Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
ON a DATE



Victor dan Aire berjalan semakin masuk sembari keduanya mencari keberadaan Tiffany. Kemudian Victor menunjuk ke sebuah sudut di mana Di sana ternyata ada Tiffany yang sedang mengobrol dengan Vicky. Dia pun mengajak Aire untuk menghampiri keduanya. Tetapi beberapa kali Victor harus terhenti karena ada orang yang mengenal dan menyapanya sehingga dia harus mengobrol dengan mereka sebentar.


"Hello, it's so cool that you two are speaking...??" Ucap Victor membuat Vicky dan Tiffany pun langsung menoleh ke belakang keduanya pun cukup terkejut ketika mendapati Victor bersama dengan Aire.


"Did you come together????" Tanya Tiffany pada Victor dan Aire apakah mereka berdua datang berdua.


"How many people did you see coming??? Of course I came with Aire, and we're sorry to be a little late.." Victor bertanya memangnya yang Tiffany lihat dia datang berapa orang, tentu saja dia datang berdua dengan Aire. Victor meminta maaf karena datang sedikit terlambat.


"Yeah no problem and I was accompanied by the owner of this exhibition and he gave me a free painting.." Ucap Tiffany. Ya tidak masalah jika Victor dan Aire datang terlambat karena dia ditemani oleh si pemilik pameran ini dan diberi lukisan gratis.


"Oh wow, you were given a free painting huh?? It's rare because Vicky is usually very stingy.." Ejek Victor pada Vicky karena jarang-jarang Vicky memberi sesuatu secara gratis kaena biasanya Vicky itu pelit sekali.


Aire hanya melempar senyum tapi Vicky menatap Aire lalu bergantian menatap kakaknya seolah telah terjadi sesuatu diantara kedua orang itu yang membuat Vicky penasaran.


"Victor, your face is so happy.." Ucap Vicky melihat wajah kakaknya yang sumringah sekali. "Is it because you came with Aire???" Tanyanya pada Victor. Apa karena kakaknya datang bersama Aire sehinnga sumringah sekali.


Victor saling melempar pandangan dengan Aire, keduanya pun tersenyum dan Aire terlihat tersipu membuat Tiffany dan Vicky juga semakin curiga. Ya tentu saja Victor bahagia dan sumringah  karena dia datang bersama Aire dan seharian ini mereka pergi untuk berkencan. "Yes, of course, because I came with aire and we went on a date today.!!"


"On a date????"  seru Vicky dan Tiffany secara bersama-sama.


"I think... I don't need to repeat myself." Gumam Victor. Dia merasa dia tidak perlu mengulangi ucapan nya lagi.


"Aire, are you serious???" tanya Tiffany dan Aire menganggukkan kepalanya sembari tersenyum malu-malu


"But we weren't fully a couple yet, because I still wanted to get to know victor better and make sure whether he was compatible with me or not. Yes, the point is that we're just approaching.." Ucap Aire menjelaskan jika mereka belum sepenuhnya menjadi sepasang kekasih karena dia masih ingin mengenal Victor lebih jauh lagi dan memastikan Apakah dia cocok dengan lelaki itu atau tidak. Ya intinya mereka baru pendekatan.


"It doesn't matter, it already makes me very happy that you have started something new and forgotten the past that has made you down lately.." Ujar Tiffany senang. Baginya tidak masalah, ini pun sudah membuatnya sangat bahagia sekali karena Aire sudah memulai sesuatu yang baru dan melupakan masa lalu yang membuat nya terpuruk akhir-akhir ini.


Vicky tersenyum dan menepuk pundak Victor. Dia sangat senang sekali kakaknya akhirnya berhasil melewati tahap pertama untuk bisa mendapatkan Aire. Dan sebenarnya kemarin Vicky hanya ingin membuat Victor cemburu saja melalui keakrabannya dengan Aire. Vicky tidak bermaksud untuk menyukai Aire. Ia hanya ingin membuat kakaknya terdorong untuk mendekati Aire lebih jauh lagi ,karena selama ini kakaknya itu tidak pernah membuka hatinya untuk perempuan lain selain Bianca. Hal itu dilakukan karena Victor sudah terikat dengan Bianca sehingga Victor selalu menahan hati dan perasaannya untuk perempuan lain. Akan tetapi sepertinya saat ini Victor memang benar-benar ingin memperjuangkan Aire. Dan sebagai seorang adik Vicky benar-benar merasa sangat senang sekali dengan kemajuan yang dilihatnya dari kakaknya.


Vicky sangat ingin kakak nya bisa melepaskan diri dari jeratan Bianca dan tidak terus merasa bertanggung jawab atas lumpuhnya perempuan itu, karena itu bukanlah tanggung jawab dari Victor melainkan itu kesalahan dari Bianca sendiri. Vicky sangat tidak bisa terima jika kakaknya harus terjerat dengan perempuan licik seperti Bianca, membayangkan mereka menikah saja membuat Vicky sangat mual sekali.


"Well, I guess we'll have to celebrate this later and you two should treat us to some food and drinks.., right Tiffany????" Vicky meminta persetujuan Tiffany untuk merayakan ini. Sepertinya meeka harus merayakan ini nanti dan Aire serta Victor harus mentraktir mereka makan dan minum.


Tiffany menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Yes, we should drink and eat but not get drunk, because Aire never gets drunk, and only often drinks a little." Iya, mereka harus minum minum dan juga makan, tapi jangan sampai mabuk. Karena Aire tidak pernah mabuk dan biasanya dia hanya minum sedikit saja.


Aire tersenyum, dia sendiri merasa senang dan berharap ini jadi awal yang baik untuknya bisa benar-benar move on dan melupakan Mike. Dan seharian ini Aire sudah bisa melihat jika Victor adalah laki-laki yang sangat menyenangkan, manis dan juga Penuh tawa. Victor adalah gambaran laki-laki yang diinginkan oleh Aire selama ini. Dan di balik tampilannya yang kaku dan dingin Victor ternyata adalah orang yang manis sekali.


Mereka kemudian mengobrol sembari melihat-lihat lukisan karya Vicky. Dan sama seperti Tiffany, Vicky memnta Aire agar memilih lukisan yang di sukai nya dan Vicky akan memberikannya secara gratis. Sembari merayakan hubungan Victor dan Aire. Tetatpi mereka nanti juga akan merayakannya lagi, karena tentu bukan disini tapi mungkin di cafe milik Victor saja. Minum dan makan.


Vicky dan Tiffany sungguh senang sekali dengan hubungan Aire dan Victor dan berharap keduanya menemukan kecocokan dan mereka bisa benar-benar menjadi pasangan. Aire yang cantik dan Victor yang tampan sehingga mereka sangat serasi sekali. Tiffany juga melihat aura kebahagiaan di wajah sahabatnya itu. Aire sudah cukup menderita kaena pengkhianatan Mike. Tiffany berharap Victor tidak melakukan kesalahan yang sama seperti Mike lalu menghancurkan impian Aire. Sebagai seorang sahabat Tiffany ingin Aire bisa bahagia.


Sementara itu mobil Bianca berhenti. Supirnya bergegas turun dan mengeluarkan kursi roda Bianca kemudian membantu Bianca turun dari mobil.