Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Bagel and Lox



Keeesokan harinya


Garviil membuka matanya dan dia memeluk Geffie yang sedang bergumuI mencari kehangatan di badannya. Garviil pun memeluk erat istrinya dan membiarkan Geffie tidur. Garviil tidak ingin mengganggunya semalam mereka terlalu larut dengan percintaan mereka dan percintaan itu berlangsung beberapa kali ronde karena Garviil tidak ingin menyia-nyiakan kebersamaannya dengan Geffie dia harus terpisah dengan istrinya untuk sementara waktu dan hanya akan bisa melakukannya saat weekend saja ketika Geffie datang ke sini atau saat dia mengunjungi Geffie di Washington DC.


ini hari Minggu. Garviil tidak pergi ke kantor dan dia akan menghabiskan hari liburnya bersama dengan Geffie dan hari ini dia sudah menjadwalkan untuk pergi jalan-jalan dengan Geffie, makan siang bersama dan menikmati hari, serta melakukan banyak hal yang menyenangkan tetapi sepertinya istrinya masih tidur sangat nyenyak sekali sehingga Garviil tidak ingin mengganggunya.


Tetapi tiba-tiba Geffie mengerjakan mata nya, mendongak dan melihat Garviil sudah bangun. Geffie pun tersenyum dan memperat pelukannya. "Good morning.." Ucap Geffie dengan suara serak.


"Good morning sayang. Kenapa bangun, harusnya ketika aku peluk, tidurmu seharusnya semakin nyenyak." Gumam Garviil.


Geffie tersenyum. "Aku merasakan sesuatu itulah kenapa aku bangun. Ini sudah jam berapa???" Tanya Geffie.


"Tidak tahu, tapi masih gelap."


Geffie meraih ponselnya yang ada di meja dan melihat jam nya. "Kita harus mandi, dan bersiap untuk subuh, aku juga harus menyiapkan sarapan, tidak enak dengan Mama kalau sampai kita terlambat bangun


"Mama akan mengerti, kita pengantin baru, dan kita juga baru bertemu setelah berpisah selama beberapa hari. Biar para Art yang menyiapkan, atau biar Mama saja." Garviil mendekap Geffie lebih erat lagi.


"Garviil. Kau ini. Kalau kau masih mau tidur, ya sudah, aku akan mandi lebih dulu, kita juga tidak boleh terlambat subuh."


"Iya deh..." Garviil melepaskan pelukannya dan membiarkan Geffie beranjak dari tempat tidur. "Kita mandi bersama." Ucap Garviil dan dia ikut turun dari tempat tidur.


"Hanya mandi ya???" Geffie tersenyum memperingatkan Garviil. "Jangan sampai kita terlambat subuh. Kau biasanya mengajakku mandi bersama tetapi selalu tidak hanya mandi saja yang kau lakukan."


Garviil tertawa. "Hahahaha iya iya, hanya mandi. Kau khawatir sekali."


Mereka kemudian pergi ke kamar mandi bersama.


****


Setelah selesai mandi dan menjalankan kewajibannya, Geffie pun langsung turun untuk menyiapkan sarapan, dia bergegas pergi ke dapur. Disana tampak ada dua asisten rumah tangga yang sedang menyibukkan diri di dapur. Geffie menghampiri mereka dan menanyakan sarapan apa yang akan dibuat oleh mereka, rupanya mereka baru hendak menyiapkannya. Geffie akhirnya meminta mereka untuk menyiapkan beberapa bahan dan dia sendiri yang akan membuat sarapan untuk mertuanya, suaminya dan juga untuk adik iparnya yaitu Vicky. Geffie dibantu oleh dua asisten rumah tangganya pun mulai menyiapkan. Geffie kemudian meminta mereka untuk membersihkan rumah saja, karena dia bisa menghandle sendiri menyiapkan sarapannya.


Geffie akan membuat bagel and lox, dia pun tampak sibuk memotong ikan salmon sebagai topping sarapan yang akan di buatnya itu. Sebenarnya ini adalah sarapan yang sederhana di mana ada roti yang dipanggang kemudian diberikan krim keju serta daging salmon di atasnya ditambah dengan tomat dan juga irisan bawang merah. Geffie sangat tahu bahwa Garviil menyukai ikan salmon sehingga dia memutuskan untuk membuat makanan ini sebagai menu sarapan keluarga suaminya dan Geffie juga suka karena membuatnya sangat mudah dan gampang.


Setelah selesai Membuat sarapan. Geffie pun membawanya ke meja makan dibantu oleh asisten rumah tangga nya dan tidak lama ada mama dan papa Garviil yang datang menghampiri. "Selamat pagi Geffie sayang.." Sapa Mama Garviil.


Geffie melempar senyum. "Selamat pagi Mama Papa, silakan duduk, aku telah menyiapkan sarapan istimewa untuk kita semua."


"Kau menyiapkan ini???" tanya Mama Garviil.


"Iya Ma, aku tahu kalau Garviil sangat menyukai salmon jadi aku membuat ini, aku berharap mama dan papa juga akan menyukainya."


'"Astaga sayang, kenapa kau harus capek-capek membuat sarapan, ada banyak art di sini yang akan membuatkan sarapan untuk kita. Kau seharusnya bisa istirahat saja seharusnya."


"Mama, tidak apa-apa kok. Garviil suka sekali ketika aku membuatkannya sarapan jadi ya tidak ada salahnya aku bangun pagi dan juga menyiapkan sarapan untuk kalian semua."


"Selamat pagi Mama, Papa, Geffie." Vicky juga datang dan menghampiri kedua orang tuanya serta kakak iparnya lalu duduk dan tersenyum melihat sarapan yang ada di atas meja. "Oh wow pagi-pagi sudah disajikan Bagel and Lox."


"Iya sayang, Geffie yang membuatnya khusus untuk kita." Sahut Mama nya.


"Wow, inilah enaknya punya kakak ipar yang pandai memasak. Ini pasti enak sekali." Puji Vicky.


Garviil juga akhirnya muncul dan menghampiri keluarga nya, dia mencium Geffie dan juga Mama nya. Kemudian menarik kursi dan duduk, senyumnya mengembang ketika melihat ada salmon di depannya. "Wow... Apa ini???" Tanya Garviil pada istrinya.


"Bagel and Lox." Jawab Geffie singkat dia juga duduk di sebelah Garviil.


"Enak pasti, thanks ya???"


Geffie menganggukkan kepala nya. "Iya."


"Viil, seharusnya kau melarang istrimu untuk membuat sarapan, biar dia istirahat." Ucap Mama nya.


"Aku tadi sudah melarangnya tetapi menantu Mama ini keras kepala sekali, dia memaksa membuat sarapan untuk kita semua. Apa yang bisa ku lakukan??? Geffie sepertinya terinspirasi dari kak Gienka. Setiap hari kak Gienka memasak untuk kak Kyros, meski di rumah mereka ada Art, karena kak Gienka ingin menyenangkan suaminya, jadi kupikir menantu Mama ini juga ingin menyenangkan ku, ya tidak masalah."


itu berarti istrimu sangat bertanggung jawab dan Gaby Sayang terima kasih kau sudah sangat perhatian sekali


Mereka kemudian menikmati sarapan buatan Geffie. Mereka memuji karena rasanya enak dan mereka menyukai nya. Garviil tidak mengajak Vicky berbicara sama sekali, dia masih marah dengan apa yang terjadi tadi malam, dan tidak setuju dengan keputusan yang di ambil oleh Vicky. Vicky sendiri sadar betul kemarahan kakak nya dari semalam sampai saat ini, tetapi Vicky hanya tersenyum dan tidak akan terlalu memikirkannya. Dia tetap akan pada keputusannya dengan menikahi Ciara. Kelak kakaknya juga pasti akan mengerti dengan semua yang dia sudah rencana kan. Vicky hanya menikmati sarapan dan sesekali mengobrol dengan kedua orang tua nya dan juga Geffie.


"Oh iya Viil, kau jadi pergi meeting hari ini??" tanya mamanya.


Garviil menghentikan kunyahnya dan dia melirik ke arah Geffie kemudian senyum kepada mamanya. "Iya Ma, aku harus tetap menghadirinya tapi aku akan mengajak Geffie karena aku sudah berencana untuk menghabiskan hari ini dengan nya sebelum nanti malam aku mengantarnya ke airport karena Geffie harus kembali ke Washington DC, besok siang Geffie ada kelas. Aku tidak mau membuang-buang waktu untuk hari ini."


"Baguslah kalau begitu, ajak istrimu jalan-jalan dan menikmati kebersamaan kalian."


"Tentu saja Ma. Kami harus menikmatinya dengan baik."


"Ma, siang nanti Ciara akan kesini." Sahut Vicky yang kemudian membuat Garviil mengangkat kepala nya dan menghentikan kunyahannya. Menatap tajam ke arah adiknya.


"Oh ya??? Wah Mama senang sekali kalau Ciara akan datang lagi. Apa Mama perlu menyiapkan sesuatu???"


Vicky menggelengkan kepala nya. "Tidak perlu Ma, kita nanti pesan makan siang saja dari luar. Aku tidak mau merepotkan Mama."


"Sebenarnya tidak merepotkan, tetapi kalau kau ingin pesan ya sudah tidak apa-apa."


"Ya Ma."


Garviil kembali fokus lagi ke makanannya, dia enggan menanggapi Vicky. Dia juga tidak peduli dengan kehadiran Ciara. Hari ini dia hanya akan fokus dengan Geffie saja.


★★★