Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
I Love you



Sekembalinya dari kantor, sesuai janji nya Vicky datang ke apartemen Tiffany. Tidak lupa dia membeli kue kesukaan Tiffany sebagai buah tangannya.


"Hay...." Sapa Vicky ketika apartemen dibuka oleh Tiffany, dia pun tersenyum lebar dan mengangkat oleh-oleh yang dibawa "I bought your favorite cake."


"Come in!". Ucap Tiffany sembari memundurkan langkahnya dan mempersilahkan Vicky masuk.


Vicky masuk meletakkan kue yang di bawa nya di atas meja. Tiffany tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat. Membuat Vicky terkejut dan tidak biasa nya kekasihnya itu seperti ini. Tetapi Vicky membalas pelukan Tiffany dan mengecup kepala perempuan yang sangat di cintai nya itu.


"You must be really busy today?"  Tanya Tiffany masih memeluk Vicky. Bertanya bahwa pasti kekasihnya itu sibuk sekali.


"Yes, it's been busy, but not too much, I'm still adapting and Garviil has been very helpful." Vicky menjelaskan jika dia cukup sibuk, tetapi tidak terlalu juga, dia masih beradaptasi dan Garviil sangat membantu sekali.


"I want to hug you longer, can't I?" Tanya Tiffany. Dia ingin memeluk Vicky lebih lama, dia bertanya boleh atau tidak pada Vicky.


"Of course, why not. You missed me a lot, didn't you?" Tentu saja, kenapa tidak. Vicky bertanya bahwa sepertinya Tiffany sangat merindukan nya.


"Yupz.." Gumam Tiffany pelan. "I don't know if we can go on like this forever..." Tiffany tidak tahu apakah bisa mereka seperti ini seterusnya atau tidak.


"Of course we can, why are you talking like that? We love each other, and we have the support of our families. Why are you worried? I will never leave you or betray you because I love you too much. So don't say anything worrying, we'll be together forever.". Tentu saja bisa, kenapa Tiffany berbicara seperti itu. Mereka saling mencintai, dan mereka juga sudah mendapatkan dukungan dari keluarga mereka. Kenapa Tiffany tampak khawatir. Vicky tidak akan pernah meninggalkan atau mengkhianati Tiffany karena dia terlalu mencintainya. Jadi Vicky meminta agar Tiffany jangan bicara sesuatu yang mengkhawatirkan, karena mereka akan bersama seterusnya.


"Ahhhh or how about we just get married tomorrow??? You want to???" Vicky menngoda Tiffany mengatakan bagaimana jika besok mereka menikah saja. Vicky melepaskan pelukan Tiffany menatap perempuan cantik itu sembari tersenyum.menggoda nya. Bertanya Tiffany mau atau tidak. "You want me to marry you tomorrow...???" Tanya Vicky lagi.


Tiffany pun tersenyum mendengar godaan dari Vicky. Kemudian dia memeluk Vicky lagi. "I love you so much, sorry if I haven't been able to be good for you." Tiffany sangat mencintai Vicky, dan memintanmaaf jika dia belum bisa menjadi yang baik untuk Vicky.


"I should apologize for not being the best, but I will continue to do whatever it takes to make you happy. Now I want a drink, so can you make some juice for me?" Vicky mengatakan jika dia yang seharusnya minta maaf karena belum bisa menjadi yang terbaik, tetapi dia akan terus berusaha melakukan apapun untuk bisa membahagiakan Tiffany. Sekarang dia ingin minum, jadi apa kah Tiffany bisa membuatkan jus untuknya.


Tiffany mendongak menatap Vicky. "I'll make it." Kemudian melepaskan pelukannya dan menuju dapur. Sedangkan Vicky membuka box kue yang tadi di belinya. Dia sedikit lapar dan ingin mengganjal perutnya dengan kue itu. Karena Tiffany akan membuatkan makan malam untuknya nanti.


Vicky duduk di sofa dan memandangi Tiffany yang sedang membuatkan jus untuknya. Ya, Vicky perlahan sudah meninggalkan kebiasaan buruknya, dia ingin menepati sua janji nya sebelum oma nya meninggal. Menjadi seseorang yang bertanggung jawab dan mencintai perempuan yang tulus, dan tidak menyakitinya. Dan vicky berusaha melakukannya saat ini. Dia hanya ingin berfokus pada pekerjaan baru nya dan juga Tiffany, perempuan cantik, baik dan sangat di cintai nya. Vicky juga coba untuk menjalani hubungan yang sehat seperti hal nya yang di jalani oleh Garviil dan Geffie. Dia sudah menjelaskan semuanya pada Tiffany dan perempuan itu sangat setuju, sehingga saat ini tidak ada lagi hubungan yang melampaui batas seperti sebelumnya. Mereka hanya akan berciuman saja dan berakhir sampai disitu, tidak lagi berlanjut sampai berhubungan badaan.


Hubungan yang sehat dan tidak mengutamakan nafsu semata membuat Vicky merasa lebih nyaman dan sangat menikmati nya walaupun tentu Vicky masih mengalami kesulitan tetapi dia berusaha untuk menahan diri dan mengontrol dirinya sebisa mungkin karena memang baru beberapa hari berjalan. Tetapi dia akan berusaha keras, mengingat dia dulu sangat bebas sekali. Vicky berharap dia dan Tiffany benar-benar bisa berkomitmen dengan baik.


Tiffany membawa segelas jus dan memberikannya pada Vicky. "Watermelon juice without added sugar like your favorite." Ucap Tiffany dan duduk di sebelah Vicky. Tiffany membuat jus semangka tanpa tambahan gula seperti kesukaan Vicky.


"Thank you so much baby..."


"My pleasure... What do you want for dinner? ???? I'll make it special for the two of us." Tanya Tiffany pada Vicky, lelaki itu ingin makan malam apa???? Dia akan membuatkan spesial untuk mereka berdua."


"What is it?" Vicky tampak berpikir. Dia akan memakan apa saja yang di buat oleh Tiffany dan Vicky mengusulkan agar mereka berdua bekerja sama untuk membuat makan malam itu.


Tiffany tersenyum. "Yes, I agree."


"But later, now I want to sit with you and we chat for a while, I'm still tired and want to hug you, you said you wanted to be hugged by me for a long time, right?" Vicky meminta nanti saja, sekarang dia ingin duduk bersama Tiffany dan mereka mengobrol sebentar. Vicky masih lelah dan ingin memeluk Tiffany, yang tadi bilang ingin di peluk lama oleh nya.


Tiffany terkekeh. Lalu mendekat ke Vicky dan membiarkan lelaki itu memeluknya. Tiffany tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini kepada semua mantan kekasihnya. vicky yang penuh senyum, suka bercanda dan sangat romantis, membuat Tiffany juga sangat menyayangi serta mencintai nya. Vicky satu-satunya laki-laki yang benar-benar membuatnya nyaman sekali.


Malam harinya


Vicky membantu Tiffany membuat makan malam. Vicky memilih memotong beberapa sayuran sedangkan Tiffany yang memasak. Mereka serius dengan pekerjaan masing-masing tetapi sesekali mereka mengobrol, Vicky beberapa kali bertanya tentang apa yang harus di kerjakan oleh nya pada Tiffany dan dengan sabar Tiffany menjelaskannya.


Tiffany ingin membuat makan malam sederhana saja. Dia ingin membuat tuumisan sayur dan daging saja sebagai menu makan malam nanti. Vicky tidak mempermasalahkan nya dia bisa makan apa saja.


Setelah selesai sibuk memasak, akhirnya makanan yang mereka buat, mereka membawanya ke meja makan dan menikmati nya bersama. Raut bahagia terlihat jelas di wajah kedua nya. Dan Vicky tidak berhenti memandangi wajah Tiffany. Entah kenapa wajah Tiffany terlihat berbeda dari biasanya, tidak tahu kenapa, tetapi itu yang sejak tadi di pikirkan oleh Vicky. Dan Vicky berpikir mungkin karena suasana bahagia sedang di rasakan oleh Tiffany. Vicky tidak mau terlalu memikirkannya.


Vicky menyuapkan tumisan sayur buatan Tiffany dan mengunyah nya dengan perlahan untuk merasakannya. Dan rasanya sangat enak. Vicky memuji masakan Tiffany. "Delicious, this is what I like, the vegetables are not too soft and not too hard, delicious." Enak, ini yang dia suka, sayur nya tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras, enak.


"You're not lying to please me, are you?" Tanya Tiffany. Vicky tidak bohong untuk menyenangkan dirinya.


"No, I'm not lying, it's really good. You try it yourself." Vicky  tidak berbohong, ini memang enak. Dan meminta Tiffany mencoba sendiri. Vicky menyuapi Tiffany meminta kekasihnya itu untuk merasakan sendiri hasil masakannya dan memang rasanya enak.


Mereka saling melempar senyum. Dan bersama-sama menikmati makanan itu. "I'm glad you like it." Tiffany senang karena Vicky menyukai nya.


"You can cook for me every day if you want. I would be very happy." Vicky berujar Tiffany bisa memasak untuknya setiap hari jika perempuan itu mau. Dia akan senang sekali.


Tiffany tersenyum. "I wish I could do it, but what if I can't do it anymore? You're not mad at me...." Tiffany berharap bisa melakukannya, tapi bagaimana kalau dis tidak bisa melakukannya lagi??? Vicky tidak  akan marah padanya kan? Tanyanya pada Vicky"What are you talking about baby? Why are you talking like that, you can cook anything for me, there's no way you won't do it again." Vicky memprotes apa yang di katakn Tffany. Kenapa harus bicara seperti itu, Tiffany bisa memasak apapun untuknya, mana mungkin Tiffany tidak akan melakukannya lagi. Ujar Vicky dan Tiffany hanya tersenyum. Mereka melanjutkan makan sampai selesai, kemudian Vicky berpamitan pulang. Lagi-lagi Tiffany memeluknya sangat erat sekali.


Setelah Vicky pulang, Tiffany masuk ke apartemennya, bersamaan dengan itu ponselnya berdering dan ternyata itu panggilan video dari Geffie. Tiffany langsung mengangkatnya dan berbaring di tempat tidurnya. Tiffany sangat merindukan sahabatnya itu setelah hampir dua minggu tidak bertemu karena Geffie pulang ke Indonesia.


"Hay Re...." Sapa Tiffany.


"Hay....!" Senyum cantik Geffie menghiasi wajahnya."Uh by the way, you look more radiant only hehehe change skincare huh???" Goda Geffie yang melihat wajah Tiffany lebih bersinar dari sebelumnya. Menanyakan apakah Tiffany berganti skincare


"What are you? When are you coming back? I miss you so much and don't let you not see me again later." Tiffany berkata kapan Geffie  akan kesini lagi??? Dia sangat merindukan sahabatnya itu dan jangan sampai nanti Geffie tidak melihatnya lagi.


"Ihhh what the heII? I'll be back the day after tomorrow, pick me up at the airport with Garviil. ????" Geffie memberitahu jika dia akan kembali lusa, meminta Tiffany menjemput nya di airport bersama Garviil.


"Ummmmhhh, Yes, if I have time." ucap Tiffany, dia akan menjemput Geffie kalau sempat.


."


"Diiihhhh, you're so busy." ???? You're so happy? I bet Vicky is there??" Geffie mengejek Tiffany yang sok sibuk sekali. Dan dia melihat Tiffany sumringah sekali. Menebak mungkin karena Vicky ada disana.


"He just came home, we just finished dinner." Tiffany memberi tahu jika Vicky  baru saja pulang, mereka baru selesai makan malam.


"Owhhh Vicky just got home. I also just finished chatting with Garviil and I really missed you so I contacted you, eh but you promise to pick me up at the airport, instead of you doing nothing at the apartment, anyway you're just going to send a cv to Garviil's company at the same time as me right??? so you're not doing anything. Pick me up later?" Geffie  juga baru selesai mengobrol dengan Garviil dan dia sangat merindukan Tiffany jadi dia sekarang menghubungi Tiffany. Geffi meminta Tiffany berjanji nanti untuk menjemput nya di bandara, daripada Tiffany tidak melakukan apapun di apartemen, lagipula Tiffany baru akan mengirim cv ke perusahaan Garviil bersamaan dengannya, jadi Tiffany tidak sedang ada kegiatan apapun.


Tiffany tersenyum. "Okay" Gumamnya.


Mereka kemudian mengobrol dan membahas berbagai hal. Sampai kemudian panggilan video itu berakhir karena Tiffany mengantuk.


★★★★


Beberapa hari kemudian....


Saat sedang sibuk menatap monitor komputer di depannya. Vicky teralihkan ketika sekretarisnya mengetuk pintu ruangannya dan memberitahu jika ada yang mencarinya dan menunggu di depan. Vicky bertanya siapa yang datang dan di beritahu jika ternyata Tiffany. Vicky cukup terkejut dan memeriksa ponselnya tidak ada pesan dari Tiffany tetapi kenapa kekasihnya itu datang kesini. Vicky akhirnya beranjak dari kursi kerja nya dan keluar ruangan nya.


Tiffany sedang menunggu nya di lobi kantor. Vicky akhirnya Turun dan dia melihat Tiffany duduk di sofa yang ada disana, sedang menunggu nya. "Baby??? You came here why didn't you tell me??" Tanya Vicky menghampiri Tiffany lalu duduk di sebelah kekasihnya itu. Dia bingung kenapa Tiffany datang tidak memberitahu nya.


"Check this out...????" Tiffany menunjukkan kantung makanan yang di bawahnya. "I made lunch for you. It's lunchtime soon.... I made vegetable and meat stir fry just like yesterday, you seemed to like it so I made it again for you. You have to eat it and finish it lest I leave later, you don't eat it. You'll get sick, I don't want to see you sick." Ternyata Tiffany membuat makan siang untuk Vicky. Karena sebentar lagi jam makan siang. Tiffany membuat tumisan sayur dan daging, sama seperti kemarin. Karena Vicky terlihat menyukai nya jadi dia membuatkannya lagi untuk lelaki itu. Vicky harus memakannya dan menghabiskannya jangan sampai saat Tiffany pergi nanti, Garviil tidak memakannya. Nanti Vicky akan sakit, Tiffany tidak mau melihatnya sakit.


Vicky tersenyum. "Yes, I'll finish it. Thank you, baby.... You're the best and I love you." Dia akan menghabiskannya. Kemudian berTerima kasih pada Tiffany, karena Tiffany yang terbaik dan dia mencintai Tiffany.


"You seem to be very busy...? You're doing a lot of work, aren't you?" Tanya Tiffany pada Garviil yang sepertinya sibuk sekali. Pekerjaan lelaki itu pasti  sedang banyak.


"Yes, Garviil gave me some files to study. And I've been reading them all morning while checking them, fearing that something might be wrong." Garviil memebri Vicky beberapa berkas untuk dia pelajari. Dan dari pagi dia membacanya sekaligus memeriksa nya, takut ada yang salah.


Tiffany tersenyum."You must be enthusiastic about working, and help Garviil well, so that he will be more proud of you, not only Garviil, but later your Mama and Papa will also be proud, especially your Oma." Vicky harus semangat bekerja, dan membantu Garviil dengan baik, supaya dia semakin bangga denganmu, tidak hanya Garviil saja, nanti Mama dan Papa Vicky juga pasti akan bangga, terutama Oma nya.


"I want you to be proud of me too..." Vicky juga ingin Tiffany bangga dengan nya.


"That's for sure. You go back to work and don't forget to finish the food, or else I will be very angry with you, you take good care of yourself, don't eat late, and don't forget to always love me."Ucap Tiffany. Itu pasti, dia akan bangga dengan Vicky. Tiffany berpamitan pada Vicky dan meminta lelaki itu kembali bekerja dan jangan sampai  lupa menghabiskan makanannya, atau kalau tidak, Tiffany akan marah sekali dengannya. Tiffany jaga meminta Vicky menjaga diri aik-baik, jangan telat makan, dan jangan lupa untuk selalu mencintainya.


"I promise..."


Tiffany meraih tangan Vicky dan mengecupnya. Lalu Tiffany tiba-tiba memeluk Vicky dengan erat, seolah mengabaikan bahwa dia sedang di lihat oleh banyak orang di kantor ini tetapi Tiffany tidak peduli dan memeluk Vicky. Lelaki itu juga membalasnya dan mengusap punggungnya lembut. "I love you so much..." Gumam Tiffany.


"I love you very much too. " Sahut Vicky.


Tiffany kemudian melepaskan pelukannya dan mengecup bibir Vicky lalu tersenyum. "I'll go first, take care of yourself." Ucap Tiffany, dia akan pergi dulu, dan kembali meminta Vicky menjaga diri.


"Thanks for lunch, you also go straight home and be careful on the road." Vicky mengucapkan terima kasih pada Tiffany untuk makan siangnya, dan meminta Tiffany langsung pulang dan berhati-hati di jalan.


Tiffany menganggukkan kepala nya dan dia berdiri dari sofa. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Tiffany kemudian berbalik badan dan meninggalkan kantor ini, tidak lupa dia melambaikan tangannya pada Vicky lalu berjalan keluar. Setelah Tiffany keluar dari pintu, Vicky tersenyum memegang kantung makanan yanv di bawakan oleh kekasihnya itu. Merasa sangat beruntung karena Tiffany sangat perhatian dengannya. Vicky berbalik badan dan dia berjalan untuk kembali lagi ke ruangannya.


Tiffany keluar dari kantor Garviil dan dia berjalan menuju jalan raya dan hendak menyebrang. Hingga tiba-tiba tanpa dia sadari, ada mobil melaju dengan sangat kencang dan langsung menabraknya. Membuat tubuh Tiffany langsung terpental dan jatuh ke aspal jalanan dengan sangat keras. Dan kepala nya membentur trotoar dengan sangat keras sekali.


Orang-orang yang berada di sekitar pun berteriak dan berlarian menghampiri Tiffany yang sudah terkapar penuh darah.


Security yang berjaga di kantor Garviil juga melihatnya. Kejadiannya begitu cepat, hanya sepersekian detik, hingga membuatnya sangat terkejut sekali. Sadar bahwa perempuan itu baru saja keluar dari dalam kantor dan bertemu dengan adik dari bosnya yaitu Vicky. Dia membuka pintu dan langsung meminta resepsionis memanggil Vicky karena perempuan yang bertemu Vicky tadi mengalami kecelakaan.


"Mr. Vicky....!!!" Panggil sekretarisnya ketika Vicky baru saja keluar dari lift setelah dari lantai bawah. Sekretaris Vicky itu berlari menghampiri Vicky. I" was just contacted by the receptionist, there was an accident in front, she said a woman was hit by a car and the woman just met you." Dia baru di hubungi resepsionis, ada kecelakaan di depan, katanya seorang perempuan di tabrak oleh mobil dan perempuan itu baru saja bertemu dengan Vicky.


Vicky menjatuhkan kantung makanan yang di bawa nya. "What did you say?????"


"Yes sir, just now the receptionist contacted me and asked me to inform you." Dia memberitahu Vicky lagi jika baru saja resepsionis menghubungi nya dan meminta dia memberitahu Vicky.


Vicky langsung berbalik badan dan kembali masuk ke dalam lift untuk turun ke bawah.


Sampai di bawah, Vicky langsung berlari keluar dari dalam kantor dan dia melihat ada orang berkerumun. Dia berlari cepat dan menyingkap orang-orang yang sedang berkerumun itu. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Tiffany sudah terkapar penuh dengan darah. Vicky menghampiri Tiffany dan langsung memeluknya. "Tiffany.....!!!! Baby......!!!" Teriaknya tetapi sudah tidak ada gerakan dari Tiffany. Vicky menangis dan memeluk Tiffany terus memanggilnya, kemudian orang-orang berkerumun itu memberitahu jika ambulan dan polisi akan segera datang.


Sementara itu, sekretaris Vicky berlari menuju ruangan Garviil. Dan dia memberitahu Garviil mengenai kecelakaan yang terjadi pada perempuan yang baru saja bertemu dengan Vicky. Mendengar itu, Garviil langsung keluar dari ruangannya dan memastikan apa yang terjadi.


"Tiffany, Wake up... Please baby, wake up.....!!!!" Vicky memeluk Tiffany tidak lama ada polisi datang dan meminta Vicky untuk menjauh agar mereka bisa mengevakuasi Tiffany. Petugas ambulan juga sudah membawa tandu untuk memberikan pertolongan pada Tiffany.


Saat itu juga Garviil berlari keluar dan dia sangat terkejut sekali karena adiknya menangis, di bantu berdiri oleh polisi. Tampak Vicky enggan jauh dari Tiffany. Garviil juga terkejut ketika mendapati ternyata yang kecelakaan adalah Tiffany. Garviil menghampiri Vicky dan membawa adiknya menjauh agar petugas medis bisa mengevakuasi Tiffany. "Vic....!" Ucap Garviil dan memeluk adiknya.


"Kakak, Tiffany... Dia..." Suara Vicky terbata.


"Tenanglah, mereka akan mengurusnya, Tiffany akan baik-baik saja."


"Tiffany tidak bergerak kak, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya...???"


"Semua akan baik-baik saja. Kita harus ke rumah sakit untuk memastikan semuanya.... Ayo.."


****


"Apa yang terjadi Vic???" Tanya Garviil pada adiknya yang duduk di sebelahnya.


"Aku tidak tahu.... Tadi dia mengantar makan siang untukku dan dia berpamitan untuk pulang, aku kembali ke atas tetapi tiba-tiba aku di beri tahu jika ada kecelakaan di depan dan yang kecelakaan adalah perempuan yang baru saja bertemu denganku. Kak.. Aku benar-benar takut sekali, Tiffany tidak bergerak dan dia jiga tidak bernapas..." Vicky tampak panik dan dia menangis ketakutan.


"Tiffany akan baik-baik saja." Ucap Garviil mencoba menenangkan adiknya. Kesedihan di wajah Vicky adalah kesedihan yang sama ketika mereka kehilangan Oma mereka. Garviil sendiri juga merasa skeptis ketika melihat keadaan Tiffany yang sudah tidak bergerak, darah sudah keluar dari mulut dan telinga nya. Yang Garviil tahu jika keadaan sudah seperti itu akan sangat sulit sekali. Garviil juga bingung bagaimana dia harus menghubungi dan memberitahu Geffie. Karena saat ini Geffie sendiri sedang dalam perjalanan kembali kesini, tentu Geffia tidak bisa di hubungi.


Ketika Tiffany sudah di turunkan dari ambulans, petugas memberitahu jika Tiffany sebenarnya sudah meninggal dunia. Tiffany seprtinya mengalami benturan yang sangat keras hingga membuatnya langsung meninggaI seketika. Kemudian mereka membawa Tiffany untuk di otopsi dan di bersihkan dan meminta Garviil dan Vicky memberitahu keluarga lainnya.


Detik itu juga dunia Vicky seakan runtuh seketika. Dia terduduk lemas di tanah dan Garviil langsung memeluk adiknya untuk memenangkannya.


"Kakak.....!!! Ini bukan mimpi kan????? Tidak mungkin Tiffany meninggalkanku, tadi dia bilang ingin kembali dan memintaku menjaga diri dengan baik, tetapi kenapa dia malah tidak menjaga diri nya sendiri. Dia membohongiku kak, dia tidak mencintaiku, dia bohong, kenapa dia pergi secepat ini????" Tangisan Vicky begitu memilukan membuat Garviil juga tidak bisa berkata apa-apa lagi. Adiknya benar-benar sedih dan terpukul saat ini.


"Vic, kita harus ikhlas, kau harus kuat, saat ini kita harus menghubungi keluarga Tiffany."


"Apa yang harus aku katakan pada mereka???? Aku tidak menyuruh Tiffany datang dan mengantar makan siang untukku, tapi kenapa dia datang, dan sekarang jadi seperti ini, kenapa dia tidak berdiam diri saja di apartemen kak....????"


Garviil memeluk punggung Adiknya untuk bisa memenangkannya. Hati Vicky sangat hancur sekali saat ini.