
"Memangnya kau ada pekerjaan apa tadi??? Bukannya Andro yang menghubungimu???" Tanya Aire pada Victor, mereka saat ini sudah berada di dalam mobil dan sedang dalam perjalanan untuk pulang.
"Aah itu tadi Andro yang menghubungiku, lalu dia memberitahuku kalau ada sekretarisku yang datang ke cafe karena tadi mengira aku ada di sana." Victor berbohong, dia tidak mungkin memberitahu Aire jika yang datang ke sana adalah Bianca tunangannya.
"Oh begitu ya, tapi ini kan hari Minggu????"
"Ini sering terjadi, Mungkin tiba-tiba dia mendapatkan kabar dari salah satu klien dan membuatnya harus segera menemuiku."
"Oh begitu..." Gumam Aire.
"Ya, kau marah ya karena kita pulang lebih awal, karena kau belum melihat seluruh pameran lukisan Vicky itu???" Tanya Victor memastikan.
"Ah tidak sama sekali, aku tidak marah, lagi pula kan memang ada yang harus kau urus dan tidak masalah."
Tiffany yang duduk di belakang hanya diam saja karena tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh dua orang yang ada di depannya itu, karena mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Tiffany juga tiba-tiba merasa tidak enak karena dia Kenapa harus ikut pulang bersama keduanya padahal seharusnya dia pulang menggunakan taksi saja agarrbtidak mengganggu.
"Why do you want to stay overnight at my place???" Tanya Aire pada Tiffany yang duduk di belakang. Bertanya kenapa Tiffany ingin di menginap di tempatnya.
"I'm bored, I can chat with you at your place." Jawab Tiffany. Dia sedang bosan tetapi kalau di tempat Aire dia bisa mengobrol dengannya.
"You're really something..." Gumam Aire.
"Victor...!!!!" Panggil Tiffany.
Panggilan itu membuat Victor menoleh ke belakang. "Yes." jawabnya lalu kembali fokus ke jalanan
"Aire has given you a chance to prove whether you are worthy of being her lover or not. So I hope you won't disappoint her and you should really prove that you really like and love Aire." Ujar Tiffany. Dia mengatakan padda Victor bahwa Aire sudah memberi lelaki itu kesempatan untuk membuktikan apakah Victor layak untuk jadi kekasih Aire atau tidak. Dan Tiffany berharap Victor tidak mengecewakan Aire dan Victor harus benar-benar membuktikan kalau dia memang menyukai dan mencintai Aire.
"Just watch out, if you hurt Aire. I'll be the first one to hit you, you also can't do anything that crosses the line because Aire is a good girl and you can't force her if she doesn't want to, or I'll report you to Aire's parents." Ancam Tiffany pada Victor. Memperingatkan agar Victor jangan sampai menyakiti Aire. Karena dia akan jadi orang pertama yang memukul Victor. Dan laki-laki itu juga tidak boleh melakukan sesuatu yang melewati batas karena Aire adalah gadis yang baik-baik dan juga Victor tidak boleh memaksanya jika Aire tidak mau, atau dia akan melaporkan Victor pada orang tuanya Aire.
"Yes, I promise you.." Gumam Victor berjanji pada Tiffany.
"Just watch out if you mess around and don't do the same thing as what Mike did, he betrayed Aire very cruelly, so don't let it happen again. Just watch out if you secretly have another woman, I won't hesitate to beat you up." Ancam Tiffany lagi. Awas saja kalau Victor macam-macam pada Aire dan jangan sampai Victor melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Mike, dia sudah mengkhianati Aire dengan sangat kejam, jadi jangan sampai hal itu terulang lagi. Awas juga kalau Victor diam-diam punya perempuan lain, Tiffany tidak segan-segan untuk menghajarnya.
Victor terdiam, saat ini ada perempuan lain yang menjadi penghalang hubungannya dengan Aire akan tetapi Ia akan berusaha untuk mengakhiri hubungannya dengan perempuan itu dan tentu saja Victtor akan memilih Aire untuk menjadi kekasihnya. Setelah dia pikir-pikir sepertinya benar kata orang-orang bahwa seharusnya dia tidak perlu bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Bianca. Karena itu adalah kesalahan Bianca sendiri.
"Yes of course I won't betray aire, she's different from the others that's why I like her." Ucap Victor. Ya tentu saja dia tidak akan mengkhianati Aire, karena Aire berbeda dengan yang lainnya, itulah kenapa dia menyukainya.
"Okay, I'll keep your promise, just watch out if you dare to mess with Aire." Tiffany akan memegang janji Victor, awas saja kalau sampai Victor berani macam-macam pada Aire.
"Yes, but by the way, since I saw you earlier, you have been trying to steal a glance at my sister. Do you have a crush on Vicky???" Tanya Victor pada Tiffany, menyelidik. Sejak tadi dia melihat Tiffany selalu mencoba mencuri pandang kepada adiknya. Victor bertanya apakah Tiffany naksir dengan Vicky. "If yes, I can help you, Vicky is single now." Lanjut Victor, dia bisa membantu Tiffany karena kebetulan Vicky juga sedang single saat ini.
"I have a crush on Vicky??? How is that possible?? Are you kidding me???" Tiffany pun mencoba mengelak dia, merasa malu jika harus mengatakan ia bahwa dia memang menyukai Vicky.
Aire tersenyum. "Yes, I think since the beginning of their meeting Tiffany did like Vicky, Tiffany often asked me about Vicky. But of course I didn't know that I didn't really know Vicky either." Sahut Aire. Dia merasa sejak awal pertemuan mereka. Tiffany memang menyukai Vicky dan sering bertanya padanya tentang Vicky. Tapi tentu saja Aire tidak tahu kalau karena dia juga tidak begitu mengenal Vicky.
"Ah lie you lie. I can't possibly like Vicky, he's not my type." Tiffany mencoba mengelak lagi dan mengatakn Aire bohong, serta mengatakan jika Vicky bukan tipe nya.
Victor terkekeh. "No way. If you don't like Vicky, that's fine, I have plenty of girl friends that I can set up with Vicky." Ucap Victor. kalau memang Tiffany tidak menyukai Vicky, tidak masalah, karena dia punya banyak teman perempuan yang bisa saja dia jodohkan dengan Vicky.
"Yes, go ahead." , gumam Tiffany dia masih mencoba mengelak tetapi sebenarnya dia memang benar-benar tertarik dengan Vicky. Lelaki itu sangat manis, dan juga sepertinya sangat menyenangkan. Tiffany sangat menyukai model laki-laki seperti itu. Vicky juga terlihat sangat baik.
****