Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Kedatangan Bianca Lagi



"Itu mobil Garviil..." Ucap Geffie.


"Yang putih itu??" Tanya Friddie.


"Iya kak.."


"Oke, akan berhenti di depan. Kau akan turun???"


"Iya, kasian dia mengemudi sendirian."


"Baiklah..." Friddie memperlambat laju mobilnya dan dia menepikan mobilnya lalu Geffie turun menghampiri Garviil.


Garviil yang ada di dalam mobil bergegas turun dan melempar senyum.pada Geffie yang berjalan menghampiri nya. Geffie berlari. "Ikuti mobil kak Friddie." Ucap Geffie, Garviil menganggukkan kepala nya kemudian membuka kan pintu mobil untuk kekasohnya itu. Garviil lalu berlari ke sisi kanan dan masuk. Mobil yang ada di depannya yang tadi di naiki oleh Geffie pun berjalan, Garviil mengikuti nya dari belakang.


"Lama ya???" Hanya Geffie.


"Ah tidak juga, aku baru menunggu sekitar sepuluh menit. Ada siapa saja di dalam???"


"Ada Kak Friddie dan pacarnya, ada juga kak Louis dengan pacarnya. Kami semua bersahabat sejak kecil."


"Wah rame juga ya...??? Kalian bersahabat sejak kecil??"


"Ya, bersahabat sejak kecil, karena orang tua kami juga bersahabat. Sehingga sejak kecil kami sering bertemu dan bersahabat, itu juga yang membuat beberapa dari kami juga jatuh cinta dan berpacaran."


"Kau sendiri tidak pernah jatuh cinta pada sahabatmu???" Tanya Garviil.


"Tidak, karena aku menganggap mereka semua adalah kakakku dan aku serta Vineet adalah yang paling kecil sehingga kami justru mendapatkan perlindungan dari mereka semua. Sangat menyenangkan punya banyak kakak. Heehehe."


"Wah aku berarti aku harus berhati-hati dan tidak boleh menyakitimu, bisa-bisa kakak-kakakmu itu nanti menghajarku."


Geffie terkekeh. "Maka nya kau jangan coba-coba bermain denganku, apalagi kau akan berkenalan dengan mereka nanti.???"


"Aku akan menjaga mu dengan baik supaya aku tidak berurusan dengan mereka hehehe."


Geffie tersenyum. "Kau kenapa tidak mengajak Vicky supaya jadi lebih ramai.???"


"Dia sedang belajar dengan Papa. Ah iya aku belum memberitahumu kalau Vicky memutuskan untuk membantuku di kantor nanti. Jadi dia sekarang punya tugas berat untuk belajar dengan Papa."


"Benarkah???? Wah bagus dong kalau begitu, lalu bagaimana nanti dengan karirnya??? Dia kan sudah jadi pelukis yang cukup terkenal??? Apa dia akan meninggalkan karirnya itu dan fokus saja membantu mu??"


Garviil menggelengkan kepala nya. "Tentu tidak sayang, aku tetap akan membebaskan Vicky untuk menjalankan karirnya, aku tidak akan memforsir jadwal kerjanya supaya seperti aku, aku akan membebaskannya untuk melakukan yang dia suka. Bagiku ketika dia bilang untuk mau membantuku saja aku sudah cukup senang, dia tetap bisa melukis dan melakukan pameran seperti biasanya."


Geffie tersenyum. "Kau sangat pengertian sekali tetapi ngomong-ngomong, apa yang membuatnya akhirnya memutuskan untuk mengatakan itu padamu???"


"Oma, sebelum meninggal, dia sempat berbicara dengan kami berdua, dia meminta agar Vicky bisa menjadi lebih baik dan menuruti kataku dan Mama Papa. Termasuk bisa membantuku dan Papa untuk mengurus bisnis keluarga dan tidak terus saja bermain-main, itu adalah permintaan terakhir Oma, tak lama setelah itu beliau meninggal dunia. And then Vicky sepertinya memikirkan semua itu sehingga dia akhirnya mengatakan padaku untuk melakukannya. Dia akan membantuku di Boston."


"Vicky pasti memikirkan setiap perkataan Oma, menandakan bahwa dia sangat menyayangi Oma. Sangat bagus sekali. Dan Oma pasti akan senang disana melihat Vicky berubah dan melihat kalian berdua semakin kompak."


"Aku berharap juga seperti." Gumam Garviil, dia meraih jemari Geffie dan mengecupnya. "Aku senang, setidaknya kita bisa menghabiskan hari ini sampai besok siang untuk liburan bersama. Karena aku harus menunggu beberapa hari lagi sampai kita bisa bertemu lagi."


"Apa sebegitu beratnya kau meninggalkan Indonesia??? Hehehe."


"Bukan meninggalkan Indonesia, tetapi meninggalkanmu, itu jelas sekali. Kita terbiasa bertemu hampir setiap hari kan???"


"Seridaknya kau harus belajar dari sekarang, nanti kita juga pasti akan berjauhan, kau di Boston dan aku di Washington Dc. Iya kan???"


"Itu benar, itulah kenapa aku benar-benar ingin menghabiskan waktuku dengan baik bersamamu."


"Kau akan kembali dengan Vicky besok???" Tanya Geffie.


"Iya, dia akan kembali bersamaku, Vicky sendiri sudah sangat merindukan Tiffany."


"Tiffany pun sekarang pulang ke rumahnya, tapi dia bilang akan kembali ke Boston kalau Vicky sudah disana. Tiffany akan mencari pekerjaan disana."


"Aku bilang pada Vicky agar menyuruh Tiffany untuk mengirim Cv ke kantorku, ya jika memenuhi standard tentu akan di terima, toh Tiffany juga berniat melanjutkan kuliahnya di kampus yang sama lagi kan??? Aku tidak masalah dengan staff yang melanjutkan pendidikannya sambil bekerja, kami memberi kebijakan khusus. Kau juga boleh kok, sambil menunggu keberangkatanmu ke Washington Dc, masih beberapa bulan lagi kan??? Kau buat cv saja bersama Tiffany." Ujar garviil.


"Aku???? Tapi aku kan hanya akan tinggal di Boston beberapa bulan saja, sambil menunggu kakak kembali, yang benar saja masa akh bekerja di kantormu hanya beberapa bulan saja."


"Kenapa tidak???? Anggap saja sebagai pemanasan. Tidak masalah juga kau kerja disana. Ahhhh atau begini saja, kau magang saja di kantorku selama beberapa bulan sampai kau berangkat ke Washington dc, kalau kau tidak ingin bekerja. Setidaknya kau bisa terbiasa di kantor. Tenang saja, di kantorku ada program magang dan kau tetap bisa dapat gaji khusus sebagai peserta magang, kalau ingin bekerja ya boleh saja. Terserah kau ingin yang mana. Kegiatan itu bisa membuatmu tidak bosan, daripada kau menunggu di apartemen saja. Lebih baik isi waktumu dengan baik. Bagaimana???? Ini penawaran khusus untuk kekasihku."


"Lalu kau akan merlakukanku dengan istimewa begitu???? Tidak sayang, aku tidak bisa seperti itu. Itu sangat tidak profesional."


"Bukan... Maksudku bukan seperti itu, maksudku ini penawaran khusus supaya kau tidak menghabiskan waktumu di apartemen saja, kau bisa melakukan hal positif dengan bergabung di perusahaan ku. Supaya waktumu terisi dengan hal baik. Kau bisa memilih program khusus magang atau kau ingin bekerja sepenuhnya,ya tidak apa jika hanya beberapa bulan saja."


Geffie terdiam dan menoleh ke arah Garviil. "Aku akan memikirkannya."


Garviil tersenyum. "Beritahu aku jika kau sudah memutuskan."


Sementara itu di tempat lain.


Bianca membawa mobilnya masuk ke halaman rumah Garviil. Dia ingin menemui Garviol dan bicara dengan laki-laki itu karena kemarin belum sempat bertemu.selain itu Bianca juga ingin berbicara dengan orang tua Garviil. Kemarin mungkin memang bukan waktu yang tepat, dan Bianca ingin mencoba nya lagi.


Bianca turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu rumah Garviil. Halaman rumah itu juga masih di penuhi dengan karangan bunga ucapan bela sungkawa. Cukup banyak karena memang Papa Garviil punya banyak rekanan bisnis sehingga menerima begitu banyak ucapan bela sungkawa.


Bianca menekan bel yang ada di sebelah pintu. Sampai kemudian pintu di buka dari dalam. Ternyata yang membuka adalah asisten rumah tangga Garviil. "Eh mbak Bianca???" Ucapnya karena sebelumnya memang dia sudah kenal dengan Bianca karena dulu Bianca adalah tunangan Garviil dan tentu sering datang ke rumah ini. "Mbak Bianca sudah sembuh ya???? Syukurlah..." Lanjutnya lagi sambil tersenyum senang karena melihat Bianca tidak lagi memakai kursi roda. Dia pernah mendengar Bianca kecelakaan dan lumpuh.


"Garviil ada??" Tanya Bianca.


"Tidak ada, mas Garviil pergi untuk liburan aih katanya begitu."


Bianca mengerutkan dahi nya. "Liburan kemana???"


"Wah kurang tahu mbak, katanya pergi liburan dengan teman-temannya."


"Lalu apa ada orang di rumah???" Tanya Bianca lagi.


"Ada mas Vicky dan ibu, tapi tadi Ibu bilang mau mandi, Bapak baru saja pergi untuk sebuah urusan."


"Siapa Mbak??" Vicky menuruni tangga dan setengah berteriak memanggil asisten rumah tangga nya itu.


"Ini mas Vicky, ada mbak Bianca."


Vicky mengernyit kemudian menghampiri asisten rumah tangga nya dan dia langsung melihat Bianca berdiri di depan pintu rumahnya. "Kau kenapa kesini...???" Tanya Vicky ketus.


Bianca tersenyum. "Vicky, aku datang untuk mengucapkan bela sungkawa untukmu dan keluarga mu."


"Bukankah sebeljmnya kau sudah melakukannya dan bertemu dengan Mama??? Lalu kenapa kau datang lagi kesini dan mengatakan hal yang sama???* Tanya Vicky masih dengan suara ketus.


"Ehhh itu karena sebelumnya aku tidak bisa masuk ke rumahmu, dan Mamamu juga ada urusan jadi aku belum sempat masuk."


"Tapi kau sudah bertemu dengan Mama kan??? Lalu untuk apa kau datang lagi????"


"Eh rasanya tidak lengkap saja jika aku belum bertemu dengan kalian semua. Jadi aku datang lagi. Boleh aku masuk dan berbincang sebentar???" Tanya Bianca. Vicky hanya menatapnya dingin dan tidak peduli, karena untuk apa perempuan ini datang lagi ke rumahnya.