
Vicky melihat ponselnya dan senyum-senyum sendiri. Ya, dia mencoba untuk memilih foto mana yang bagus yang bisa dia gunakan untuk di bagikan ke laman sosial medianya. Vicky akan memulai rencananya untuk membuat kegaduhan antara Ciara dan Bianca. Meski Vicky sendiri tidak bisa menentukan apakah hubungan keduanya akan rusak atau tidak. Karena bisa jadi rencana pertunangan ini memang sudah atas kesepakatan Ciara dan Bianca. Tetapi jika memang Bianca sudah mengarahkan Ciara untuk mengatakan iya atas keinginan Vicky untuk menikahi Ciara, tentu Vicky akan melakukan rencananya selanjutnya pasca dia berhasil menikahi Ciara nantinya. Dimana tentu Vicky akan menentukan langkah yang harus dia ambil.
Vicky memilih beberapa foto dan langsung dia unggah ke sosial medianya. Foto pertunangannya dengan Ciara kemarin. Pertemuan kedua keluarga dam acara pertunangan yang resmi. Vicky tidak bisa memungkiri kecantikan dadi Ciara sebenarnya, akan tetapi bagi Vicky kecantikan iti tidaklah berguna sama sekali karena Ciara ternyata adalah seorang pembohong besar.
Vicky sudah selesai mengunggah foto itu dan dia penasaran. dengan reaksi Bianca, meskipun dia juga tidak tahu apakah Bianca akan bereaksi biasa saja dengan foto itu ataukah bereaksi marah. Tetapi sepertinya Bianca akan bereaksi biasa saja, karena memang dia sudah mengatur rencananya dengan baik bersama Ciara.
Selesai meng-upload, Vicky pun melanjutkan sarapannya lagi sampai habis. Dan setela ini dia akan ke kantor karena lakaknya ternyata tidak pulang. Ya meskipun hari ini sebenarnya Vicky ingin beristirahat saja akan tetapi tidak ada salahnya dia ke kantor dan mempelajari berkas untuk meeting besok. Juga sore nanti dia akan ke makam Tiffany. Vicky sangat merindukannya dan ada banyak hal yang sedang ingin dia sampaikan pada Tiffany. Meski Tiffany sudah terkubur bersama kenangannya tetapi Vicky masih sangat mencintainya dan selalu merindukannya. Tidak ada yang bisa menggantikan Tiffany di hatinya. Begitulah yang Vicky rasakan selama ini.
Sementara di tempat lain, Garviil mengantar Geffie ke kampusnya karena hari ini geffie ada kelas siang. Dan sore nanti baru pulang. Tetapi pagi ini Geffie akan ke rumah sakit lebih dulu untuk memastikan kondisi keponakannya. Kyros juga sudah kembali bekerja karena hanya diberi ijin cuti satu hari saja.Lexia masih belum di pindah ruangan, karena kondisinya belum stabil.
Garviil memarkir mobilnya dan bergegas keluar membuka pintu untuk Geffie lalu mereka berjalan menuju ruangan PICU dimana Lexia berada dan juga Gienka. Geffie tahu kakaknya pasti lelah sekali saat ini, karena kondisi Lexia yang belum stabil. Dan sebenarnya Geffie sudah meminta kakaknya agar pulang dan bergantian menunggu di rumah sakit tetapi Gienka tidak mau, dan tidak bisa meninggalkan Lexia. Dia harus memastikan keadaan Lexia dengan baik. Padahal Geffie sudah mengatakan bahwa Garviil bisa berjaga di rumah sakit, sayangnya Gienka masih merasa tidak tenang. Kyros pagi tadi pulang tetapi hanya untuk mandi dan berganti pakaian karena haris kembali bekerja. Kyros pun terlihat lelah dan kurang tidur, tetapi dia punya tanggung jawab yang besar dengan pekerjaannya.
Gienka duduk sendirian, Geffie dan Garviil menghampirinya. "Kakak.." Geffie menyentuh pundak Gienka dan melempar senyum.
"Kau sudah sampai ya?"
"Aku membawa sarapan, kakak makan dulu ya?" Geffie menyodorkan kotak makan berisi sandwich buatannya kepada Gienka.
"Bagaimana Lexia?" Tanya Geffie.
"Perawat bilang kondisinya sudah lebih baik, tetapi menunggu dokternya dulu apakah Lexia sudah bisa di pindahkan ke ruang isolasi. Kakak berharap bisa segera di pindah setidaknya kakak bisa memeluknya dan menjaganya, tidak seperti saat ini." gumam Gienka sedih.
Geffie tersenyum. "Kakak terlihat lelah sekali. Aku juga membelikan kakak vitamin agar kakak juga tidak ikutan sakit, imun kakak juga harus baik supaya kakak juga bisa menjaga Lexia dan tidak ikut tertular meski kemungkinannya kecil. Jadi kakak makan dulu lalu minum vitamin nya ya? Semoga Lexia bisa segera bisa di pindah ruangan." Geffie menyela air mata Gienka dan meminta kakaknya memakan sarapan yang tadi dia bawa. Kakaknya memang tidak boleh sakit dan harus kuat untuk saat ini.
"Kakak masih belum memberitahu Papa mengenai kondisi Lexia?" Tanya Geffie.
"Belum dek, aku dan Ky masih membohongi mereka, tetapi sungguh jika Lexia sudah stabil, aku pasti akan mengatakan yang sebenarnya."
"Jangan terlalu berlebihan dan jangan lama-lama membohongi mereka, aku takut mereka akan marah dengan Kakak dan juga kak Ky, apalagi Papa, pasti akan sangat marah sekali nantinya."
"Itulah kenapa, aku berharap lexia semakin membaik."