
Kesokan harinya....
Aire pulang terlambat dan cukup larut, dia membahas tentang tugas nya di rumah Tiffany dan mereka lupa waktu. Tiffany menyuruhnya menginap saja, tetapi Aire memutuskan bahwa dia harus pulang. Tidur di kamarnya sendiri saja dia kesulitan, apalagi harus tidur di rumah orang. Bagaimana pun juga Aire merasa lebih nyaman beristirahat di tempatnya sendiri.
Ketika berjalan turun dari taksi dan hendak memasuki pintu lobi apartemennya, Aire melirik ke arah Cafe itu di seberang jalan, sudah dua hari dia tidak kesana. Apa kabarnya Victor??? Pikiran itu terus mengganggunya sepanjang hari ini. Otaknya selalu dipenuhi bayangan lelaki itu yang begitu tampan dan tampak begitu dewasa.
"Aire???"
Aire terperanjat kaget mendengar namanya disebut, dia langsung menoleh dengan waspada. Wajahnya pucat pasi ketika menemukan Mike ada di sana. Lelaki itu tampak berantakan dan sedikit tidak fokus. "I've been waiting for you here for so long, where have you been???" Tanya Mike pada Aire. Dia menunggumu lama sekali di sini, dan bertanya kemanakah Aire pergi.
Nada suara Mike meninggi seolah tidak bisa mengontrol emosinya. Dan ketika Mike melangkah sedikit mendekati Aire, dia langsung bisa menciumnya, aroma alkohol yang pekat dan memuakkan. Seolah lelaki itu menghabiskan malamnya dengan meminum alkohol murahan yang menguarkan bau khas. Aire langsung merasakan jantungnya berdegup kencang, Mike sedang mabuk. Dan sepertinya dia mabuk berat. Bahkan dalam keadaan sadarpun, Aire tahu bahwa Mike sering kali tidak bisa mengendalikan emosinya, apalagi dalam keadaan mabuk.
Mata Aire berkeliling waspada, memandang semua orang. Adakah yang bisa menolongnya di sini??? Dia mulai panik ketika menyadari bahwa suasana sekeliling sudah sangat sepi. Hanya ada beberapa oraang jalan kaki, itupun jauh di sudut sana. Aire tidak yakin kalau dia berteriak orang-orang itu akan mendengarnya. Mata Aire melirik ke Cafe di seberang jalan. Cafe itu masih buka tentu saja, meskipun sudah jam dua malam, tetap penuh pengunjung. Tetapi sayangnya para pengunjung itu berada di dalam, sedang dihibur oleh aliran musik slow yang menenangkan hati di sana. Tidak ada yang bisa menolong Aire kalau Mike lepas kendali.
"Mike, why did you come here again.??" Tanya Aire hati-hati, berusaha mundur dan tetap menjaga jarak, meskipun lelaki itu terus mencoba mendekatinya. Dia bertaya kenapa Mike ada disini lagi.
"Why am I here???" Mike tertawa. "Because you're stupid and vindictive.!!!" Suara nya meninggi mengatakan jika Aire bodoh dan pendendam.
Oh Astaga, lelaki ini sungguh tidak tahu malu. Membesar-besarkan masalah katanya?? Perempuan mana di dunia ini yang bisa memaafkan kelakuan seperti itu dari kekasih nya, di saat hubungan mereka sudah berjalan selama bertahun-tahun. "I think it's best that you get out of my life Mike...!! I've had enough of you, and there's no way I'm going back to you...!!!" Aire terpancing emosi sehingga nada penuh kebencian keluar dari suaranya. Dia mengatakan bahwa seharusnya lebih baik Mike enyah dari kehidupannya. Karena Aire sudah sangat muak kepadanya, dan Aire juga tidak mungkin mau kembali dengannya.
Hal itu memancing Mike, tatapan lelaki itu membara, dipenuhi oleh alkohol yang diminumnya. Dia tiba-tiba saja sudah melompat dan mencengkeram kedua lengan Aire dengan kasar hingga terasa menyakitkan. "Are you really not going back to me???" Tanya Mike pada Aire apakah Aire benar-benar tidak mau kembali padanya. Mike terkekeh, suaranya menakutkan dan aroma alkohol kembali menguar dari sana, membuat Aire ketakutan dan berusaha meronta dengan panik. Tetapi lelaki itu sangat kuat dan semakin Aire meronta, semakin kuat Mike mencengkeramnya, hingga terasa sakit.
"It hurts! Mike, you're hurting me!!!!" Aire mencoba meronta, mulai menjerit kesakitan. Mike menyakitinya.
Tiba-tiba tubuh Mike tertarik dengan kasar ke belakang sehingga hampir terjengkang. Lengan yang menarik Mike itu lalu mendorong Mike dengan kasar hingga jatuh terbanting di trotoar. Aire langsung mengenali penyelamatnya, itu Victor, Lelaki itu mengenakan pakaian hitam-hitam sehingga membuat Aire tidak menyadari kapan lelaki itu datang dan mendekat. Tetapi bagaimanapun juga, dia menyukuri kehadiran Victor di saat yang tepat untuk menyelamatkannya.
"It's you again." Meskipun mabuk, Mike rupanya mengenali Victor dari insiden siang itu. "Who exactly are you??? Why are you always interfering with my problems with my girlfriend???" Tanya Mike. Dia bertanya sebenarnya laki-laki ini siapa. Kenapa selalu mengganggu masalahnya dengan kekasih nya yaitu Aire. Mike kemudian bangkit dari duduknya dan berdiri dengan posisi waspada, siap menyerang.
"Ex-lover, you are Aire's ex-lover, you must remember that well...!!" Victor bergumam tenang, kemudian terkekeh mengejek Mike dengan mengatakan bahwa Mike adalah mantan kekasih Aire jadi Mike harus mengingat itu baik-baik dan tidak terlalu percaya diri bahwa sia adalah kekasih Aire lagi. Dan tubuhnya lebih tinggi dan lebih kuat daripada Mike. Dan Victor memegang sabuk hitam dalam ilmu bela diri, menghadapi Mike akan sangat mudah baginya. "You'd better get out of here and not bother Aire anymore, otherwise you'll be facing me...!!!" Victor mengancam Mike bahwa sebaiknya Mike menyingkir dari sini dan tidak mengganggu Aire lagi, karena kalau tidak Mike akan menghadapi nya.
Mike membelalakkan matanya marah, sejenak tampak berpikir untuk menyerang Victor. Tetapi kemdian dia memilih mundur ketika melihat nyala membunuh di mata Victor. Dia akan kalah kalau menghadapi lelaki ini, entah kenapa dia tahu. Dengan lirikan sinis, dipandangnya Aire dengan tatapan merendahkan. "It turns out that you forget me so easily, it's only been a while since we separated and you've already found a new man. Maybe you're not as pure as what you've shown all this time...!!" Mike mengatakan pada Aire bahwa ternyata Aire begitu mudah melupakannya, baru beberapa lama mereka berpisah dan Aire sudah menemukan lelaki baru. Mike mengatakan bahwa mungkin Aire tidak sesuci apa yang dia tampilkan selama ini. Setelah melemparkan tatapan merendahkan, Mike melangkah setengah terhuyung-huyung ke arah mobilnya.