Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Jalan-jalan



Keesokan harinya Victor bangun dari tempat tidurnya, tiba-tiba dia tersenyum mengingat kejadian tadi malam dimana dia sudah mengungkapkan perasaannya kepada Aire dan perempuan itu menerimanya meskipun belum sepenuhnya. Karena Aire masih ingin melihatnya dan mengenalnya lebih jauh lagi tapi bagi Victor itu tidak masalah sama sekali dan terpenting dia sudah dekat dengan Aire.


Victor bangun dari tempat tidurnya, dia akan mandi kemudian sarapan dan nanti jam 9 dia akan pergi untuk berjalan-jalan dengan Aire sekaligus sore nanti dia akan mengajak Aire ke pameran lukisan karya Vicky. Vicky memang sedang melakukan Pameran untuk lukisannya dan sebelumnya adiknya itu meminta Victor untuk datang sehingga Victor akan datang nanti dan mengajak Aire.


Victor pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan dia juga nanti akan meminta Andro untuk mengantar kopi serta sarapan untuknya.


Sekitar setengah jam kemudian Victor sudah selesai mandi dan dia terlihat sudah segar. Victor juga sudah menghubungi Andro untuk meminta kopi serta sarapan dan diantar ke kamarnya.


Tak lama Andro mengetuk pintu kamar Victor. Victor yang sedang menyisir rambutnya pun bergegas untuk membukakan pintu. Andro pun ia persilahkan untuk masuk. Andro membawa nampan berisikan sandwich dan juga secangkir kopi untuk Victor.


Andro tersenyum melihat wajah berbinar dari Victor tetapi Andro belum tahu bahwa Victor semalam sudah mengungkapkan perasaannya kepada Aire, karena tadi malam Andro sakit sehingga dia tidak bisa mengobrol dengan Victor setelah Aire pergi dari Cafe. Akan tetapi Andro sudah mendengar dari beberapa pelayan bahwa tadi malam Victor mengobrol dengan Aire, karena keduanya sepertinya sudah saling berbicara dan Victor juga mungkin sudah meminta maaf atas apa yang sebelumnya terjadi.


"Bagaimana keadaanmu??? Pelayan bilang kemaarin kau sedang skit???" Tanya Victor.


"Hanya sakit kepala saja, semalam minum obat dan sekarang sudah sembuh... Ngomong-ngomong, kau sepertinya bahagia sekali." Ucap Andro. "Apa tadi malam kau sudah meminta maaf pada Nona Aire dan dia memaafkanmu ya???" Tanyanya lagi.


"Lebih dari itu.." Jawab Victor sambil tersenyum kemudian mengambil cangkir berisi kopi dan menyesapnya secara perlahan.


Andro mengernyit. "Lebih dari itu??? Apa maksudnya???"


"Aku sudah minta maaf kepada Aire tentang kejadian ciuman itu. Dan Dia memaafkanku tetapi ada sesuatu yang terjadi setelahnya yaitu adalah aku mengungkapkan perasaanku kepadanya dan dia mau menerimanya dengan catatan dia ingin melihat keseriusanku lebih dulu sebelum akhirnya dia memutuskan untuk sepenuhnya menerima aku sebagai kekasihnya."


Andro tersenyum. "Wow, aku sangat senang sekali mendengarnya semoga semuanya berjalan dengan lancar sesuai apa yang kau inginkan...!"


"Ya, aku berharap juga bisa seperti itu. Aku benar-benar senang sekali karena aku tidak menyangka dia akan memberiku kesempatan secepat ini."


"Lalu bagaimana dengan Bianca???" Tanya Andro.


Wajah Victor pun langsung berubah yang tadinya tersenyum langsung berubah menjadi murung ketika Andro menanyakan dan membahas tentang Bianca.


"Aku tidak tahu, tetapi saat ini aku ingin fokus kepada Aire."


"Tapi bukankah kau tetap harus ingat tentang hubunganmu dengan Bianca??? Ya aku minta maaf tetapi akan sangat berbahaya sekali jika dalam masa pendekatanmu dengan Aire, lalu tiba-tiba keberadaan Bianca justru bisa saja merusaknya dan aku sangat yakin jika suatu saat Aire tahu mengenai hal itu, maka dia pasti tidak akan pernah mau memaafkanmu, apalagi jika dia juga tahu bahwa kau sudah bertunangan dan akan menikah dengan Bianca. Lalu bagaimana dengan pertemuanmu tadi malam dengan orang tua Bianca, apa yang kalian obrolkan???"


"Apalagi kalau bukan mengenai pernikahanku dengan Bianca dan mereka setuju untuk beberapa bulan lagi pernikahan itu dilaksanakan, bahkan Bianca sudah mengungkapkan semua keinginannya membayangkan pernikahan itu akan seperti apa, dia membicarakan gaun tempat dan tema tetapi jujur aku sama sekali tidak tertarik untuk mendengarnya, bahkan membayangkannya saja aku merasa sangat mual. Membayangkan menikah dengan Bianca sama sekali tidak bisa aku Gambarkan." Ujr Victor.


"Jika kau sudah tahu seperti itu, kau harus segera mengambil keputusan, apalagi sekarang kau sedang memperjuangkan Aire. Dia benar-benar gadis yang sangat baik, ceria dan merasa senyum, jangan sampai kau menyakiti hati gadis sebaik Aire, hanya untuk keegoisanmu Semata. Dan jangan sampai juga akhirnya berpikir bahwa dia hanya dimanfaatkan olehmu karena tunanganmu adalah perempuan yang lumpuh. Jika semua itu diketahui oleh Aire hasilnya pasti akan buruk sekali."


"Aku sangat tahu Ndro, tetapi untuk saat ini aku benar-benar belum memikirkan apapun mengenai dia, menikah ataupun hubunganku dengannya aku benar-benar ingin berfokus kepada Aire dulu."


,


"Aku pun hanya berharap bahwa semuanya akan berjalan dengan baik dan kau bisa menyelesaikan masalahmu dengan Bianca. Dimana kau harus bisa mengambil keputusan yang besar untuk mengakhiri hubunganmu dengan Bianca, jika kau ingin terus bersama dengan Aire, berhenti memikirkan tanggung jawab yang sebenarnya bukanlah sepenuhnya harus kau tanggung."


Victor hanya diam mendengarrkan perkatan Andro yang menasehati nya. Victor belum memikirkan apapun mengenai Bianca dan dia hanya ingin fokus saja pada Aire. Ingin lebih dekat dengan gadis itu supaya Aire nanti benar-benar bisa sepenuhnya membuka hati untuknya.


*****


"Hai juga..!!!." Aire berdiri gugup di depan Victor, menyadari penampilannya yang sederhana jika dibandingkan dengan penampilan Victor yang begitu gaya. Oh, lelaki itu tidak berpakaian macam-macam, dia hanya memakai celana pendek warna khaki dan T-shirt putih, tetapi entah kenapa keseluruhan penampilannya begitu luar biasa. Bahkan beberapa orang yang berlalu lalang di apartemen pasti menoleh dua kali untuk meliriknya. Tetapi bukan hanya penampilan fisik sebenarnya yang membuat Aire tertarik kepada Victor. Aura lelaki itu yang misterius di balik sikap lembutnya, membuat Aire ingin mendekat dan ingin tahu.


Apakah dia akan seperti ngengat yang menjadi korban karena tidak bisa menahan ketertarikannya terhadap api yang menyala???? Aire mendesah dalam hati. Setidaknya dia sudah mempersiapkan diri, memasang pagar di hatinya agar dia tidak terjun bebas, jatuh ke dalam pesona Victor dan kemudian terluka parah.


"Kita akan kemana????" Aire melangkah bersama Victor menuju mobil Victor sudah disiapkan, diparkir di depan apartemennya.


Victor mengangkat bahunya. "Terserah, kemana saja, mungkin nonton, jalan-jalan, bersantai, apapun itu asal bersamamu dan nanti aku akan mengajakmu ke pameran lukisan Vicky...!" Victor mengucapkan kata-katanya dengan santai, tidak menyadari bahwa dia membuat pipi Aire memerah.


"Ke pameran lukisan karya Vicky???" Tanya Aire.


"Iya... Vicky memintaku datang, kau mau kan???" Tanya Victor.


"Oke baiklah....!! Aku juga penasaran dengan lukisan karya Vicky, sepertinya dia hebat...???"


Victor menganggukkan kepala nya. "Dia sangat hebat untuk hal yang satu itu, dan kau pasti akan terkejut dengan lukisan-lukisan karya nya. Bahkan aku sarankan mungkin kau harus punya minimal satu saja..."


Aire tersenyum. " Benarkah??? Ummmmm nanti coba aku lihat, kalau cocok aku pasti mau untuk membeli nya."


"Itu harus, dan kau harus menawarnya dengan harga murah, dia pasti akan memberikannya.."


Aire tertawa. "Kalau murah ya pasti tidak akan di berikan, pameran kan pasti mencarai harga tertinggi hahaha..."


Victor menoleh memandangi wajah cantik Aire. Gadis itu semakin luar biasa ketika tersenyum dan juga tertawa. "Nanti coba kau hubungi sahabatmu, siapa itu nama nya yang rambutnya blonde???" Tanya Victor.


"Tiffany.."


"Ah iya, itu dia, hubungi kalau kita akan kesana, sahabatmu itu sepertinya tertarik dengan Vicky, apa dia punya kekasih???'


Aire menggelengkan kepala nya. "Tidak.....!!! Dia baru saja putus karena pacarnya posesif jadi dia tidak suka hahaha, ya aku akan menghubunginya nanti."


*****


Aire dan Victor melakukan apapun yang dilakukan orang-orang untuk bersantai di akhir pekan, nonton, makan, jalan-jalan. Setiap detiknya terasa menyenangkan, mereka mengobrol tanpa henti, sangat cocok dalam pembicaraan apapun dan menyadari bahwa mereka punya banyak sekali kesamaan minat.


Bersama Victor seharian pun terasa begitu sekejap saking menyenangkannya. Tanpa sadar hari sudah beranjak sore menuju malam. Ketika mereka mengendarai mobil hendak ke tempat pameran lukisan Victor, Aire menyandarkan tubuhnya dengan santai di kursi penumpang, menatap Victor dalam senyuman.


"Terima kasih atas hari yang sangat menyenangkan ini." Gumam Aire.


Victor menoleh sedikit dan tersenyum simpul. "Sama-sama Aire, aku juga bahagia bisa menghabiskan waktu denganmu, itu sangat menyenangkan." Lelaki itu mereemas jemari Aire dengan sebelah tangannya, lembut. "Minggu depan kita lakukan lagi ya.???"


"Iya." Dada Aire membuncah dipenuhi oleh perasaan berbunga-bunga yang pekat. Oh ya, gawat! Seharian ini dia sudah berusaha memasang pagar di hatinya, tetapi Victor sudah menerobos pagar itu, membuatnya tidak bisa menahan lelaki itu. Aire sepertinya sudah mulai jatuh cinta kepada Victor