Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Pergi Jalan-jalan



Sementara itu, Paul menjemput Bianca di rumah perempuan itu di rumah. Sejak pertemuan di butik itu, Bianca dan Paul semakin akrab dan mereka mengatur janji untuk bertemu. Bianca merasa senang sekali dengan perhatian yang di berikan oleh Paul kepadanya. Lelaki itu selalu membalas pesannya dengan cepat, selalu menghubungi jika ada kesemppatan, sangat perhatian sekali untuk hal yang sangat detail. Bahkan meski baru beberapa hari kenal, Bianca sudah di buat terkesima oleh perhatian dari Paul. Victor selama ini tidak pernah bersikap seperti Paul. Berbeda 180 derajat. Dan Bianca mulai merasa senang sekali saat ini.


Bianca sudah berdandan secantik mungkin untuk menyambut kedatangan Paul. Lelaki itu akan mengajaknya jalan-jalan. Tetapi Bianca tidak tahu akan di bawa kemana oleh Paul. Yang jelas lelaki itu mengatakan jika ingin mengajaknya jalan-jalan.


Suara bel terdengar, Bianca mendorong kursi roda nya dan membuka sendiri pintu itu. Dia tersenyum dengan cantiknya kemudian menyapa Paul. Lelaki itu terlihat tampan sekali, senyumnya manis, sangat jauh berbeda dengan Victor yang dingin dan kaku.


"Are you ready???" Tanya Paul, apakah Bianca sudah siap untuk pergi dengannya.


"Yes, I'm ready, shall we go?" Tanya balik Bianca.Dia sudah siap, dan apakah mereka akan langsung berangkat.


Paul menganggukkan kepala nya."Yes, of course. Let's go.!!!" Paul berpindah ke belakang Bianca dan mendorong kursi roda perempuan itu keluar dari rumah. Dengan hati-hati, Paul membantu Bianca masuk ke dalam mobinya. Meletakkan kursi roda Bianca di bagasi mobil. Lalu Paul masuk k dalam mobil dan mengemudikannya.


"Where are we going???" Tanya Bianca kemana mereka akan pergi.


Paul menoleh dan tersenyum.   "I'll take you to Crane Beach." Paul akan mengajak Bianca ke Crane Beach.


"Crane beach????"


Paul menganggukkan kepala nya. "Yes, do you like it???" Paul bertanya apakah Bianca suka atau tidak tempat itu.


Bianca tersenyum. "Of course, it's a really beautiful beach." Tentu saja Bianca suka, itu pantai yang sangat indah.


"It's great that you like it. But anyway, is it okay for me to take you out? I'm afraid your fiancé will find out and you'll be in big trouble later." Paul besyukur jika Bianca suka. Tapi dia bertanya apa tidak apa-apa jika dia mengajak Bianca pergi. Paul takut tunangan Bianca tahu dan Bianca nanti akan dalam masalh besar.


Bianca menggelengkan kepala nya. "Not at all, my fiancé is so busy that he will only see me on weekends. He's always busy with his business." Ujar Bianca. Tidak sama sekali, karena tunangannya sangat sibuk bahkan lelaki itu akan bertemu dengannya saat weekend saja. Dia selalu sibuk dengan bisnis nya.


"Is it really okay???" Paul ingin memastikan lagi apa Benar ini tidak apa-apa.


"Not at all."


Senyum penuh kemenangan muncul di wajah Bianca. "I haven't had a vacation in a long time either. My fiancé is so busy that he rarely has free time to take me out." Ucap Bianca, dia juga sudah lama tidak liburan. Tunangan nya terlalu sibuk hingga jarang sekali memiliki waktu luang untuk mengajak nya pergi.


"Really????"


Bianca menganggukkan kepala nya. ""True, our marriage is getting closer but I feel like he's getting further away from me." Gumam Bianca sedih. Mengatakan pada Paul jika pernikahan nya sudah semakin dekat tetapi dia merasa Tunangannya justru semakin jauh darinya.


"You poor thing?" Paul merasa kasihan sekali dengan Bianca.


"He's always been like that." Gumam Bianca dengan sedih. Bianca mengatakan jika tunangannya memang seperti itu sejak dulu.


Paul menoleh menatap perempuan yanga ada di sebelahnya itu. Dia melihat dengan jelas kesedihan yang ada di wajah Bianca. Peremuan itu terlihat sangat kesepian. "Don't be sad, I'm a very compassionate person, I'll comfort you so you won't be sad anymore." Paul meminta Bianca agar jangan sedih, dia adalah orang yang sangat menyanangkan, sehingga Paul akan menghibur Bianca supaya tidak sedih lagi.


Bianca mengangkat keepala nya dan menoleh ke Paul kemudian tersenyum. Lelaki itu memang ceria dan sanyumnya sangat manis sekali. Itu benar bahwa mungkin Paul memang laki-laki yang menyenangkan. "But Paul, why are you telling me this now??? I didn't bring any clothes for the sleepover???" Bianca mengeluh kenapa Paul baru bilang sekarang. Dia tidak membawa pakaian kalau harus menginap.


Paul tersenyum. "The clothes thing is easy, we can buy at the boutique, I'll take you to buy." Masalah pakaian itu gampang, mereka bisa membeli di butik, Paul akan mengantar Bianca  membeli nya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar hampir satu jam, sampailah mereka di pantai itu. Paul turun dan membuka bagasi mengeluarkan kursi roda Bianca. Kemudian membawa perempuan itu masuk ke resort. Dan tentu saja hanya satu kamar, karena memang Paul hanya memiliki satu voucher saja. Paul megatakan pada Bianca jika nanti dia akan tidur di sofa sedangkan Bianca bisa tidur di ranjaang.


Masuklah mereka ke kamar di rsort itu. Kamar yang langsung menghadap ke Laut. Bianca duduk di jendela dan melihat pemandangan pantai yang biru dengan ombak yang tenang. Paul berdiri di belakangnya. ""Isn't the scenery beautiful here???" Tanya Paul pada Bianca mengenai pemandangannya disini.


Bianca menganggukkan kepala nya, mendongak memandang wajah Paul dan tersenyum. Setuju jika pemandangannya sangat cantik sekali.


"Do you want to sit on the sofa???" Tanya Paul lagi apakah Bianca ingin duduk di sofa, dan perempuan itu menganggukkan kepala nya. Paul pun begegas membantu Bianca. Paul tidak membantu Bianca berdiri tetapi dia langsung mengangkat Bianca yang seolah ringan untuknya. Paul membawa Bianca ke sofa dan perempuan itu melingkarkan lengannya di leher Paul dan menatap wajah tampan lelaki itu. Paul semakin luar biasa ketika di pandang dari jarak dekat. Hingga tiba-tiba saja kaki Paul menyandung kaki meja membuat Paul langsung jatuh, untungnya Bianca jatuh di sofa dan Paul dalam posisi di atas Bianca. Wajah mereka bertatapan dengan sangat dekat sekali. Mereka saling memandang, dan tatapan itu begitu dalam. Hingga beberapa detik kemudian Paul semakin mendekatkan wajahnya di wajah Bianca dan mencium bibiir Bianca yang manis itu. Bianca memejamkan matanya dan membiarkan Paul menciiumnya, Bianca sangat merindukan hal inttiim seperti ini. Sudah lama Victor tidak menciumnya.


Bianca membuka muIutnya dan membiarkan Iidah Paul meneIusup masuk ke dalam mulutnya. Dan Bianca juga membalas Iumatan dan ciuman Paul.