Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
,



"Iya kak." Gumam Vicky. Dia sudah berusaha sebaik mungkin menjalani kehidupannya dan mengubur kisah cintanya dengan Tiffany berharap bisa menemukan perempuan yanv seperti Tiffany, baik, penyayang dan ceria. Lalu ketika dia sekarang sudah mendapatkannya, itu justru menjadi luka baru untuknya, perempuan yanv dia kira bisa menjadi kekasih yanv baik dan juga mencintainya seperti Tiffany, ternyata adalah seorang pembohong besar dan licik dengan segala rencana gila nya yanv tidak tanggung-tanggung. Vicky tidak akan pernah bisa melupakan hal ini dari Ciara.


Malam harinya


Garviil sudah sampai di kediaman kakak iparnya lagi untuk menemui Geffie yang memang tinggal di sana. Ini adalah kunjungan pertama Garviil ke Washington DC Setelah dia sebelumnya pulang ke Boston dan ini adalah minggu pertama nya mengunjungi Geffie.


Sampai di sana Garviil tentu saja langsung disambut oleh istri yang sangat dia rindukan setelah beberapa hari berpisah. Raut wajah penuh kebahagiaan Geffie tentu saja terlihat jelas sekali. Garviil memeluknya dan mengecup kepala Geffie. Dia sangat bahagia bisa datang ke sini lagi. Geffie pun mengajak Garviil untuk naik ke kamar terlebih dulu sebelum nanti menyapa kakak Geffie juga keponakannya yang saat ini masih berada di kamar mereka.


'Bagaimana perjalananmu???" Tanya Geffie pada suaminya.


"Sangat lancar sayang dan aku senang sekali karena aku bisa mengunjungimu dan melihat wajah cantikmu lagi. Aku sangat merindukanmu."


Geffie tersipu malu dia memeluk Garviil dan masuk ke dalam lift untuk ke kamarnya." Bagaimana Vicky dia baik-baik saja kan dan dia juga sudah sehat???"


"Iya dia sangat sehat dan setiap hari selalu datang ke kantor untuk membantuku meskipun terkadang terganggu ketika tiba-tiba dia merasakan nyeri di perutnya, tapi selebihnya Dia sangat baik-baik saja dan Mama juga akan datang ke Boston minggu depan bersama dengan Papa."


"Tidak perlu, kau kan harus fokus ke kuliahmu. Mama dan Papa juga pasti akan mengerti kok kalau kau ada di sini. Jadi kau tidak perlu ke Boston, nanti kau kelelahan"


pintu lift terbuka dan mereka keluar dari lift berjalan menuju ke kamar Geffie yang ada di rumah ini.


"Ahhh tidak sama sekali, aku tetap akan datang ke sana, nanti kau jemput di bandara ya??? aku harus bertemu mama karena aku sangat merindukannya. Oh iya Papa Iel bilang katanya Mitha akan menemuimu, kapan??? Apa dia sudah mengatur janji denganmu Tapi kau kan ada di sini selama beberapa hari kan???"


"Aku sudah bertemu dengan Mitha tadi di kantor."


"Oh ya???" Geffie membuka pintu kamarnya lalu masuk bersama dengan Garviil dan dia melepaskan jas yang dipakai Garviil kemudian kembali memeluk Garviil untuk melepaskan semua kerinduannya kepada lelaki itu. Geffie sangat menyukai bau parfum Garviil bahkan meski suaminya berada di Boston, Geffie memiliki parfum milik suaminya untuk kemudian bisa dia semprotkan ke pakaian Garviil supaya bisa mengobati kerinduannya selama Garviil pergi. "Aku sangat menyukai bau parfummu. Biasanya aku memeluk bajumu tapi karena kau sudah ada di sini aku harus memelukmu sangat lama sekali dan kau tidak perlu protes atau aku akan marah padamu."


Garviil pun terkekeh kemudian tertawa dan dia mengecup kepala Geffie, untuk meluapkan kerinduannya juga kepada istrinya itu, tentu saja Garviil sangat merindukan Geffie. Mereka tidak ada pilihan lain selain harus berpisah untuk sementara waktu karena kesibukan masing-masing Garviil sangat mencintai Geffie.