Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Makan malam bersama Ciara



"Mr. Vicky???" Panggil Ciara. Dia baru saja selesai meeting dengan tim nya dan juga tim perusahaan Vicky dan Garviil.


Vicky yang hendak keluar kantor pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Dia tersenyum pada Ciara. "Ya, apa ada yang bisa saya bantu???" Tanya Vicky.


Ciara tersenyum, menghapiri Vicky. "Sebagai ungkapan terima kasih saya kepada anda atas bantuan anda tadi malam, saya ingin mengundang anda makan malam nanti di restoran yang ada di hotel tempat saya menginap. Eh tapi jika anda tidak keberatan atau jika ada tidask ada kegiatan di malam nanti. Saya ingin menjamu anda." Ucap Ciara.


Vicky terdiam untuk beberapa saat, kemudian tersenyum. "Saya tidak ada rencana apapun malam ini." Ucapnya.


"Kalau begitu apa anda bisa datang dan makan malam bersama saya???"


"Baiklah, saya akan datang."


Ciara tersenyum. "Saya akan menunggu anda jam 8 malam nanti."


"Oke, saya akan datang tepat jam 8 malam."


"Terima kasih atas kesediaan anda. Kalau begitu saya permisi." Ciara menyalami Vicky kemudian berpamitan dan meninggalkan ruangan meeting itu.


Vicky tersenyum memandangi kepergian Ciara. Tidak menyangka jika perempuan itu mengundangnya untuk makan malam bersama. Ini kesempatan yang bagus untuknya. dan tentu saja undangan makan malam ini adalah undangan pribadi di luar pekerjaan. Vicky menjadi semakin bersemangat lagi.


Ciara sudah menjalankan rencana nya sesuai keinginan Bianca. Dan dia lagi-lagi harus menghadapi Vicky malam ini, dan kaki ini ada langkah lain yang ahrus dia lakukan untuk mulai menjebak Vicky ke dalam pesona nya. Ciara harus bisa berlakon dengan baik dan menepiskan segala ketakutannya terhadap laki-laki, bahkan dia harus juga bersikap sedikit agresif untuk menarik Vicky.


***


Sesuai dengan janji nya, Vicky pun datang ke hotel tempat Ciara menginap. Dan karena Ciara mengatakan agar datang ke restoran yang ada di hotel itu, Vicky pun menuju ke restoran itu. Ini juga sudah hampir jam delapan malam. Vicky sudah berpakaian rapi dan tidak sabar bertemu dengan Ciara.


Vicky masuk ke restoran itu dan dia langsung melihat Ciara sedang duduk di salah satu sudut. Ciara jiga langsung menyadari kehadiran Vicky, sehingga dia berdiri dan melambaikan tangannya pada Vicky. Kemudian Vicky berjalan menghampiri nya.


Ciara berdiri lalu menyalami Vicky dan tersenyum manis. "Terima kasih sudah datang untuk memenuhi undangan saya. Saya merasa terhormat sekali."


"Setidakmya di pertemuan pribadi jangan gunakan saya dan anda, kita bisa menggunakan bahasa yang biasa saja agar tidak terlalu formal. Seoramg perempuan cantik menawariku untuk makan malam dengannya, jadi kenapa aku harus menolaknya."


Ciara tersenyum. "Karena sebelumnya anda, eh kau maksudnya, sudah mengundangku kemarin untuk makan malam bersama, meskipun kejadian yang tidak.mengenakan terjadi. Dan aku juga mengucapkan terima kasih karena bantuanmu kemarin."


"Tidak perlu berterima kasih, aku memang tidak terlalu suka jika ada seorang laki-laki yang merendahkan perempuan, bagiku itu sangat mengganggu dan mereka sangat munafik karena melakukan cara seperti itu untuk menyenangkan ego nya."


"Aku sebenarnya khawatir bertemu dengannya lagi."


"Jangan khawatir, aku bersamamu." Vicky terkekeh. "Aku bercanda, jangan di masukkan ke hati."


Seorang pelayan datang demam memberikan menu, kemudian Vicky dan Ciara pun memesan makan malam mereka. Kemudian mereka di minta untuk menunggu.Sebelum Vicky datang, sudah ada botol wine yang ada di atas meja. Sehingga Ciara meminta pelayan itu untuk membuka penutupnya dulu. Pelayan itu membuka nya dan menuangkan ke dalam gelas yang ada di meja. Setelah pesanan di catat, pelayan itu meninggalkan Ciara dan Vicky.


"Kau pernah melukisku saat di pantai, kalau boleh tahu kenapa??? Apa alasanmu melakukannya tanpa permisi lebih dulu???"


"Tidak ada alasan khusus, aku melukis apapun yang menurutku menarik, dan aku adalah pelukis profesional. Aku biasa melakukan pameran lukisan di berbagai negara." Ucap Vicky.


"Aku sudah berkeliling ke seluruh Eropa dan membuat pameran disana, dan akj juga melakukan hal yang sama di Amerika, ya meski tidak seluruh amerika, tetapi sebagian kota besar yang ada disini, New York, , LA, San Diego, Las Vegas, Atlanta, Dallas, , Victoria dan di Boston juga sudah 3 kali, rencana nya aku akan mengadakan di Texas dalam waktu dekat, hanya saja aku harus menyelesaikan kesibukanku di kantor dulu selama Garviil pergi, baru setelah itu aku akan melukis untuk aku pajang di pameranku nanti."


"Oh wow, kau sangat luar biasa, kau hampir mengunjungi beberapa negara bagian disini. Kau sangat hebat, kapan-kapan bolehlah aku melihat dan membeli lukisan karya mu."


"Tentu saja, aku memiliki rumah disini, ya sebenarnya rumah orang tua ku, dan ada banyak lukisan disana yang sudah aku selesaikan ketika aku senggang. Kau bisa datang untuk melihatnya."


"Dan kemarin akh juga melihat beberapa lukisanmu yang sepertinya belum selesai, saat di kamar kakakmu itu."


Garviil tertawa. "Ahhh iya, hahahaha aku kadang memang menginap disana jika malas pulang, dan aku mengisi waktu luangku, kadang belum selesai aku membuat sebuah lukisan, aku tinggalkan untuk pergi atau pulang ke rumah."


"Lalu apa kau tidak pernah melakukan pameran di Indonesia???"


"Tentu saja pernah, biasa nya aku pergi ke kota-kota besar yang ada di Indonesia, and then aku juga punya beberapa galeri seni disana, ada di Jakarta, Jogja, Bali dan Surabaya. Ya kau tahu bahwa kota-kota itu punya wisatawan luar yang cukup banyak terutama Bali dan Jogja sehingga aku memilih membuat galeri pameran seni disana. Dan kebanyakan para bule yang membeli nya."


"Kau punya pekerjaan dan hobi sekeren itu, tetapi kenapa kau masih bekerja kantoran??? Aku yakin uangmu sudah lebih dari cukup untuk menghidupi mu dari hobi dan pekerjaan melukis seperti itu." Ujar Ciara.


Tatapan Vicky melembut, dan dia kembali melempar senyumnya kemudian menyesap wine nha. "Awalnya aku memang menikmati kehidupan bebas ku sebagai seniman, melukis dan keliling dunia untuk menjual lukisanku, tetapi aku merasa kasihan melihat kakakku mengurus bisnis keluarga kami sendirian, ya cafe itu dan juga perusahaan disini adalah milik Mama, sedangkan Mama tinggal di Indonesia bersama dengan Papa, karena Papa juga punya perusahaan transportasi yang cukup besar disana. Maka Papa mengurus. disana dan kakakku mengurus yang ada disini. Selama bertahun-tahun aku hidup bebas, dan tentu aku terkadang meras jenuh dengan pekerjaanku sehingga tidak ada salahnya aku membantu kakak disini. Dan dia juga tetap membebaskan ku melakukan hobiku, dia tidak melarangmu atau membatasi ku, dia sudah cukup senang ketika aku memutuskan untuk membantu nya. jadilah aku disini untuk meringankan kesibukannya."


"Kau baik sekali, kakakmu pasti sangat senang sekali."


"Ya, dia sangat senang, dan dia mengajari ku dengan sangat baik. Dia mempercayakan perusahaan kepadaku dan dia pergi honeymoon selama sebulan."


Tak lama pelayan datang membawa pesanan mereka. Kemudian keduanya menikmati makan malam itu. Vicky merasa senang karena Ciara bersikap santai dan tidak serius seperti ketika meeting. Dan perempuan ini banyak tersenyum dan menyenangkan ketika mengobrol.


"Setahun berapa kali kau pulang ke Indonesia???" Tanya Vicky sembari menikmati makanan pembuka.


"Tidak pasti, kemarin aku pulang hanya ingin liburan saja, dan tidak sengaja bertemu denganmu, aku masih menyimpan lukisan buatanmu." Ciara mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kertas, kemudian memberikannya kepada kepada Vicky. "Aku menyimpannya dengan baik." Gumam nya.


Vicky membuka kertas itu dan memang itu adalah lukisan sketsa buatannya. "Kau harus menyimpannya, karena pelukisnya sangat handal dan cukup terkenal." Vicky memuji dirinya kemudian terkekeh, Ciara pun melempar senyumnya, menyadari bahwa Vicky ternyata sangat menyenangkan.


"Aku akan menyimpannya dengan baik." Ciara mengambil kertas itu dari tangan Vicky dan memasukkannya ke dompetnya lagi. "Jadi sudah berapa lama kau membantu kakakmu disini???"


"Sudah beberapa bulan. Sebenarnya aku terkadang merasa sangat sedih ketika berada di kantor, aku punya kenangan buruk yang mungkina kan selalu aku ingat seumur hidupku."


Ciara mengernyitkan keningnya. "Kenangan buruk??? Kenangan apa???"


"Kekasihku, dia mengalami kecelakaan di depan kantorku, tertabrak mobil seorang pemabuk. Saat itu dia baru saja mengantarkan makan siang untukku, dan baru keluar kantor untuk pulang, tetapi seseorang menabraknya hingga terpental dan teewas seketika di tempat. Aku melihat darah mengalir deras dari kepalanya dan mulut serta hidungnya. Jika mengingatnya, rasanya dadaku sesak sekali."


Ciara bisa menyadari kesedihan dimata lelaki yanga da di depannya itu. Vicky pasti sangatlah mencintai mendiang kekasihnya. "Takdir, siapa yang bisa mengetahui nya. Sangat wajar jika kau mengingatnya. Dan akh asumsikan bahwa kah pastilah sangat mencintai kekasih mu itu. Terlihat jelas sekali."


Vicky tersenyum. "Ya, tentu saja, aku bahkan memilih untuk sendiri sampai saat ini karena aku belum bisa menemukan perempuan yang seperti dia, sikap dan sifatnya. Tetapi hidup harus terus berjalan sehingga aku mencoba untuk membuka diri, hanya saja bel ada yang cocok." Ujar Vicky.