
Ketika Victor memasuki pintu cafe itu, matanya mencari di sudut yang biasa, dan menemukan Aire. Perempuan itu sedang mengetik seperti biasa ditemani segelas anggur merah yang tinggal tersisa setengahnya.
Sejenak Victor ragu, tetapi kemudian dia mendekat. "I'm surprised the wine didn't make you sleepy." Ucap Victor.
Dia merasa heran, anggur itu tidak membuat Aire mengantuk.
Aire langsung mendongak mendengar sapaannya, ada tatapan terkejut di sana ketika melihat Victor berdiri di depannya. Tetapi kemudian dia tersenyum lembut.
"I've been having insomnia lately. Andro said this wine would help, but I seem to be immune.!" Aire menjelaskan jika dia punya penyakit susah tidur akhir-akhir ini. Kata Andro anggur ini bisa membantu, tetapi sepertinya dia kebal.
Victor tersenyum. "If you want to get sleepy don't follow Andro's advice, drink white milk." Victor memberitahu Aire jika perempuan itu ingin mengantuk jangan ikuti nasehat Andro, dan menyuruhnya untuk minum susu putih.
""White milk?" Aire mengernyit. "I don't like white milk, it tastes too savory and gives off a strange scent in my nose, making me nauseous." Aire tidak suka susu putih, rasanya terlalu gurih dan menguarkan aroma yang aneh di hidung, dan membuatnya mual.
Kali ini Victor benar-benar terkekeh geli. ""This is the first time I've heard such an interesting description of white milk." Dia baru kali ini mendengarkan deskripsi yang begitu menarik tentang susu putih. "What are you writing?" Tanya nya pada Aire mengenai apa yang sedang perempuan itu tulis.
Tanpa sadar Victor menarik kursi dan duduk di depan Aire. ""What are you doing? It seems like every time you come here you're so busy with your laptop???" Tanay Victor. Dia bertanya pada Aire mengenai pekerjaan apa yang di lakukan perempuan itu karena sepertinya setiap ke sini Aire sibuk sekali dengan laptop nya.
It's just a final project, I'm going to graduate soon and I have to finish this task before the final exam." Jawab Aire.
Dia menjelaskan jika dia hanya mengerjakan tugas akhir saja sebentar lagi dia akan lulus dan tugas ini harus dia selesaikan sebelum ujian akhir.
Pipi Aire memerah, menyadari bahwa dia ditatap oleh lelaki yang begitu tampan, dengan mata cokelat muda dan rambut berantakan yang tampak sangat menggoda. Tetapi kemudian dia mengeraskan hati. Semakin tampan seorang lelaki berarti semakin berbahaya dirinya. Gumamnya dalam hati.
Aire mengangkat bahunya, "I'm not in the mood to think so it's been a little difficult lately, that's why I'm having a little trouble thinking." Lanjutnya lagi. Aire sedang tidak mood untuk berpikir jadi mengalami sedikit kesulitan akhir-akhir ini, itulah kenapa dia mengalami sedikit kesulitan berpikir dalam menyelesaikan tugasnya.
"Oh yes you are a student. What is your final project about???" Tanya Victor lagi. Dia penasaran dengan tugas akhir Aire tentang apa.
"Case Study of Good Corporate Governance Implementation in the Company" Jawab Aire.
"Oh wow, are you majoring in business?" Victor mencoba menebak apakah Aire mengambil jurusan bisnis.
Victor pun tersenyum. "Oh wow, you majored in something good, I used to major in it too so do you maybe need my help??" Victor mengedipkan sebelah matanya dengan senyumnya yang menawan. Dia terkejut karena Aire mengambil jurusan yang bagus dan dulu Victor juga mengambil jurusan itu. Victor menawarkan apakah mungkin Aire butuh bantuannya atau tidak.
Aire tersenyum. "Oh, you also studied the same major as me.??"
Victor menganggukkan kepala nya. "I did my master's degree here. If you're a graduate here or still an undergraduate??" Tanya nya. Dia menjelaskan jika dia berkuliah S2 di sini . Kemudian bertanya pada Aire apakah Aire sekarang melanjutkan S2 di sini atau masih S1. Dan Aire menjawab jika dia baru akan lulus S1 nya.
"Oh so you're just about to graduate from bachelor's degree, that's why your face is still cute." Puji Victor.
Ternyata Aire baru akan lulus S1 pantas saja wajahnya masih imut.
"Yes.." Gumam Aire.
"Then what are your plans after this, will you continue your master's degree here or continue elsewhere, or maybe you will immediately work???" Tanya Victor penasaran. Dia menanyakan rencana Aire setelah ini, apa akan melanjutkan S2 disini atau melanjutkan di tempat lain, atau mungkin akan langsung bekerja.
"I have applied to several universities in Washington, I will continue my master's there because my sister also lives there so she asked me to study there just continue there and I can live at his place." Jawab Aire menjelaskan jika dia sudah mendaftarkan diri ke beberapa universitas di Washington. Dia akan melanjutkan S2 di sana karena kakak nya juga tinggal di sana sehingga kakaknya memintanya untuk kuliah di sana, melanjutkan di sana saja dan Aire bisa tinggal di tempatnya.
"Oh so you have a sister who lives there, that's great." Ucap Victor.
Aire tersenyum. "Yes, my sister got married and her husband works here so he also came here and offered me to study there so that I can accompany him when my brother in-law is away working." Aire memberitahu Victor jika kakak nya menikah dan suaminya bekerja di sini jadi dia juga ikut ke Amerika dan menawari nya agar dia berkuliah di sana saja sehingga bisa menemaninya ketika kakak ipar nya sedang pergi bekerja.
"But by the way Washington state or Washington DC???" Tanya Victor. Dimana kah kakak Aire tinggal, apakah di negara bagian Washington ataukah Washington DC.
"Washington DC, my brother-in-law works at the NASA office in Washington DC." Jawab Aire. Kakak ipar nya bekerja di kantor Nasa yang ada di Washington DC.
Victor terkejut sekali. "Working at NASA??? Wowww... Your brother-in-law must be really great.??" Puji Victor.
"My brother-in-law is an Astronaut. And in the meantime, my sister and brother-in-law moved to Houston because my brother-in-law is preparing and training to go back to work on the International Space Station." Aire memberitahu jika Kakak iparnya seorang Astronot. Dan sementara ini Kakak nya serta Kakak Ipar nya pindah ke Houston karena Kakak Ipar nya sedang dalam persiapan dan latihan untuk berangkat lagi bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional.