Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Girls Talk



Sampailah mobil Bianca di depan tempat pameran itu diadakan. Bianca tersenyum dengan lebar, merasa senang karena dia sudah lama sekali tidak bertemu dengan Vicky. Sopir bergegas turun dan mengeluarkan kursi roda Bianca kemudian membantu perempuan itu untuk duduk di kursi rodanya lalu mengantar Bianca sampai di depan tempat pameran itu. Bianca kemudian mintanya untuk menunggu di luar saja dan dia akan masuk sendiri, sebelum masuk Bianca merapikan rambutnya terlebih dulu supaya tidak terlihat berantakan.


Bianca kemudian mendorong kursi rodanya masuk ke dalam pameran itu. Di dalam kondisinya cukup ramai, Bianca memutar pandangannya untuk mencari si pemilik acara yaitu Vicky tapi Bianca tidak melihatnya. Dia kemudian perlahan membawa masuk kursi rodanya sampai kemudian dia akhirnya menemukan Vicky sedang berbincang dengan beberapa pengunjung.


Ketika hendak memanggil Vicky, ternyata lelaki itu menoleh dan melihat ke arah Bianca. Vicky pun langsung menghampiri Bianca dan pura-pura terkejut atas kehadiran perempuan itu, meskipun sebenarnya dia sudah tahu bahwa Bianca akan datang ke sini.


"Bianca kau ada di sini???" Tanya Vicky.


"Ya, aku ke sini karena aku mendengar kau mengadakan pameran hasil karyamu."


"Kau datang sendirian??? Dan di mana kakakku???" Tanya Vicky lagi berpura-pura.


"Aku datang sendiri, tidak bersama dengannya, dia sepertinya ada pekerjaan. Dan tadi aku sudah ke rumahnya tetapi dia tidak ada di sana. Aku juga sudah ke cafe tapi sama saja entah ke mana dia pergi aku hubungi tetapi tidak diangkat dan pesanku juga tidak dibalas."


"Oh oh mungkin dia sibuk sekali. Apa kau datang ingin membeli lukisanku???"Tanya Vicky lagi


"Ya, aku berharap ada yang cocok dan aku akan membelinya. Kau pasti tahu aku sangat menyukai lukisan karyamu."


Vicky mencoba melempar senyumnya meskipun tidak sepenuhnya. Dia sangat tidak suka dengan perempuan yang ada di depannya ini, tapi dia mencoba bersikap baik apalagi tempat ini sedang ada banyak orang, tidak mungkin dia menunjukkan rasa bencinya kepada Bianca. "Ya tentu saja kau bisa berkeliling dan melihat-lihatnya dulu lalu memilih mana yang menurutmu cocok."


"Kau mau menemaniku berkeliling???" Tanya Bianca.


"Ya tentu saja, kau ingin ke mana dulu/ Aku akan mendorong kursi rodamu


"Aku ingin ke sana dulu." Bianca menunjuk ke sisi kanan lalu Vicky mengagukan kepalanya dan mendorong kursi roda perempuan itu.


Entah kenapa sejak dulu Viki sangat tidak menyukai Bianca. Sejak awal dia sangat tidak suka dengan Bianca bahkan Jauh sebelum Bianca menjalin hubungan dengan Victor. Vicky cukup terkejut karena tiba-tiba saja Victor memberitahunya bahwa dia menjalin hubungan dengan Bianca. Vicky sejak awal memang tidak menyukainya sehingga dia mencoba mengingatkan Victor untuk tidak terlalu jauh berhubungan dengan Bianca dan hasilnya ternyata adalah Bianca menghianati kakaknya itu, sampai hamil dan laki-laki yang menghamili nya tidak mau bertanggung jawab. Hal itu telah membuat Victor sangat sedih dan Victor sebagai seorang adik pun sangat marah sekali tetapi hal yang lebih membuat Vicky lebih marah lagi adalah keputusan Victor untuk tetap bersama Bianca meski sudah jelas-jelas perempuan itu telah menghianatinya. Vicky tidak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Victor. Tetapi dia juga tidak bisa terlalu bercampur ke dalam masalah hubungan kakaknya dan Bianca.


Akhirnya Vicky sesekali hanya menyindir kakaknya supaya Kakaknya bisa sadar dan mau meninggalkan Bianca tetapi hal itu sangat sulit sekali. Victor seolah langsung saja mengikat dirinya sendiri dengan kuat terhadap Bianca bahkan Victor juga sudah diperingatkan oleh orang tua nya untuk tidak melanjutkan hubungan ini, tapi Victor tetap dengan keputusannya. Pada akhirnya semua orang memilih untuk diam dan tidak peduli dengan hubungan Victor dan Bianca. Victor pun sadar bahwa keluarganya menentangnya tetapi keluarganya tidak bisa melakukan apapun karena ketika dia sudah mengambil keputusan maka orang lain tidak akan bisa untuk menahan atau melarangnya.


Tetapi Vicky sangat senang, sekarang Victor sepertinya sudah mulai goyah karena kehadiran Aire, itu artinya Victor memang benar-benar sangat tertarik dengan Aire dan Vicky yakin bahwa nanti kakaknya itu pasti akan memperjuangkan Aire dan meninggalkan Bianca. Itu adalah hal yang bagus sekali, Vicky pun siap untuk membantu kakaknya itu jika kakaknya memerlukan bantuannya untuk bisa melepaskan diri dari ikatan Bianca.


****


Victor mengantarkan Tiffany dan juga Aire ke apartemen lalu Victor pun berpamitan kepada kedua perempuan itu mengatakan bahwa dia harus ke kantor meskipun sebenarnya dia ingin ke cafe. Aire dan Tiffany pun langsung masuk ke apartemen Aire.


"What have you been doing all day with Victor???" Tanya Tiffany menggoda sembari merangkul Aire menaiki tangga menuju unit milik Aire. Dia berranya apa saja yang Aire lakukan seharian ini bersama dengan Victor.


"There's nothing strange. I'm just asking. What did you two do for your first date." Menuut Tiffany tidak ada yang aneh. Dia hanya bertanya saja Apa yang dilakukan Aire dan Victor untuk kencan pertama mereka.


"Don't you want to stay at my place because you're curious????" Aire bertanya apa jangan-jangan Tiffany ingin menginap di tempatn nya karena Tiffany kepo.


"Think of it this way.." Tiffany pun tertawa karena Aire boleh menganggap seperti itu dan Aire langsung mencubit pinggangnya. Mereka kemudian masuk ke apartemen Aire. Tiffany langsung melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur Aire, dia benar-benar merasa lelah sekali sementara itu Aire meletakkan tasnya dan dia mengambil air minum karena merasa haus sekali.


"Re... I'm so glad you've opened your heart to Victor. I'm sure he's a very nice guy, but tell me how you ended up saying yes to him..???" Tanya Tiffany. Dia senang sekali Aire sudah membuka hatimu untuk Victor. Tiffany yakin Victor adalah laki-laki yang sangat baik sekali tapi Tiffany penasaran bagaimana bisa Aire akhirnya mengatakan Iya untuk PDKT dengan Victor.


"I don't know, but all of a sudden I said that to him. Yes, after I thought about it there was no harm either. Moreover, I also remember what you said that I should immediately be able to open my heart to other men, I also want to be able to forget Mike soon." Entahlah tapi tiba-tiba saja Aire mengatakan hal itu kepada Victor. Dan setelah dia pikir-pikir tidak ada salahnya juga. Apalagi Aire juga ingat dengan perkataan Tiffany bahwa dia harus segera bisa membuka hati untuk laki-laki lain. Aire juga ingin segera bisa melupakan Mike.


"That's right, you really need to get over that useless man and I think Victor is much better than him.." Gumam Tiffany. Airre memang harus bisa melupakan laki-laki yang tidak berguna itu dan Tiffany rasa Victor jauh lebih baik daripada Mike.


Aire menghabiskan air di gelasnya kemudian dia duduk di sebelah Tiffany dan melepaskan sepatunya. "What about you??? You keep pushing me, so that I can forget Mike but you're still single yourself..??" Tanya Aire pada Tiffany. Sahabatnyan itu sendiri bagaimana??? Karena Tiffany terus mendorongnya agar dia bisa melupakan Mike tapi Tiffany sendiri masih jomblo.


"Yes, how??? I still haven't found the right one but I'm not hurt like you, I ended my relationship with my ex yesterday because I was bored with him and I wanted to find one that I didn't think was boring like him." Tiffany masih belum menemukan yang cocok tapi masalahnya dia tidak sakit hati seperti Aire, dia mengakhiri hubungannya dengan mantannya kemarin karena memang dia bosan saja denganlaki-laki itu dan Tiffany ingin mencari yang yang menurutnya tidak membosankan seperti mantan kekasihnya itu.


"What do you mean Vicky??? You like Vicky right???" Tanya Aire mencoba menebak bahwa Tiffany suka pada Vicky.


"I like him, he's a fun and nice guy. But isn't he too perfect??? I mean a guy like that must be surrounded by a lot of girls. Look at him, when he smiles he's so cute and handsome and also amazing, he must have a lot of girlfriends and if it's like that, I can't stand it, I'll definitely lose out to the girls who are also approaching him." Ujar Tiffany. Dia suka Vicky karana Vicky orang yang menyenangkan dan baik. Tetapi menurut Tiffany Vicky terlalu sempurna. Maksudnya orang Seperti Vicky itu pasti dikelilingi oleh banyak perempuan. Ketika Vicky tersenyum, dia manis sekali, tampan dan juga luar biasa, pasti teman perempuannya banyak dan jika seperti itu, Tiffany pasti tidak tahan, dia pasti akan kalah bersaing dengan perempuan-perempuan yang juga mendekati Vicky.


mendengar itu airnya pun tertawa itu artinya kau menyukainya kan


"Yes, I like Vicky personally, but as far as liking him as a lover, I don't think so. Vicky is too perfect for this idiot like me." Tiffany menyukainya secara pribadi tapi kalau menyukainya untuk menjadi kekasih sepertinya tidak. Menurutnya Vicky terlalu sempurna untuk dia yang toIoI ini.


Aire pun tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu. "But you're pretty too. So why should you compete with those girls. And I see Vicky likes you too.." Aire mengatakan jika Tiffany juga cantik. Jadi untuk apa Tiffany harusbersaing dengan perempuan-perempuan itu dan dia melihat Vicky juga sepertinya menyukai Tiffany.


"Ah, where is it??? Vicky seems to be friendly with everyone, I can see that myself." Mana ada seperti itu, Tiffany bisa pastikan jika Vicky terlihat ramah dengan semua orang, dia sendiri bisa melihatnya tadi.


"It's okay if you don't like Vicky, that's fine. I pray that you will have a partner soon." Aire mencoba memahami jika Tiffany malu mengakui jika dia menyukai Vicky. tidak masalah jika Tiffany tidak suka dengan Vicky. Aire mendoakan semoga sahabatnya itu juga segera punya pasangan.


"Yes, I really miss a partner imagine how many months I haven't done that." Tiffany pun menggerakan jemarinya di depan Aire seolah memberi tahu sahabatnya itu bahwa dia ingin punya pasangan karena sudah lama dia tidak berhubungan badan karena dia tidak memiliki kekasih. Ya untuk hal itu Tiffany memang sering melakukannya karena memang itu sudah menjadi hal umum di sini dan Tiffany tentu tidak seperti Aire yang masih menjaga mahkotanya dengan baik karena memang Aire masih Memegang teguh nilai dan norma keluarganya, akan tetapi Aire tentu tidak masalah jika Tiffany sering melakukan hal itu karena itu adalah hak Tiffany. Mereka tetap bersahabat baik seperti orang-orang pada umumnya.


"Dih.... You're this, there's nothing. that's why hurry up and find a partner." Aire mencubit tangan Tiffany dan meminta agar sahabat nya itu segera mencari pasangan agar bisa melakukannya.


"Take it easy. I'll look for it tomorrow hahaha..." Tiffany tertawa. Dia meminta Aire untuk tenang, karena esok dia akan mencarinya. Mereka berdua pun tertawa.