Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Vicky berkorban



Garviil sudah ada di sana menunggunya, ekspresinya tampak cemas. Lelaki itu setengah berdiri ketika melihat Geffie mendekat.


“Geffie.” Gumam Garviil menatap Geffie dengan penuh kerinduan. Tiba-tiba Geffie merasa kasihan kepada lelaki ini, lelaki yang begitu kuat dan berkuasa. Tetapi sekarang tampak begitu lelah dan berantakan, apakah itu karena dirinya????


“Geffie.” Garviil menatap Geffie dalam ketika perempuan itu duduk di depannya. “Terima kasih sudah mau bertemu denganku dan memberiku kesempatan kedua. Aku.. aku ingin menjelaskan semuanya padamu..”


Geffie tersenyum lembut pada Garviil. “Aku sudah tahu semuanya, Garviil.”


“Sudah tahu semuanya????” Garviil mengerutkan keningnya


“Iya.” Geffie menganggukkan kepalanya. “Vicky memberitahuku semuanya tentang kisah pertunanganmu dengan Bianca. Dia meluruskan semua kesalahpahaman.” Ujar Geffie.


Itu adalah salah satu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Garviil. Vicky memberitahu Geffie??? Semuanya??? Apa maksud Vicky???


“Apa yang Vicky beritahukan kepadamu????” Tanya Garviil penasaran.


“Semuanya.” Geffie menatap Garviil dengan lembut, merasa tidak tega ketika menemukan kepedihan di mata itu. Dia yang menyebabkannya. Kemarahannya waktu itu, ketika dia tidak mau menerima penjelasan Garviil telah membuat lelaki itu menderita.


“Dan apakah dia mengatakan bahwa aku tidak mencintai Bianca sama sekali????” suara Garviil menjadi serak.


Geffie menganggukkan kepalanya. “Maafkan aku Garviil atas semua kesalahpahamanku kepadamu. Aku mengataimu lelaki jahat, aku menganggapmu sama brengseknya dengan Mike. Ternyata kau hanyalah lelaki yang terlalu baik hati.”


Garviil mengernyit pedih. “Dan kebaikan hatiku ternyata membuatku tersiksa. Dulu aku mengira bisa menjalaninya bersama Bianca. Toh pada awalnya aku mencintainya, aku pikir aku bisa menerima dan memaafkan... Tetapi kemudian seperti katamu, mudah memang untuk memaafkan, tetapi sulit untuk melupakan...” Garviil mendeesah. “Setiap melihat Bianca aku merasa muak, membayangkan harus menjalani hidupku bersamanya membuatku sangat tersiksa... Tapi janji sudah diucapkan dan harus ditepati, aku bertekad untuk menjalankannya.” Mata Garviil menatap Geffie dalam-dalam. “Sampai akhirnya aku bertemu denganmu.”


Geffie membalas tatapan Garviil dan membiarkan lelaki itu meraih jemarinya dengan lembut, Garviil lalu melanjutkan. “Aku tidak pernah menyapa pelanggan manapun sebelumnya, apalagi seorang perempuan, sama sekali tidak pernah... Tapi kau membuatku tidak bisa menahan diri, kau dengan tubuh mungilmu dan ekspresi seriusmu ketika menghadap laptop membuatku melupakan semua aturanku. Aku menyapamu dan kau membalas sapaanku.” Garviil menatap Geffie dengan penuh cinta. “Detik itu juga, ketika kau mengucapkan halo kepadaku, kau sudah memiliki hatiku. Dan saat itu aku berkata dalam hatiku NOW, I FOUND YOU."


Sebuah pernyataan yang sangat indah. Mata Geffie tiba-tiba terasa panas. Lelaki ini sungguh tak disangka telah menumbuhkan cinta yang begitu dalam dan tulus kepadanya. “Maafkan aku karena tidak mempercayaimu.” Bisik Geffie lemah.


Garviil mengangkat bahunya. “Situasinya seperti itu, aku tidak menyalahkanmu. Aku sendiri juga salah, tidak menceritakan keadaanku dari awal padamu. Aku pikir aku bisa melepaskan diri dari masalah ini.”


“Melepaskan diri???”


“Ya. Aku sedang berencana melepaskan diri dari Bianca.” Garviil tampak malu. “Rupanya aku tidak sebertanggung jawab yang kau kira. Ketika aku jatuh cinta, aku rela melakukan apapun demi memiliki kekasihku.” Garviil tersenyum sedih. “Kau mungkin merasa aku lelaki yang rendah.”


Bicara tentang Bianca membuat Geffie teringat akan kata-kata Vicky, wajahnya berubah serius. “Vicky.. dia melakukan sesuatu untuk melepaskanmu dari Bianca.”


Garviil tampak terkejut. “Melakukan apa????”


“Ah ya.” Garviil tersenyum. “Bianca mengejarnya setengah mati, tetapi kau tahu Vicky. Dia tidak serius menanggapi Bianca, hingga Bianca berpindah padaku. Aku waktu itu kesepian, masih memendam kesedihan karena harus meninggalkan sekolah kokiku. Dan Bianca menghujaniku dengan perhatiannya, pada akhirnya aku menerima bahwa dia adalah wanita yang akan berada di sisiku.”


“Vicky menceritakan pengkhianatan Bianca kepadaku.” Gumam Geffie dengan wajah prihatin.


“Ya. Itu juga.” Wajah Garviil tampak serius. “Karena itulah aku memahami penderitaanmu. Bagaimana sakitnya ketika kita dikhianati oleh orang yang kita percayai. Aku paham sekali bagaimana rasanya, tetapi mungkin aku tidak sesakit dirimu karena pada akhirnya aku menyadari bahwa aku tidak mencintai Bianca sedalam itu. Dan kurasa Bianca juga tidak mencintaiku, mungkin aku hanyalah pelariannya dari Vicky.”


“Vicky mengetahui itu Garviil, dan dia sudah bertekad untuk melepaskan Bianca dari dirimu. Dia mendatangi Bianca dan melamarnya.”


“Apa....!!!!!???” Garviil terperanjat, menatap Geffie dengan kaget. “Apa katamu????”


“Vicky merasa bahwa ini adalah waktunya dia yang bertanggung jawab untukmu. Dia berkata bahwa dia sudah begitu egois selama ini, dan membiarkanmu menanggung semuanya.”


“Vicky mengatakan itu kepadamu???” Garviil sungguh tidak menyangka Vicky yang begitu tidak peduli kepada apapun mau melakukan ini untuknya.


“Ya Garviil. Dan Bianca menerima lamaran Vicky, dia akan membatalkan pertunangannya denganmu.”


“Oh Astaga!!!!” Garviil tidak tahu bagaimana perasaannya. Di sisi lain dia merasa sangat lega karena bisa melepaskan diri dari Bianca. Tetapi di sisi lain perasaan bersalah yang amat dalam memukulnya karena itu berarti dia membuat Vicky yang terjebak bersama Bianca selamanya, berakhir bersama orang yang tidak dia cintai. Vicky akan sangat tersiksa, dan Garviil tidak mungkin membiarkan Vicky menanggung semuanya.


"Tapi bagaimana dengan Tiffany???" Tanya Garviil. "Bukankah Vicky sangat menyukai nya???"


"Vicky bilang hubungannya dengan Tiffany belum terlalu jauh, dan aku juga tahu mereka bedua saling menyukai tetapi pati masih butuh waktu untuk berpacaran. Tetapi Vicky merelakan hubungannya dengan Tiffany hanya karena ingin membantu mu lepas dari Bianca, itulah kenapa dia melakukan semua ini. Dia berkorban untuk hubungan kita." Ucap Geffie. "Aku menjadi tidak enak, dan aku bingung harus mengatakan apa pada Tiffany jika dia bertanya tentang Vicky???"


"Dia bodooh sekali, kenapa harus melakukan hal seperti itu, padahal aku sudah menjalankan rencana ku untuk menjebak Bianca."


Geffie mengernyit. "Menjebak Bianca??? Apa maksudmu???" Tanya Geffie.


Garviil menceritakan semua nya pada Geffie bahwa dia sudah menyuruh temannya untuk mendekati dan merayu Bianca. Dan hal itu berhasil. Mereka dekat akhir-akhir ini bahka Bianca tidak menolak saat teman Garviil itu menciumnya, bahkan parahnya lagi Bianca juga tidak menolak berhubungan baadaan dengan teman Garviil itu. Menandakan bahwa Bianca masih sama seperti dulu, dia butuh kasiih sayang dan perhatian sehingga jika ada kesempatan, dia akan melakukannya lagi dan mengkhianati kepercayaan Garviil lagi dan lagi.


Mendengar itu, Geffie sangat terkejut sekali. Kenapa bisa Bianca setega itu dan tidak belajar dari masalalu nya.


"Sekarang aku harus menemui Vicky, dan meminta nya untuk menghentikan kegilaan ini, aku tidak bisa membiarkannya terjebak dengan uIar seperti Bianca." Ucap Victor.


"Ya, dan juga kita harus menyelamatkan hubungan Vicky dan Tiffany, jangan sampai mereka berdua menanggung kesakitan karena tidak bisa bersama."