Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Kedatangan Geffie dan Garviil



"Vicky, terima kasih kau sudah menyelamatkan ku. tetapi seharusnya kau tidak melakukan itu sehingga kau mungkin tidak terluka seperti ini." Ucap Ciara. Vicky sudah di pindah ke ruangan biasa dan Vicky sudah siuman. Lelaki itu berbaring dengan lemah dan Ciara berada di sampingna duduk di sebuah kursi.


"Jangan berkata seperti itu, laki-laki harus bisa melindungi perempuan. Dan refleks saja aku mendorongmu." Ucap Vicky dengan suara lemah lalu dia mencoba melempar senyum nya.


"Aku tidak menyangka Devan sejahat itu, dan melakukan itu. Dia sangat menakutkan. Tapi dia sudah di tangkap dan di tahan."


"Kita tidak bisa menduga nya, apa saja bisa di lakukan oleh orang kepada kita, dan baguslah kalau dia di tahan, andai saja aku tidak terluka, mungkin aku akan menghajarnya lebih dulu. Aku senang kau baik-baik saja."


"Dan aku tidak senang karena kau terluka seperti ini akibat menolongku."


Vicky kembali tersenyum. "Ini musibah, jadi jangan menyalahkan diri sendiri. Aku juga tidak apa-apa."


"Kau terluka dan kau bilang tidak apa-apa???"


"Its okay, yang penting aku selamat kan???"


"Vicky, aku tidak tahu harus mengatakan apalagi selain terima kasih karena kau sudah melindungi ku."


"Hanya terima kasih saja???? Aku akan langsung sembuh kalau kau memberiku sebuah ciuman."


"Apa....????" Seru Ciara yang langsung mendapat kan tawa Vicky, tetapi lelaki itu langsung merintis menahan nyeri karena tertawa. "Kau ini baru saja mendapat jahitan kenapa malah tertawa." Ucap Ciara. Kemudian dia tersenyum sadar bahwa Vicky hanya bercanda saja tadi.


Akhirnya Garviil dan Geffie sampai di rumah sakit. Dia di tunggu langsung oleh Andro di depan rumah sakit dan di ajak ke ruang tempat Vicky di rawat. Vicky sendiri sudah di pindah ke ruang perawatan biasa dan juga sudah sadar tetapi Vicky tidak tahu bahwa Garviil dan Geffie sudah kembali dari honeymoon mereka. Tadi saat sampai di bandara, Garviil dna Geffie di jemput oleh supir Garviil dan di antar ke pelabuhan untuk menuju pulau dimana Vicky berada. Dan Garviil juga menyuruh supirnya membawa kopernya dan koper Geffie agar bisa di bawa ke rumahnya.


Sampai di ruangan perawatan Vicky, Garviil dan Geffie bersama Andro pun masuk. Di ruangan itu, ada Ciara yang sedang duduk di sebelah Vicky. Tampak menunggui lelaki itu.


Ciara langsung berdiri dan menyadari laki-laki yang masuk iti pasti adalah Garviil, kakak Vicky katena wajah mereka sangat mirip dan Garviil penampilannya sangat rapi, berbeda dengan penampilan Vicky yang terkesan berantakan dengan rambut gondrong nya. Dan ada perempuan juga di belakang Garviil, sudah pasti perempuan itu adalah istri Garviil yaitu Geffie. Cantik dan masih sangat muda. Bianca memberitahu nya jika usia Geffie baru 22 tahun. Terpaut 5 tahun dari Garviil.


"Kakak....!!!!??? Kau kenapa disini???" Tanya Vicky yang tampak terkejut.


"Aku yang harusnya bertanya, kenapa kau berada disini.???" Sahut Garviil.


"Hanya kecelakaan kecil, dan kenapa kalian malah pulang, seharusnya kalian masih di Italy kan???"


"Karena mu kami ada disini, bagaimana keadaanmu???" Tanya Garviil.


"Aku baik-baik saja. Kau terlalu berlebihan sampai memilih pulang dari honeymoon mu."


"Aku khawatir, harusnya kau mengerti itu, untungnya istriku juga pengertian."


"Sangat merepotkan." Gumam Garviil.


Vicky tersenyum. "Ah iya kak, kenalkan ini Ciara, dia adalah klien kita dari Singapura."


Ciara tersenyum pada Garviil dan Geffie.


"Ciara, ini kakakku, Garviil dan ini istrinya Geffie." Vicky memperkenalkan Ciara pada kakaknya.


Dengan sopan Ciara menyalami kedua pengantin baru itu. "Saya Ciara. Maaf membuat kalian khawatir, dan karena saya juga Vicky jadi seperti ini."


"Ciara, aku bilang jangan menyalahkan dirimu, ini musibah." Sahut Vicky dengan cepat.


"Sebenarnya apa yang terjadi???" Tanya Garviil. "Andro bilang mantan kekasih Ciara yang melakukan penusukkan itu."


"Iya, memang dia yang melakukannya." Sela Ciara. "Aku tidak menduga akan bertemu dengannya di pantai, dia menakutiku dan membuatku kabur ke dalam hutan, aku ingin menjauhi nya dan saat itu Vicky sedang mencari ranting di dalam hutan. Dia tidak menemukan ku karena aku berhasil sembunyi. Lalu kami memutuskan untuk kembali ke tenda, dan bertemu lagi dengannya di hutan, kami mengabaikannya dan meninggalkannya tetapi mungkin dia marah dan tersinggung lalu mengikuti kami diam-diam di belakang, dan entah kenapa dia memutuskan untuk menerangku dengan pisau tetapi Vicky mendorongku sehingga justru dia yang tertusuk." Ciara mencoba menjelaskan.


"Apa laki-laki itu jiga laki-laki yang sama yang di pukul oleh Vicky di cafe???" Tanya Garviil memastikan.


"Ya." Ciara mengangguk.


"Apa hubungan kalian berakhir buruk sampai dia terus mengganggu mu."


"Ya, berakhir buruk karena aku yang meninggalkannya."


"Lalu bagaimana dia sekarang??? Apa polisi sudah menangkapnya???"


Ciara kembali menganggukkan kepala nya. "Sudah di tangkap, dia langsung kabur saat itu tetapi seseorang berhasil menangkapnya."


"Aku harus membuat perhitungan dengannya." Gumam Garviil. "Berani sekali dia bersikap seperti itu. Pengecut." Gerutu Garviil.


Cuara bisa melihat kemarahan Garviil. Ya sangat wajar seorang kakak marah karena melihat keadaan adiknya seperti ini dan itu pasti sangat mengganggu nya. Ini benar-benar di luar prediksi Ciara. Dia tidak menyangka Vicky menyelamatkannya dan mengorbankan diri untuknya. Sejak semalam Ciara merasa bersalah sekali. Haruskah kebaikkan Vicky dia balas dengan hal yang menyakitkan. Nyawa Vicky hampir melayang karena melindungi nya dan dia justru harus menjebak Vicky dan menghancurkan Garviil. Ciara benar-benar dilema sekali. Dia akan jadi orang yang begitu jahat. Tidak tahu rasa terima kasih. Ciara sangat ingin menyerah dengan keadaan ini dan menjadi Ciara seperti sebelumnya, bukan Ciara yang menyiapkan jebakan dan juga kejahatan untuk menyakiti orang lain.


"Kau memilih jalan yang benar untuk meninggalkan lakiaki seperti itu." Ucap Geffie pada Ciara. "Mereka akan sangat berbahaya dan bisa lebih nekat jika terus di pertahankan."


Geffie kemudian mengajak Ciara untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Sementara Garviil memilih duduk di sebelah ranjang perawatan Vicky.


Ciara mengagumi kecantikan Geffie, dan suara perempuan di depannya ini lemah lembut, menyiratkan bahwa Geffie pastilah perempuan yang sangat baik. Bahkan sikap Geffie sangat jauh berbeda dengan sikap Bianca. Sepupunya itu terlalu berlebihan dalam segala hal dan selalu ingin tampil mencolok di depan orang. Penampilan tenang Geffie dan pembawaannya begitu menyenangkan, wajar saja Garviil lebih memilih Geffie daripada Bianca. Dan bagaimana bisa dia akan mempersiapkan rencana jahat untuk menghancurkan pernikahan Geffie dan Garviil. Ciara semakin dilema dan dilema. Apakah dia harus melanjutkan sandiwara nya ini atau memilih berhenti.