Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Makan Malam Keluarga



"Kau dari mana Vic???" tanya Garviil saat mendapati adiknya baru saja masuk ke dalam rumah.  Garviil menikmati kopi yang dibuat oleh istrinya dan adiknya Baru saja sampai di rumah tadi. Geffie memberitahunya bahwa Vicky sedang pergi keluar untuk sesuatu.


"Aku baru membeli sesuatu." Jawab Vicky.


"Membeli apa???" Garviil dia tidak melihat adiknya sedang membawa sesuatu lalu Kenapa adiknya bilang pergi untuk membeli sesuatu tetapi pulang tidak membawa apapun di tangannya.


"Membeli barang." jawab Vicky sekenanya.


"Iya. Apa yang sedang kau beli, kau pulang tidak membawa apapun di tanganmu dan kau bilang kau membeli sesuatu dari luar???"


Vicky melempar senyum kepada kakaknya. "Itu aku tadi pergi ke Coffee Shop dan membeli kopi di sana. Lalu pulang aku sedang ingin minum kopi di luar." jawab Vicky bohong padahal sebenarnya dia keluar ke toko perhiasan dan membeli sesuatu di sana.


"Tadi kau bilang barang, sekarang kau bilang kau pergi minum kopi, aneh, ya sudah Pergilah ke kamarmu."


Vicky tersenyum lagi lalu berlari menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya meninggalkan Garviil yang masih menaruh kecurigaan padanya bahwa adiknya telah menyembunyikan sesuatu darinya. Dan dia curiga, Garviil juga merasa khawatir dengan acara malam ini di mana keluarga Ciara akan datang dan makan malam bersama dengan keluarganya, sejauh ini Vicky masih terus bersikap biasa saja kepada Ciara sehingga memang tidak menimbulkan kecurigaan dari perempuan itu dan Vicky berakting sebaik mungkin ketika sedang bicara dengan Ciara tetapi sampai saat ini yang membuat Garviil bingung adalah Vicky tidak pernah menjelaskan secara detail Apa rencana dari adiknya itu untuk menghadapi Ciara. Itulah kenapa beberapa hari ini berhasil cemas mengkhawatirkan Vicky.


Vicky masuk ke kamarnya dan menutup lagi pintu kamarnya itu, lalu dia duduk di atas tempat tidurnya mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya sebuah kotak kecil beludru berwarna biru, apalagi jika bukan kotak perhiasan kecil yang di dalamnya ada sebuah cincin. Vicky tadi pergi ke toko perhiasan dan membeli sebuah cincin yang sangat cantik di sana. Vicky sudah menyiapkan rencananya dengan baik malam ini, dimana dia akan menunjukkan keseriusannya terhadap Ciara dan akan melamar Ciara di depan keluarga perempuan itu dan juga di depan keluarganya. Vicky akhirnya memutuskan untuk melakukan ini karena dia ingin mengikat Ciara Setelah dia berhasil melakukannya, dia akan melakukan rencananya selanjutnya, mengikat Ciara adalah cara untuk mulai merusak hubungan Bianca dan juga Ciara. Vicky hanya ingin mengetahui seberapa berani Ciara akan mengambil keputusan nantinya, jika Ciara menolaknya sudah jelas bahwa Ciara sepertinya memang tidak Mencintainya dan memang hanya ingin menjebaknya karena perintah Bianca tetapi jika Ciara menerimanya tentu Vicky akan mulai merencanakan misinya selanjutnya. ya memang hanya ada dua kemungkinan Ciara menolak atau menerima, jika menerima berarti memang Akan ada rencana besar lagi yang mungkin dilakukan Ciara dan juga Bianca tetapi Vicky tidak mau pusing memikirkannya dia hanya ingin fokus untuk menjalankan rencananya saja dan berusaha mencari celah untuk bisa mengetahui rencana busuk yang sudah dipersiapkan oleh Ciara dan Bianca.


***


Malam harinya.


Sementara itu Vicky duduk bersama dengan Garviil di ruang tamu mereka mengobrol beberapa hal bahkan mengenai pekerjaan dan Garviil juga belum tahu rencana yang akan disiapkan oleh Adiknya, dia sebenarnya sangat penasaran tetapi Vicky hanya mengatakan bahwa nanti Kakaknya juga pasti akan tahu. Dan karena Vicky mengatakan itu, maka Garviil pun tidak lagi banyak bertanya janji akan melihat drama apa yang akan dimainkan oleh Vicky dan Garviil sebenarnya cukup khawatir karena yang datang makan malam bukan hanya Ciara saja melainkan ada kedua orang tua Ciara yang di mana kedua orang tua Ciara pasti tidak mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Vicky, apa sebenarnya yang sedang kau rencanakan, aku tiba-tiba merasa khawatir dengan rencanamu ini, kau tidak mengatakan apapun kepadaku padahal mungkin aku bisa membantumu, aku takut kau melakukan hal yang ceroboh dan itu bisa membuat kita jatuh ke dalam masalah yang besar."


"Tidak Kak, kau jangan khawatirkan apapun, aku sudah menyiapkan ini dengan baik dan sudah memikirkan Akibat apa yang bisa saja terjadi, sudah ku pikirkan dengan baik lalu aku juga sudah bersiap dengan langkah apa yang akan aku lakukan ketika ciaa mengatakan ya atau tidak."


"Mengatakan iya atau tidak apa maksudnya???" tiba-tiba Garviil semakin menarik kecurigaannya terhadap rencana adiknya, kata iya atau tidak tampaknya mengartikan sesuatu bikin sepertinya akan memberikan pilihan kepada Ciara tapi pilihan apa, Garviil dibuat semakin penasaran.


"Sudahlah, Kakak tenang saja nanti kau juga akan tahu." Vicky melihat ke arah ponselnya dan dia mendapatkan pesan bahwa Ciara sudah hampir sampai, dia Lalu berdiri dan memanggil mamanya serta Papanya memberitahu mereka bahwa Ciara akan datang sehingga mereka harus bersiap untuk menyambut kedatangan Ciara dan keluarganya.


wajah mama Vicky pun terlihat sangat excited, dia benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan Ciara. sementara Garviil dan Geffie hanya saling melempar pandangan. Geffie juga menyadari kekhawatiran di mata suaminya tetapi dia tidak tahu harus bersikap bagaimana dan akan menyetujui semua yang sudah direncanakan oleh Vicky.


Benar saja tidak lama ada suara mobil di depan rumah. Vicky pun lekas keluar bersama dengan orang tuanya dan juga kakaknya serta Geffie. Dan tamu yang sudah mereka tunggu sejak tadi sudah datang. Vicky sengaja mengirim sopir untuk menjemput Ciara di hotel. sopir keluar dan membukakan pintu munculnya Ciara lalu disusul oleh kedua orang tuanya. Ciara tersenyum dan membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada Vicky dan keluarganya yang sudah menunggu kedatangannya Dan kedua orang tuanya. Vicky pun mendekati Ciara dan memeluk kekasihnya itu lalu Ciara mengenalkan kedua orang tuanya kepada Vicky. " Vicky ini adalah Mama dan ini adalah papa."


Vicky tersenyum kemudian menyalami kedua orang tua Ciara itu dan memperkenalkan dirinya. " Halo selamat malam om dan tante, senang sekali Akhirnya saya bisa bertemu dengan kalian berdua. Suatu kehormatan kalian berdua mau datang ke rumah kami dan menerima undangan makan malam kami."


"Tentu saja kami akan dengan senang hati datang, apalagi kami tahu bahwa kau adalah orang yang spesial di hati putri kami." ucap Papa Ciara.


Vicky kembali tersenyum kemudian dia mengajak ketiga tamunya itu untuk menghampiri keluarganya. "Om dan tante. Perkenalkan ini adalah Mama dan Papa saya, sementara yang ada di sebelahnya ini adalah kakak saya. Mungkin kalian bisa menebaknya karena Wajah kami begitu mirip dan di sebelah kakak saya ini adalah istrinya."