
Sore harinya
"Aire, let's go to that cafe.!!!" Ajak Tiffany, saat ini Tiffany dan Aire sedang menonton serial favorit mereka di televisi. Aire ada di atas tempat tidurnya sementara Tiffany duduk bersandar di depan. Tiffany sangat ingin kembali bertemu dengan laki-laki Tampan itu bernama Vicky atau bahkan mungkin dia ingin bertemu juga dengan Victor yang adalah saudara dari Vicky. Dia angat penasaran dengan Victor yang katanya lebih tampan daripada Vicky, kesan tegas dan juga kaku sangat terlihat dari penampilan Victor dibandingkan penampilan santai dari Vicky membuat Tiffany benar-benar Penasaran sekali.
"I don't want to" Jawab Aire yang langsung menolak ajakan Tiffany. Dan memang sudah beberapa hari ini Aire tidak pernah lagi datang ke Cafe itu setelah kejadian ciuman yang dia lakukan dengan Victor di apartemen ini. Ada kecanggungan yang dirasakan sekaligus malu jika mengingatnya Aire benar-benar menyesali hal itu kenapa bisa dia terbawa suasana dan berciuman dengan Victor tanpa ada ikatan apapun.
"Why the hell Re, why don't you want to??? You promised to take me there yesterday, I'm already here and you don't even want me to take you there.??" Tiffany mempertanyakan kenapa Aire tidak mau mengantarnya ke cafe itu. Padahal sebelumnya Aire sudah janji mau mengajaknya kesana. Dia sudah kesini dan Aire justru tidak mau di ajak kesana.
"If you want to go there, you just go by yourself. Besides, your purpose for going there is also strange if you want to meet with Vicky or Victor. it's just something.???" Aire pun mengatakan jikalau Tiffany ingin pergi ke sana, Tiffany pergi saja sendiri. Lagi pula tujuan Tiffany ke sana juga aneh, masa dia ingin bertemu dengan Vicky ataupun Victor. kan ada-ada saja menurutnya.
"Yes!!! So what??? It's his cafe. Who knows, I might get reacquainted with Vicky or maybe get to know Victor." Tiffany mempertanyakan memangnya kenapa jika dia kesana untuk bertemu laki-laki itu. Kan itu Cafe miliknya. Siapa tahu dia bisa berkenalan lagi dengan Vicky atau mungkin berkenalan dengan Victor.
Aire yang menggeleng-gelengkan kepalanya. "Besides, I can't guarantee that they're there, because Victor himself has another job outside of taking care of the cafe, while Vicky doesn't live at the cafe either, just like Victor, she must be staying at a hotel or somewhere else, maybe at her parents' house." Ujar Aire karena dia tidak menjamin bahwa mreka ada di sana, karena Victor sendiri punya pekerjaan lain di luar mengurus cafe, itu sementara Vicky dia kan juga tidak tinggal di cafe itu sama seperti Victor dia pasti tinggal di hotel atau tinggal dimana atau mungkin di rumah orang tuanya.
"Yeah what's the harm in trying Re... Let's go to that cafe please..???" Tiffany kembali mempertanyakan apa salahnya mencoba dan dia kembali merengek pada Aire agar menemaninya ke cafe itu.
"No. I don't want you to go there, you're on your own. I'm too lazy to go anywhere." Aire tetap menolak dan meminta Tiffany pergi sendiri karena dia sedang malas kemana-mana.
"Oh gosh Aire, are you so mean???" Protes Tiffany sembari mengatakn Aire sangat jahat kepada nya.
"I'm lazy. If you want to just go by yourself, I want to relax."
"You've been in the apartment today, aren't you bored? It's better to get some fresh air at the cafe, we can drink, eat and maybe we can meet Vicky or Victor. I'd love to meet them both." Tiffany terus memprotes sikap Aire. Hari ini Aire ada di dalam apartemen saja, apa tidak merasa bosan. Alangkah lebih baik mereka cari udara segar di cafe itu, mereka bisa minum, makan dan mungkin bisa juga bertemu dengan Vicky atau dengan Victor. Tiffany ingin sekali bertemu dengan mereka berdua.
"You go by yourself. I just want to be lazy." Tolak Aire lagi karena dia hanya ingin bermalas-malasan.
"Ah you're so annoying, so I'll just go there myself then." Menurut Tiffany, Aire sangat menyebalkan sekali. Tiffany pun beranjak dari tempat tidur dan mengambil sweaternya dan juga tasnya kemudian dia berpamitan dengan Aire untuk pulang tapi sebelum itu dia akan mampir dulu ke cafe yang sering diceritakan oleh Aire berharap di sana dia bisa bertemu dengan Vicky ataupun Victor.
Aire kemudian mengantar Tiffany sampai ke pintu setelah itu sahabatnya itu pun pulang meninggalkannya sendiri akhirnya dia kembali masuk dan menutup pintu. Kemudian berbaring lagi di tempat tidurnya, dia berharap semoga Tiffany tidak mengatakan hal apapun jika bertemu dengan Vicky ataupun semoga Tiffany tidak bertemu dengan Victor jangan sampai kehebohan Tiffany membuatnya dalam masalah.
*****
Tiffany hanya perlu berjalan kaki selama beberapa menit untuk sampai di Cafe itu karena memang dekat sekali dengan apartemen Aire. Tiffany juga merasa menyesal kenapa selama ini dia tidak pernah mendatangi cafe itu padahal kafe itu juga tidak terlalu jauh dari kampusnya.
Sampailah Tiffany di cafe itu, dia mendorong pintunya dan masuk ke dalam karena ini weekend maka suasana cukup ramai banyak pengunjung yang sekedar untuk berbincang-bincang ataupun duduk menyendiri menikmati minuman dan juga makanan. Tiffany pun mencari tempat duduk yang kosong dan dia menemukan ada di bagian ujung tetapi agak sedikit masuk. Duduklah dia di sana enggak, tak lama dia dihampiri oleh seorang pelayan paruh baya laki-laki. Tiffany ingat bahwa Aire pernah bercerita kepadanya tentang pelayan tua yang ramah di cafe itu dan laki-laki itu bernama Andro.
Tiffany pun Mengambil buku menu itu dan melihat-lihat kemudian dia kemudian memesan spaghetti spaghetti bolognese dan juga milkshake strawberry untuk minumannya. Andro pun mencatat pesanan dari Tiffany itu.
"Your name must be Andro? I happen to be Aire's best friend, she recommended me to come here." Ucap Tiffany menebak nama Andro, dan memberitahu jika dia adalah sahabatnya Aire, dan Aire yang merekomendasikan nya untuk datang ke cafe ini.
"Oh you're a friend of Miss Aire?? What your name???" Andro mengulurkan tangannya menyalami Tiffany.
"My name is Tiffany. Nice too meet you." Tiffany membalas uluran tangan Andro.
Andro tersenyum "It's very nice to meet you and thank you for coming to this cafe but by the way it's been about a week since Miss Aire came here. Is she sick???" Andro senang sekali bisa bertemu dengan Tiffany dan terima kasih sudah mau berkunjung ke kafe ini. Andro kemudian memberitahu Tiffany jika satu minggu ini Nona akhirnya tidak datang kemari. Andro bertanya Apakah Aire.
Tiffany merasa heran dengan apa yang baru saja didengarnya. Aire kenapa tidak datang ke cafe ini sudah sekitar 1 minggu tetapi apa alasannya dia tidak datang. Gumamnya dalam hati. "Oh wasn't sick but it seemed like she was very busy with her final project and I had just left her apartment. That's why I stopped by here." Tiffany memberitahu jika Aire tidak sedang sakit tetapi sepertinya dia sangat sibuk sekali dengan tugas akhir kuliah yang harus segera diselesaikan dan Tiffany baru saja dari apartemennya. Itulah kenapa setelah dari sana dia memilih mampir ke cafe ini.
"Oh yes, perhaps Miss Aire is busy. If you met her greetings, then please excuse me and I will give your order to our chef for immediate preparation. Excuse me." Andro pun meninggalkan meja yang diduduki oleh Tiffany.
Tiffany memutar pandangannya atas seluruh sudut Cafe ternyata Cafe ini cukup bagus dan juga sangat nyaman serta memiliki dekorasi yang bagus serta tampak Asri dengan berbagai tanaman yang ada di kelilingnya. Tiffany tersenyum. Sepertinya dia akan menjadi pelanggan Cafe ini seperti halnya Aire dan dia akan sering-sering datang ke sini.
Vicky turun dari mobil kemudian diikuti oleh Victo,r mereka baru saja pergi dari rumah orang tua mereka dan memilih kembali lagi ke cafe ini. Mereka pun masuk ke dalam Cafe dan hendak menuju ke apartemen Victor yang ada di atas tetapi saat berjalan tiba-tiba Vicky menemukan seseorang yang pernah dilihatnya. Tidak salah lagi itu adalah Tiffany sahabat dari aire berjalan ke arah Tiffany karena memang dari arah itu bisa langsung menuju apartemen Victor.
Vicky tiba-tiba saja langsung duduk di depan Tiffany membuat perempuan ini itu sedikit terkejut tetapi kemudian Tiffany melempar senyum karena dia melihat wajah tampan dan manis dari Vicky. "Hay...!!" sapa Vicky
"Oh Hay Vicky..??"
Saat itu Victor juga lewat. Tetapi dia mengabaikan adiknya yang duduk di depan seorang perempuan yang ada di cafe itu. Victor tidak tahu bahwa perempuan itu adalah sahabat dari Aire. Vicky melirik ke arah saudara kembarnya itu sepertinya Victor tidak mengetahui jika perempuan di depannya itu adalah teman dari Aire. "Are you alone here??? Where's the aire???" Tanya Vickky pada Tiffany, dengan suara agak meninggi supaya Victor bisa mendengarnya karena Vicky tahu sesuatu yang berhubungan dengan Aire pasti akan menarik perhatian dari Victor. Vicky bertanya apakah Tiffany sedang sendirian di sini dan Vicky juga mempertanyakan dimana Aire.
Benar saja mendengar nama Aire langka Victor pun langsung berhenti dan Victor menoleh ke arah meja di mana seorang perempuan saat ini sedang berhadapan dengan adiknya.
"Yes, I only came alone, I invited Aire but she didn't want to because she was enjoying her weekend to just relax in the apartment." Tiffany memang hanya datang sendirian tadi dia sudah mengajak Aire tapi dia tidak mau karena dia sedang menikmati weekend-nya untuk bersantai saja di apartemennya.
"Oh yes, it's a weekend, it should be enjoyed by relaxing and lazing around." Ini weekend, memang harus dinikmati dengan cara bersantai dan bermalas-malasan saja.
Victor pun akhirnya ikut menghampiri Tiffany dan bergabung bersama adiknya Vicky hanya senyum-senyum melihat kakaknya yang akhirnya tampak tertarik dengan obrolannya bersama Tiffany.