Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Bulan depan



Sementara itu di tempat lain, Vicky baru saja bangun, dia memilih untuk melakukan olahraga ringan setelah bangun tidur di balkon hotel tempat dia menginap saat ini di Singapura. Vicky memilih untuk melakukan push up dan juga sit up untuk membuat tubuhnya menjadi lebih baik, siang nanti dia akan mendatangi apartemen Ciara tempat di mana Ciara dan kedua orang tuanya tinggal. Vicky akan menemui mereka untuk membicarakan tentang kelanjutan hubungan mereka, serta Vicky juga akan melamar Ciara mengajak Ciara bertunangan di secara keluargaan. Karena tentu kejadian sebelumnya hanya lamaran biasa, lamaran untuk mengikat Ciara. Akan tetapi lamaran kali ini tentu adalah untuk semakin membawa hubungan mereka ke tahap yang lebih serius lagi yaitu pernikahan karena Ciara sebelumnya sudah setuju untuk menikah dengan Vicky.


Vicky juga tahu alasan kenapa kakaknya menolak untuk ikut dengannya ke Singapura, kakaknya masih sangat marah dan tidak menyetujui hubungan ini yang sedang direncanakannya dengan Ciara. Dan Vicky juga sebenarnya semakin marah dan semakin kesal Setelah dia mendapatkan laporan bahwa Ciara mendatangi rumah Bianca tidak lama setelah dia mengantar Ciara kembali ke hotel ketika Ciara ke boston. Sayangnya karena pertemuan itu di rumah Bianca, Vicky pun tidak bisa mendapatkan informasi yang pasti dan jelas tentang Obrolan apa yang dilakukan oleh Ciara dan juga Bianca di rumah itu. Karena hal itulah membuat Vicky semakin yakin bahwa Ciara memang punya niat yang buruk untuk menghancurkannya dan juga keluarganya. Vicky juga semakin yakin bahwa dia akan membawa Ciara ke dalam sebuah pernikahan yang sudah dia rencanakan dan akan membalaskan kemarahannya terhadap Ciara yang sudah menghianatinya bersama dengan Bianca. Juga untuk menghancurkan hubungan kedua saudara itu adalah tujuan utama yang sudah direncanakan oleh Vicky.


Vicky berdiri ketika dia mendengar suara dari luar. Dia bergegas membuka pintu dan menemukan Mama nya tersenyum ke arahnya dan menyapa nya. "Pagi sayang??"


"Pagi Mama, ayo masuk! Pagi sekali Mama kesini, apa Mama mau mengajakku sarapan? Tapi aku belum mandi."


Mama Vicky kembali tersenyum. "Tidak, Mama tidak inginengajakmu sarapan, nanti saja, ini memang masih pagi. Mama ingin bicara denganmu sebentar. Papamu tadi juga kembali tidur lagi dan masih belum bangun."


"Bicara denganku??? Bicara apa Ma???"


Vicky dan Mamanya kemudian duduk di sofa yang ada di kamar Vicky. Mamanya tersenyum dengan cantiknya dan memberikan sesuatu kepada putranya itu. "Ini untukmu, dan nanti kau bisa memberikannya pada Ciara."


Vicky menerima sebuah kotak kecil dan melihat lalu membukanya. Sebuah cincin yang cantik dengan sebuah permata di atasnya. "Cincin???" gumam Vicky. "Aku kan sudah memberi Ciara cincin Ma???"


"Itu cincin pemberian dari Oma mu dulu untuk Mama, dan sebelumnya Mama sudah memberikan satu cincin lainnya kepada kakakmu dan Mama memintanya agar di berikan kepada Geffie, cincin itu di pakai oleh Geffie, Mama juga berharap Ciara akan memakai cincin warisan dari Oma mu sama seperti Geffie." Mama Vicky itu kembali tersenyum.


"Mama ternyata masih menyimpan baik cincin pemberian Oma??" Tanya Vicky.


"Ya, tentu saja. Ketika kau dan kakakmu lahir, Oma kalian memberikan satu cincin lagi kepada Mama, dan mengatakan bahwa Mama nanti harus memberikan cincin-cincin itu kepada kalian agar kalian nanti bisa memberikannya kepada istri kalian. Karena Garviil sudah mendapatkannya maka kini giliranmu untuk mendapatkannya."


Vicky memeluk Mamanya. "Oma begitu menyayangi kami, bahkan jauh-jauh hari sudah memikirkan hal yang seperti ini." Gumam Vicky. Dia merasa terharu dengan apa yang sudah di siapkan oleh Oma dan juga Mama nya.


"Simpan baik-baik, kau bisa memberikannya pada calon istrimu nanti. Mama harus kembali ke kamar Mama, takut Papamu sudah bangun, bersiaplah nanti kita turun untuk sarapan."


Vicky melepaskan pelukan Mamanya dan menganggukkan kepalanya. "Iya Ma."


Mama Vicky kemudian keluar dari kamar putranya. Vicky menutup pintu kamarnya dan kembali duduk di sofa. Dia terdiam menatap cincin pemberian Mama nya tadi. Cincin inj begitu luar biasa, tampilannya yang sederhana tetapi di berikan penuh dengan cinta dan berjuta pengharapan dari Oma dan juga Mamanya, sehingga memiliki kesan yang begitu dalam. Cincin ini harus di pakai oleh perempuan yang sangat dia cintai, dan perempuan itu juga harus memiliki kebaikan serta cinta yang tulus untuknya, tetapi Vicky tahu bahwa Ciara bukanlah perempuan itu. Vicky tentu tidak akan bisa memberikan cincin yang penuh dengan history ini kepada perempuan jahat seperti Ciara. Rasanya sangat tidak rela jika dia memberikan cincin ini pada Ciara. Vicky tidak bisa melakukannya. Tetapi bagaimana kalau Mamanya menanyakan kenapa dia tidak memberikan cincin ini pada Ciara nanti. Vicky harus menjawab apa. Dan sungguh tidak rela jika cincin ini harus di pakai oleh Ciara yang licik itu, Vicky tidak bisa menerimanya. Dia harus melakukan sesuatu agar tidak perlu memberikan cincin ini kepada Ciara nantinya.


Vicky memilih diam dan tampak memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya tidak memberikan cincin warisan Omanya itu pada Ciara. Tetapi dia juga harus berhasil membawa Ciara ke dalam rencananya yaitu menikah dengan Ciara.


★★★


Keesokan harinya.


Garviilembiarkan Geffie membeli apapun yang di butuhkannya, karena selama menjadi istrinya, Geffie jarang sekali meminta sesuatu pada Garviil, dan meski Garviil tentu saja memberikan uang bulanan untuk kebutuhan Geffie, istrinya itu hanya menggunakan seperlunya dan Geffie sendiri juga jarang sekali shopping kecuali memang ada yanv benar-benar dia inginkan. Dan kali ini Garviil yang justru memaksanya agar membeli semua yang Geffie butuhkan. Ada penolakan tadi tetapi Garviil berhasil untuk memaksa dan membujuknya. Akhirnya Geffie mengiyakan.


Setelah beberapa jam akhirnya Gevi pun selesai dia sudah membeli beberapa baju, tas, hingga sepatu dan juga beberapa aksesoris di beberapa toko barang branded. Hari juga sudah siang, perut Garviil dan Geffie juga sudah keroncongan, akhirnya Garviil mengajak Geffie berhenti di sebuah restoran untuk makan siang setelahnya mereka akan pulang dan menghabiskan waktu berdua di rumah. Karena besok pagi-pagi sekali Garviil sudah harus kembali ke Boston sehingga hari ini dia ingin menghabiskan waktunya bersama Geffie dengan baik.


Mereka memesan makanan di sebuah restoran Prancis mengingat Geffie sangat menyukai makanan khas Perancis. setelah memesan Mereka pun menunggu pesanan mereka datang Kevin dan Kevin memilih untuk mengobrol Geffie pun mengucapkan terima kasih kepada suaminya untuk waktunya hari ini dan memberikannya banyak sekali barang saya senang karena dia bisa memberikan apa yang diinginkan oleh istrinya.


"Sayang, sepertinya ponselmu berbunyi," ucap Geffie.


Garviil mengambil ponselnya yang ada di dalam saku, kemudian dia tersenyum ketika melihat ternyata Mamanya yang menghubunginya melalui panggilan video pun mengangkatnya dan langsung menyapa mamanya. "Hai Mama. Mama belum tidur??" tanya Garviil mengingat saat ini di tempat mamanya berada adalah malam hari.


"Oh belum sayang, kau sedang keluar dengan istrimu ya???"


"Iya Ma, kami baru selesai jalan-jalan dan kami sekarang ada di restoran untuk makan siang, karena lapar sekali. Mama besok jadi kembali ke Indonesia???"


"Jadi dong, besok siang mama dan papa akan kembali ke Indonesia, sementara adikmu akan langsung terbang ke Amerika mengingat pekerjaan di kantor juga pasti banyak kan, jadi dia akan langsung menyusul pulang. Oh iya sebenarnya Mama menghubungimu karena ada hal penting yang harus Mama sampaikan kepadamu dan ini juga sangat membahagiakan untuk kita semua."


Garviil menggerutkan dahinya. "Apa??? Memangnya hal penting apa Ma??"


"Jadi setelah pertemuan keluarga kita dengan keluarga Ciara tadi, kita memutuskan bahwa bulan depan adalah waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan Vicky dan Ciara, kita semua setuju bulan depan pernikahan mereka akan diadakan dan itu akan dilakukan di Indonesia. Kita sudah sepakat mengingat keluarga kita basicnya semua semuanya tinggal di Indonesia, jadi Mama berharap kau dan Geffie juga bisa segera mengatur waktu nantinya untuk menghadiri acara pernikahan Vicky dan Ciara."


"Apa??? Vicky dan Ciara akan menikah bulan depan??? Mama serius???"


"Iya Garviil sayang, kita sudah memutuskan pernikahannya tanggal 11 bulan depan, jadi tolong kau atur jadwalmu. Dan jika bisa Geffie juga harus datang ke Indonesia bersama denganmu dan merayakan kebahagiaan Vicky dan Ciara. Sebenarnya Vicky meminta Mama memberitahumu besok saja tetapi Mama terlalu excited sehingga Mama pikir harus bisa segera memberitahumu dan juga Geffie. Bagaimana Kau senang kan mendengar kabar pernikahan adikmu ini?".


Garviil terdiam memandangi istrinya yang duduk di depannya ternyata pernikahan Vicky dan Ciara sudah diatur dilaksanakan bulan depan. Hal ini benar-benar membuat Garviil sangat khawatir sekali tapi apa yang bisa dia lakukan. Vicky sudah merencanakan semua ini dan rencana Vicky sepertinya berhasil, hanya saja Garviil sangat meragu dengan pernikahan yang akan diadakan itu. Garviil kemudian Menatap layar ponselnya lagi dan melempar senyum tipisnya ke arah mamanya. "Iya Ma, aku senang sekali," gumamnya pelan.


"Syukurlah kalau kau senang. Pokoknya kita harus menyiapkan pernikahan ini dengan sangat bagus dan meriah seperti acara pernikahanmu dan Geffie dulu. Mama senang sekali, dan juga mama tentu akan meminta bantuan dari mertuamu untuk membahas tentang tempat acara hingga dekorasi dan juga hal yang lainnya seperti hotel yang nanti digunakan oleh Vicky dan juga Ciara, mengingat mertuamu punya banyak kenalan eo ataupun wo serta punya banyak tempat yang cantik untuk acara seperti ini."


"Ya, itu dia bagus, mama bisa berdiskusi dengan papa Iel dan juga Mamay."


"Ya sudah sayang, lanjutkan jalan-jalanmu dengan istrimu. Mama akan langsung beristirahat dan besok bisa kembali ke Indonesia. Oke bye sayang." Panggilan itupun di akhiri dan membuat Garviil memasang wajah kesal dengan apa yang baru saja di dengarnya dari Mamanya.