Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Mengobrol dan Makan Malam di Cafe



"Apa..!!!!" seru Geffie. "Kau mengirimkan fotoku kepada Mamamu??? Foto yang mana???" Tanyanya pada Garviil.


"Foto saat kita ada di Washington DC, yang aku menggendongmu, Mama memintanya karena dia penasaran denganmu, jadi aku mengirimkan foto itu. Mama sudah melihat dan mengobrol sebentar dengan Tiffany dan Vicky memberitahu Mama mengenai aku yang punya kekasih baru dan Mama Penasaran sekali denganmu jadi dia ingin melihat fotomu."


"Tetapi Memangnya Mamamu tidak apa-apa kalau kau memiliki kekasih selain Bianca, maksudku yang Mamamu tahu kan kau bertunangan dengan Bianca???"


Garviil tersenyum. "Vicky sudah menceritakan semuanya kepada Mama tentang masalah yang terjadi kemarin dan Vicky juga bercerita bahwa aku dan Bianca sudah berakhir, kau tahu Mamaku juga sangat tidak setuju dengan hubunganku bersama Bianca, tetapi karena aku keras kepala, aku mengabaikannya dan tetap melanjutkan hubungan kami aku tahu Mama Papa sangat tidak setuju dengan keputusan itu, lalu setelah dia mendengar cerita dari Vicky tentang semua yang dilakukan Bianca selama ini dan apa yang sudah kami rencanakan kemarin, Mama sangat bahagia sekali karena aku bisa terlepas dari Bianca dan itu juga memberitahu mengenai hubungan kita berdua, jadi Mama penasaran dan memintaku mengirimkan fotomu karena aku bilang bahwa Kekasihku yang saat ini tidak kalah cantik dari Bianca, dia lebih manis ceria dan sangat menyenangkan."


"Kau sangat berlebihan, aku merasa jadi tidak enak pada Mamamu."


"Kenapa tidak enak, hubungan kita sudah direstui, jadi aku rasa kita harus menjalani hubungan ini ke arah yang serius, bagaimana???"


"Hubungan serius, maksudnya???"


"Ya, serius, ke arah yang serius tidak hanya pacaran biasa, tapi ke arah pertunangan dan pernikahan."


"Tetapi kan aku masih belum terpikirkan ke arah sana, lagi pula kita juga baru beberapa bulan menjalani kedekatan ini, rasanya bukankah itu terlalu jauh kalau kita membicarakan hubungan ini ke arah yang serius???" Tanya Geffie.


"Iya juga sih.." Gumam Geffie.


Garviil tersenyum. "Ya sudah, kalau begitu tidak ada masalah lagi kan??? Jadi kita berdua harus sudah berkomitmen untuk membawa hubungan ini ke tahap yang lebih serius lagi, setuju????"


Geffie menganggukkan kepalanya. "Oke kalau begitu."


"Dan itu artinya kita berdua tidak boleh bermain-main dengan hubungan ini, tidak boleh memiliki hubungan dengan orang lain atau selingkuh, karena sejak awal memutuskan untuk aku harus mencari cara berpisah dengan Bianca, aku sudah sangat yakin denganmu dan aku ingin hubungan kita memang berjalan ke arah yang serius."


"Aku tidak menyangka kau akan memikirkan hal sejauh itu dalam hubungan kita ini."


"Tentu saja, mungkin karena kau masih berkuliah tetapi aku sudah lulus, bekerja dan umur ku juga sudah cocok untuk membicarakan mengenai hubungan yang serius."


Geffie terkekeh. "Jadi kau masih menganut budaya di Indonesia di mana usia 27 tahun sudah harus memikirkan untuk menikah, aku pikir kau sudah lama tinggal di sini dan cara berpikirmu seperti orang di sini, pada umumnya mereka tidak terlalu begitu memikirkan mengenai pernikahan apalagi usia mereka masih di atas 25 tahun. Terlalu dini."


"Kalau menurutmu hubunganku dengan Bianca kemarin seperti apa??? Aku sudah memutuskan untuk bertunangan dengannya dan menjalin hubungan yang serius juga tetapi memang berjalan tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan dan aku juga tentu tidak ingin berlama-lama seperti ini, aku ingin punya istri dan keluarga yang sempurna. Ya kau tahu sendiri bahwa aku masih menganut adat ketimuran, aku tidak Sebebas Vicky. Dan asal kau tahu, aku juga belum pernah berhubungan badan dengan siapapun, itulah kenapa aku sangat terluka sekali ketika Bianca menghianatiku, karena aku menjaga diriku tentu dia juga harus menjaga dirinya, kami harus sama-sama menjaga diri dari hal seperti itu." Ucap Garviil. "Ini memang terdengar sedikit konyol menurut teman-temanku disini, tetapi Papaku selalu bilang bahwa laki-laki yang baik adalah dia yang bisa menjaga dirinya dari nafsu dan hasratnya kepada perempuan dan perempuan yang baik juga harus bisa menjaga dirinya dari hal yang sama seperti itu dan aku masih memegang teguh ucapan Papaku itu, tetapi berbeda dengan Vicky dia memang orang yang apa adanya dan dia juga mungkin tidak berpikiran kolot sepertiku tetapi tentu aku hanya ingin melakukan semua itu dengan perempuan yang aku cintai yaitu istriku nanti."