
Beberapa saat kemudian.....
Garviil sudah selesai dengan ijab kabul nya. Berjalan sangat lancar sekali dan dia tidak mengalami kendala apapun, pengucapan yang lancar dan penuh keyakinan. Garviil menoleh ke belakang ketika dia melihat beberapa orang menunjuk ke arah belakangnya dimana ternyata Geffie berjalan ke arahnya di temani oleh Maysa Mama nya dan juga Gienka kakaknya. Garviil tersenyum dan di buat takjub dengan kecantikan Geffie. Berkebaya putih dan make up yang begitu pas di wajahnya.
Geffie berjalan pelan. kemudian Garviil berdiri dan menarik kan kursi untuk Geffie agar duduk di sebelahnya. Garviil terpukau dengan kecantikan perempuan yang saat ini sudah sah menjadi istrinya itu. Ini seperti mimpi tetapi fakta nya adalah bahwa beberapa menit yang lalu dia sudah menjadikan Geffie sebagai istrinya.
Garviil menoleh ke arah Geffie. "Kau cantik sekali.." Puji nya dengan suara lirih.
Geffie tersenyum. "Thanks."
Penghulu tiba-tiba berdehem, membuat kedua nya terlonjak dan memandang ke depan. Di depan ada seorang penghulu yang duduk bersebelahan dengan Ariel, sedangkan di kanan kiri ada Aditya dan juga Randy sebagai saksi. Mereka berdua adalah sahabat Ariel dan juga rekanan bisnis dari Papa Garviil.
Penghulu kemudian meminta Garviil dan Geffie untuk menandatangani dokumen pernikahan mereka berikut juga kedua saksi harus tanda tangan juga. Setelah nya Geffie mencium tangan Garviil dan menunjukkan buku nikah mereka. Meski sudah lama tinggal disini tetapi Garviil tidak merubah kewarganegaraan nya. Garviil tetap menjadi warga negara Indonesia.
Setelah itu, Garviil dan Geffie pun mendapatkan ucapan selamat dari keluarga yang hari ini datang. Dan acara resepsi akan di lakukan sore nanti di tempat yang berbeda yang akan di hadiri oleh keluarga, teman dan sahabat.
Semua keluarga dan sahabat yang ahdir pun tampak bahagia sekali. Dan bersuka cita. Senyum Geffie tidak hilang dari wajahnya.
Acara pun berlanjut hingga kemudian mobil sudah menjemput keduanya untuk beristirahat menuju tempat pesta resepsi nanti. Geffie dan Garviil punya waktu beberapa jam untuk istirahat, dan kemudian bersiap lagi. Baru setelah acara resepsi berakhir mereka akan menuju hotel. Geffie dan Garviil pun meninggal tempat akad nikah mereka begitu juga dengan semua orang yang hadir. Mereka juga harus beristirahat sebelum acara selanjutnya.
Sebenarnya acara ini akan berlangsung lagi beberapa minggu kemudian. Garviil dan Geffie akan melangsungkan acara resepsi di Indonesia juga. Karena tentu Ariel juga ingin semua kolega nya juga bisa merasakan kebahagiaan nya. Selain itu kolega Papa Garviil juga ada disana, sehingga kedua keluarga itupun sepakat untuk mengadakan acara lanjutan lagi di Indonesia. Mumpung masih ada waktu beberapa minggu bagi Geffie sebelum memulai kuliahnya. Dan besok mereka berdua akan pergi untuk berbulan madu ke Paris serta beberapa tempat di Eropa selama sepuluh hari. Setelahnya mereka akan ke Indonesia untuk melakukan resepsi kedua. Mereka tidak perlu memikirkan persiapannya karena semua menjadi tanggung jawab Ariel. Hanya dengan menjentikkan jari saja, ariel bisa menyiapkan acara mewah untuk resepsi Geffie dan Garviil. Ariel punya bisnis perhotelan sehingga dia tentu punya anak buah yang sudah terbiasa mengurus hal itu, ada Eo, Wo hingga penyediaan makanan serta dekorator semua nya ada.
Geffie dan Garviil masuk ke dalam mobil pengantin mereka, dan yang mengemudikannya ternyata adalah Vicky. Garviil dan Geffie tidak menduga kalau Vicky yang akan membawa mereka ke tempat resepsi. "Vicky, kau???" Ucap Garviil.
"Yups, it's me. Aku akan membawa kalian ke tmpat acara selanjutnya, dan tenang saja, aku akan membawa mobilnya sangat hati-hati."
"Ya bawalah pelan-pelan." Gumam Garviil.
"Eeehhh kalian mau langsung ke tempat pesta atau ke hotel dulu???? Masih ada beberapa jam sebelum bersiap kan, kalian bisa menghabiskan waktu di hotel. Mau ke hotel dulu???" Tanya Vicky menggoda.
"Diamlah... Jangan mengejekku, bawa kami ke tujuan awal."
Vicky terkekeh. "Aku kan hanya menawarkan."
"Diamlah....!!!"
Tawa Vicky terdengar semakin renyah sedangkan Geffie hanya senyum-senyum. Garviil meraih jemari Geffie dan mengecupnya. "Aku benar-benar masih merasa ini seperti mimpi. Menikah denganmu." Ucap Garviil. "Setelah aku selesai mengucapkan ijab kabul, aku lega sekali, aku tidak bisa tenang sebelumnya."
"Ya, dia mondar-mandir seperti orang tidak waras yang baru saja kehilangan cara berpikir nya. Aku berusaha keras untuk menenangkannya." Sela Vicky.
Geffie terkekeh. "Aku pun sangat takut kau melakukan kesalahan, jadi aku juga panik tadi, tapi aku senang karena kau mengucapkannya dengan lancar tanpa kesalahan sama sekali. Dan Vicky, Thanks karena kau sudah menenangkan Garviil."
"Sama-sama. Hahahaha harusnya tadi aku merekamnya sehingga aku bisa menunjukkan padamu bagaimana tegangnya kakak sebelum ijab kabul. Hehehe."
"Ya, harusnya kau merekamnya, supaya aku juga bisa melihat ke khawatiran Garviil."
"Kau ini.." Garviil merengkuh Geffie ke dalam pelukannya.
Sampai kemudian sampailah mereka di tempat acara pesta. Sebuah tempat yang cantik milik keluarga Garviil. Garviil turun dan membuka kan pintu untuk Geffie kemudian memegang tangan istri nya itu.
"Oke, nikmati waktu kalian, aku akan kesini lagi nanti. Bye..." Vicky melambaikan tangannya dan membawa mobilnya pulang. Sedangkan Garviil mengajak Geffie untuk masuk. Persiapan masih sedang di lakukan di area depan yang luas itu.
"Aku lelah sekali dan ingin istirahat di dalam" Ucap Geffie.
"Ya sudah kita masuk." Mereka pun masuk dan di sambut seseorang yang mengurus tempat itu lalu di tunjukkan kamar untuk bisa di gunakan oleh kedua nya.
Setelah melepas sepatu nya, Geffie membongkar tas yang di bawa nya. Dia mengambil micelar water untuk membersihkan make up nya. Lalu duduk di depan meja rias dan melepaskan aksesoris di rambutnya. Garviil tengkuraap dan menumpukan dagu nya di sebuah bantal, memandangi istrinya yang ada di depan meja rias. Geffie kemudian mulai menghapus riasannya sampai benar-benar bersih. Setelahnya dia menoleh dan menyadari bahwa Garviil sejak tadi memandanginya. geffie pun mmberdiri dan mendekati lelaki itu.
"Kenapa melihatku seperti itu???? Kau bilang mau istirahat???" Tanya Geffie.
"Memangnya kenapa??? Kau istriku, biar saja aku memandangimu dan aku tidak pernah merasa bosan karena kau cantik sekali. Kemari lah, berikan aku pelukan pertama setelah kita menjadi suami istri." Ucap Garvvil. Geffie pun mendekat dan Garviil beralih ke posisi duduk, menarik Geffie ke pelukannya. "Kau istriku sekarang." Garviil menciumi leher Geffie. Ciuman itu semula hanyalah ciuman lembut penuh kasih sayang, tetapi lama-kelamaan berubah panas. Garviil mulai mencuumbu Geffie dengan kecupan-kecupan kecil, membuat Geffie menggeliat karena geli. Mereka tenggelam dalam ciuman yang panas. Lalu bibir Garviil mengecupi Ieher Geffie, menghirup aroma manis di sana. Terakhir Garviil kemudian mengecup bibir Geffie.
Perempuan itu tersenyum. "Aku pegal sekali, kakiku pegal, berdiri cukup lama tadi, dan nanti juga pasti lebih lama lagi."
"Sini, biar aku yang melihatnya, supaya sedikit lebih lemas. Luruskan kakimu!!" Perintah Garviil dan Geffie melakukannya. Garviil pun memijat lembut kaki Geffie supaya istrinya bisa merasa lebih baik nanti nya. Dan semalam Garviil juga tidak bisa tidur dengan nyenyak memikirkan acara hari ini, hal yang sama juga di rasakan oleh Geffie. Tidak bisa tidur, dan berbagai pikiran menggelayuti kedua nya.
Setelah beberapa saat, Geffie meminta Garviol berhenti dan mengatakan sudah cukup. Geffie menguap dan memberitahu Garviil bahwa semalam dia tidak bisa tidur, dan Garviil juga mengatakan hal yang sama. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidur selama beberapa saat supaya tenaga mereka kembali pulib nantinya. Masih mengenakan pakaian pengantin, mereka berbaring dan Garviil memeluk Geffie lalu keduanya tidur bersama.
***
Sore harinya, satu persatu tamu mulai berdatangan. Geffie dan Garviil juga sudah selesai bersiap. Geffie dengan cantiknya mengenakan gaun nya. Rambut panjangnya di urai dan di tata sangat sederhana tetapi tetap menampilkan kesan elegan. Sedangkan Garviil mengenakan tuksedo hitam dengan kemeja berwarna putih. Terlihat Gagah dan manis. Mereka pun mendapatkan ucapan selamat dari para tamu.
Puncak acara nya adalah Geffie dan Garviil akan memberikan hiburan untuk semua tamu nya. Garviil duduk di depan sebuah piano, bersiap memainkan jarinya dengan keahliannya yang bisa bermain beberapa alat musik, salah satunya adalah piano. Sedangkan Geffie yang akan menyanyi. Geffie sejak kecil memiliki suara yang indah untuk di dengar bahkan dia juga mengikuti les vokal hingga dia SMA. Sehingga kemampuan Geffie tidaklah perlu di ragukan lagi. Suara nya sangat merdu. Meski begitu, menyanyi hanya Geffie jadikan hobi saja, karena dia tetap ingin mengikuti jejak Papa nya yang sukses sebagai seorang pebisnis.
Semua mata tertuju pada kedua mempelai itu. Garviil mulai memainkan piano nya dan Geffie pun juga mulai bernyanyi. Mereka menyanyikan lagu romantis dari sebuah grup vocal favorit Geffie, yaitu One Direction berjuduI YOU AND I, berduet dengan Garviil tentunya. Selain bermain piano, Garviil jiga bernyanyi bersama Geffie. Suara Garviil juga ternyata cukup merdu dan mengimbangi indahnya suara Geffie. Bahkan beberapa orang juga mulai berdansa. Lagu yang liriknya sangat romantis dan sangat cocok di nyanyikan dalam suasana seperti ini.
Tidak hanya itu saja, Geffie dan Garviil juga menyanyikan lagu yang hampir semua orang tahu. Dimana lagu ini adalah soundtrack dari film kartun kesukaan Geffie sejak kecil dan pernah di buat film live actionnya juga. Yaitu Iagu dari film Disney AIaddin yaitu A WHOLE NEW WORLD. Dan terakhir adalah kejutan dari Garviil. Vicky memberikan sebuah gitar kepada kakaknya itu dan Garviil tiba-tiba duduk di sebuah kursi kayu yang sudah di siapkan sebelumnya.
Lalu Garviil memainkan gitarnya dan mempersembahkan lagu itu untuk Geffie. Sebuah Iagu yang begitu romantis, berjudul LITTLE THINGS. Dan Iagu ini adalah Iagu yang berisikan alasan-alasan yang kadang terlupakan dalam hubungan percintaan karena dianggap tidak penting. Bagaimana cinta itu bisa datang, tumbuh, dan berkembang terkadang memang tak dianggap penting lagi ketika hubungan itu sudah tak biasa lagi. Dan Iagu ini juga bercerita tentang laki-laki yang mencintai seorang perempuan dengan segala hal dan kekurangannya terkadang perempuan itu tak nyaman dengan apa yang dimilikinya, tapi bagi laki-laki itu, kekurangannya itulah yang membuatnya jatuh cinta. Siapapun yang mendengarnya akan di buat meleleh dengan setiap Iiriknya.
Setelah itu, semua tamu pun bertepuk tangan dan acara terus berlanjut penuh dengan kebahagiaan. Rona bahagia tidak hanya di rasakan oleh Geffie dan Garviil saja, tetapi semua orang juga bahagia dengan acara hari ini. Kemudian kedua nya pun berdansa dengan di iringi musik, di ikuti juga oleh beberapa tamu undangan. Acara yang sangat luar biasa dan penuh dengan suka cita.
Maysa juga beberpaa kali menyusut air mata yang jatuh di pipi nya. Dia tidak menyangka jika putrinya sudah bukan Geffie nya yang kecil dan menggemaskan lagi. Geffie sudah memilih keputusannya sendiri untuk menikah dengan Garviil dan Maysa tidak ingin menjadi ibu yang egois dengan melarang Geffie untuk menikah cepat. Saat dia di beritahu oleh Geffie dan Ariel, Maysa tentu sangat terkejut sekali akan tetapi Geffie sudah tumbuh menjadi pribadi yang dewasa maka Maysa sangat yakin keputusan putrinya adalah yang terbaik. Maysa bahkan sempat menanyakan kepada Geffie apakah putrinya itu sedang hamil sehingga dia memutuskan untuk segera menikah, tetapi Geffie membantahnya. Dia tidak hamil, bahkan dia tidak pernah melakukan hubungan di luar batas dengan Garviil. Garviil sangat mencintai dan menghormatinya sehingga Garviil juga menjaga nya dengan baik. Keputusan menikah di usia muda belum tentu ada tragedi di baliknya. Karena keputusan menikah itu adalah keputusan untuk kebaikan Geffie sendiri dan juga Garviil agar hubungan mereka tidak ternodai oleh keegoisan dan nafsu sebelum sah menjadi suami istri. Tetapi jika sudah menikah, mereka sudah tidak memiliki batasan apapun lagi. Dan juga tidak takut melakukan perziinahan.
Akhirnya hal itu membuat Maysa tersadar betapa sudah dewasa nya cara berpikir Geffie dan dia pun menyetujuinya karena juga yakin bahwa Garviil adalah laki-laki yang baik yang bisa menjaga putri nya.
Acara akhirnya selesai. Geffie dan Garviil akan langsung menuju hotel untuk beristirahat dan menikmati masa pengantin baru mereka. Mobil sudah di siapkan untuk mereka bawa menuju hotel. Vicky menyiapkan sebuah mobil klasik yang menjadi kesukaan kakaknya. Dan mobil itu akan di kendarai oleh Garviil sendiri bersama Geffie ke hotel yanv letaknya tidak jauh Dari sini. "Ini kunci nya, dan nikmati lah dengan baik masa pengantin kalian." Ucap Vicky lalu mengedipkan matanya.
Geffie dan garviil tersenyum. Mereka mengambil foto lebih dulu, sebelum pergi dan juga tidak lupa Geffie melemparkan bucket bunga yang di pegangnya ke belakang dan ternyata bucket itu di dapatkan oleh Vicky. Biasanya mereka percaya jika siapa saja yang mendapatkan bucket itu tidak lama lagi akan menyusul si pengantin. Semua riuh ketika Vicky yang mendapatkannya. Geffie dan Garviil pun kemudian masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat acara untuk ke hotel.