Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Menemui Oma



Garviil sampai juga akhirnya di Indonesia, dia langsung mencari taksi dan akan langsung ke rumah sakit untuk melihat kondisi Omanya. Garviil masuk ke dalam taksi, sebelumnya Vicky sudah memberitahu kepadanya Di manakah rumah sakit yang saat ini merawat Omanya sehingga Garviil akan menuju ke sana sekarang juga.


Garviil sebenarnya sangat lelah sekali dan dia butuh istirahat sebentar, tetapi yang lebih penting adalah melihat kondisi neneknya terlebih dulu dibandingkan ia harus beristirahat karena neneknya pasti akan merasa lebih baik jika bertemu dengannya.


Garviil Duduk diam dan menatap jendela taksi yang ditumpanginya. Dia melihat keluar tempat yang sudah lama sekali dia tidak datangi dan dia merasa senang karena bisa kembali lagi ke tempat kelahirannya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Lamunan Garviil terbuyarkan ketika sopir taksi menghentikan taksinya tepat di depan rumah sakit yang dituju oleh Garviil. Sopir taksi itu memberitahu jika mereka sudah sampai. Garviil pun membayar taksinya lalu turun.


Garviil tidak membawa banyak barang. Ia hanya membawa sebuah ransel berisikan beberapa pakaian miliknya. Dan ketika dia hendak memasuki rumah sakit, dia justru berpapasan dengan Vicky adiknya, membuat Vicky cukup terkejut. "Kakak kau sudah sampai???" Tanya Vicky.


"Aah ya, aku baru sampai dan langsung kesini."


"Kenapa tidak menghubungiku, aku kan bisa menjemput mu di bandara, lagipula aku mengirim pesan kepadamu tapi tidak kau balas."


"Oh iya, ponselku masih mati dan aku tidak memegangnya sejak turun dari pesawat. Bagaimana dengan Oma?? antar aku ke sana."


Vicky melihat jam tangannya. "Jam besuk masih sekitar satu jam lagi, lebih baik kau mandi dulu dan ganti pakaianmu. Istirahatlah sebentar baru setelah itu kau bisa menemui oma, kau tadi langsung ke sini kan???"


"Iya, tadi aku langsung ke sini. Iya sepertinya aku harus mandi dulu tapi mau mandi di mana???"


"Ayo ikut aku dulu..!!!" Vicky pun mengajak kakaknya untuk pergi bersamanya mereka keluar dari rumah sakit dan Vicky mengambil Mobilnya di parkiran kemudian mengajak kakaknya meninggalkan Rumah Sakit lebih dulu.


**


"SiaIan siaIan, kau membawaku ke SPBU ternyata. Jadi kau menyuruhku mandi di sini???" gerutu Garviil ketika adiknya menghentikan membawa masuk mobil ke dalam sebuah SPBU.


"Bukan di SPBU nya, tapi mandilah di toilet yang ada di sana. Memangnya kau ingin mandi solar atau bensin di SPBU nya??? Kau harus ke toilet atau kamar mandi nya."


"Diamlah...!!!!" Garviil kemudian keluar dari dalam mobil dan dia membuka pintu belakang. Lalu membongkar ranselnya dan mengambil pakaian untuk ia kenakan setelah mandi nanti. Setelah mengambil pakaiannya, Garviil langsung menuju toilet umum yang ada di area SPBU itu. Sedangkan Vicky juga keluar dari dalam mobil, ia berjalan menuju minimarket yang juga ada di area SPBU ini untuk membeli camilan dan juga minuman karena Vicky merasa sangat lapar sekali sebari menunggu kakaknya selesai mandi.


Sekitar setengah jam kemudian Garviil akhirnya keluar dari dalam toilet dan sudah terlihat lebih segar serta berganti pakaian. Garviil memutar pandangannya untuk mencari adiknya dan ternyata menemukan sang Adik sedang duduk di depan minimarket dan tampak sedang menikmati makanan ringan dan juga minuman bersoda.


Garviil menarik kursi dan duduk yang kemudian membuka minuman kaleng yang ada di depan adiknya dan meminumnya. "Kita segera kembali ke rumah sakit, sepertinya jam besuknya sebentar lagi." Ucap Garviil.


"Oke kita lanjut ke sana. Aku tadi menelepon Mama dan Papa, memberitahu kalau aku sedang bersamamu dan mereka senang sekali."


"Ya sudah kalau begitu langsung ke rumah sakit saja."


Vicky menganggukkan kepalanya lalu mereka berdiri dari kursi dan berjalan menuju mobil mereka. Mereka akan kembali ke rumah sakit dan sudah ditunggu oleh orang tua mereka.


"Iya Ma. Bagaimana keadaan Mama dan Papa serta Oma di dalam???"


"Kami berdua baik-baik saja, tetapi oma mu ada masih ada di ruangan ICU, dia  membutuhkan beberapa alat bantu untuk menunjang kehidupan nya. Tapi ini sudah masuk jam besuk. Lebih baik kau masuk lah dan Berbicaralah dengan oma mu, dia selalu menanyakanmu kapan kau akan pulang. Itulah kenapa Mama memintamu segera pulang karena dia tidak berhenti menanyakanmu."


"Baik lah Ma, aku akan masuk."


Garviil memasuki ruangan ICU itu dan dia memakai pakaian khusus kemudian ia melihat Oma nya sedang berbaring dengan alat bantu pernafasan serta beberapa alat kesehatan lainnya yang menempel di tubuh tuanya, dan Garviil mengusap kepala Oma nya lalu mencium keningnya. Garviil sangat menyayanginya. Dan sejak kecil Ia di sangat disayangi oleh Oma nya dan juga sangat di manjakan setiap waktu, sehingga ia dan Vicky juga sangat dekat sekali. "Oma bangunlah!!! Garviil sudah ada di sini untuk menemani Oma." Gumam Garviil kemudian meraih jemari Omanya dan mengecupnya dengan lembut.


Wanita paruh baya itu membuka matanya ketika mendengar suara dari cucunya yang sudah sangat dia rindukan. Omanya Garviil itu pun tersenyum dan tangannya berusaha membelai wajah Garviil. "Garviil kau akhirnya pulang juga." Gumamnya dengan suara lirih.


Garviil pun tersenyum kepada Omanya. "Tentu saja Garviil ada di sini. Garviil pulang untuk bertemu dengan Oma, tolong Oma jangan sakit seperti ini. Garviil ingin Oma cepat sembuh. Dan nanti Oma akan Garviil ajak untuk tinggal di Amerika saja ya supaya Oma tidak jauh-jauh dari Garviil."


Oma Garviil tersenyum. "Kenapa baru sekarang kau mengatakan itu. Bukankah sudah sejak lama Oma bilang padamu bahwa Oma ingin ke Amerika dan tinggal bersamamu saja tapi kau selalu melarang Oma dengan alasan Oma nanti kecapean."


Garviil kembali mengecup jemari Omanya dan meletakkan kepalanya di samping Omanya membuat wanita paruh baya itu mengusap rambutnya. "Garviil tidak akan melarang Oma lagi tetapi Om a harus janji bawa Oma harus bisa segera sembuh supaya keluar dari tempat ini oke???"


"iya, Oma senang sekali kau sudah tidak bersama Bianca lagi. Oma masih ingin melihatmu menikah dengan perempuan lain yang tidak jahat seperti Bianca."


"Ya tentu saja Oma, makanya Oma cepat sembuh ya, sekarang Oma istirahat. Garviil akan ada di sini bersama dengan Oma. Oma cepat sembuh ya???"


"Oma senang kau ada di sini. Oma sangat merindukanmu. Kau jangan jadi orang yang keras kepala lagi ya??? turuti kata orang tua."


"Iya Oma. Garviil janji." Garviil tetap duduk dan mengusap lengan Oma nya lalu meminta Oma nya agar bisa beristirahat lagi dan dia akan menunggunya. Garviil sangat menyayangi Oma nya. Dan Dia melihat kondisi Oma nya seperti ini sangat sedih sekali, ada penyesalan di hatinya Kenapa dia tidak segera pulang sebelumnya. Ketika Omanya memintanya untuk pulang. Tetapi Garviil masih belum tahu tentang apa yang terjadi pada Oma nya saat ini, kondisinya seperti apa. Garviil perlu Berbicara dengan dokter dan juga kedua orang tuanya untuk menanyakan keadaan Oma nya yang sebenarnya.


Setelah Omanya kembali tidur, Garviil keluar dari ruangan itu dan menemui adik serta kedua orang tuanya yang menunggu di luar. Garviil langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Oma nya. Garviil sudah tahu memang oma nya sudah sakit-sakitan mengingat usianya juga sudah tua tapi melihat banyak sekali alat bantu yang menempel di tubuh Oma nya membuat Garviil merasa khawatir sehingga dia butuh penjelasan yang lebih detail dari orang tuanya.


Garviil langsung menanyakan kepada orang tuanya tentang apa yang terjadi kemudian Papanya pun menjelaskan jika kondisi Oma nya sudah sangat parah dan sudah terjadi komplikasi sehingga kemungkinan Oma nya untuk bertahan sangat kecil sekali bahkan dokter sudah meminta mereka untuk bersiap dengan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi. Mengingat saat ini Oma nya sepertinya sudah tidak bisa bertahan lebih lama. Dan  itulah Kenapa mereka meminta Garviil agar segera pulang dan bisa sedikit menghibur Oma nya karena permintaan Oma ya adalah ingin bertemu dengan Garviil.


Mendengar itu Garviil menjadi lemas. Dia sangat menyayangi Oma nya sehingga fakta yang ada saat ini membuatnya sangat Terpukul sekali dan Garviil tidak bisa membayangkan jika oma nya harus meninggalkannya. Garviil mengingat kedekatan mereka yang luar biasa selama ini. Oma nya yang penuh cinta dan kasih Sayang yang selalu memberikan apa yang ia dan Vicky minta saat kecil dan Oma nya selalu menjadi orang yang bisa menenangkan keduanya ketika sedang bertengkar saat masih kecil bahkan mungkin sampai sekarang. itulah hal yang membuat Garviil ataupun Vicky sangat dekat sekali dengan Oma nya.


"Tetapi apa tidak ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk Oma Pa??? maksudku apa kita lebih baik membawanya ke rumah sakit di Singapura atau di mana gitu yang bagus???" Tanya Garviil.


"Percuma Viil, kita hanya bisa pasrah saja dan berdoa kepada Tuhan. oma mu sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi."


Garviil menunduk dengan sangat sedih, ia masih belum bisa jika harus kehilangan Omanya yang sangat dia cintai dia masih membutuhkan Omanya untuk bermanja-manja dan Oma nya adalah pendengar yang baik ketika dia merasa sedang kacau tetapi fakta yang ada di depannya saat ini tidak bisa lagi terbantahkan. Oma nya sudah terlalu tua dan mungkin sudah tidak sanggup dengan penyakit yang harus dideritanya.