Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Oma MeninggaI Dunia



Dokter dan perawat keluar dengan wajah yang muram, kemudian mereka memberitahu bahwa Oma Garviil dan Vicky meninggal dunia seperti yang sebelumnya sudah mereka jelaskan kepada keluarga Garviil bahwa sudah tidak ada Harapan lagi dan pasien yang mereka tangani telah sampai pada titik perjuangannya melawan komplikasi penyakitnya.


Mendengar itu Mama Garviil dan Vicky pun langsung menangis histeris memeluk suaminya, ia sudah kehilangan ibu mertua yang sangat dia sayangi. ibu mertua yang tidak pernah sekalipun menyakiti hatinya, ibu mertua yang luar biasa yang selalu mendukungnya sangat menyayanginya bahkan cinta yang diberikan Ibu mertuanya kepada nya lebih besar daripada cinta yang diberikan Ibu mertuanya itu kepada suaminya, dia saat ini benar-benar sangat kehilangan sekali.


Mendengar itu Garviil langsung terduduk lemas di lantai. Vicky hanya bisa terdiam dan masih enggan untuk mempercayai kenyataan yang saat ini ada di depannya. Vicky belum siap untuk Kehilangan orang yang sangat dia sayangi. Omanya yang selalu penuh cinta dan perhatian bahkan meski usianya dengan Garviil sudah 27 tahun tetapi Omanya tetap menganggap Mereka berdua adalah cucu kecilnya, yang masih sering di manjakan.


Papa Vicky dan Garviil mencoba menguatkan diri dan menenangkan istrinya, ia tidak boleh hancur dengan hal ini dan harus terlihat kuat di depan istri serta anak-anaknya. Akan tetapi tentu sebagai seorang anak ia tidak bisa menerima hal seberat ini, dimana ia sangat mencintai Mamanya. Wanita yang sudah membesarkannya dan memberikan kasih sayang nya setiap waktu, mamanya tidak hanya menjadi seorang ibu tapi juga menjadi sahabat untuknya. Wanita yang paling bijak dan selalu memberikan nasihat serta petuah yang bijak danĀ  menenangkan hati. Mamanya yang selalu penuh cinta kepada setiap orang dan Mamanya sangat menyayangi istrinya tidak pernah sekalipun ia mendapati aMmanya bersikap tidak adil kepada istrinya. Itulah kenapa membuat hubungan Mamanya dengan istrinya itu sangat dekat sekali seperti layaknya anak dan ibu kandung. Mamanya memang hanya memiliki dirinya saja dan Mamanya sejak dulu ingin memiliki seorang anak perempuan tetapi dia tidak memilikinya. Itulah kenapa Mamanya sangat bahagia sekali ketika Ia memutuskan untuk menikah dan Mamanya menjadikan istrinya seperti seorang putri di dalam rumah, sangat disayangi dicintai dan dibanggakan. Kemudian semua semakin indah dan menyenangkan ketika Vicky dan Garviil lahir. Mamanya semakin terlihat bahagia sekali seolah semua cintanya diberikan kepada Vicky, Garviil dan juga istrinya.


"Vicky, hubungi Mirza, suruh dia menyiapkan semuanya untuk Pemakaman dan lainnya, minta untuk mengurus semuanya malam ini juga karena Papa tidak mau jika harus menunggu sampai besok, alangkah lebih baiknya malam ini, Oma kalian harus segera dimakamkan, itu akan lebih baik jangan sampai membuat Oma kalian menunggu lebih lama lagi." Ucap Papa Vicky dan Garviil yaitu Tuan David Ivander.


"Baik Pa." Sahut dengan suara lemah, kemudian dia menepuk pundak kakaknya untuk menguatkannya, lalu Vicky berdiri dan mengambil ponselnya untuk menghubungi asisten pribadi Papanya agar bisa menyiapkan segala keperluan pemakaman oma nya.


Perawat kemudian mempersilakan Garviil dan keluarganya untuk masuk dan melihat omanya untuk terakhir kalinya.


Mereka bertiga masuk dan peralatan yang menempel di tubuh Oma Garviil mulai dilepaskan satu persatu. Garviil Diam Terpaku menatap tubuh Omanya yang sudah terbujur kaku. Garviil mulai mengingat semua kenangannya bersama dengan Omanya, dari dia kecil hingga dewasa. Ia tetap diperlakukan seperti anak-anak tetapi Garviil tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena dia tahu bahwa oma nya sangatlah Mencintainya.


Setelah semua alat dilepaskan. Garviil melangkah pelan mendekati ranjang di mana omanya terbaring kaku. Garviil langsung membungkuk dan memeluknya serta mencium wajah Oma nya. " Oma sekarang tidak akan lagi merasakan sakit, Oma sudah bertemu dengan Opa di sana. Oma pasti tahu bahwa kami semua sangat menyayangi Oma, sekarang Oma bisa pergi dengan tenang, aku akan menuruti semua keinginan Oma dan terima kasih Oma mau menungguku terlebih dulu sampai di sini, sehingga aku punya kesempatan terakhir untuk mengobrol dengan Oma, aku tidak tahu jika seandainya Oma tidak mau menungguku lalu meninggalkanku begitu saja, aku pasti akan menjadi orang yang paling menyesal di dunia ini, tetapi ternyata tuhan baik, dia memberiku kesempatan untuk bisa menghabiskan detik-detik terakhir Oma bersamaku." ucap Garviil sembari memeluk oma nya, dia mencoba sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh, hatinya benar-benar hancur saat ini. Kesayangan yang sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya. "Garviil sangat menyayangi Oma, sangat menyayangi Oma." Lanjutnya, Garviil terus memeluk Omanya untuk terakhir kalinya.


Tidak lama Vicky juga masuk, dia memberitahu Papanya bahwa dia sudah menghubungi asisten pribadi Papanya dan meminta untuk menyiapkan segala keperluan pemakaman Omanya. Vicky menghampiri kakaknya yang masih memeluk jeenazah Oma nya Vicky menyentuh pundak kakaknya yang membuat Garviil menoleh ke belakang dan melepaskan pelukannya. Dan kali ini Vicky membungkuk dan mengecup kening Oma nya. Ia juga sebenarnya sangat sedih sekali serta sangat Kehilangan tetapi dia harus menahannya supaya tidak membuat keluarganya semakin sedih. Vicky sangat menyayangi Oma nya.


"Oma, sekarang Oma sudah tidak akan merasakan sakit lagi dan Oma jangan khawatir, Vicky akan menuruti semua keinginan Oma. Vicky akan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan Vicky akan menuruti perintah kakak. Oma bisa pergi dengan tenang. Kami semua sangat menyayangi Oma." Ucap Vicky.


Mama Vicky dan Garviil juga tidak bisa lagi menahan kesedihannya, ia mencium kening mertuanya untuk terakhir kalinya. Wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri dan setelah ia kehilangan ibu kandungnya, Ada sosok lain yang membuatnya merasa seperti menjadi seorang anak lagi tetapi kali ini wanita yang menyayanginya itu juga telah meninggalkannya.


Melihat kesedihan Mamanya, Vicky dan Garviil pun menghampirinya dan meminta Mamanya untuk sabar dan kuat dan harus bisa melewati masa ini. Papa Garviil juga meminta agar perawat untuk segera mengurus jenazah Mamanya lalu bisa diproses untuk dibawa pulang dan dimakamkan meski hari Sebentar lagi sudah gelap tetapi Papa Vicky dan Garviil itu memutuskan akan tetap memakamkan Mamanya malam ini juga karena mereka tentu tidak bisa jika harus menunggu sampai besok, proses pemakaman dilakukan lebih cepat itu akan lebih baik, terlalu lama jika harus menunggu sampai besok hari.


******


Setelah semua selesai diurus, akhirnya jenazah Oma Vicky dan Garviil pun dimasukkan ke mobil jenazah untuk dibawa untuk dibawa pulang Vicky dan Garviil berada di dalam mobil jeenazah Oma mereka, sedangkan kedua orang tua mereka dijemput oleh sopir dan mengikuti di belakang mobil jenaazah Oma nya akan disemayamkan sebentar di rumah baru setelah itu akan langsung dibawa ke pemakaman.


Vicky terdiam sembari tangannya memegang kerranda Omanya. Ia duduk di sebelah kiri sedangkan kakaknya duduk di sebelah kanan dan mereka saling berhadapan tetapi Garviil tatapannya kosong dan hanya terdiam. Garviil juga memegang keraanda Omanya.


Vicky teringat mengenai permintaan Omanya tadi, sebelum Omanya menghembuskan nafas terakhirnya. Di mana Oma nya meminta agar ia bisa membantu Garviil untuk mengurus usaha dari kedua orang tuanya. Vicky mulai menyadari kesalahannya, selama ini dia telah membiarkan Garviil mengurus semuanya sendirian, tetapi tidak pernah sekalipun Garviil memprotesnya. Oma nya berpesan agar ia membantu kakaknya itu, hal yang sama juga dilakukan oleh kedua orang tuanya dan juga membiarkannya untuk menikmati hobi dan kesenangannya tanpa pernah memaksa nya. Vicky tahu orang tuanya memang membebaskannya membebaskan anak-anaknya untuk melakukan apa yang mereka inginkan dan orang tuanya tidak pernah memaksa untuk melakukan sesuatu, hal itulah yang membuat Vicky selama ini tidak pernah sekalipun berniat untuk membantu Garviil mengurus perusahaan mamanya di Amerika.


Dan Vicky merasa bahwa sepertinya dia harus mulai membantu kakaknya, apalagi perusahaan juga semakin besar. Kakaknya pasti juga butuh bantuannya dan Vicky membenarkan apa yang diinginkan oleh Omanya bahwa dia harus mulai bisa bertanggung jawab atas suatu hal dan tidak lagi bermain-main. Mungkin dengan ia membantu Garviil di kantor, Omanya akan merasa senang dan bangga kepadanya nanti. Vicky tidak bisa membalas segala kasih sayang dan cinta yang pernah diberikan Omanya, satu hal yang mungkin akan membuat oma nya senang adalah ia bisa menuruti keinginan terakhir dari Oma nya itu. Vicky akan mulai merubah gaya hidupnya dan ia juga akan mulai bertanggung jawab atas semua yang dilakukan serta yang paling penting adalah membantu kakaknya untuk mengurus perusahaan yang ada di Amerika.


****************


Pemakaman Akhirnya selesai. Garviil dan keluarganya kembali pulang ke rumah mereka. Garviil masuk ke dalam kamarnya, diikuti oleh Vicky. Garviil merasa lelah sekali dan dia ingin istirahat tetapi perasaannya saat ini sedang tidak baik, ia baru saja melihat Oma nya setelah sekian lama tetapi oma yang justru sekarang sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Garviil merasa hancur sekali.


Garviil duduk di sofa yang ada di kamarnya, dia menyandarkan punggungnya lalu menarik nafasnya dalam-dalam dan menghelainya panjang untuk melepaskan semua kesedihannya. Sedangkan Vicky memilih duduk di atas tempat tidur dan menatap kakaknya. Vicky tahu bahwa kakaknya saat ini sedang sedih sekali mengingat kakaknya sangat dekat sekali dengan Oma nya.


"Kita harus mengiklaskan Oma Kak." Ucap Vicky.


"Aku tahu, aku hanya tidak menyangka bahwa Oma akan pergi secepat ini."


Vicky berdiri dan menghampiri kakaknya lalu duduk di sebelahnya. "Kau datang tepat waktu, aku tidak tahu jika saja kau tidak langsung pulang dan kalau sampai menunggu keesokan harinya, mungkin kau tidak akan bisa menemani Oma di saat terakhirnya"


"Aku juga berpikir seperti itu. Seandainya aku telat pulang pasti aku akan menjadi orang yang paling menyesal di dunia ini karena tidak bisa menemani Oma untuk terakhir kalinya."


Garviil menoleh ke arah adiknya dan ia hanya melempar senyum.


"Kak, kita berdua sudah mendengar keinginan terakhir dari Oma, sejak tadi aku memikirkan setiap perkataan Oma dan aku rasa memang ada benarnya aku memang harus membantumu untuk mengurus usaha dari Mama dan Papa."


Garviil langsung menoleh ke arah adiknya dengan wajah yang terkejut. "Apa tadi kau bilang??? Kau ingin membantuku di perusahaan???"


Vicky menganggukkan kepalanya. "Ya tentu, saja aku sudah berjanji dengan Oma. Aku tidak mau mengingkari janjiku, setelah kita kembali ke Boston, kuharap kau mau mengajariku untuk membantumu di perusahaan, apa salahnya jika aku menuruti keinginan terakhir dari Oma, aku rasa Sudah Cukup aku bermain-main dan kini waktunya aku untuk membantumu."


"Astaga Vicky, kau serius???? kau benar-benar serius????"


"Iya Kak. Apa kau melihat bahwa aku sedang bercanda??? Dan aku sangat serius dengan ucapanku, aku ingin membantumu jadi tolong Ajari Aku."


"Dengan senang hati aku akan mengajarimu." Garviil langsung memeluk adiknya, dukanya sedikit berkurang setelah dia mendengar kan ucapan dari adiknya. Garviil benar-benar senang sekali akhirnya Vicky mau membantunya, selama ini dia memang tidak pernah memaksa adiknya untuk bisa bekerja sepertinya. Garviil tahu passion adiknya bukanlah sebagai Seorang pebisnis, tetapi Vicky lebih suka menghabiskan waktunya untuk membuat karya seperti melukis. Garviil sebenarnya juga cukup senang dengan apa yang dilakukan oleh Vicky selama ini karena Vicky melakukan apa yang menjadi kesukaannya dan hobi Vicky juga bukan sekedar hobi biasa tetapi juga bisa menghasilkan banyak uang karena Vicky sangat berbakat dalam melukis dan dia sudah dikenal oleh banyak orang yang menyukai lukisan atau mereka yang suka mengoleksi lukisan.


****


Sementara itu di tempat lain Geffie dan Tiffany serta teman-teman mereka keluar dari gedung tempat wisuda mereka. Tawa bahagia terlihat di wajah Geffie dan teman-temannya, mereka semua berbahagia karena akhirnya mereka bisa lulus dan menyelessaikan study mereka.


Di saat itulah Ariel dan Maysa serta Friddie menghampiri Geffie. Mereka memeluk Geffie dan mengucapkan selamat serta memberikan buket bunga sebagai hadiah untuk Geffie.


"Congratulations sayang, Papa sangat bangga sekali denganmu." Ucap Ariel sembari memeluk Geffie.


"Terima kasih Papa, ini juga karena support Papa selama ini kepadaku, aku jadi serius belajar dan fokus dengan tugas akhirku sehingga aku memiliki nilai yang sangat baik dan sempurna."


"Papa sangat bangga kepadamu." Ariel melepaskan pelukannya dan mengecup kening Geffie, perasaannya sangat luar biasa bangga sekali dengan putrinya itu.


kali ini giliran Maysa yang memeluk putrinya dengan perasaan yang bangga sekali. Geffie telah menyelesaikan pendidikannya dengan sangat baik dan mendapatkan nilai yang sangat sempurna sebagai seorang ibu tentu dia sangat bahagia dan bangga sekali kerja keras putrinya membawakan hasil yang sangat luar biasa. Maysa memeluk Geffie. "Selamat ya sayang, tidak ada yang bisa Mama katakan selain Mama bangga sekali kepadamu, kau luar biasa." Puji Maysa.


"Thanks Mama. Thanks for everything, semangat serta doa mama selalu untukku. Dan aku bisa seperti ini juga karena dukungan Mama."


Maysa juga mengecup kening Geffie lalu memeluknya lagi setelah itu giliran Friddie yang menyalami adiknya itu. Friddie juga memeluk dan mengungkapkan perasaan bangganya terhadap adiknya, dia berjanji kepada Geffie saat Geffie pulang ke Indonesia nanti dia akan memberikan hadiah spesial untuk adiknya itu. "Hadiahmu akan menunggu nanti ketika kita sudah kembali ke Indonesia." ucap Friddie


"Aku tidak sabar. Terima kasih Kakak."


"Sama-sama, aku sangat bahagia sekali kepadamu." Friddie mengusap kepala Geffie.


Kedua orang tuanya pun tampak berbincang dengan orang tua Tiffany. Geffie berdiri di sebelah Tiffany dan beberapa kali tadi ia mengecek ponselnya tetapi Garviil belum juga menghubunginya. Garviil sudah berjanji untuk memberitahunya jika sudah sampai ke Indonesia tetapi sampai saat ini Geffie tidak mendapatkan kabar apapun dari Garviil.


"Tiffany. Garviil Why hasn't he contacted me yet, and he hasn't congratulated me either???" Tanya Geffie pada Tiffany kenapa Garviil belum menghubungi nya dan memberinya selamat.


"I thought I was the only one who hadn't gotten congratulations from Vicky, but it turns out Garviil hasn't done it to you either." Gumam Tiffany. Dia pikir dia saja yang belum mendapatkan ucapan selamat dari Vicky ternyata Garviil juga belum melakukannya pada Geffie.


"So Vicky hasn't congratulated you either???" Tanya Geffie. Jadi ternyata Vicky juga belum mengucapkan selamat kepada Tiffany.


Tiffany menggelengkan kepala nya. "Not yet. But earlier he sent a message if Garviil had arrived and he went straight to the hospital, maybe Garviil is busy so he hasn't sent a message to you. The same goes for Vicky." Ya, Vicky belum memberinya ucapan selamat. Tapi sebelumnya Vicky mengirim pesan jika Garviil sudah sampai dan dia langsung ke rumah sakit, mungkin saat ini Garviil sibuk jadi dia belum mengirim pesan kepada Geffie. Begitu juga dengan Vicky.


"It's late there, maybe they've gone to bed." Gumam Geffie. Di sana sudah malam sekarang mungkin mereka sudah tidur,