
"Bagaimana Bianca ada di sini??" Tanya Victor pada Andro. Dia baru saja sampai di Cafe.
"Aku sendiri tidak tahu. Dia tiba-tiba datang dan mencarimu. Tapi dia juga mengatakan bahwa dia datang ke rumahmu dan tidak menemukanmu di sana karena ingin mencarimu, dia ingin mengajakmu ke pameran lukisan Vicky."
"Tapi bagaimana dia tahu kalau Vicky mengadakan pameran lukisan di sini???"
"Entahlah tapi mungkin dia tahu dari intenet atau darimana, tapi semuanya baik-baik saja kan??? Aire tidak curiga Padamu???"
"Tidak, aku rasa ini tidak curiga, aku juga langsung membawanya pulang dan tadi aku mengantarnya ke apartemen, semoga Vicky di sana juga bisa mengatakan pada Bianca bahwa aku tidak datang, aku tadi sudah meminta Vicky untuk berbohong kepada Bianca."
"Lalu akan sampai kapan ini akan kau Akhiri??? Sekarang ke pintu untuk memiliki Aire yang sudah terbuka lebar Tetapi kau masih memiliki penghalang untuk bisa membawa hubunganmu dengan Aire ke tahap yang lebih jauh lagi."
"Aku sedang memikirkan sesuatu tetapi aku juga tidak tahu apakah aku bisa membuat Bianca menjauh dariku atau tidak."
"Kau pasti tahu bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan cepat supaya tidak terlambat karena jika terlambat maka berakhirlah perjuanganmu untuk meyakinkan Aire."
"Aku tahu tetapi aku bingung harus melakukan apa dan aku tidak mungkin langsung mengakhiri hubunganku dengan Bianca. Bagaimana kalau dia mengancamku dengan membahayakan dirinya itu saja yang aku takutkan."
"Apa kau akan melakukan cara licik untuk membuat Bianca meninggalkanmu???" Tanya Andro.
"Cara licik ya???" Victor terdiam untuk beberapa saat tetapi kemudian dia tersenyum karena dia menemukan ide untuk bisa melakukan sesuatu agar dia bisa mencari alasan yang logis untuk meninggalkan Bianca. "Aku tahu caranya!!!" gumamnya pada Andro.
"Apa yang ingin kau lakukan???" Tanya Andro penasaran.
"Dia pernah satu kali menghianatiku, aku yakin jika ada kesempatan lagi, dia pasti akan bisa untuk melakukannya lagi."
"Apa maksudmu???" Tanya Andro lagi.
"Nanti kau akan tahu, sekarang aku ingin mencari orang yang tepat dulu untuk membantuku melakukan ini."
*****
Vicky pulang ke tempat Victor yaitu di kamar Victor yang ada di atas Cafe. Saat ini Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, di mana Victor tentu saja sudah tidur. Victor terpaksa bangun dan membukakan pintu untuk adiknya wajahnya terlihat kesal karena adiknya itu sudah mengganggu tidurnya.
"Brengseeeek....!!! Kenapa kau ke sini, mengganggu saja!!!"
"Aku malas pulang, lagi pula di sini lebih dekat kan daripada aku harus pulang ke rumah."
"Kalau aku malas pulang, kau bisa cari hotel di dekat tempat pameran kan ada banyak hotel." Gerutu Victor.
"Ya sudahlah, sama saja, tidur di sini lebih enak. Awas..." Vicky menyingkirkan tubuh Vicky yang berdiri di depannya. "Aku lelah, aku mau tidur." Vicky melempar tubuhnya ke tempat tidur Victor.
"Setidaknya kau mandi dulu."
"Bodoh amat.....!!!!"
"Kau ini...!!! Oh ya bagaimana dengan Bianca, tadi dia jadi ke sana???" Tanya Victor.
"Tentu saja jadi dan dia merepotkan ku saja, aku jadi fokus padanya dan tidak fokus pada tamu-tamu ku karena dia mengajakku keliling terus dari ujung sana ke ujung sini, kau memang kurang ajar, membuatku harus berurusan dengan uIar itu dan kau enak-enakan pulang bersama dengan Aire." gerutu Vicky.
"Apa dia menanyakanku???"
"Menanyakanmu, tapi sepertinya dia lebih fokus padaku, kau pasti tahu kan kalau dulu dia naksir padaku bukan padamu dan dia seperti cacing yang diberi garam jika melihat atau bersamaku. Sangat memuakkan..!!!"
Tentu saja Victor tahu kalau dulu Bianca pernah mengejar Vicky, tetapi karena Vicky tidak menyukai hubungan yang serius maka Vicky pun mengabaikannya sehingga membuat Bianca merasa kesal karena dicueki oleh Vicky, akan tetapi Bianca mengalihkan perasaannya ke Victor yang adalah saudara kembar dari Vicky. Tetapi karena saat itu Victor dihujani oleh perhatian yang luar biasa dari Bianca, membuat Victor akhirnya lambat laun mulai menerima Bianca dan menjadikan Bianca sebagai kekasihnya. Kemudian dilanjutkan ke hubungan yang lebih serius yaitu bertunangan dengan Bianca, akan tetapi Bianca tidak menjaga cinta dan kepercayaan Victor tetapi justru mengkhianati Victor dengan berselingkuh sampai hamil.
"Jadi apa saja yang kalian obrolkan???" tanya Victor.
"Dia selalu mengajakku mengobrol, aku tahu maksudnya adalah dia mencari perhatianku dan aku benar-benar merasa tidak nyaman, kalau bukan karena aku senang dengan hubunganmu bersama Aire, aku pasti akan mengabaikannya tadi tapi karena Aire aku jadi mengurungkan Niatku."
"Jadi kau senang aku berhubungan dengan Aire???" Tanya Victor lagi.
"Tentu saja aku senang karena kau akhirnya bisa jatuh cinta pada wanita lain selain pada di nenek lampir Bianca itu."
Victor tersenyum. "Jadi kau tidak menyukai Aire???"
"Tentu saja tidak, Aire itu terlalu polos dan aku tidak bisa dengan perempuan seperti itu. Aku hanya ingin mendorongmu saja agar kau bisa lebih bersemangat untuk mengejarnya dan aku senang ketika pada akhirnya kau berhasil menaklukkan hatinya, sangat lucu ketika melihat ekspresimu marah kepadaku seolah kau ingin membunuhku ketika aku mengatakan bahwa aku mungkin tertarik juga pada Aire." Vicky terkekeh.
"Kau memang siaIan, tetapi kau berhasil."
"Aku hanya ingin menunjukkan kepadamu bahwa di dunia ini banyak hal kecil yang menyenangkan. Kau tidak perlu harus mengorbankan kebahagiaanmu dengan cara yang konyol seperti halnya apa yang kau lakukan pada Bianca. Di mana kau mengambil tanggung jawab hanya karena kecelakaan itu membuatnya lumpuh, padahal itu sepenuhnya bukanlah kesalahanmu. Lihatlah sekarang, seorang gadis berpenampilan sederhana mampu membuatmu jatuh cinta dan merubahmu menjadi seseorang yang tidak kaku dan dingin lagi, itu adalah nilai plusnya dan itu menunjukkan bahwa mencari kebahagiaan itu tidaklah sulit dan tidak perlu biaya mahal karena dari hal sederhana pun kau bisa mendapatkan kebahagiaan." Ucap Vicky.
Victor hanya melempar senyum dan tidak mengatakan apapun, dia memang sangat menyayangi Vicky meskipun terkadang adiknya itu sangat menyebalkan pada saat tertentu dan Vicky terlalu banyak bicara sehingga terkadang Victor merasa jengkel tetapi pada dasarnya dia juga sangat menyayangi adiknya itu. Terkadang hal kecil yang Victor tidak pernah bayangkan bisa dan mampu dilakukan oleh Vicky yang membuat Victor merasa bangga. Karenanya hal kecil mengenai apapun, Adiknya juga peduli. Hal itu membuat Victor merasa bahwa Ia memang harus benar-benar bisa menjauhkan diri dari Bianca dan memperjuangkan cintanya kepada Aire. Victor Kembali ke tempat tidurnya dan dia melanjutkan lagi tidurnya yang sudah diganggu oleh Vicky.
*****
Keesokan harinya...
Andro mengantarkan sarapan untuk Victor dan Vicky. Victor sudah menghubunginya agar dia mengantarkan sarapan meski Vicky belum bangun tetapi Victor sudah berpakaian rapi. Hari ini Victor memutuskan untuk tidak ke kantor karena tidak ada pekerjaan yang terlalu penting jadi Victor ingin menikmati harinya atau Victor juga berniat mengajak Aire untuk pergi jalan-jalan seperti kemarin. Karena Aire sendiri kemarin sudah mengatakan bahwa hari ini dia tidak ada kelas di kampusnya sehingga iri juga tidak akan pergi ke kampus.
"Vicky bangun....!!!!" Victor menggoyangkan badan adiknya agar adiknya itu bangun. "Vic.... Bangunlah. Andro sudah mengantarkan sarapan untukmu...!!!" Lanjut Victor lagi.
"Kau saja yang sarapan, aku masih ingin tidur." Ucap Vicky sembari menyingkirkan lengan Victor.
"Andro sudah membuatkan sarapan. Jadi kau bangunlah, habiskan ini dulu baru setelah itu kau tidur lagi."
"Tidak ada pekerjaan yang penting, jadi aku akan tidak akan ke kantor. Aku ingin pergi jalan-jalan bersama Aire. Oh iya kau ikut lah, Tiffany kemarin menginap di apartemennya Aire, aku dengan Airee sedangkan kau bisa dengan Tiffany, tidak mungkin aku hanya mengajak Aire pergi."
"Ada Tiffany bersama dengan Aire???" Tanya Vicky penasaran.
"Ya, dia kemarin menginap di sana. Tapi aku tidak tahu apakah pagi ini dia sudah pulang atau belum. Kalau kau penasaran. Cepat mandi ganti baju dan ikutlah denganku ke apartemennya Aire.!!!"
"Oke aku akan mandi, tapi tunggu jangan tinggalkan aku.!"
Victo pun tersenyum mendapati wajah excited dari adiknya itu. "Iya mandilah dulu baru setelah itu sarapan. Aku akan menunggumu, yang cepat Jangan lama-lama nanti keburu pergi Tiffany."
"Oke oke, tapi bener ya, jangan kau tinggalkan aku???"
"Iya tenang saja..."
Vicky pun bergegas ke kamar mandi meskipun sebenarnya dia masih mengantuk karena jam 03.00 tadi baru tidur dan sekarang baru jam 06.00 tetapi mendengar nama Tiffany, Vicky bersemangat dan langsung pergi mandi karena tidak sabar untuk bertemu dengan Tiffany.
Sementara itu Victor hanya tersenyum melihat tingkah adiknya dan Victor semakin yakin bahwa Vicky sepertinya menaruh hati kepada Tiffany, hal yang sangat bagus karena dia juga bisa melihat Tiffany seorang perempuan yang baik sama halnya dengan Aire dan juga Tiffany perempuan yang ceria dan sangat humble.
Victor menyesap kopinya. Victor menunggu Vicky selesai mandi, dan nanti akan ke sarapan bersama adiknya. Victor juga mengambil ponselnya Dan Dia menghubungi Aire.
Aire saat ini sedang jalan kaki bersama dengan Tiffany, mereka menuju apartemen Tiffany. Aire sedang mengobrol dengan Tiffany tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu adalah telepon dari Victor dan itu adalah panggilan video. Aire pun mengangkatnya. "Halo selamat pagi..!!!" Sapanya pada lelaki itu yang tampak sedang duduk di sofa.
"Selamat pagi cantik.." Victor mengernyit ketika Aire terlihat sedang berada di luar. "Kau sedang ada di mana???" Tanya Victor.
"Wah ini aku sedang ada di jalan. Aku sedang menuju ke apartemennya Tiffany, kau sendiri akan ke kantor ya???"
"Ahh tidak, hari ini aku tidak ke kantor, kau akan ke apartemennya Tiffany??? ini masih pagi."
"Iya sekaligus jogging. Kau kenapa tidak ke kantor???"
"Urusan kan sudah aku selesaikan kemarin, hari ini tidak ada hal yang penting yang harus aku selesaikan di kantor, aku malah berniat untuk menjemputmu tapi kau ternyata ada di apartemen Tiffany. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan lagi daripada tidak melakukan apapun. Kebetulan juga Vicky ada di sini. Dia sedang mandi..."
"Oh begini saja, bagaimana kalau kau dan Vicky datang ke apartemen Tiffany menjemput kami, lalu kita pergi jalan-jalan bersama???"
"Oke, dimana apartemen Tiffany???" Tanya Victor kemudian Aire pun memberitahunya apartemen Tiffany berada Di mana letaknya, yang memang tidak terlalu jauh dan hanya beberapa ratus meter saja. Victor langsung tahu dan dia nanti akan mengajak Vicky ke sana.
"Oke." panggilan diakhiri oleh Victor.
"Victor invited us to go for a walk and Vicky happens to be at his place right now, you want to come with us right???" Tanya Aire pada Tiffany. Dia memberitahu sahabatnya itu jika Victor mengajak mereka untuk pergi jalan-jalan dan kebetulan Vicky sekarang ada di tempatnya. Aire bertanya apakah Tiffany mau pergi dengan mereka atau tidak.
"Where????"
"I don't know, we'll just go along, maybe watch a movie like yesterday or just go for a walk." Aire tidak tahu dan ikut saja, mungkin nonton seperti kemarin atau sekedar jalan-jalan saja.
"But I'm lazy, you just go with Victor." Tiffany malas dan meminta Aire saja pergi dengan Victor.
"But Vicky is coming too, how could I go with those two guys. You have to come." Aire mengatakan jika Vicky juga ikut masa iya dia harus pergi dengan dua cowok itu. Tiffany tentu harus ikut lah.
"I'm too lazy to go anywhere.."
"Come on, I'm going with the two of them, anyway you have to come okay.???" Aire memaksa Tiffany ikut dengannya, masa dia harus pergi dengan mereka berdua.
"You're such a pushover.." Gerutu Tiffany mengatakan bahwa sahabatnya itu pemaksa, meski begitu Tiffany pun mengiyakan akan menemanin Aire.
Aire merangkul Tiffany. "There's Vicky, we haven't had breakfast yet but you can have a full breakfast while looking at Vicky's sweet face, you'll definitely get more energy if you look at the sweets." Goda Aire pada Tiffany. Ada Vicky dan mereka belum sarapan tapi nanti Tiffany bisa sarapan dengan kenyang sembari melihat wajah Vicky ya manis sekali membuat tenaga Tiffany pasti akan bertambah kalau melihat yang manis-manis.
.
Tiffany mencubit pinggang Aire karena menggodanya, mereka berdua pun melanjutkan jogging mereka sampai ke apartemen Tiffany.
***
Vicky akhirnya keluar dari kamar mandi dan Victor masih duduk di sofa. "Aku pinjam bajumu.." Ucap Vicky.
"Ambil saja yang kau mau tapi Cepatlah, aku lapar sekali dan jangan sampai membuat dua gadis itu menunggu kita terlalu lama, aku tadi sudah menghubungi Aire dan dia menyuruhku untuk ke apartemen Tiffany karena mereka ada di sana."
"Tadi kau bilang Tiffany ada di apartemen Aire, sekarang kenapa mereka ada di apartemen Tiffany." Tanya Vicky.
"Mereka sedang jogging dan menuju ke apartemen Tiffany, lagi pula tidak terlalu jauh dari sini kok."
"Oke baiklah, tadi aku sebenarnya ingin meminta bantuanmu."
Victor mengernyit. "Meminta bantuan apa???"
"Bertanya pada Aire. Berapa nomor kontak Tiffany, aku harus mulai mendekatinya sekarang, dan aku juga sudah bawa lukisan yang dia ppilih kemarin."
Victor pun tertawa. "Tapi kalau kau sudah dekat dengan Tiffany. Jangan sampai kau berani macam-macam dan mematahkan hati Tiffany, maksudku jangan sampai hal itu berimbas nanti pada hubunganku dengan Air. Awas saja kau."
"Memangnya kau pikir aku apa sampai menyakiti Tiffany???"
"Iya kau kan suka bermain dengan para perempuan-perempuan itu. Kau tidak pernah serius dengan mereka, aku hanya khawatir kalau kau hanya ingin mempermainkan Tiffany, itu berdampak pada hubunganku dan Aire. Awas saja kau??" Ancam Victor.