Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
This is so crazy



Garviil masuk ke dalam kamarnya dengan keadaan yang kesal dan marah atas sikap Vicky. Bahkan sangking kesalnya, Garviil menutup pintu secara sembrono hingga meninggalkan bunyi berdebam. Geffie yang saat itu berada di kamar mandi pun langsung keluar untuk memastikan apa yang terjadi lalu dia menemukan suaminya duduk di sofa dengan raut wajah yang kesal dan marah.


"Sayang kenapa pintunya kau tutup dengan kasar??? Kenapa, ada apa???" Tanya Geffie sembari menghampiri suaminya dan duduk di sebelahnya. "Kau kenapa? apa semuanya baik-baik saja???" Tanyanya lagi dengan khawatir.


"Vicky, dia benar-benar sudah gila, dia melamar Ciara dan bahkan tadi dia bilang kepadaku kalau dia juga akan menikahi Ciara. Aku sama sekali tidak mengerti sayang rencana macam apa ini, kenapa Vicky melakukan semua ini sekarang. Coba kau pikirkan saja, dia melamar Ciara itu artinya dia telah mengikat Ciara, bukan dia saja, tetapi Ciara juga terikat dengannya. Lalu bagaimana jika lamaran ini, pertunangan ini justru bisa membuat Vicky semakin terperangkap ke dalam jebakan Ciara dan juga Bianca. Apa yang akan terjadi selanjutnya, kita berusaha untuk menutupi ini semua, berpura-pura kita tidak tahu tentang rencana jahat kedua perempuan itu, tetapi lihatlah Apa yang dilakukan Vicky, bisa-bisanya dia melamar bahkan berniat untuk menikahi Ciara."


"Vicky akan menikahi Ciar, kau serius???" Geffie tampak tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya. " Kenapa bisa terpikirkan Vicky untuk menikahi Ciara???"


"Itulah kenapa aku marah, aku baru saja menemui Vicky di kamarnya dan dia mengatakan bahwa lamaran ini adalah bagian dari rencananya dan Bahkan dia juga berniat untuk menikahi Ciara. This is so crazy right??"


"Iya tetapi sebenarnya apa yang sedang direncanakan Viicky??? Dan kenapa dia juga akhirnya memutuskan untuk melamar Ciara, apa kau sudah mengobrol dengan Vicky dan menanyakan alasannya???" Tanya Geffie lagi.


"Sama seperti sebelumnya, dia tidak mengatakan apapun, tidak mengatakan rencananya kepadaku, akan tetapi dia hanya mengatakan bahwa lamaran ini adalah bagian dari rencananya dan juga ini menurut dia adalah cara untuk merusak hubungan Ciara dan Bianca. Ya aku tahu. Oke aku bisa memahami masalah pertunangan ini untuk membuat hubungan persaudaraan mereka rusak tetapi jika sudah mengarah ke pernikahan, aku benar-benar tidak bisa membayangkannya karena pernikahan itu sesuatu yang suci, sesuatu yang sakral kita tidak bisa untuk membuat menjadikan pernikahan itu sebagai jalan untuk menghancurkan sebuah hubungan. Bukankah itu niatnya sudah sangat tidak baik tidak karena Vicky nanti tidak hanya berjanji di hadapan penghulu atau di hadapan keluarga Ciara tetapi ini sudah berjanji dihadapan Tuhan, aku sangat tidak setuju pernikahan dilakukan hanya untuk menyakiti seseorang atau membuat seseorang dalam keadaan yang buruk. Sungguh sayang, kurasa itu bukan Cara yang tepat. Dan kau pasti tahu bahwa pernikahan itu sangat Suci sangat sakral, kita tidak bisa membuat menjadikan pernikahan itu sebuah permainan itu saja yang aku tidak habis pikir. Karena masih banyak sekali cara untuk membuat Bianca dan juga Ciara bisa kita gagalkan rencana mereka, tetapi bukan dengan cara menikah dengan Ciara, aku benar-benar tidak setuju dengan hal itu." Garviil menunduk frustasi memikirkan kegilaan adiknya dan ide ini adalah sebuah kekonyolan.


"Tenang, mau harus menahan amarahmu dulu dan berbicara dengan Vicky besok lagi, mungkin kau terlalu terbawa emosi dengan apa yang tadi terjadi saat makan malam. Bicaralah dengan dia secara baik-baik lagi dan juga tanyakan sebenarnya rencana seperti apa yang ingin dia lakukan, kalau kau bertanya dengan emosional tentu dia juga tidak akan bisa menjelaskan padamu dengan baik." Geffie mencoba menenangkan suaminya. Tahu bahwa sejak tadi garviil sudah merasa marah saat harus melihat Vicky melamar Ciara di depannya.


"Aku tidak mengerti sama sekali. Aku hanya takut Vicky justru terjebak sendiri dengan rencana nya. Dan entah rencana yang bagaimana ini, aku hanya tidak suka dia membuat rencana menikahi perempuan pembohong itu. Aku sama sekali tidak setuju. Ini rencana yang sangat gila."


"Sabar dulu, kau harus bicara lagi dengan Vicky, tetapi jangan Akai emosi dulu. Besok bicara lah lagi, kau masih di lingkupi emosi. Aku tahu apa yang tadi terjadi sangat mengejutkan kita semua. Jadi kita harus tenangkan diri dulu oke???" Geffie menyentuh pundak suaminya seolah mengerti kemarahan yang sedang dihadapi oleh suaminya saat ini dia juga masih cukup terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Garviil barusan rencana Vicky melamar Ciara bahkan berniat menikahinya sungguh sama sekali tidak ada di bayangan Geffie dia juga tidak mengerti kenapa Vicky memikirkan hal seperti itu pernikahan seharusnya tidak dijadikan sebagai alat untuk sebuah permainan karena sejatinya pernikahan itu adalah janji yang dibuat oleh seorang laki-laki kepada seorang perempuan keluarga perempuan itu dan juga janji yang dibuat di hadapan Tuhan jadi seharusnya hal yang demikian tidak dibuat untuk main-main.


"Aku sangat marah sekali, Vicky sangat ceroboh dalam.mengambil keputusan." Ucap garviil.


Tiba-tiba suara ketukan pintu mengalihkan kemarahan Garviil, Geffie pun berdiri dan meminta suaminya untuk bisa lebih tenang. Di luar kamar terdengar suara Mama Garviil yang sedang memanggil Geffie dan Garviil sembari mengetuk pintu. "Garviil, Geffie sayang...???" Panggilnya.


"Ya sayang. Apa semuanya baik-baik saja, tadi Mama mendengar seseorang membanting pintu, siapa yang melakukan nya??? Kau atau suami mu??? Dan ada apa???"


"Ah itu tadi Garviil Ma."


"Garviil??? Kenapa membanting pintu dengan keras???" Tanya Mama Garviil.


Geffie tersenyum, bingung harus bagaimana menjelaskannya. Tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya tentang kemarahan suami nya. "Ehh itu Ma... Eh..." Geffie tampak gelagapan bingung harus mengatakan apa.


"Tidak apa-apa Ma, aku hanya kesal saja pada sekretaris ku." Sahut Gaeviil sembari berjalan mendekati istri dan juga Mama nya. "Itu tadi dia memberitahu ku kalau besok ada meeting mendadak dengan klien. Mama tahu kan besok hari minggu, aku sudah ada janji dengan Geffie untuk mengajaknya alan-jalan." Jawab Garviil asal.


"Mama kira apa tapi seharusnya kau juga tidak Semarak itu fil masa main membanting pintu kalau kau tidak mau menemui ya kau minta kau bisa meminta untuk diatur jadwal ulangnya lagi pula istrimu juga kebetulan ada di sini kan kau harus memanfaatkan waktumu bersama istrimu dengan baik ya sudah ini sudah malam kalian beristirahatlah.!"


Garviil menganggukkan kepalanya lalu meminta maaf kepada mamanya karena ulahnya tadi dan dia berjanji tidak akan mengulanginya. Mama Garviil lalu berpamitan untuk ke kamarnya dan beristirahat serta menyuruh Garviil dan Geffie untuk beristirahat juga karena sudah malam.


"Sekarang pergilah ke kamar mandi, dan ganti pakaianmu, harus nya kau bisa menahan kekesalanmu, sekarang disini ada Mama dan Papa, jangan sampai malah menimbulkan kecurigaan mereka." Geffie mengusap dada Garviil dengan lembut dan memberi senyum.kepada suami nya itu. "Aku akan siapkan piyama mu." Geffie tersenyum.


Garviil mengecup bibir Geffie. "Tidak perlu, aku bisa tidur tanpa memakai apapun, bukankah kau akan menyukai nya???" Garviil mengedipkan sebelah matanya menggoda Geffie.


"Kau ini ada-ada saja. Sekarang pergilah dan cuci wajahmu." Geffie menarik Garviil dan menyuruh suaminya ke kamar mandi sedangkan dia akan menyiapkan pakaiannya. Sepertinya permasalahan ini akan berjalan panjang, dan mereka juga harus mengobrolkan ini lagi dengan Vicky. Jika bisa menghentikan kenekatan Vicky ang ingin menikahi Ciara. Hal itu tidak boleh terjadi. Geffie setuju dengan pendapat suaminya.