Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Apa itu Kekasihmu??



"Ahhh itu Pa, teman. Dia kakaknya pacar Tiffany." Jawab Geffie.


"Kakaknya pacar Tiffany??? Laki-laki atau perempuan???" Tanya Ariel.


"Perempuan, kami mengenalnya saat dia bersama dengan pacarnya Tiffany."


"Dari Indonesia???? Pacar Tiffany dari Indonesia???"


"Iya dari Indonesia Pa, dia mengucapkan selamat untuk kelulusanku dan dia bercerita kalau neneknya tadi meninggal dunia. Itulah kenapa dia terlambat saat memberi ucapan selamat." Geffie memejamkan matanya dan meminta ampun kepada Tuhan karena dia membohongi Papanya. Geffie takut jika dia mengatakan yang sebenarnya bahwa itu adalah kekasihnya. Geffie takut Papanya akan mencari tahu dan itu bisa sedikit membuat hubungannya dengan Garviil bermasalah. Geffie sebenarnya masih belum siap untuk berkata jujur dan dia sebenarnya juga takut Garviil bertemu Papanya di acara wisuda nya hari ini.


"Kau ini kenapa sih sayang??? Memangnya kenapa kalau Geffie punya teman laki-laki??? kita jadi orang tua itu jangan terlalu protektif terhadap anak kita. Karena anak-anak sudah bisa menentukan pilihannya sendiri, jadi selama itu tidak merugikan mereka dan itu tidak melebihi batas dan normal saja. Kau ini selalu saja bertingkah seperti detektif, apa-apa harus bertanya secara detail padahal yang detail itu tidak semuanya penting Untuk ditanyakan." Sahut Maysa.


"Aku kan hanya bertanya saja. Memangnya apa yang salah dengan pertanyaanku???" Protes Ariel terhadap istrinya.


"Ya memang pertanyaanmu tidak salah, yang salah adalah caramu bertanya. Kau seperti mengintrogasi Geffie saja. Biarkan saja dia berteman dengan siapa saja, baik teman laki-laki atau perempuan yang terpenting adalah dia tetap menjunjung tinggi aturan dan norma yang ada di keluarga kita."


"Kau itu selalu saja.." Gerutu Ariel, tetapi ia sangat membenci berdebat panjang dengan istrinya karena perdebatan mereka akan selalu berakhir dengan dia yang mengalah dan tidak berani untuk membantah istrinya.


Friddie sedikit melirik ke arah Ariel dan tersenyum. Omnya itu emang tidak pernah berani membantah istrinya dan perdebatan mereka akan selalu berakhir dengan Ariel yang memilih diam ataupun terkadang pergi untuk menghindari perdebatan yang lebih panjang lagi dan itu sangat sering terjadi. Freddie pernah mendengar cerita dari kedua orang tuanya bahwa dulu Ariel sangatlah keras kepala dan keras kepala itu terkadang masih tampak dari Ariel, tetapi tidak dengan ketika bersama dengan Maysa. Ariel selalu bersikap mengalah ketika berhadapan dengan istrinya tetapi jika dengan orang lain, sifat keras, kaku dan juga sangat dingin apalagi terhadap orang-orang yang baru pertama kali ditemui oleh Ariel.


*******


Mereka sampai di apartemen Geffie. Ariel masuk dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara itu Freddie tanpa sibuk menelepon di balkon apartemen. Maysa duduk di sofa sedangkan Geffie melepas sepatu nya dan kemudian duduk bersama Mama nya.


"Geffie sayang, Mama tahu kau berbohong kan Soal teman yang menghubungimu tadi saat kita perjalanan ke sini, dia bukan teman perempuan kan??? Karena sayup-sayup Mama mendengar suara laki-laki yang menelepon mu." tanya Maysa kepada putrinya yang duduk di sebelahnya.


"Mama tahu kalau dia laki-laki????" Geffie terlonjak.


"Hanya teman Ma."


"Teman biasa atau Spesial, atau.....???" Tanya Maysa menyelidik.


"Atau martabak." Geffie terkekeh dan tertawa.


"Martabak??? Maksudnya apa???" tanya Maysa bingung.


"Tadi mama bilang biasa atau spesial, yang biasa atas spesial kan martabak." Jawab Geffie sembari terkekeh.


"Hahaha kau ini ada-ada saja sayang. Mama bertanya serius dan kau malah menjawabnya bercanda, apa dia Kekasihmu???"


Geffie hanya melempar senyum dan tidak menjawab pertanyaan Mamanya tetapi Maysa mengerti bahwa sepertinya laki-laki yang menghubungi Geffie tadi memang adalah kekasih dari putrinya itu.


"Biasanya kalau ada orang yang ditanya dan dia diam itu jawabannya iya. Mama benar kan??? Ah tapi tidak apa-apa kalau kau tidak ingin menjawabnya, Mama hanya ingin mengatakan padamu bahwa Mama tidak akan pernah mempersalahkan kau berhubungan dengan siapa saja, yang penting adalah tetap dalam hubungan yang normal dan tidak melewati batas. Kau pasti ingat apa yang pernah Mama beritahu kepadamu bahwa perempuan yang baik adalah mereka yang menjaga kehormatannya sampai mereka menikah dan itu hanya diberikan kepada suaminya. Mama selalu berharap bahwa anak-anak Mama bisa menjaga diri dari hal yang buruk dan tidak seperti kesalahan yang dulu pernah Mama lakukan, yang Mama sesali sampai saat ini. Mama tidak bisa menjaga diri Mama sendiri dan jatuh ke dalam hal yang negatif. Karena dulu Mama Terlalu Mencintai seseorang hingga Mama lupa bahwa Mama harus menjaga diri Mama sendiri dan bukan malah merusak diri Mama sendiri." Maysa meraih jemari Geffie.


"Geffie sayang, kau jangan sampai melakukan apa yang dulu Mama lakukan. Mama selalu berdoa supaya putri-putri Mama menjadi perempuan yang selalu menjaga kehormatannya dengan baik dan mereka juga bertemu dengan laki-laki yang baik yang bisa mencintai dan menyayangi mereka serta menjaga mereka. Kakak mu Gienka juga bisa menjaga dirinya dengan sangat baik sampai dia menikah. Mama harap kau juga seperti itu, ingat satu hal, laki-laki yang baik adalah mereka yang tidak memaksakan kehendaknya hanya untuk memuaskan egonya tetapi laki-laki yang baik adalah mereka yang mencintai tanpa pamrih tulus dan menghormati perempuannya, kau mengerti maksud Mama kan???"


Geffie tersenyum. "Iya Ma dan aku selalu ingat dengan baik nasehat yang Mama berikan kepadaku."


"Mama sangat percaya kepadamu. Kau adalah Putri Mama yang cerdas." Maysa memeluk Geffie dan mengecup kepala putrinya itu dengan lembut. Maysa sangat percaya bahwa Geffie bisa menjaga dirinya dengan baik dan mematuhi setiap ucapannya dan juga ucapan Ariel. Maysa tahu bahwa dia pernah melakukan kesalahan besar di masa mudanya dulu dan sebagai seorang ibu tentu dia tidak ingin putrinya melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan dulu, karena itulah Maysa selalu menyesali apa yang dulu terjadi jika waktu diputus bisa diputar tentu Maysa tidak akan melakukan kesalahan itu .dia dulu mencintai orang yang salah dan terlalu mencintaimu membuatnya buta dan tidak bisa menjaga dirinya dengan baik sehingga dia hanya di manfaatkan.


Akan tetapi Maysa bersyukur karena dia bertemu dengan Ariel. Laki-laki yang keras kepala, kaku dan dingin yang mau menerimanya dengan segala kekurangan yang dia miliki, meski begitu setelah menikah Ariel menjadi pribadi yang sangat lebih baik daripada sebelumnya.  Ariel bertanggung jawab dan sangat mencintainya. Ariel juga punya masa lalu yang kelam dan jika diingat itu sangat menyebalkan dan membuat orang di sekitarnya menjadi kesal karena tingkahnya akan tetapi manusia sangat bisa berubah Seiring berjalannya waktu dan Ariel yang menjadi pribadi yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Ariel menjadi Ayah yang luar biasa Untuk anak-anaknya dan selalu ingin yang terbaik untuk mereka.