Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Panik



Garviil memasang wajah cemberut dan meletakkan ponselnya di atas meja. Dan inilah yang ditakutkannya, bahwa hubungan Vicky dan Ciara pasti akan berlanjut ke hal yang lebih serius lagi, bahkan pernikahan mereka tanggalnya sudah ditentukan. Garviil benar-benar bingung membayangkan apa yang akan terjadinya nantinya jika pernikahan itu terlaksana.


Geffie meraih jemari suaminya seolah tahu apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh suaminya itu, karena Geffie bisa mendengar dengan jelas tentang apa yang dibicarakan oleh Mama mertuanya tadi dengan suaminya. Pernikahan Vicky dan Ciara sudah ditentukan. Geffie mengusap lembut jemari suaminya dan menatap penuh dengan kelembutan. "Aku tahu apa yang sedang kau rasakan. Tetapi kita tidak bisa melakukan apapun karena ini sudah diatur sayang." Gumamnya.


"Ini yang aku khawatirkan."


"Aku sangat mengerti apa yang dan kau rasakan saat ini, tetapi apa yang bisa kita lakukan??? Karena bagaimanapun ini adalah keinginan dari Vicky sendiri sayang. Jika dia mengatakan ingin menghancurkan hubungan persaudaraan Ciara dan Bianca ya mungkin dengan cara ini, tetap mempertahankan hubungan ini adalah jalannya. Dan aku menduganya bahwa rencana pernikahan ini juga pasti sudah dipikirkan dengan baik oleh Vicky.  Seandainya rencananya akan berhasil nanti, Bianca mungkin marah ketika mendengar kabar bahwa Ciara menikah dengan Vicky dan mereka akan saling berdebat satu sama lain, mungkin seperti itu rencana Vicky, masa kau tidak bisa menebaknya sih???"


"Iya aku tahu, tetapi apakah pernikahan ini adalah jalan satu-satunya? Maksudku aku hanya tidak setuju saja Vicky mempermainkan sebuah pernikahan hanya untuk menghancurkan orang lain, itu tidak akan benar sayang."


"Masih ada waktu 1 bulan menuju pernikahan itu ,mungkin pernikahan ini hanya sebuah rencana yang tidak memiliki arti apapun dan Vicky juga pasti tidak akan berniat untuk benar-benar menikahi Ciara. Pasti rencana ini hanya dijadikan alasan saja dan pernikahan itu pasti tidak akan mungkin terjadi karena Vicky sendiri kan sudah tahu segalanya, bisa jadi ini hanya pancingan Vicky saja, kemudian Vicky akan membongkar kejahatan yang dilakukan oleh Ciara dan Bianca. Jadi kau pikir tidak perlu mengkhawatirkannya, aku sangat yakin pernikahan ini tidak akan terjadi, tidak akan pernah terjadi." Ujar Geffie.


"Apa maksudmu nanti Vicky akan meninggalkan Ciara sebelum pernikahan?" tanya Garviil.


"Iya bisa jadi sebelum hari H, Vicky akan mengakhiri hubungannya dengan Ciara, lalu membongkar kebusukan


Ciara dan Bianca."


"Tetapi menurutku itu akan sama saja, maksudku itu artinya hubungan mereka berdua keretakan persaudaraan mereka berdua itu hanya akan berlaku sebentar saja sayang. Karena ketika Vicky sudah mengakhiri hubungannya dengan Ciara, ya sudah kedua perempuan itu akan menyadari bahwa tidak ada yang perlu di ributkan lagi di antara mereka. Aku tidak yakin bahwa Vicky akan mengakhiri hubungannya dengan Ciara begitu saja, pasti ada hal lain yang akan dia lakukan karena jika hanya merusak hubungan persaudaraan mereka selama hampir satu bulan itu rasanya terlalu cepat." Garviil Mencoba membantah.


"Iya berbagai kemungkinan bisa saja terjadi, akan tetapi yang lebih bisa menimbang permasalahan itu adalah Vicky sendiri, sekarang kurasa kau harus lebih fokus mengenai permasalahan kecelakaan Tiffany. Karena permasalahan itu harus segera dicari faktanya dan harus di selesaikan karena Tiffany juga harus mendapatkan keadilan atas kematiannya. Apakah Begitu sulitnya kita mencari bukti bahwa Bianca adalah dalang dibalik semua itu, aku masih memikirkan itu sebenarnya di luar dari kerumitan yang terjadi antara Vicky, Ciara dan juga Bianca."


"Iya sayang, masalah kecelakaan Tiffany juga kami sudah berusaha untuk menyelesaikannya, setidaknya kekacauan ini tidak semakin berlanjut. Bianca tetap harus dihukum atas perbuatannya, kurasa memang benar jika sudah ada bukti yang akurat untuk menjerat Bianca, dan Vicky tidak perlu memperpanjang permainan ini, bahkan sampai harus menikahi Ciara, kita harus berdoa supaya permasalahan kecelakaan Tiffany bisa segera terselesaikan."


"Aku berharap bisa segera mendapatkan bukti akurat." Gumam Geffie penuh harap.


Tiffany harus mendapatkan keadilan atas kematiannya. Dan jika Bianca memang ada di balik itu semua tentu Bianca harus mendapatkan hukuman yang setimpal dan itu jiga sudah masuk ke pembunuhan berencana karena pasti sudah disiapkan jauh-jauh hari.


★★★


Malam harinya.....


Kyros dan Gienka, terbangun ketika mendengar suara tangisan Lexia dari kamarnya. Gienka pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar Lexia yang terhubung dengan kamarnya. Sementara Kyros mengikuti dari belakang dan langsung menyiapkan susu untuk putrinya itu. Masih menahan kantuk, Gienka berusaha untuk menghampiri putrinya dan akan menenangkan nya.


Teriakan Gienka membuat Kyros langsung menghampiri nya, dan Gienka langsung memeluk suaminya. "Lexia..." Suara Gienka gemetar.


"Kenapa???" Tanya Kyros. Dia mendekati Lexia yang masihenangis dan hendak mengangkat putrinya itu. Kyros terlonjak. "Ya Tuhan....!!!! Badannya panas sekali...!!!" Seru Kyros dan dia langsung menggendong Lexia yang masih menangis. "Ambilkan termometer, dan penurun panas!" Perintahnya pada Gienka.


Gienka pun berlari mengambil termometer dan obat penurun panas untuk putrinya. Sedangkan Kyros masih berusaha menimang Lexia agar bayi itu menghentikan tangisnya. Tak lama Gienka kembali dan langsung mengukur suhu tubuh Lexia. Setelah menunggu beberapa saat, di lihatnya termometer itu. Dan berapa terkejutnya Kyros dan Gienka melihat suhu di termometer itu.


"40 derajat." Gumam Gienka. "Ya Tuhan panas sekali."


"Tuang sirup penurun panasnya!"


Gienka menganggukkan kepala nya, dan dia pun membuka botol sirup penurun panas untuk dia berikan pada Lexia.


Lexia terus menangis dengan sangat keras. Dan Kyros berusaha untuk menenangkan nya. Menimangnya dengan lembut berharap putrinya mau menghentikan tangisnya. Tadi Lexia tidak ada gejala apapun tetapi kenapa tubuhnya bisa sepanas ini.


"Anak Papa, ssshhhhh...... Tenang ya sayang...???" Pinta Kyros.


Dan tiba-tiba saja Lexia berhenti menangis tetapi tubuh bayi itu mengejang. "Lexia....????" Panggil Kyros panik. "Lexia sayang, kau kenapa???? Lexia???" Kyros meletakkan Lexia di tempat tidurnya, dan tubuh mungil bayi itu mengejang. Mendengar kepanikan suaminya, Gienka pun menghampiri nya dan betapa terkejutnya dia melihat putrinya mengejang seperti itu, di tambah napas Lexia juga mulai tersenggal. "Lexia sayang......???? Lexia.....!!!" Panggil Kyros panik.


"Lexia......!!!" Gienka juga terlihat panik. "Sayang.... Lexia kenapa seperti ini..????" Gienka mulai menangis.


"Lexia.....????" Panggil Kyros lagi tetapi Lexia terus mengejang bahkan mulutnya mengeluarkan busa. Kyros mengangkatnya dan mengajak Gienka untuk keluar dan membawa Lexia ke rumah sakit. "Bangunkan Geffie dan Garviil, kita harus membawanya ke rumah sakit."


Gienka mengangguk dan bergegas keluar kamar untuk membangun kan adiknya. Gienka menggedor pintu kamar Geffie dengan sangat keras membuat Geffie dan Garviil terbangun. "Dheeekkkk bangun.....!!!!" Teriak Gienka. "Garviiiilll...!!!"


Geffie dan Garviil terbangun dan mendengar suara Gienka seperti orang panik, keduanya lekas berlari dan membuka pintu. "Kakak... Kenapa???" Tanya Geffie.


"Lexia kejang." Ucap Gienka singkat lalu Gienka berbalik badan dan menyusul Kyros yang membawa Lexia masuk ke dalam lift.


Garviil dan Geffie masih bingung karena mereka baru bangun tidur tetapi mereka lekas tersadar ketika melihat Lyros menggendong Lexia dan memanggil nama bayi itu dengan panik. Garviil dan Geffie pun menyusul kakaknya dan masuk ke dalam lift. Mereka melihat Lexia mengejang dan napasnya tersenggal, Gienka mulai menangis dan panik sekali. "Lexia kenapa kak???" Geffie pun juga mulai panik melihat kondisi keponakannya.