Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
..



Sore harinya


Ciara sedang berada di sebuah restoran untuk makan sejak siang, dia belum makan dan perutnya sangat keroncongan apalagi Ciara harus di kantor polisi juga. Ciara sudah selesai memberikan kesaksiannya dan dia akan kembali lagi ke rumah sakit untuk menunggu Vicky. Tetapi dia memilih makan lebih dulu.


Setelah menyelesaikan makannya Ciara pun keluar dari restoran dan akan kembali lagi ke rumah sakit lalu terdengar suara bunyi dari ponselnya Ciara mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan mengering ketika melihat Siapa yang menghubunginya. Ya siapa lagi jika bukan Bianca, tetapi sungguh Ciara sangat malas sekali untuk berbicara dengan Bianca saat ini, karena dia sedang ingin berfokus untuk merawat Vicky, bukan melakukan apa yang sudah direncanakan oleh Bianca, tapi jika Ciara tidak mengangkat panggilan itu tentu Bianca tidak akan berhenti untuk mengganggunya. "Iya Bianca, ada apa???" Tanya Ciara dengan malas.


"Ciara aku sudah menunggu kabarmu sejak kemarin, kau ke mana saja dan apa yang kau lakukan dengan Vicky??? Kenapa kau tidak menghubungiku??? Padahal aku ingin tahu perkembanganmu di sana bersama Vicky. kau kan sudah berjanji bahwa kau tidak akan tertarik kepada Vicky. Lalu apa yang kau lakukan di sana??? Apa kau bersenang-senang dengan Vicky??? ya kau ini bagaimana kenapa malah bersenang-senang dengannya dan bukannya menjalankan perintah dariku atau mengabariku???" Bianca memberondong Ciara dengan berbagai pertanyaannya.


"Bianca, asal kau tahu, aku tidak sedang bersenang-senang dengan Vicky dan aku sangat repot sekali mengurus Vicky di sini, jadi Bisakah kau tidak terus memborbardirku dengan pertanyaan-pertanyaan tidak penting mu itu. Vicky sedang sakit dan dia di rumah sakit sejak kemarin. Itulah kenapa aku tidak menghubungimu dan tidak mengabarimu karena aku sibuk mengurusnya." ucap Ciara dengan jengkel.


"Apa ??? dia sakit apa??? Kenapa dia bisa sakit, apa yang kau lakukan padanya???"


"ditusuk orang??? Tetapi bagaimana itu bisa terjadi???"


"Kalau ku beri tahu. Kau pasti tidak akan mengerti jadi rasanya. Karena itu Percuma saja, untuk saat ini Please, aku mohon berhenti untuk memerintahku, aku sudah berjanji akan membantumu tetapi di saat seperti ini, aku tidak bisa melakukannya, aku berhutang Budi pada Vicky. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menolongku, jadi please kau jangan terus terusan memberiku arahan dan perintah untuk saat ini saja."


"Memangnya apa yang terjadi Bisakah kau memberitahuku Ciara aku sangat mengkhawatirkan Vicky."


"Kau mengkhawatirkan Vicky tetapi kau ingin membalaskan dendam dengannya memuakkan sekali???" Ciara mengumpat jengkel dalam hati.


"Sudahlah Bianca aku tidak bisa menceritakannya sekarang, aku harus kembali ke rumah sakit, aku takut Vicky  Vicky membutuhkanku atau dia membutuhkan sesuatu sudah dulu." Ciara kemudian mengakhiri panggilan Bianca begitu saja dengan perasaan kesal sepupunya itu sama sekali tidak mengerti. Bianca benar-benar sangat menyebalkan lama-lama, Ciara semakin merasa muak. Dan ingin sekali menyerah untuk.menururti keinginan Bianca. Vicky yang bahkan sudah mempertaruhkan nyawa u ntukmya dan melindunginya, tidak mungkin jika dia harus memperlakukan Vicky dengan jahat dan membohongi lelaki itu. Ciara akan merasa berdosa sekali.