Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Tidak bisa



Garviil dan Geffie sampai di sebuah restoran untuk menikmati makan siang setelah pergi untuk menonton film. mereka merasa lapar sekali dan Garviil pun mengajak istrinya untuk mencari makan, setelahnya mereka akan pergi jalan-jalan lagi. Garviil tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bersama dengan Geffie dan malam nanti dia akan mengantar istrinya ke bandara untuk kembali lagi ke Washington Dc. Geffie akan tetap di temani oleh bodyguardnya. Garviil memang tidak memberitahu kedua orang tua nya bahwa Geffie memiliki bodyguard, dan memang Garviil menyuruh bodyguardnya untuk tidak mengikutinya sampai di rumah kemarin, setelah dia menjemput Geffie di bandara. Dan bodyguard itu nanti juga akan menunggu di bandara lagi. Garviil juga masih belum tahu kelanjutan dari penyelidikan Bianca sudah sejauh mana, tetapi tentu dia juga harus selalu waspada. Kehadiran Ciara kesini juga membuatnya tidak nyaman apalagi Ciara tadi malam di lamar oleh Vicky. Rasanya semakin jengkel saja Garviil.


"Bagaimana menurutmu filmnya tadi???" Tanya Garviil pada Geffie.


"Bagus, romantis."


Garviil tersenyum. "Aku senang kau menyukai film pilihanku."


"Aku kan memang penyuka film-film romantis, aku sebenarnya sudah berniat mengajakmu untuk menonton film ini sejak trailer yang muncul dan kesampaian juga aku menonton film ini bersama denganmu."


"Itu artinya aku bisa membaca apa yang sedang kau pikirkan." Garviil tersenyum.


"Kau adalah suami terbaik. Terima kasih sudah mengajakku menonton film yang tadi."


"Oh tidak masalah sayang, lagi pula kita juga harus berpisah lagi minggu depan, lalu giliran aku yang akan mengunjungimu ke sana dan Papa juga besok akan kembali ke Indonesia tapi mama akan di sini untuk beberapa waktu, mama bilang dia masih kangen denganku dan juga Vicky tapi pekerjaan sudah menunggu papa jadi Papa yang harus kembali ke sana sendirian."


"Ya tidak apa-apa, Papa pastinya tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama, lagipula Vicky juga sudah jauh lebih baik kondisinya."


"Sayang, sebenarnya sejak tadi aku merasa khawatir." Gumam Garviil.


"Khawatir??? Kau khawatir kenapa???"


"Tentang Vicky dan juga Ciara, aku takut Vicky melakukan hal yang konyol lagi dan bisa membuat kita semua terkejut dengan rencana gilanya."


"Rencana gila bagaimana maksudmu???"


"Ya rencana gila seperti tadi malam, Vicky dia melamar Ciara dan Bahkan dia berniat untuk menikahinya. Tentu saja aku sangat khawatir, takut dia menggila lagi dan merencanakan hal yang bisa membuat kita terkejut."


"Kalau begitu kau bisa mengajaknya bicara lagi dari hati dan jangan pernah menggunakan emosi, setidaknya Mintalah penjelasannya detail tentang apa yang dia rencanakan, akan seperti apa dan kenapa dia melakukan itu. Tapi kalau kau menanggapinya dengan emosi marah-marah tentu Vicky juga akan malas untuk memberikan penjelasan yang detail kepadamu itulah Nanti kalian bicara oke."


Sore harinya setelah diantar Vicky ke Hotel. Ciara dan kedua orang tuanya pun pergi untuk mengunjungi Bianca dan kakaknya di rumah mereka. Ciara sebenarnya malas dan dia sudah menyuruh orang tuanya untuk pergi berdua ke tempat tinggal Bianca dan dia akan menunggu di hotel saja tetapi kedua orang tua Ciara menolak dan tetap ingin mengajak Ciara. Ciara sangat malas sekali harus bertemu dengan Bianca bahkan akhir-akhir ini dia mengabaikan pesan dan juga telepon dari Bianca. Ciara sudah memutuskan untuk tidak lagi akan mempedulikan dan membantu Bianca balas dendam karena Ciara sekarang tahu bahwa dia tidak boleh merusak hubungannya dengan Vicky karena dia juga sudah jatuh cinta kepada lelaki itu dan menerima pertunangan Vicky atas dasar cinta yang dia miliki untuk lelaki itu.


Sampai di rumah Kakak Bianca mereka langsung disambut oleh Bianca beserta kakaknya. Terlihat mereka senang sekali bisa bertemu dengan orang tua Ciara yang sudah lama tidak mereka temui. Bianca memeluk tantenya juga memeluk Ciara, dia sudah menunggu Ciara bisa datang untuk menemuinya dan mereka bisa mengobrol lagi serta mengatur rencana yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Ciara dan kedua orang tuanya pun dipersilakan untuk duduk di ruang tamu. Dan wajah sumringah Bianca pun terlihat sekali, Ciara bisa membaca kemana arah jalan pikiran Bianca. Bianca juga memilih duduk di sebelah Ciara bahkan melingkarkan lengannya di lengan Ciara. Mereka pun terlihat berbincang sembari melepaskan Rindu. jujur Ciara sangat merasa tidak nyaman sama sekali dengan keberadaan Bianca, membuat dia ingin segera pergi dari tempat ini tetapi tentu Ciara tidak bisa melakukannya karena dia bersama dengan kedua orang tuanya dan Ciara juga tidak memberitahu orang tuanya tentang rencana balas dendam Bianca, yang mereka tahu adalah Ciara hanya berpacaran dengan mantan kekasih dari Bianca, hanya itu saja pembalasan dendam Bianca pun tidak Ciara ceritakan kepada kedua orang tuanya.


Setelah mengobrol beberapa saat, Bianca pun mengajak Ciara untuk pergi ke kamarnya dengan alasan bahwa mungkin Ciara bisa beristirahat. Ciara tentu saja langsung menolaknya tetapi bukan Bianca namanya Jika dia tidak bisa memaksa Ciara dan atas perintah orang tuanya Ciara pun akhirnya mengikuti Bianca ke kamarnya.


Ciara masuk ke kamar Bianca bersama dengan Bianca, lalu Bianca menutup pintunya. Ciara sudah memasang wajah juteknya kemudian dia duduk di sofa yang ada di kamar Bianca. Senyum Bianca merekah kemudian ia menghampiri Ciara dan duduk di sebelah sepupunya itu. "Ciara, Ciara bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Vicky??? Kenapa kau sama sekali tidak membalas pesanku dan juga tidak mengangkat teleponku?? Apakah sebegitu sibuknya dirimu sampai kau tidak sempat untuk melakukannya padahal aku sangat penasaran dengan hubunganmu bersama Vicky."


"Bianca, aku minta maaf. Aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Vicky." Ucap Ciara berbohong.


Bianca terlonjak. "apa??? kau mengakhiri hubunganmu dengan Vicky, kenapa???"


"Bianca sejak awal aku sama sekali tidak mau terlibat dengan pembalasan dendammu itu, aku juga tidak bisa melanjutkan hubunganku dengan Vicky, hubungan yang dipenuhi dengan kepura-puraan. Maaf Bianca tetapi aku sungguh tidak bisa melakukannya. Vicky kulihat adalah laki-laki yang sangat baik dan aku tidak bisa melakukan hal buruk kepadanya dan membalaskan dendammu sungguh aku tidak bisa melakukannya."


"Tetapi bagaimana bisa Ciara, kau kan sudah berjanji kepadaku akan membantuku lalu bisa-bisanya kau secara sepihak mengakhiri hubunganmu dengan Vicky. Lalu kau tidak menepati janjimu sama sekali kepadaku dan kau mengakhirinya juga tanpa memberitahuku kemudian mengambil keputusanmu sendiri."


"Bianca. Aku sejak awal sama sekali tidak ingin masuk ke dalam urusanmu, juga aku bukanlah orang yang bisa melakukan kejahatan seperti yang sudah kau rencanakan dan aku juga melihat baik itu Vicky, Garviil dan juga Geffie istrinya. Mereka semua adalah orang-orang yang sangat baik. Lalu bagaimana bisa aku melakukan kejahatan kepada mereka dan mereka juga sangat mempercayaiku. Selain itu ini juga membawa nama dari perusahaanku. Dan sungguh Bianca, aku takut mereka akan mengetahui tentang diriku dan itu akan berimbas kepada perusahaanku, kepada perusahaan papa dan itu akan membuat perusahaan memiliki nama yang buruk, aku tidak bisa melibatkan perusahaanku dalam permasalahan bahas dendam apalagi sampai menghancurkan perusahaan milik Garviil." Ujar Ciara. "Kau tahu, perusahaan itu adalah perusahaan yang punya loyalitas yang sangat baik, juga kepemimpinnya yang luar biasa, satu lagi mengenai Vicky, aku tidak bisa menjalani hubungan yang penuh dengan kepura-puraan dengan dia apalagi Vicky benar-benar menyukaiku, kau bilang bahwa aku tidak boleh jatuh ke dalam pelukan Vicky lalu menurutmu jika kami terus bersama apa yang akan terjadi??? Vicky terus menghujaniku dengan perhatian dan cinta lalu aku akan menghianatinya, tidak Bianca, aku tidak bisa melakukannya jadi aku memilih untuk mengakhiri hubunganku dengan Vicky dan aku sama sekali tidak mau terlibat dalam rencana pembalasan dendam apalagi dalam hal itu semua kesalahan itu ada pada dirimu sendiri bukan mereka. Karena mereka tidak pernah menghianatimu tapi kau sendiri yang sudah mengkhianati kepercayaan mereka."


"Tapi kau sudah berjanji padaku akan membantuku. Lalu kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran seperti ini, kita sudah sejauh ini Ciara, jadi please jangan hentikan rencana kita di tengah seperti ini aku sudah sangat mengharapkan bantuanmu." Bianca mencoba kembali meyakinkan Ciara.


"Sorry, sudah tidak bisa Bianca, aku tidak bisa melanjutkan n,ya kontraku dengan perusahaan Garviil tetap akan kujalankan sesuai dengan perjanjian kami dan aku tidak akan melakukan hal apapun dengan perjanjian kerjasama itu. Aku tidak mau perusahaanku berdampak buruk dan kerjasama ini juga saling menguntungkan untuk perusahaan kami, aku tetap akan menjalankan sebagaimana yang seharusnya tanpa embel-embel menipu Garviil dan juga Vicky."


"Tapi Ciara???" Bianca masih berusaha menahan keputusan Ciara.


"Tidak Bianca, tidk,a aku sudah mengambil resiko yang sangat besar dan jika kau terus memaksaku aku akan memberitahu papa dan juga mama tentang semua rencana jahatmu itu, sejauh ini aku masih menyimpannya sendiri tapi kupikir Jika kau terus bersikap seperti ini dan tidak bertanggung jawab dengan kesalahanmu sebelumnya, aku akan memberitahu mama dan papa. Bahkan aku juga akan memberitahu kedua orang tuamu tentang apa yang sudah kamu rencanakan, apa yang dulu terjadi sudah membuat Aib di keluarga besar kita, kau harusnya mengerti itu dan berusaha untuk memperbaikinya bukan malah merencanakan hal-hal seperti ini, aku tidak bisa melakukannya, terserah kau saja, aku tetap dengan pendirianku dari awal dan aku minta maaf karena aku memilih untuk berhenti di tengah jalan." Ciara pun berdiri dan keluar dari kamar Bianca, dia tidak mau lagi melanjutkan semua rencana balas dendam Bianca. Dan Dia terpaksa berbohong mengenai hubungannya dengan Vicky, itu dia lakukan lebih kepada dia ingin hubungannya dengan Vicky tidak tercium oleh Bianca apalagi semalam Vicky sudah melamarnya dan syarat tidak ingin kehilangan Vicky sama sekali Dia sangat mencintai Vicky.