
Malam itu juga, Vicky mendatangi apartemen Tiffany yang letaknya juga tidak jah dari cafe milik kakaknya. Sebelumnya Geffie sudah menjelaskan kepada Tiffany mengenai masalah apa yang di hadapi oleh Vicky dan Garviil, meminta agar Tiffany tidak salah paham jika melihat Vicky bersama perempuan lain bernama Bianca. Dimana Vicky ingin menjebaknya dan membngkar kebohongan Bianca. Beruntungnya Tiffany mau mengerti dan tidak mempermasalahkannya.
Vicky memilih berjalan kaki saja karena memang tidak terlalu jauh. Vicky pun sampai setelah berjalan beberapa menit. Dia mengetuk pintu apartemen Tiffany tak lama perempuan itu muncul dengan senyuman cantik. "Hay..." Sapa Vicky sembari melambaikan tanganya.
"Hay.." Sapa balik Tiffany.
"Can I come in???" Tanya Vicky.
"Of course, come in. Why not contact me if you're coming here???" Tiffany memundurkan langkahnya dan mempersilahkan Vicky masuk.
"I was at the cafe, so I decided to stop by here to see you." Vicky masuk ke dalam apartemen itu menjelaskan jika tadi dia ke cafe dan memutuskan untuk mampir dan menemui Tiffany.
"What do you want to drink?" Tanya Tiffany menawarkan minuman pada Vicky.
"Coffee if you have it, I didn't have time to drink my coffee at the cafe earlier." Vicky meminta kopi jika ada, tadi dia belum sempat meminum kopi di cafe.
"Why???" Tanya Tiffany.
"It's a long and exciting story, do you want to listen to it???" Ceritanya panjang dan seru, Vicky bertanya pada Tiffany apa kah mau mendengarkannya atau tidak.
Tiffany hanya punya kopi instan jadi dia hanya membuatkan itu untuk Vicky. Tak lama Tiffany membawa dua cangkir kopi untuknya dan untuk Vicky. "Here's the coffee, I only have instant coffee."
Vicky tersenyum. "Thanks Baby..." Ucapnya. Dan mengambil kopi dari Tiffany. "It doesn't matter, coffee made by your loved ones can sometimes taste sweet without sugar." Bagi Vicky tidak masalah, kopi buatan orang tercinta kadang tanpa gula saja bisa terasa manis. Gumamnya menggoda Tiffany.
"You're very good at seduction." Gumam Tiffany mengatakan bahwa Vicky sangat ahli dalam merayu.
Vicy terkekeh. "I have to do it, so that you love me even more." Vicky bergumam bahwa dia harus melakukannya, supaya Tiffany semakin mencintai nya. Vicky kemudian mengedipkan matanya genit pada Tiffany.
"What do you want to tell me??? Your face looks so happy, you just met Bianca??" Tiffany bertanya Vicky tadi iingin bercerita apa. Wajah lelaki itu juga terlihat bahagia sekali, pasti baru bertemu Bianca. Tiffany mencoba menebak.
Vicky menganggukkan kepala nya an menyesap kopi nya. "I took her out to dinner at a cafe, and it was the most embarrassing dinner of her life." Vicky bercerita jika dia mengajak Bianca makan malam di cafe, dan itu jadi makan malam memalukan sepanjang hidup Bianca.
"Why???"
"It's all over, Garviil can be with Aire, and I can refocus on you. We are free!!!" Gumam Vicky. Semuanya sudah berakhir, Garviil bisa bersama Aire, dan dia bisa kembali berfokus pada Tiffany. Mereka sudah bebas..!!!