Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Memberitahu Mama



Tiffany menggerutkan keningnya. "It's all over??? What does that mean???"


"Bianca, she has been lying to Garviil all this time, she was not paralyzed, she pretended to be paralyzed so she could have Garviil." Vicky menjelaskan jika Bianca Selama ini sudah membohongi Garviil, dia ternyata tidak lumpuh, dia pura-pura lumpuh agar bisa memiliki Garviil.


"Bianca is not paralyzed? ??Oh Gosh.....she's such a coward."


Vicky menganggukkan kepala nya. ""Yes, all of this is just part of Bianca's scenario to deceive Garviil. And the suspicion arose from Paul, Garviil's friend who Garviil asked to approach Bianca, he deliberately sent Paul because he wanted to trap Bianca, was it possible that Bianca could betray her again, and it turned out that Bianca was secretly in contact with Paul. Paul also accidentally saw Bianca walking without her wheelchair." Ya, semua ini hanyalah bagian dari skenario Bianca untuk membohongi Garviil. Dan kecurigaan itu muncul dari Paul, temannya Garviil yang Garviil suruh untuk mendekati Bianca, dia sengaja mengirim Paul karena ingin menjebak Bianca, apakah mungkin Bianca bisa mengkhianati nya lagi, dan ternyata diam-diam Bianca berhubungan dengan Paul. Paul juga tidak sengaja melihat Bianca berjalan tanpa kursi rodanya.


"Then Paul told you?" Tanya Tiffany.


"Yes, that's the case, and yesterday Graviil and I saw the doctor who previously handled Bianca and the doctor was asked by Bianca to diagnose that Bianca was paralyzed. I finally planned something to unmask Bianca, I took her to a romantic dinner and then as an ending to the dinner, I asked Andro to make coffee, then I pretended to invite Andro to joke and Andro accidentally spilled the cup of coffee. I yelled for Bianca to get out of the way and she reflexively stood up jumping away from her wheelchair and the table to avoid the spilled hot coffee. Then you can guess how it went." Vicky menjelaskan jika kemarin dia dan Graviil menemui dokter yang sebelumnya menangani Bianca dan dokter itu di minta oleh Bianca untuk mendiagnosis bahwa Bianca lumpuh. Vicky akhirnya merencanakan sesuatu untuk membongkar kedok Bianca, dia mengajaknya makan malam romantis lalu sebagai penutup makan malam itu, dia meminta Andro untuk membuatkan kopi, lalu dia pura-pura mengajak Andro bercanda dan tanpa sengaja Andro membuat cangkir berisi kopi itu tumpah. Vicky berteriak agar Bianca menyingkir dan refleks dia berdiri menjauhi kursi dan meja untuk menghindari tumpahan kopi panas itu. Lalu kau pasti bisa menebak sendiri kelanjutannya.


"You did that? Hahahaha then what did Bianca do???" Tiffany tertawa, dan bertanya apa yang Bianca lakukan setelah itu.


"Bianca tried to evade but of course who would believe her, I asked her to leave the cafe and asked her to leave the ring I had previously given her, she cried and begged but I didn't want to trust her anymore." Bianca berusaha mengelak tetapi tentu siapa yang akan percaya padanya, Vicky kemudian meminta Bianca pergi dari cafe dan memintanya untuk meninggalkan cincin yang sebelumnya dia berikan, Bianca menangis dan memohon tetapi Vicky tidak mau mempercayai nya lagi.


"Bianca is so outrageous, so selfish. How could she do such a heinous thing, when Victor respected her so much all this time, and tried to take responsibility. Outrageous....!!!" Ujar Tiffany jengkel. Baginya Bianca sangat keterlaluan sekali, egois sekali. Bagaimana bisa dia melakukan hal sekeji itu, padahal Victor sangat menghormatinya selama ini, dan berusaha untuk bertanggung jawab. Sangat keterlaluan.


"Bianca took advantage of Garviil's weakness of being easily responsible for things. But now it's all over. Garviil can focus on Geffie." Bianca memang memanfaatkan kelemahan Garviil yang mudah bertanggung jawab terhadap suatu hal. Tetapi sekarang semua sudah berakhir. Garviil bisa fokus pada Geffie.


Tiffany tersenyum. "I'm glad you did a good thing to save their relationship, they are good people and they deserve to be happy especially Victor." Tiffany merasa senang karena Vicky melakukan hal baik untuk menyelamatkan hubungan Garviil dan Geffie, mereka orang yang baik dan mereka berhak untuk bahagia terutama Victor.


"That's right, I love my brother very much, and while he is very depressed, our parents are also not happy with brother's decision to continue his relationship with Bianca but they can't do anything because brother has already made an inviolable decision. But when I tell them that the relationship is over, I'm sure they'll be very happy." Ucap Vicky. Bahwa memang Itu benar, dia sangat menyayangi kakaknya, dan selama Garviil sangat tertekan, kedua orang tua mereka juga tidak senang dengan keputusan kakaknya untuk melanjutkan hubungannya dengan Bianca tetapi mereka tidak bisa berbuat apapun karena kakak sudah mengambil keputusan yang tidak bisa di ganggu gugat. Tetapi saat Vicky nanti memberitahu mereka jika hubungan itu sudah berakhir, dia yakin mereka akan senang sekali.


"You haven't told your parents???" Tanya Tiffany apakah Vicky atau Garviil belum memberitahu orang tua mereka.


"Not yet, I came straight here earlier, but now I will contact them." Ucap  Vicky kemudian dia mengambil ponselnya dan dia mencari kontak Mama nya lalu menghubungi nya.


Butuh beberapa lama dan akhirnya di angkat. Vicky melakukan panggilan Video. Senyum cantik Mama nya langsung menghiasi layar nponselnya. Mama Vicky dan Garviil adalah orang Amerika sehingga wajah bule nya sangat kentara. Dan Mama nya juga sudah lancar berbahasa Indonesia, mengingat sudah lama tinggal di Indonesia dan meski begitu tetap rutin datang ke Amerika mengingat dia menjalankan bisnisnya peninggalan keluarga nya disini. Tetapi tentu tidak untuk sekarang karena saat ini perusahaan sudah di pegang sepenuhnya oleh Garviil.


"Hai Ma....???" Sapa Vicky sambil melambaikan tangannya.


"Hai sayang, kau masih di Boston???"


"Ya, aku masih disini."


"Tumben kau betah berlama-lama disana, kau tidak bertengkar dengan kakakmu kan disana???"


"Tentu saja  tidak, aku bersenang-senang disini, dan aku semakin betah karena ada seseorang di sampingku yang membuat aku malas pulang, lihatlah..!!!" Vicky mengarahkan ponselnya ke arah Tiffany supaya Mama nya bisa melihat wajah cantik Tiffany. Tiffany kemudian tersenyum ke arah kamera, menyapa Mama Vicky. "Mama, dia cantik kan??? Boleh tidak aku membawa Tiffany pulang ke Indonesia???" Tanya Vicky sembari bercanda.


Mama Vicky tersenyum. "Bawa saja, tapi ijin dulu pada orang tua nya, jangan sampai kau di kira menculik gadis itu. Tapi siapa nama nya???"


"Mama tanya sendiri padanya." Ucap Vicky.


"Tiffany, you can call me Tiffany." Jawab Tiffany.


Mama Vicky tersenyum. "Such a pretty name like your face." Puji Mama Vicky pada Tiffany. Nama yang sangat cantik seperti wajahnya.


"Thanks...." Gumam Tiffany.


"Mama sudah memuji kekasihku, maka Mama nanti juga harus memuji kekasih Garviil, dia juga tidak kalah cantiknya seperti Tiffany." Sahut Vicky.


Wajah Mama langsung berubah, yang tadi nya ceria dan penuh senyum, tiba-tiba berubah datar tanpa ekspresi. Dia memang sangat tidak suka jika membahas mengenai kekasih Garviil yang tidak lain adalah Bianca. Pengkhianatan yang di lakukan Bianca membuat Mama Vicky dan Garviil itu sangat kecewa dan sangat tidak setuju jika Garviil melanjutkan pertunangannya dan bahkan sebentar lagi mereka akan menika. Dia sudah berusaha untuk membuat putranya sadar dan berhenti bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Bianca, tetapi Garviil keras kepala dan tidak mau mendengarkan siapapun.


Melihat ekspresi Mama nya, Vicky pun langsung mengerti, Mama nya memang belum tahu jika sekarang Garviil sudah tidak lagi bersama dengan Bianca. Vicky tersenyum. "Mama???? Boleh aku memberitahu Mama sesuatu tentang apa yang terjadi disini akhir-akhir ini???"


"Memangnya apa???"


Vicky tersenyum kemudian menceritakan semuanya dari awal sampai akhir begitu juga dengan kejadian tadi bagaimana dia dan Garviil serta Andro bekerja sama untuk menjebak Bianca dan berhasil.


Mama Vicky tentu saja sangat terkejut sekali karena ternyata selama ini Bianca membohongi mereka semua, tidak hanya Garviil saja. Kecewa dan marah sekali karena untuk kesekian kali nya Bianca mempermainkan Garviil. Sebagai seorang ibu tentu dia tidak terima sama sekali, anaknya di permainkan seperti itu.


Vicky tersenyum memahami kemarahan Mama nya. "Mama, sekarang Mama tidak perlu mengkhawatirkan Garviil, dia sudah menemukan orang yang tepat untuk menemani dan membahagiakannya, Garviil sudah memiliki kekasih yang sangat cantik, baik dan dia juga sangat mencintai Garviil, Mama akan senang sekali jika melihatnya." Ujar Vicky,


"Garviil sudah punya kekasih???"


"Ya, dan sebenarnya gadis inilah yang akhirnya membuat Garviil tersadar bahwa dia tidak harus selalu berfokus pada Bianca, Garviil mengejarnya dan dia mulai goyah pada Bianca, akhirnya dia berusaha memikirkan sesuatu untuk lepas dari Bianca, tetapi hasilnya di luar dugaan dimana ternyata Bianca juga ketahuan membohongi kita semua."


"Dia sangat munafik." Gumam Mama Vicky.


"Kita lupakan si nenek lampir itu, semua nya sudah berakhir dan Garviil sudah menemukan cinta nya yang baru, kapan-kapan Mama harus melihat Geffie dan berkenalan dengannya, aku sangat yakin Mama akan menyukai nya."


"Ya, tentu saja Mama harus berkenalan dengan kekasih dari anak-anak Mama, dan Mama berharap kalian tidak menemukan perempuan seperti Bianca lagi."


"Tidak akan Ma.... Ya sudah, aku tutup dulu ya??? Aku lelah sekali hari ini, dan ingin beristirahat, salam untuk Papa."


"Ya, akan Mama sampaikan, Papa mu pasti senang mendengar ini, kau hati-hati dan jangan permainkan Tiffany, dia terlihat sangat baik."


Vicky tersenyum. "Aku sedang berusaha, aku mencintai Mama. Selamat pagi untuk disana."


"Ya, selamat malam untukmu disana."


Vicky mengakhiri panggilannya. Dan dia menyesap kopi nya lagi lalu memeluk Tiffany. Entah kenapa saat ini ada perasaan berbeda yang di rasakan Vicky pada Tiffany. Perasaan yang berbeda, tidak seperti dulu ketika dia berpacaran dengan gadis-gadis lain. Saat ini benar-benar ada kenyamanan di hati nya. Dulu dia hanya senagng bermain-main saja. Tetapi entah kenapa Tiffany seperti membawa aura yang baik.