
Keesokan harinya......
Bianca datang lagi ke butik milik Michael. Dia ingin sebuah gaun yang cantik untuk sebuah acara pesta. Bianca memang sangat menyukai gaun-gaun rancangan Michael sehingga dia sudah menjadi pelanggan tetap. Dan Michael juga melayani nya dengan sangat baik.
Seperti biasa, Bianca di sambut ramah oleh pegawai butik Michael dan Bianca meminta untuk menemui Michael langsung di kantornya. Bianca di antar ke kantor Michael yang ada di lantai dua.
Bianca masuk dan Michael bersorak girang menyambut Bianca. Michael memang seperti itu. Bianca pun di persilahkan duduk dan mereka langsung membahas gaun keinginan Bianca.
Bianca dengan terperinci menjelaskan kepada Michael mengenai gaun yang di inginkan nya. Dia ingin gaun dengan model terbaru untuk menghadiri pesta temannya . Ya, sejak rencana pernikahannya dengan Garviil dan hubungannya dengan Vicky berakhir memalukan, Bianca memilih menghabiskan waktu nya untuk berpesta dengan teman-temannya agar bisa melupakan kesedihannya. Sehingga tiada minggu tanpa berpesta di akhir pekan. Berbagai pesta Bianca datangi, dari yang pesta biasa hingga pesta formal bersama teman-teman sosialita nya. Bianca tidak bekerja karena uang orang tua nya terlalu banyak untuk bisa dia gunakan berfoya-foya tanpa harus lelah bekerja. Lagipula orang tua nya jiga melarangnya untuk bekerja.
Tetapi bukan berarti Bianca melupakan segala kejahatan yang di lakukan oleh Vicky dan Garviil kepada nya. Bianca ingin membalaskan dendamnya kepada kedua saudara kembar iru melalui Ciara yang saat ini sudah berlakon menjebak mereka. Tetapi Bianca masih sangat mencintai Vicky dan ingin memberi pelajaran saja, dia masih berharap bisa kembali kepada Vicky karena cintanya begitu besar kepada lelaki itu. Bagaimanapun Ciara harus berhasil melakukan perintahnya dengan baik nanti.
Michael mengambil buku berisi contoh kain agar Bianca bisa memilihnya dan Michael akan membuatkan desain sketsa nya lebih dulu. Michael tidak mengukur tubuh Bianca karena sejak dulu Bianca selalu meminta ukuran yang sama setiap membuat baju.
Ponsel Bianca tiba-tiba berbunyi. Dan dia melihat ada nama Ciara disana. Bianca pun memberitahu Michael dia akan keluar sebentar untuk mengangkat telepon itu.
Bianca keluar dari ruangan Michael dan menuju ke pintu samping butik itu. Ada taman kecil di kanan kiri butik itu, s
dan biasa di gunakan para pengunjung butik untuk sekedar duduk menunggu. Ada beberapa staff butik yang sibum membersihkan taman kecil itu. Tetapi Bianca tidak begitu peduli dengan mereka. Bianca kemudian memilih duduk di sebuah kursi. "Ya???? Aku sudah menunggu teleponmu sejak tadi." Ucap Bianca. "Bagaimana???" Tanya nya pada Ciara.
"Ya, aku baru kembali ke hotel. Aku sudah menjalankan rencanamu semalam."
"Aku akan pergi dengan Vicky minggu depan. Aku berhasil melakukannya dan dengan senang hati dia mau menemaniku."
"Bagus sekali kerjamu, lakukan sesuai dengan rencana dan aku harus melihat Vicky semakin terpuruk lagi. Permainan ku kemarin sudah bagus dan itu cukup berhasil membuat Vicky menderita dan aku ingin dia lebih menderita lagi supaya dia bisa merasakan penderitaan yang aku rasakan karena perbuatannya hari itu kepadaku. Aku tidak akan mengampuni Vicky, aku sangat ingin menghancurkannya, benar-benar ingin menghancurkannya. Dan aku ingin melihatnya menangis. Pembalasan ini harus berhasil agar Vicky tahu siapa aku sebenarnya dan dia tidak lagi bermain-main denganku. Lakukan sesuai rencana." Ujar Bianca.
"Aku akan mencoba, tetapi seperti yang aku katakan di awal, aku sama sekali tidak bisa menjamin bahwa semua ini akan berhasil, sungguh Bianca, aku takut sekali."
"Jangan takut, asal kau berhati-hati dan tidak ketahuan, pasti akan berjalan dengan baik."
"Oke baiklah. Kalau begitu sudah dulu, aku lelah dan ingin mandi."
"Oke baiklah, terima kasih kau sudah melakukan semuanya dengan baik dan berhasil. Thank you."
"Sama-sama." Gumam Ciara lalu menutup telepon sembari mengernyit. Dia benar-benar ingin menyerah untuk menjalankan perintah Bianca tetapi Ciara tidak mau Bianca melakukan hal seperti kemarin lagi dan hampir bunuuh diri.
Setelah berbicara dengan Ciara, Bianca pun kembali masuk ke butik dan menuju ke ruangan Michael.
Ada dua staf butik yang ada di taman samping yang mendengar dengan jelas pembicaraan Bianca dengan seseorang itu. Sayangnya satu dari mereka adalah orang dari sini sehingga tidak mengerti pembicaraan apa tadi karena berbahasa Indonesia. Sayangnya, tidak dengan teman di sebelahnya yang ternyata adalah orang Indonesia dan dia mengerti semua pembicaraan Bianca tadi yang membahas balas dendam dan menghancurkan Vicky.
"Balas dendam dan menghancurkan vicky???? Apa yang di maksud adalah Vicky adiknya mr. Garviil???? Dan perempuan itu adalah mantan tunangan mr. Garviil...??? Jangan-jangan dia berniat jahat pada adiknya mr Garviil???" Gumam nya dalam hati. "Aku harus memberitahu Miss Michelle mengenai hal ini, mr. Garviil adalah orang baik, sehingga jangan sampai ada orang yang berniat jahat kepadanya." Ucapnya lagi dalam hati. Ya, dia sudah bekerja disini selama beberapa tahun dan tahu mengenai hubungan Bianca dan Garviil mengingat keduanya memang sering datang kesini meskipun tidak datang bersama. Garviil sahabat baik Michael dan Paul pemilik butik ini. Sedangkan Bianca mantan tunangan Garviil yang sudah menipu Garviil dengan kelumpuhan palsu nya. Tentu itu sudah dj dengar oleh staff disini dari Michael, sehingga mereka cukup tahu. Dan dia harus memberitahu Michael agar bisa memberitahu Garviil untuk lebih waspada.h