
Ciara menoleh ke belakang dan dia melihat Vicky tidak memotong sayuran nya dan malah melamun. Ciara mengernyit, tetapi kemudian dia berdiri dan menghampiri Vicky. Ciara menyentuh pundak Vicky, membuat lelaki itu terlonjak.
"Eh..." Ucap Vicky.
Ciara mengangkat kedua bahunya. "Kenapa??? Kok melamun??? Katanya mau memotong brokoli???"
"Ah ya. sorry sorry..."
"Kau kenapa????" Tanya Ciara lagi.
Vicky tersenyum, lalu menggelengkan kepala nya. "Tidak.... Memotong brokoli, membuatmu teringat pada Tiffany.".....
"Mengingat Tiffany??? Kenapa??? Apa dia menyukai Brokoli???"
"Terakhir kali aku dan dia memasak brokoli di apartemen nya, aku sangat menyukai tumis brokoli dan daging, jadi kami membuatnya bersama, dan aku bertugas memotong brokoli." Vicky tersenyum.mengenang. "Dan masakan terakhirnya untukku juga adalah tulisan brokoli dan daging. dia memasak itu, lalu mengantarnya ke kantor, setelah mengantar makan siang itu, dia kecelakaan. Itulah kenapa aku punya kenangan khusus dengan tulisan brokoli. Bahkan aku masih ingat bagaimana rasa masakan terakhirnya itu. Aku memakannya sembari menangis karena mengenang nya. Aku belum sempat memakan makanan itu, tetapi aku mendapati dia sudah tergeletak di jalan penuh darah. Tetapi saat malam, kakakku memaksa ku untuk makan karena seharian aku belum makan, dan sekkretarisnya datang membawa kotak makanan yang sebelumnya di bawakan oleh Tiffany. Aku memakannya dengan pilu tetapi aku mencoba menikmatinya, hingga aroma dan rasanya saja aku masih ingat dengan baik."
Vicky menggelengkan kepala nya. "Tidak-tidak.....!! Tetap buat saja itu, aku tidak trauma atau bagaimana, hanya aku teringat saja. Tetapi bukan berarti aku akan menolak tulisan brokoli dan daging. Itu justru akan jadi makanan faforitku karena punya kenangan."
Ciara tersenyum, dan dia bisa melihat mata Vicky berkaca-kaca menahan tangis. Dia tidak pernah melihat laki-laki seperti Vicky yang memang tampak jelas sekali bahwa dia sangat mencintai Tiffany. Ciara tidak bisa membayangkan betapa beruntungnya dia bisa di cintai oleh Vicky. Di balik penampilannya ymseperti ini, Vicky ternyata memiliki cinta yang begitu luar biasa kepada kekasihnya. Hal itu juga menandakan bahwa cinta itu masih di miliki oleh Vicky hingga saat ini meski Tiffany sudah pergi dan tidak akan pernah kembali. Sangat jarang sekali ada laki-laki seperti Vicky.
"Bahkan aku masih bisa melihat cintamu pada Tiffany yang begitu luar biasa. Betapa bahagianya seorang perempuan bisa di cintai seperti itu." Gumam Ciara.
Vicky tersenyum. "Karena aku sendiri banyak berubah sejak aku bersama Tiffany, berubah menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Sehingga hatiku masih seperti terikat dengannya, tetapi tentu aku tidak boleh terkukung dengan kisah cintaku bersama Tiffany. Aku harus melanjutkan hidupku dan bangkit dari kesedihanku, walaupun sungguh sulit sekali. Tetapi aku sedang berusaha untuk mengingat Tiffany dalam kenangan yang indah. Karena dia juga pasti tidak mau melihatku larut dalam kesedihan."
"Kau benar sekali. Hidup harus terus maju." Ciara meneouk bahu Vicky.
"Aku akan memotong lagi brokoli nya."
"Dan aku akan menyiapkan bahan lainnya." Ucap Ciara. Dia berdiri dan mengambil beberapa bahan yang di perlukan di dalam box khusus yang di bawa olehnya berisikan berbagai bahan makanan.