Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Di jemput Friddie



Dua hari kemudian.....


"Hai Aunty May....!!" Friddie tersenyum.lebar ketika Masa membuka pintu untuknya.


"Hai Fridd.." Sapa Balik Maysa.


"Hai Aunty....!!!" Sapa yang lainnya yang baru keluar dari mobil. Ada Sanne, Louis, dan Vineet.Mereka berjalan menghampiri Friddie dan Maysa. Mereka menyalami Maysa dengan sopan.


"Kalian, ayo masuk, Geffie sudah menunggu sejak tadi. Sebentar lagi dia akan turun."


"Ah tidak usah Aunty, kami menunggu disini saja, langsung berangkat takut kesiangan." Ucap Friddie.


"Oke kalau begitu." Maysa menoleh ke belakang dan Geffie menuruni tangga. "Nah itu dia..."


"Hai guys...!!!" Sapa Geffie. "Kita berangkat sekarang????" Tanya Geffie dan sahabatnya menganggukkan kepala. Geffie memeluk Maysa lalu menyalami nya dan berpamitan, begitu juga dengan sahabatnya. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil. Friddie yang mengemudikan mobilnya.


"Kita jadi menjemput Garviil???" Tanya Friddie pada Geffie.


"Iya, dia sudah menunggu."


"Kita ke rumahnya???" Tanya Louis.


"Tidak Lou, dia membawa mobil sendiri." Geffie menyembjtkan nama sebuah jalan dimana Garviil menunggu mereka disana. "Dia hanya akan sehari semalam saja, besok dia harus kembali ke Jakarta, karena malamnya dia harus berangkat lagi ke Amerika. Dia tidak ingin merepotkan kalian jadi akan membawa mobil sendiri."


"Owh jadi dia akan pulang lebih dulu??"


"Iya."


"Baiklah... Kita akan bertemu disana." Gumam Friddie. "Akhirnya aku bisa bertemu dengan calon iparku juga."


"Kakak, kau diamlah...!!! Dan jangan menggodaku." Protes Geffie.


"Iya." Jawab Geffie singkat.


"Dia juga pimpinan perusahaan disana." Sahut Friddie.


"Wow hebat dong...!!!" Sela Louis lagi.


"Itu artinya Geffie tidak kaleng-kaleng.." Sela Vineet. Membuat semua sahabatnya tertawa.


"Sayangnya Geffie belum berani memberitahu uncle Iel. Hehehe." Sahut Friddie lagi.


"Bukan belum berani kak, tapi belum waktunya, nanti juga aku pasti akan mengenalkannya pada Papa Iel."


"Ok iya, kemarin kau cerita katanya kau bertemu dengan Mantannya Garviil. Apa yang terjadi???" Tanya Friddie penasaran. Kemarin Geffie memberitahu mengenai hal itu tetapi tidak detail dan dia penasaran sehingga meminta Geffie untuk menceritakannya sekarang.


"Tidak terjadi apapun, dia datang ke rumah Garviil untuk mengucapkan bela sungkawa saja karena nenek Garviil meninggal, dan kebetulan aku juga datang bersama Garviil. Jadi aku hanya melihatnya sekilas saja, dia ada di mobil dan aku baru datang lalu di persilahkan masuk oleh Mamanya Garviil."


"Hanya itu saja???" Tanya Friddie lagi.


"Iya kak, itupun pertama.kali aku bertemu dengannya."


"Awas saja kalau dia sampai melakukan sesuatu padamu, akan aku beri pelajaran dia."


"Memangnya kenapa Sayang??? Apa Geffie merebut Garviil darinya???" Tanya Vineet.


"Ah tidak... Mana mungkin aku merebut kekasih orang lain???" Sela Geffie dengan cepat. "Aku tidak memiliki masalah dengannya sama sekali kok. Hanya saja hubungannya dengan Garviil tidak berjalan dengan baik, itu saja."


"Lagipula Geffie terlalu cantik untuk merebut kekasih orang lain, dia bisa mendapatkan laki-laki single tanpa harus menghancurkan hubungan orang lain. " Celetuk Sanne.


Geffie tersenyum mendengar perkataan Sanne. Dia memang tidak pernah merebut Garviil dari Bianca meskipun sebenarnya dia dan Garviil sudah dekat saat Garviil menjadi kekasih Bianca. Tetapi Garviil punya alasan bahwa dia sudah tidak mencintai Bianca. Itu Fakta nya. Dan Bianca juga sangat jelas sekali mengkhianati Garviil. Bukan satu kali tapi kedua kali nya selain itu Bianca juga sudah menipu Garviil dan keluarga nya.