
Akhirnya selesai juga Ciara dan Vicky membuat makan siang mereka. Kedua nya pun menyiapkan semuanya di atas meja lalu duduk untuk menikmati makanan itu. Ciara membuat mashed potato dan juga tumis brokoli dan daging. Juga menghangatkan sosis dengan sedikit butter. Tidak lupa Ciara juga mengeluarkan 2 kaleng minuman bersoda sebagai minumnya.
Mereka duduk berhadapan dan Ciara mengambil piring kemudian mengisi nya dengan masa kan yang sudah di buatnya dan memberikannya pada Vicky. "Thanks." Ucap Vicky sembari tersenyum.
"Sama-sama..." Ciara juga tersenyum lalu mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Vicky mulai menikmatinya dan dia berhenti mengunyah saat merasakan masakan buatan Ciara. Dia merasakan masakan Ciara hampir mirip dengan masakan buatan Tiffany tumisan daging itu rasanya memang seperti tumisan daging yang dibuat oleh Tiffany walaupun sebenarnya Vicky lebih suka buatan dari Tiffany. Vicky tersenyum kemudian melanjutkan lagi makan siangnya yang sedikit terlambat itu.
"Bagaimana rasanya???" Tanya Ciara.
"Enak, aku sangat menyukainya. Ternyata kau pandai juga memasak."
"Kau jangan terlalu berlebihan memujiku, aku yakin masakan Tiffany jauh lebih enak daripada apa yang aku buat. iya kan???" Tanya Ciara kemudian Vicky hanya tersenyum. "Oh iya setelah ini apa yang kita lakukan???" Tanya Ciara lagi.
"Kita bisa jalan-jalan kecil di sekitar sini sambil menunggu Sunset, ada Jalan Setapak menuju ke dalam hutan lalu tembus ke pantai, kita tidak boleh melewatkan momen itu ketika berada di sini, itu sangat cantik sekali dan aku juga akan memberikan sebuah lukisan Untukmu, nanti kau bisa menyimpannya di rumahmu."
"Maksudmu kau akan membuatkanku sebuah lukisan???"
"Ya tentu saja aku akan membuatkan lukisan untukmu, di sini pemandangannya sangat cantik sehingga. Sayang kalau aku tidak melukis sesuatu."
"Seharusnya tidak perlu seperti itu, toh aku tidak memintanya tapi aku juga tidak boleh menolak kalau ada rezeki, aku berterima kasih sekali kalau kau ingin memberiku sebuah lukisan. Karena aku tahu bahwa kau sangat ahli di bidang yang satu itu."
Vicky tersenyum. "Oke, setelah ini kita beristirahat sebentar lalu kita jalan ke pantai setelah matahari yang tidak terlalu panas."
"Oke. Umm kau bilang kakakmu akan membuat acara kedua resepsi pernikahannya di Indonesia lalu Kalau boleh tahu Kapan acara itu???"
"Beberapa hari lagi mungkin aku akan ke Indonesia, hari rabu atau kamis, tapi aku juga hanya akan beberapa hari di sana, kan aku tetap harus mengurus perusahaan di sini, Dan kau sendiri apa tidak ada niat untuk pulang lagi ke Indonesia dan berlibur seperti kemarin???"
"Aku terkadang tidak punya jadwal khusus untuk ke sana. Jika aku ingin aku ya Langsung ke sana. Jadi tidak ada jadwal khusus misalnya harus cari tertentu atau ketika ada acara tertentu."
"Kau akan Berapa lama di sini??? kau bilang kau ingin berlibur, kapan kau akan kembali ke Singapura???"
"Sebenarnya aku tidak tahu mau berapa hari berada di sini, bisa saja setelah dari sini aku langsung kembali ke Singapura atau mungkin aku menambah satu atau dua hari untuk bersantai saja di sini."
"Kalau begitu kita bisa kembali bersama, kau bisa kembali dulu ke Jakarta setelah itu ke Singapura hehehe."
"ide bagus sekali." Ciara pun tertawa.
****
Setelah menempuh perjalanan selama lebih dari 30 menit, sampailah akhirnya di pantai, air laut yang biru dan juga pasirnya berwarna coklat membuat suasana tampak begitu sangat Asri dengan pepohonan dan hutan yang berada tidak jauh dari pantai. Matahari masih terlalu tinggi tetapi keduanya memilih duduk bersantai di pantai sembari mengobrol. Vicky juga sudah membawa beberapa alat lukisnya, dia akan membuat lukisan untuk diberikan kepada Ciara. Selama perjalanan menuju pantai ini mereka mulai dari mengobrolkan tentang pekerjaan hingga hal kesukaan mereka Jadi mereka bisa mengetahui satu sama lain.
Mereka berdua memilih duduk di tepi pantai dan Vicky pun menyiapkan semua keperluannya untuk melukis lalu dia mulai melukis. Sementara Ciara memperhatikan semua yang dilakukan oleh Vicku. Lelaki itu tampak begitu luwes dan ahli dan serta tidak membuat sketsa lebih dulu. Vicky memang benar-benar sudah mahir dengan pekerjaannya sebagai seorang pelukis, wajar jika Vicky termasuk pelukis yang sangat handal dan karyanya digemari oleh banyak orang.
"Apa kau ingin aku melukis pemandangan di depan ini bersama dengan dirimu???" Tanya Vicky pada Ciara.
"Melukisku dengan pemandangan yang ada di depan kita ini???"
"Ya tentu saja, itu akan menjadi lukisan yang sangat sempurna karena selain pemandangan yang indah ada juga dirimu yang sangat cantik." Vicky mulai memuji Ciara.
Ciara pun tersipu tetapi kemudian dia setuju. Vicky lalu memintanya untuk duduk di depannya sehingga bisa memudahkan dia untuk melukis Ciara. Vicky lalu melukis Ciara dan juga pemandangan laut yang ada di depannya sembari menunggu matahari terbenam. Ciara juga penasaran dengan hasil lukisan yang dibuat oleh Vicky untuknya, ia sebelumnya belum pernah melihat lukisan yang dibuat oleh Vicky sehingga rasa penasarannya pun sangat tinggi dan Ciara mulai menyadari bahwa ternyata Vicky adalah orang yang sangat menyenangkan sekali. Mereka bisa mengobrolkan hal apapun yang seru dan Vicky juga bisa menimpali setiap obrolannya dengan Ciara. Tidak membosankan sama sekali.
Sampai kemudian lukisan itu pun berhasil dibuat oleh Vicky. Ciara terperangah Melihat lukisan hasil karya Vicky, lukisan itu benar-benar sangat bagus sekali dan juga melukis dirinya dengan sangat baik dan lukisan Itu tampak seperti nyata. Ciara memuji Vicky. Ia benar-benar takjub dan sangat menyukainya, wajar jika Vicky sering melakukan pameran lukisan karena itu bagus sekali ini sangat luar biasa sekali. "Vicky aku sangat menyukainya, terima kasih." Ucap Ciara.
Vicky tersenyum. "Sama-sama, kau bisa mengambil lukisan ini dan memajangnya di tempat tinggalmu ini gratis dariku, kau bisa membawanya pulang."
"kau harus bilang kepadaku Jika kau akan melakukan pameran lukisan di Singapura nanti, sungguh aku akan datang dan melihat semua hasil karyamu dan apa kau tahu bahwa Papaku juga sangat menyukai lukisan??? Kami punya beberapa lukisan di apartemen yang kami tempati dan Papa selalu memilih lukisan yang menurutnya terbaik karena kolektor, papa memiliki koleksi berbagai lukisan dari mulai lukisan seperti ini dan juga lukisan abstrak yang kadang aku juga tidak tahu lukisan itu berbentuk aneh tetapi ternyata memiliki makna khusus di dalamnya."
"Kalau kau ingin membeli lukisan abstrak, kau harus bertanya kepada pelukisnya dan meminta penjelasan makna dari lukisan itu, kalau kau tidak bertanya tentu kau tidak akan mengerti dan tidak tahu karena lukisan abstrak memiliki makna dan nilai jual tersendiri."
"Iya masalahnya, aku sendiri tidak terlalu sering pergi ke pameran lukisan kalaupun aku pergi Aku biasanya lebih memilih lukisan-lukisan yang bertemakan alam karena aku sendiri merasa aneh jika melihat lukisan abstrak tapi benar lukisan abstrak itu memiliki makna khusus yang memang kita harus mencari tahu dari pelukisnya makna dari lukisan itu apa dan sepertinya aku akan mulai pertandingan telah melihat karyamu dan melihat betapa lihatnya kau melakukan itu sangat menarik sekali."
"Aah matahari akan turun sebentar lagi dan kalau kita ingin membuat api unggun di sini, kita harus mengumpulkan ranting dan dari kayu kering yang ada di dalam hutan, lebih baik mencarinya sekarang sebelum hari gelap, kau di sini saja, aku akan mencari ranting-ranting pohon dan akan kembali lagi ke sini, masih ada kanvas kosong Kalau kau mau mencoba untuk membuat lukisannya sendiri." ucap Vicky.
"Iya, aku akan di sini, tapi tidak apa-apa kan kau mencarinya sendiri???"
t"Tdak sama sekali, kau Nikmati saja pemandangan yang ada di sini, aku akan segera kembali dan aku tidak akan jauh-jauh mencari ranting kayunya, kau di sini ya???"
"Oke."
Vicky kemudian beranjak dari kursi yang dia duduki, dia lalu meninggalkan Ciara di pantai untuk masuk ke dalam hutan dan mencari ranting pohon kering yang jatuh sehingga bisa mereka gunakan untuk membuat api unggun. Dan mereka akan di sini sampai malam menikmati suasana pantai malam, baru setelah itu kembali lagi ke tenda lalu beristirahat.
Ciara pun memilih duduk saja dan memandangi pantai dengan ombak yang tenang. Ciara sangat menyukai suasana seperti ini, tenang tanpa suara kendaraan dan juga asap dari kendaraan dan pantai selalu jadi Spot favorite Ciara, kemanapun dia pergi baik ke keluar kota ataupun ke luar negeri tujuan yang selalu diincar Ciara adalah tempat itu harus memiliki pantai dan dia pasti tidak akan melewatkan kesempatan itu untuk bisa bersantai di pantai, sekedar berjemur, berenang ataupun hanya sekedar bersantai menikmati udara sejuk yang menerpa dirinya ketika berada di pantai.
Di tengah lamunannya tiba-tiba Bunda Ciara disentuh oleh seseorang. Ciara menoleh ke belakang dan tersenyum karena mengira itu adalah Vicky tetapi ternyata itu bukanlah Vicky.