
Bianca tadi sudah berniat langsung ingin ke tempat pameran lukisan Vicky, tetapi Bianca merubah niatnya dan dia ingin datang ke cafe lebih dulu, siapa tahu Victor ada di sana sehingga lelaki itu bisa menemaninya untuk pergi ke pameran lukisan Vicky.
Bianca dibantu supirnya mendorong kursi roda masuk ke dalam Cafe. Andro yang sedang berbincang dengan pengunjung Cafe pun dibuat terkejut dengan kehadiran Bianca. Dia cepat menghampiri Bianca. "Halo Nona Bianca, selamat malam.. Anda datang kesini dengan siapa??? Tanya Andro.
"Aku hanya datang bersama sopir saja,a apa Victor ada di sini????"
Andro terdiam untuk beberapa saat, ia tahu bahwa saat ini Victor sedang menghabiskan waktunya bersama dengan Aire dan kenapa Bianca tiba-tiba datang ke sini mencarinya. Ini sangat jarang terjadi tetapi memang sesekali Victor mengajak Bianca datang ke sini karena perempuan itu yang memintanya, tetapi kali ini agak beda. Bianca datang sendiri dan mencari Victor. Andro tidak boleh memberitahu Di mana keberadaan Victor dan apa yang sedang dilakukan Victor saat ini kepada Bianca karena Andro sejujurnya juga tidak setuju dengan hubungan yang dijalani oleh Victor dan Bianca. Dia tidak terima jika Victor dikhianati oleh Bianca tetapi Andro tidak bisa melakukan apapun karena Victor sendiri yang memutuskan untuk tetap melanjutkan pertimbangannya dengan melanjutkan hubungannnya bersama Bianca. "Aduh maaf Nona Bianca, Victor sedang tidak berada di sini, dia sedang pergi keluar dan sudah pergi sejak tadi pagi." Andro berbohong.
"Dia ke mana???" Tanya Bianca.
"Saya kurang tahu perginya ke mana. Sudah sejak pagi."
Bianca menunduk dengan sedih. "Yah, tadi aku mencarinya di rumahnya tapi asisten rumah tangganya bilang dia ada di cafe ini. Dan sekarang aku datang ke cafe, dia juga tidak ada padahal, aku ingin mengajaknya ke pameran lukisan Vicky." Gumamnya sedih. "Ya sudah kalau begitu aku akan pergi sendiri saja ke sana, nanti tolong bilang pada Victor kalau aku datang ke sini mencarinya ya??? Terima kasih, aku permisi dulu."
Bianca kemudian memutar kursi rodanya dan memanggil supirnya lagi. Ia pun meninggalkan Cafe begitu saja dan akan langsung menuju ke tempat pameran lukisan Vicky diadakan.
Sementara itu Andro hanya terdiam mematung dan dia ingat bahwa tadi Victor sempat ke sini sebentar untuk mandi dan berganti pakaian. Lalu Victor mengatakan Jika dia akan pergi ke pameran lukisan Vicky bersama dengan Aire. Dan itu artinya jika Bianca juga pergi ke sana maka bisa dipastikan mereka akan bertemu.
"Aduh, gawat.. Aku harus segera menghubungi Victor agar Victor pergi dari tempat itu karena Bianca sedang dalam perjalanan ke sana." Gumam Andro, dia langsung menghubungi Victor.
Victor sedang mengobrol dengan Aire, Tiffany dan juga Vicky, mereka membahas tentang lukisan-lukisan karya Vicky. Dan saat sedang asyik mengobrol, ponsel Victor berbunyi. Victor mengambilnya dari saku dan melihat nama Andro tertera di sana. Victor tersenyum dan berpikir untuk apa Andro menghubunginya. "Ya Andro, ada apa???" Tanya Victor.
"Apa kau sedang berada di tempat pameran lukisan Vicky???"
"Iya. Aku ada di sini dan ini sedang mengobrol dengan Vicky, ada apa???"
"Baru saja Nona Bianca datang kesini.."
"Apa???" seru Victor yang langsung membuat Aire, Vicky dan Tiffany menatapnya. Victor pun tersenyum dan meminta jin pada mereka untuk menjauh sebentar karena mengangkat telepon lalu Victor pun menjauh dari mereka bertiga.
Victor pergi ke satu sudut dan memeriksa keadaan, kemudian dia menempelkan ponselnya lagi ke telinganya. "Apa tadi kau bilang??? Bianca datang ke kafe???" Tanya Victor dengan suara merendah.
"Iya, dia mencarimu, dia bilang dia sudah datang ke rumahmu dan tidak Menemukanmu lalu dia datang ke cafe mencarimu lagi tetapi karena aku mengatakan bahwa kau tidak ada di sini dia langsung pergi dan bilang bahwa dia akan ke pameran lukisan Vicky dan sekarang dia sudah perjalanan ke sana."
"Astaga!!! Tapi kenapa kau tidak melarangnya???"
"Bagaimana aku bisa melarangnya, dia langsung berpamitan pergi. Itulah kenapa aku langsung menghubungimu dan bertanya apakah kau masih ada di sana atau tidak, kalau kau masih ada di sana lebih baik sekarang kau pergi saja, bisa bahaya kalau sampai dia melihatmu bersama dengan Aire. Dia baru saja pergi ya sekitar 2 menit yang lalu, kau masih cukup punya waktu untuk mengajak Aire Pergi."
"Aku baru sampai di sini, ya sudah ya sudah Oke, aku akan mengajak Aire untuk pergi dari sini, aku juga akan memberitahu Vicky supaya dia nanti bisa berbohong pada Bianca jika Bianca bertanya tentangku."
"Oke. Cepatlah, kau tidak punya banyak waktu. jika tidak segera pergi bisa berakhir semuanya. Ya sudah kalau begitu." Andro pun menutup panggilannya.
Victor memasukkan ponselnya ke kantong celananya sembari mengernyit. Bianca justru merusak kebahagiaannya hari ini bersama dengan Aire. Dan perempuan itu untuk apa juga mencarinya dan datang ke tempat ini, apa yang ingin dilakukannya??? Victor kemudian berjalan kembali menghampiri Aire, Vicky dan juga Tiffany.
Victor menganggukkan kepala nya kemudian tersenyum. "Vicky, I need to talk to you for a minute???"
ucap Victor pada Vicky, dia butuh bicara sebentar dengan Adinya. Vicky menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua pun menjauh dari Tiffany dan Aire.
"Kenapa??? Ada apa semuanya baik-baik saja???" Tanya Vicky.
"Andro baru saja menghubungiku dia bilang Bianca datang ke cafe dan mencariku tetapi karena tidak menemukanku Bianca langsung pergi dan dia sekarang sedang dalam perjalanan ke sini." ucap Victor dengan suara pelan.
"Apa??? Dia ke sini??? Tapi untuk apa???" Tanya Vicky.
"Itu dia, aku tidak tahu untuk apa dia ke sini, tapi aku harus segera membawa Aire pergi sebelum dia datang. Jadi kalau dia datang ke sini dan menanyakan ku atau mencariku, terserahlah kau ingin berbohong apa padanya, aku tidak peduli. Yang penting hubunganku dengan Aire berjalan lancar tanpa harus ada gangguan darinya."
"Tapi sampai kapan kau akan seperti ini??? Sampai kapan akan terus sembunyi??" Tanya Vicky lagi.
"Aku tidak tahu tapi aku masih mencari cara bagaimana aku harus tetap mempertahankan hubunganku dengan Aire dan mengakhiri hubunganku dengannya, sudahlah kau jangan banyak bertanya, aku harus membawa Aire pergi dari sini."
"Oke oke oke, aku mengerti. Ayo cepat kita kembali lagi ke dua gadis itu, sebelum mereka curiga."
Victor dan Vicky pun kembali menghampiri Aire dan Tiffany yang sedang mengobrol. Victor mencoba melempar senyumnya kepada kedua perempuan itu.
"Is everything okay????" Tanya Aire akhirnya.
Victor masih mencoba melempar senyum. "I apologize for the sudden work and we have to say goodbye to Vicky, I explained the problem to Vicky earlier and he understands so it's okay if we go home first????" TanyanVictor pada Aire. Dia meminta maaf pada Aire, karena tiba-tiba saja dia ada pekerjaan yang mendadak. Dan mereka harus harus berpamitan dulu pada Vicky tadi Victor juga sudah menjelaskan masalahnya pada Vicky dan adiknya itu mengerti jadi Victor meminta pendapat Aire apakah tidak apa-apa jika mereka pulang lebih dulu.
"Yes. If you really have something urgent, it's okay if we go home first." Ucap Aire. Kalau kau memang ada sesuatu yang urgent ya tidak apa-apa jika mereka pulang dulu.
Victor kembali tersenyum. "Yes, suddenly there is sudden work that I have to do in the office, I apologize." Victor kembali meminta maaf pada Aire karena tiba-tiba dia ada pekerjaan mendadak yang harus di kerjakan di kantor.
Aire tersenyum. "It doesn't matter, let's go home now.." Aire tidak masalah, dia kemudian mengajak Victor untuk pulang sekarang.
"Re, I'll follow you home too, I want to stay at your apartment, is that okay???" Tanya Tiffany. Dia ingin ikut pulang karena dia ingin menginap di apartement Aire.
"Oh. Well if you want to come home, I thought you would stay here with Vicky.." Aire tersenyum. Tidak masalah jika Tiffany ikut pulang. Aire berpikir Tiffany akan di sini saja dengan Vicky.
"Ah no. Vicky also has to serve her guests, so I'll just go with you guys. It's okay, right??? But if you don't let me, it's okay. You'll want to be alone too." Tiffany tidak ingin mengganggu Vicky karena Vicky juga harus melayani tamu-tamunya, jadi lebih baik dia kut dengan Aire dan Victor saja. Tapi kalau mereka tidak mengizinkannya ya tidak apa-apa karena bisa jadi mereka juga ingin berduaan. Tiffany mengedipkan mata dengan nakal.
Aire mencubit pinggang Tiffany. "What the hell are you doing???? Let's go home now. Victor also needs to take care of his work. Don't get distracted.." Aire mengajak agar mereka pulang sekarang. Victor juga harus segera mengurus pekerjaannya. Jangan sampai terganggu.
Mereka pun berpamitan dengan Vicky dan Vicky berjanji pada Tiffany. Akan mengirim lukisannya nanti karena Tiffany sudah memilih lukisan yang di inginkannya. Begitu juga dengan Aire, Vicky juga akan memberikan karyanya secara pecuma pada Aire. Lalu pergilah mereka meninggalka tempat pameran itu.