanggil Vicky dan mengajak adiknya masuk.
"Oma aku bersama Vicky, dokter sudah mengizinkannya."
Oma Garviil dan Vicky pun tersenyum membuat kedua Cucunya juga tersenyum senang. "Oma sudah sangat lelah sekali, kalian jangan sering bertengkar dan Garviil ajari Adikmu untuk lebih bertanggung jawab lagi, supaya dia menjadi orang yang bijak sama seperti dirimu. Oma sangat menyayangi kalian berdua dan Vicky, kakakmu sangat menyayangimu jadi Berhentilah bersikap kekanak-kanakan dan jika bisa bantulah dia untuk mengurus pekerjaannya, membantunya tidak akan membuatmu lupa dengan hobi dan pekerjaanmu saat ini, bantulah jika kau ada waktu luang. Siapa lagi yang akan menjadi harapan orang tua kalian, jika bukan kalian berdua dan kalian harus bisa kerjasama dengan sangat baik dalam hal apapun."
"Iya Oma, tenang saja Vicky mulai sekarang akan bertanggung jawab dan akan membantu Garviil untuk mengurus perusahaan kalau itu yang Oma inginkan." Ucap Vicky.
"Kalian juga harus memilih pasangan yang benar-benar baik dan juga mencintai kalian tanpa pamrih, jangan mencari pasangan yang hanya ingin memanfaatkan kalian dan mempermainkan kalian seperti sebelumnya."
"Oma tenang saja kami sudah punya perempuan-perempuan yang sangat luar biasa cerdas cantik dan baik dan kami akan berbahagia jika bersama dengan mereka."
Oma Garviil dan Vicky itu pun tersenyum lalu tiba-tiba nafasnya mulai tersenggal. Vicky dan Garviil saling melempar pandangan dan monitor perekam detak jantung pun tidak menunjukkan grafik dan tekanan darah juga langsung turun membuat Garviil dan Vicky panik.
"Oma Oma Oma..." Panggil Garviil sembari memegang wajah Omanya. Vicky pun memanggil dokter tak lama dokter dan perawat pun masuk nama minta keduanya untuk keluar dari ruangan itu karena mereka akan memeriksa Oma nya.
Wajah panik keduanya membuat orang tua mereka pun langsung menghampiri mereka dan menanyakan apa yang terjadi, dengan suara terbata, Garviil pun menjelaskan apa yang baru saja terjadi. Garviil sangat ketakutan Dan Dia tidak siap untuk Kehilangan oma nya.