Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Kedatangan orang tua Geffie



Malam ini juga Garviil akhirnya mempacking pakaiannya. Dan Dia langsung berangkat ke bandara untuk pulang ke Indonesia. Garviil menuruti keinginan dari keluarganya agar dia pulang dan melihat kondisi neneknya yang sedang sakit. Memang akhir-akhir ini, neneknya mengalami penurunan kondisi kesehatannya dan Garviil sebenarnya sudah memiliki niat untuk pulang ke Indonesia bersama dengan Geffie, setelah Gadis itu selesai wisuda sekitar satu minggu lagi tetapi sepertinya rencananya itu harus gagal karena ternyata keluarganya memintanya untuk pulang lebih awal lagi. Garviil tentu menurutinya, dia juga sangat khawatir dengan kondisi neneknya dan berharap yang terbaik untuk neneknya. Garviil beruntung dia mendapatkan tiket penerbangan dini hari sehingga dia tidak perlu menunggu besok dan setelah mendapatkan tiket itu tadi dia langsung pulang dari apartemen Geffie lalu berkemas. Dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju bandara.


Dan besok sebenarnya orang tua Geffie sudah ada di sini, mereka akan datang besok siang dan Garviil juga sudah menyiapkan diri untuk berkenalan dengan mereka, bahkan Garviil sudah berniat untuk meminta agar hubungannya dengan Geffie Direstui oleh orang tua Geffie, tetapi tampaknya niat itu harus Garviil tunda sementara waktu, karena memang dia harus pulang ke Indonesia dan tidak bisa bertemu dengan keluarga terutama orang tua Geffie.


Garviil Sampai di bandara dan dia pun langsung melakukan pemeriksaan serta check in.


Setelah selesai check in, Garviil mengambil ponselnya. Dan Dia menghubungi Vicky untuk memberitahu adiknya itu bahwa sebentar lagi dia akan berangkat. Butuh beberapa kali panggilan sampai kemudian Vicky mengangkatnya "Hai Vic semuanya baik-baik saja kan???" Tanya Garviil.


"Iya, semua baik-baik saja, aku tadi sedang membeli makanan jadi aku tidak mengangkat teleponmu. Bagaimana kau akan berangkat kapan, besok pagi???" Tanya balik ke Vicky.


"Aku baru saja selesai check in dan sekitar 45 menit lagi aku akan berangkat."


"Kau dapat penerbangan malam ini???"


"Iya, tapi aku dapat kursi kelas ekonomi. Ya tidak masalah juga sih, setidaknya aku bisa pulang lebih cepat tanpa perlu menunggu besok."


"Baguslah kalau seperti itu."


"Semuanya baik-baik saja kan??? Bagaimana kondisi Oma???"


"Dia masih di ICU dan jam besuknya sudah berakhir jadi kami tidak boleh masuk dan aku ini mencari makan siang."


"Mama dan Papa bagaimana???"


"Mereka ada di sana, kalau aku sedang ada di restoran yang dekat rumah sakit."


"Oke kalau begitu, tolong kau kabari aku. Apapun Yang Terjadi Meskipun ponselku tidak aktif, setidaknya aku nanti bisa membaca pesanmu ya???"


"Oke, kakak Tenang saja, kondisi Oma juga stabil kok, lebih baik kau fokus aja pada penerbanganmu, safe flight, kalau kau sampai hubungi aku, aku akan menjemputnya di bandara, kau akan sampai jam berapa."


"Tidak perlu, aku bisa naik taksi, kau temani saja Papa dan Mama."


"Oke baiklah. Ya sudah makananku sudah datang nikmati perjalananmu."


"Oke bye." Garviil mengakhiri panggilannya dengan adiknya. Ia memasukkan lagi ponselnya ke dalam sakunya dan duduk menunggu keberangkatannya.


****


Keesokan harinya


Keluarga Geffie Akhirnya sampai dari bandara, langsung ke apartemen tempat tinggal Geffie. Ariel datang bersama Maysa istrinya dan juga Friddie keponakannya. Mereka hanya datang bertiga. Karena Ariel melarang Gienka ikut karena perut Gienka sudah besar, karena kehamilannya dan Ariel takut nanti terjadi sesuatu selama perjalanan ke sini sehingga Ariel meminta Putri pertamanya itu untuk berada di rumah saja dan tidak ikut ke Amerika.


Geffie membuka pintu apartemennya dan dia langsung tersenyum lebar memeluk Ariel lebih dulu. "Papa....!!!! Akhirnya datang juga...."


"Saya sudah menunggu Papa ya sejak tadi...???" Tanya Ariel.


"Lumayan, ini lebih bagus daripada apartemenmu sebelumnya." Ucap Ariel.


Geffie tersenyum. "Sedikit lebih luas daripada sebelumnya."


Setelah perjalanan jauh Geffie memeluk Mamanya. "Aku sangat merindukan Mama, merindukan memeluk Mama."


"Mama juga sangat merindukanmu, nice place." Puji Maysa.


"Terima kasih Mama. Aku akan membuatkan kalian minuman dulu supaya kalian merasa lebih baik atau kalian ingin istirahat dulu???"


"Mama ingin mandi, di mana kamar mandinya." Tanya Maysa.


"Disana Ma." Geffie menunjuk ke arah pintu yang ada di sebelah kamarnya di mana itu adalah kamar mandi.


Geffie memeluk Friddie, kakak sepupunya yang sangat dia rindukan juga. "Kakak apa kabar???"


"Aku baik sekali. Senang rasanya bisa melihatmu, akhirnya jadi sarjana juga kau."


"Terima kasih Kakak, ini juga berkat dukunganmu selama ini, aku jadi semangat untuk belajar."


"Kau harus jadi yang terbaik, sekarang sudah cukup memeluknya, buatkan aku minuman karena aku haus dan juga sedikit mual sepertinya aku Jet Lag."


"Baiklah, kau duduk dan aku akan membuat kan jus lemon. Papa juga ya, sebentar!!"


Geffie pun langsung bergegas ke dapurnya dan dia mengambil dua buah lemon untuk dia Jadikan jus dan memberikannya kepada orang tuanya juga kakaknya. Geffie sangat senang sekali karena bisa bertemu lagi dengan mereka secara langsung dan setelah wisudanya selesai nanti, dia akan ikut kembali ke Indonesia untuk liburan selama sekitar 2 minggu baru setelah itu dia akan kembali lagi ke sini. Geffie harus mengurus beberapa hal setelah kelulusannya karena dia juga akan langsung melanjutkan magisternya di Washington DC, meskipun masih beberapa bulan lagi tetapi Geffie akan memilih untuk berada di sini saja sehingga dia nanti tidak perlu direpotkan itu datang jauh-jauh dari Indonesia ke sini sehingga dia akan stay saja di sini.


Geffie pun mulai membuat jus lemon, dia membuat yang hangat juga membuat yang dingin, tahu bahwa mamanya suka lemon yang hangat sedangkan Papanya dan juga kakaknya menyukai yang dingin. Geffie pun menambahkan es batu di gelasnya lalu membawanya ke meja di mana Papanya dan juga kakaknya sedang duduk.


"Jus lemon untuk 2 laki-laki yang paling tampan di dunia ini."


Ariel pun terkekeh. "Terima kasih sayang." Ariel meraih gelas berisi Jus itu lalu meminumnya. Geffie kemudian duduk di sebelah Friddie dan memberikan gelas berisi jus lemon.


Ariel meneguk jus buatan putrinya dan hanya menyisakan setengah gelas kemudian Ariel berdiri dan membawa kopernya serta milik istri juga tas milik Friddie membawanya ke atas tempat tidur Geffie untu di rapikan.


Friddie menyenggol pinggang Geffie yang duduk di sebelahnya, lalu berbisik di telinga adiknya itu. "Mana kau bilang kalau kau akan memperkenalkan pacarmu kepadaku, di mana dia, akan datang jam berapa???" Tanya Friddie menggoda.


"Dia semalam meninggalkan Boston, dia harus pulang ke Indonesia karena ada urusan di sana. Jadi aku batal untuk mengenalkannya kepada kakak."


"Yah.... Bagaimana sih, kenapa dia malah ke Indonesia, kita datang ke sini dia malah ke Indonesia, batal dong aku berkenalan dengannya."


"Neneknya sedang sakit Kak, jadi dia buru-buru pergi ke sana dan langsung mengambil penerbangan tadi malam setelah dia mendapatkan telepon dari adiknya."


"Padahal aku penasaran sekali." Gerutu Friddie.