
Kyros dan Gienka sudah pergi untuk menghadiri acara di tempat sahabat Kyros, keduanya mengajak Lexia. Sehingga di rumah hanya tinggal Garviil dan juga Geffie saja. Geffie juga memesan makanan dari luar karena Garviil tadi merasa malas untuk jalan-jalan ke luar. Dan memilih untuk di rumah saja, dan berniat besok saja untuk pergi jalan-jalan. Geffie pun memahami suaminya dan tidak mempermasalahkannya.
Setelah makan malam, Garviil naik ke kamar, dan Geffie membersihkan peralatan makan yang di gunakan kemudian menyusul suaminya. Tadi garviil menerima telepon dari sekretarisnya sehingga Geffie tidak mau mengganggu nya.
Geffie masuk ke kamar dan melihat Garviil masih sibuk berbicara di telepon. Geffie hanya melempar senyumnya dan duduk bersandar di tempat tidur kemudian menyalakan televisi. Di rumah sedang tidak ada siapapun, biasanya di jam segini Geffie akan mengisi harinya dengan bermain bersama Lexia jika dia tidak ada tugas kuliah. Apalagi besok juga hari minggu.
Garviil selesai mengangkat telepon dan kembali masuk dan menutup pintu balkon. Lalu menghampiri Geffie yang sedang menonton televisi. Garviil mencium pipi istrinya dengan gemas. "Tidak ada siapapun di rumah, jadi bisakah kita menikmati malam ini lebih awal???" Tanya Garviil.
Geffie tersenyum. "Jadi inikah alasanmh menolak untuk mengajakku jalan-jalan ke luar???"
Garviil menganggukkan kepalanya. "Aku sangat merindukanmu sayang, tidak ada siapapun dan kau bisa berteriak menikmatinya, aku merindukan suara se×y mu itu."
Tidak ada penolakan dari Geffie. Jemari nya bergerak ragu dan menyentuh pipi Garviil, lelaki itu menempelkan pipinya di sana dan memejamkan matanya, jarinya meraih jari Geffie dan mengarahkannya ke bibirnya. Garviil lalu mengecup telapak tangan Geffie dengan lembut. Mereka bertatapan dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti oleh satu sama lain, dan kemudian bibir mereka menyatu dalam sebuah ciuman lembut. Sampai akhirnya bibir kedua nya terlepas dan napas nya terengah.
Garviil dan Geffie saling bertatapan dan melempar senyum satu sama lain. Geffie menggerakkan tangannya dan berusaha melepaskan tshirt yang di pakai oleh Garviil. Mengerti. Garviil pun membantunya dan melepaskan Tshirt nya. Garviil kemudian berdiri dan Geffie bangun dari tempat tidur. Mereka berdua kemudian melepaskan pakaian masing-masing. Garviil melepaskan celana dan ceIana daIamnya, sementara Geffie melepaskan gaunnya juga br'a nya, dan hanya mengenakan suterra putih yang membungkus area V nya.
Garviil tidak mengenakan apapun lagi, dan Geffie terpaku menatap tubuh Garviil yang ada di depannya. Lelaki itu begitu jantan, tubuhnya atletis dengan perut berotot. Mata Geffie melirik ke bagian bawah perut Garviil, mendapati milik lelaki itu setengah erreksi dan belum sepenuhnya, tetapi cukup besar, hingga Geffie menelan ludahnya karena terpana.
Menyadari mata Geffie terfokus kepada milik suaminya, Garviil pun melempar senyumnya, dan memegang miliknya itu sambil mengusapnya untuk membuatnya semakin menegang dan agar berdiri tegak dan siap untuk memuaskan istrinya. "Aku rasa kau selalu menyukai nya???" Gumam Garviil yang langsung membuat Geffie tersadar dan mendongak menatapnya.
Garviil kemudian naik dan duduk berhadapan dengan Geffie yang menyandarkan tibuhnya ke ranjang. Garviil mendekatkan wajahnya dan kembali mencium bibir Geffie. Bibir mereka berdua saling bertautan, dan lidah Garviil menelusup masuk kemudian berjalinan dengan lidah Geffie. Tangan Garviil pun menggerayai kedua aset Geffie bergantian. Lembut, kenyal dan sangat menggoda. Geffie mengeluarkan erangan kecil dan menikmati setiap sentuhan jemari Garviil di dada nya. Rasa nya begitu luar biasa.
Setelah mereemas, Garviil melepaskan ciumannya pada bibir Geffie. Dan ciumannya turun ke dagu Geffie, ke leher dan berhenti di dua gundukan yang ada di dada Geffie. Garviil mulai menyesap bulatan berwarna pink sebelah kanan, dan tangannya bermain di sebelah kiri. Hal itu, membuat Geffie mengerang kenikmatan karena sensasi yang di buat oleh Garviil. Lidah lelaki itu bermain dengan ahli nya, dan reemasan-reemasan jemari Garviil begitu lembut. Geffie menggeliat dan terus mengeraang.
"Oh ya Ampun.... Aaahhhh.... Sshhhhshhhhh... Please.... Jangan berhenti...." Geffie mulai meracau. dan hal itu membuat Garviil merasa senang sehingga dia semakin menggila melakukannya. Garviil kemudian berpindah menyesap milik Geffie yang sebelah kiri. Meninggalkan basah disana dan juga tidak lupa Garviil meninggalkan jejak merah di seluruh bagian dada Geffie.
Setelah merasa puas, Garviil pun duduk setengah berdiri dengan menekuk kedua lututnya. "Berbaringlah di bawahku, dan lakukan apa yang aku katakan tadi bahwa aku sangat menyukai oraI. Kau bisa melakukannya sayang???"
Geffie menuruti kemauan Garviil. Dia berbaring tepat di bawah Garviil yang sedang duduk. Dan wajahnya juga tepat berada di bawah milik Garviil. Garviil membimbing tangan Geffie agar menyentuh miliknya. Jemari Geffie mulai menyentuh, yang pertama Geffie rasakan adalah hangat mendekati panas, dan juga lembut serta ada beberapa urat yang terlihat. Tangan Geffie mulai bergerak naik dan turun di milik Garviil. Lelaki itu mulai mengerang dan menikmati setiap sentuhan Geffie. Mendengar itu, Geffie justru semakin bersemangat sekali dan mempercepat gerakannya.
"Ya sayang... Terus bergerak.... Jika kau berkenan, gunakan mulutmu juga, ludahmu akan membuatnya licin dan itu akan semakin menyenangkan untukku dan juga untukmu??? Lakukan jika kau mau, jika tidak mau tidak masalah, gunakan tanganmu saja... " Ucap Garviil.
Geffie tidak mengatakan apapun dan tangannya terus bergerak. Dan Geffie mengangkat sedikit kepala nya dan dia membuka mulutnya, lalu mulai menguIum milik Garviil. Lelaki itu menunduk dan tersenyum, melihat keberanian istri nya. Ada perasaan senang luar biasa di hati Garviil, yang selama ini tidak pernah dia rasakan. Garviil tidak tahu kenapa, dia hanya merasa senang saja.
Tidak mau tinggal diam dan merasakan sensasi mulut Geffie. Garviil pun harus melakukan sesuatu sehingga tidak hanya dirinya saja yang merasakan kenikmatan, tetapi Geffie juga harus merasakan sesuatu yang luar biasa. Garviil masih membiarkan Geffie mengeksplorasi dirinya, dan Garviil memilih sedikit membungkukkan tubuhnya kemudian jemari kanannya bergerak menuju area V Geffie yang masih berbalut sutra putih. Jari Garviil sedikit menyingkap sutra putih itu, dan kemudian hari tengahnya meng9esek pelan kIitoris Geffie naik turun. Masih sambil menguIum milik Garviil, Geffie juga mengerrang karena permainan jari Garviil di miliknya. Kedua nya tidak bisa berhenti meracau karena sensasi yang di rasakan akibat permainan satu sama lain.
Hingga beberapa saat kemudian. Garviil membungkuk dan meminta Geffie berhenti lalu mengecup bibir perempuan itu dan lagi-lagi Garviil beralih mencium bagian pay*dara Geffie. Garviil kemudian menggeser posisi nya, dan kali ini dia berada di depan Geffie. Garviil tersenyum manis, dan dia bergerak untuk menurunkan ceIana daIam Geffie. Setelah di turunkan dan di lepaskan. Garviil merangkak naik ke atas tubuh Geffie. Kini posisinya pas, dan wajahnya berhadapan dengan perempuan itu. "Kau siap???!" Tanya Garviil untuk memastikan lagi apakah perempuan itu benar-benar siap untuk menerima nya.
"Ya... " Jawab Geffie pelan. "Aku ingin di atas??? Boleh???" Tanya Geffie balik.
"Kau ingin di atas??? Oke.... Maaf aku lupa jika kau menyukai hal itu..." Gumam Garviil, dan dia langsung mengatur posisi nya dengaan berbaring, karena rupa nya Geffie ingin bermain di atasnya. Garviil sangat senang karena Geffie benar-benar terbuka. Garviil akan menuruti keinginan perempuan itu.
Garviil sudah berbaring dan meminta Geffie agar naik di atasnya. Perlahan Geffie pun naik dan duduk di atas perut Garviil. "Pelan-pelan...!!!" Titah Garviil pada Geffie, sambil memegang miliknya.
Geffie mengatur posisi nya dan mengangkat ping9ulnya, lalu mengarahkan tepat di atas milik Garviil yang sudah berdiri tegak. Geffie kemudian menurunkan tubuhnya secara perlahan hingga akhirnya dia menelan milik Garviil. Kedua nya langsung mendessah. "Ahhhhh........!!!!"
Geffie membungkukkan punggungnya dan memeluk Garviil serta menenggelamkan kepala nya di leher Garviil. Lalu bergerak naik dan juga turun. Geffie merasakan hal yang luar biasa, dia sangat merindukan hal seperti ini, dan kali ini milik Garviil benar-benar memenuhi dirinya.
Geffie bergerak pelan, Garviil memegang kedua aset istri nya yang kenyal itu. Selain mendessah, Garviil juga terus tersenyum menatap wajah cantik Geffie yang ada di atasnya. "Astaga.... Aaahhh...... Ini sangat enak..... Kau sangat cantik sayang... Ahh yeahhh... Ahhh. .." Ucap Garviil dengan suara tersenggal. Geffie mengangkat punggungnya dan tersenyum pada Garviil sambil terus mengerrang kenikmatan. Dia tidak bisa memungkiri bahwa Geffie benar-benar cantik, milik Geffie sangat sempit sekali. Garviil merasa dia seperti sedang bercinta dengan perlawanan. Dan miliknya juga memenuhi Geffie. " Yaahhh Sayang... Teruslah bergerak... Puaskan dirimu..." Perintah Garviil.
Mendapati Garviil sangat menikmati nya. Geffie semakin senang sekali dan terus bergerak naik turun, maju mundur. "Hmmm..... Ahhhhh... Owh.... " Geffie terus meracau, dan dia kembali membungkukkan punggungnya lalu mencium leher dan bibir Garviil.
"Do you like it???? Ahhh... Ahhh... " Tanya Garviil.
"Hhmmmmppptt... Yupz.... So good... .. Oh astaga.. Ahhh... Aaah...." Jawab Geffie.
Garviil tersenyum, dan dia menarik lalu memeluk punggungnya Geffie. Kali ini Garviil yang bergantian bergerak naik turun. Garviil mempercepat gerakannya membuat dessahan Geffie semakin keras, begitu juga dengan Garviil. Dia tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, bagaimana perasaannya saat ini bercinta dengan seorang perempuan yang sudah menjadi istrinya.
Setelah beberapa saat, Garviil menyadari bahwa sepertinya Geffie merasa lelah. Garviil memeluk Geffie lalu perlahan menggulingkan tubuh istrinya itu. sehingga saat ini Geffie ada di bawah dan Garviil berada di atas tetapi masih dalam posisi menyatu. Garviil bergerak lambat tetapi di ringannya sangat kuat dan keras, hingga membuat Geffie berteriak karena sensasi nya. Berkali-kali Garviil melakukan hal itu, membuat percintaan mereka semakin luar biasa. Garviil terus saja bergerak dan mulutnya juga tidak bisa berhenti meracau kenikmatan, hal yang sama juga di lakukan Geffie, membuat Geffie terlihat semakin se×y dan luar biasa nikmat. Tidak terhitung lagi, sudah berapa kali Geffie mencapai or9asme nya, dan itu semakin terasa luar biasa sekali. Luas dan juga sangatlah nikmat rasanya.
Sampai akhirnya Garviil merasakan sesuatu yang bergolak di dalam dirinya. Dia akan mencapai puncaknya, sehingga semakin mempercepat gerakannya. Geffie semakin menggeliat.
Garviil semakin mempercepat dan semakin cepat bergerak. "Aku ingin di dalam... ahhhh aaahhhh ahhh... " Beberapa detik kemudian Garviil mengerrang panjang sekali dan meledak di dalam tubuh Geffie. Setelah itu, Garviil merasa lemas dan memeluk erat Geffie. Garviil mengatur napasnya sambil tersenyum. Setelah merasa lebih baik. Garviil mengangkat kepala nya dan tersenyum pada Geffie. Dia kemudian mengecup kening Geffie dengan lembut. "Terima kasih istriku.. Ini sangat luar biasa...!" Ucapnya. Garviil kemudian secara perlahan mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Geffie dan berbaring di samping perempuan itu. Garviil melebarkan lengannya dan meminta Geffie menggunakan itu sebagai bantal.
"Jadikan lenganku sebagai bantal untuk kepala mu, lalu tidurlah dengan nyaman... " Ucap Garviil lagi dan Geffie melakukannya. Garviil pun memeluk Geffie dan menarik selimutnya. Karena rasa lelah dan kantik luar biasa, mereka tidur dalam posisi berpelukan. Sangat luas dan ini jadi hal yang sangat luar biasa bagi kedua nya.
Garviil memeluk Geffie dan kembali mendaratkan sebuah kecuoan lembut di dahi perempuan itu. Garviil benar-benar ketagihan. Kali ini dia tidak akan perlu khawatir dengan dosa ketika ingin melakukannya, karena dia sudah memiliki istri yang bisa dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.