Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Penyelidikan



Vicky memasuki kamar Garviil kakaknya Baru saja datang dari Washington DC dan dia merasa senang karena kakaknya Akhirnya bisa kembali lagi Vicky sangat senang karena dia bisa berbagi tugas dengan kakaknya saat di kantor nanti. Vicky sungguh merasa kewalahan dengan pekerjaan kantor yang banyak sementara dia hanya dibantu oleh sekretarisnya saja tetapi jika kakaknya sudah pulang maka dia akan bisa berbagi tugas sehingga bisa lebih ringan.


"Hai Kak...???" Vicky masuk ke dalam kamar kakaknya dan mendapati kakaknya sedang membongkar koper di atas tempat tidur. " Sorry aku tidak menyambutmu karena aku tadi ketiduran. Bagaimana perjalananmu???"


"Tidak masalah, kau pasti meminum obatmu sehingga kau bisa tidur. Dan tidak masalah, aku kembali dengan selamat dan perjalanan ke sangat lancar, bagaimana keadaanmu??? Apa kau masih merasa nyeri di bagian perutmu???"


"Lumayan tetapi tidak separah sebelum sebelumnya." Vicky melempar senyum. "Apakah kamu membawa oleh-oleh untukku???" Tanya Nya.


"Ah ya, ada brownies kering yang dibuat oleh Mama, kau kemarin memintanya jadi mama membuatnya untukmu." Garviil kemudian memberikan ke toples kue kering buatan mamanya dan diberikan kepada Vicky


Vicky menerimanya dengan senang hati kemudian dia membuka toples itu dan memakannya toples berisikan brownies kering yang menjadi favorit Vicky, dan brownies kering itu dibuat oleh mamanya. "Aku sangat merindukan makanan ini. Terima kasih ya kak?? kau sudah membawakan ini untukku."


"Karena kau kesayangan Mama. Minggu depan mereka akan kesini, Mama sangat mengkhawatirkan mu, jadi Mama mengajak Papa kesini, sudah lama juga mereka tidak kesini."


"Ah aku memang bersalah membuat mereka khawatir, tetapi senang kalau mereka akan datang." Vicky tersenyum dan mulai menikmati brownies kering buatan Mama nya dengan sangat lahap. "Bagaimana kakak iparku??? Dia pasti sedih sekali karena harus berpisah denganmu."


"Tentu saja dia sedih, bahkan dia menangis. Sudah hampir satu bulan kami kemana-mana berdua jadi sudah mulai terbiasa, rasanya memang berat. Tetapi kami punya tanggung jawab pada kegiatan kami. Geffie harus kuliah, dan aku harus kembali bekerja."


"Kasihan Geffie, dan kasihan juga dirimu, harus berpisah dengan istrimu."


"Hanya beberapa hari saja dan aku akan mengunjunginya setiap minggu."


Vicky memandangi kakaknya, dan senyumnya sejak tadi tidak hilang dari wajah tampan nya . Vicky benar-benar terlihat bahagia sekali. Hal itu menimbulkan kecurigaan untuk Garviil.


Garviil memandang Vicky penuh keheranan sejak tadi adiknya senyum-senyum tampak bahagia sekali Tetapi apakah iya adiknya bahagia sekali karena kedatangannya karena Vicky tidak sebahagia ini. "Kenapa sejak tadi kau senyum-senyum??? Habis menang lotre????"


Vicky menghentikan kunyahan nya dan memandang kakaknya. "Tidak.....!!!" Jawabnya singkat lalu kembali mengunyah lagi.


"Lalu kau kenapa???" Tanya Garviil menyelidik. Ada sesuatu yang sepertinya di sembunyikan oleh adiknya. Garviil merasa tidak biasa nya Vicky seperti ini. Karena kalau seperti ini, menandakan sesuatu telah terjadi dan itu adalah hal yang pastinya membahagiakan yang sedang di rasakan oleh Vicky.


"Masa?????" Garviil terlihat tidak mempercayai adiknya sama sekali. "Katakan apa yang terjadi???"


"Tidak ada..!!!" Vicky berbohong lagi. Dia hari ini sangat bahagia sekali tentu saja, karena dia di terima oleh Ciara sebagai kekasihnya dan itu yang di harapkan oleh Vicky akhir-akhir ini. Vicky juga merasa malu sebenarnya untuk mengatakan kepada kakaknya mengenai masalah ini. Takut di ejek oleh kakaknya. Akan tetapi ikatan bathin nya dan juga kakaknya sangat kuat, sehingga dia akan sangat sulit untuk bisa membohongi kakak nya.


"Vicky...!!!" Garviil melemparkan bantal ke arah adiknya yang sedang duduk di sofa. "Kau mau mengatakan padaku atau tidak mengenai apa yang terjadi????" Garbiol beranjak dan menghampiri adiknya.


"Oke oke.. Aku akan memberitahu kakak." Vicky kembali tersenyum. " jadi tadi aku seperti biasa mengobrol dengan Ciara Kami mengobrol panjang lebar dan cukup lama tetapi Kakak pasti tahu bahwa aku orang yang tidak suka basa-basi aku juga tidak bisa menyimpan perasaanku terlalu lama Sehingga tadi aku mengungkapkan perasaanku pada Ciara.


"Apa katamu??? Jadi kau mengungkapkan perasaanmu pada Ciara??? lalu bagaimana responnya???" Garviil terlihat antusias.


"Itulah yang membuat aku sangat senang sekali hari ini karena Ciara menerimaku menjadi kekasihnya jadi mulai hari ini kami resmi berpacaran." Vicky menjelaskan.


"Kau berpacaran dengan Ciara??? Seriusan????" Garviil tersenyum dan juga turut berbahagia dengan apa yang baru saja di katakan oleh adiknya itu, artinya Vicky sudah benar-benar bisa move on dari Tiffany dan memulai sebuah hubungan yang baru.


"Iya kak, Ciara mau menjadi kekasihku, jadi aku sangat senang sekali. Aku berharap ini jadi awal yang bagus untukku dan nanti ke depannya aku berharap Ciara mau menjalin hubungan ini lebih serius lagi, kau sudah menikah, dan aku juga ingin menyusulmu. Aku melihat kau bahagia sekali, sehingga aku juga ingin merasakan kebahagiaan yang sama sepertimu dan Geffie. Jadi bagaimana kak menurutmu???" Tanya Vicky meminta pendapat kakak nya.


"Kalau kau bahagia, kenapa aku harus melarangnya???? Ciara perempuan yang baik dan cerdas, dan juga tidak sama dengan mantan-mantanmu sebelumnya kecuali Tiffany. Ciara apa adanya dan aku sendiri menyukai pribadi nya. Akan tetapi aku harus mengingatkanku tentang sesuatu, jika kau memiliki pandangan terhadap pernikahan, aku rasa jangan hanya terobsesi karena melihatku, tetapi kau juga harus menyiapkan mentalmu dengan baik, kita tidak boleh mempermainkan perempuan dan harus menjaga mereka dengan baik."


"Iya kak, aku tahu kok.." Vicky melempar senyum. "Doakan aku agar hubunganku dengan Ciara ke depannya berakhir bahagia."


****


Beberapa hari kemudian......


Garviil mengisi harinya seperti sedia kala dengan bekerja lagi di kantornya. Begitu juga dengan Vicky. Mereka tengah fokus dengan project baru perusahaan nya sehingga mereka berdua cukup sibuk beberapa hari ini. Di tambah lagi, kondisi Vicky belum terlalu sehat dan sesekali merasa nyeri di bekas luka nya sehingga Vicky juga sering berhenti untuk beristirahat. Garviil sudah meminta Vicky agar beristirahat di rumah saja, tetapi Vicky menolak dan tetap ingin bekerja sera membantu Garviil. Selain iti, Vicky juga semakin bersemangat karena dia mendapatkan dukungan dari Ciara dan Vicky harus menunjukkan pada Ciara bahwa dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.


Pintu ruangan Garviil diketik dari luar dan itu adalah sekretarisnya. Sekretaris Garviil pun memberitahu kepada bosnya bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan Garviil. Garviil mempersilahkan orang itu untuk masuk karena dia memang sudah mengatur janji ketemu dengannya dan Garviil sudah tidak sabar untuk mendengarkan apa yang ingin disampaikan orang itu kepadanya karena Garviil sudah menunggu nya akhir-akhir ini.


Seorang perempuan di persilahkan masuk oleh sekretaris Garviil, dan Garviil meminta sekretarisnya agar memanggil Vicky adiknya untuk bergabung dengan nya di ruangan ini. Sekretaris Garviil pun keluar dari ruangan Garviil untuk memanggil Vicky.


"Silahkan duduk...!!!!" Perintah Garviil pada tamu nya itu.


"Terima kasih mas Garviil."


Tidak lama Vicky pun masuk ke ruangan kakak nya. Dan dia tersenyum.melihat siapa yang datang. Vicky pun menyalami tamu nya itu dan menarik kursi lalu duduk di sebelah kakak nya.


Ya, yang datang saat ini adalah seorang detektif yang di perintahkan oleh Ariel, mertua dari Garviil. Ariel menyewa detektif yang ternyata berasal dari Indonesia tetapi sudah lama tinggal di Amerika. Dan perempuan ini adalah detektif yang punya baground yang bagus. Dia bernama Mitha. Yang sudah di tufmgaskan oleh Ariel untuk menyelediki Bianca serta rencana apa yang di lakukan oleh Bianca. Kedatangan Mitha kali ini tentu saja untuk melaporkan hasil penyelidikannya. Tadi malam Mitha sudah menghubungi Garviil dan mengatur temu untuk menjelaskan semua hasil penyelidikannya.


Mitha mengeluarkan berkas penyelidikannya mengenai Biaca. Mitha juga sudah berhasil untuk menyadap ponsel Bianca, dengan keahliannya, Mitha berhasil melakukannya. Sehingga dia berhasil untuk mengetahui banyak hal mengenai Bianca. "Jadi ini berkas yang sudah berisikan hasil enyeidikan saya, anda berdua bisa membaca nya." Mitha menyerahkan berkas itu pada Garviil. "Sangat benar jika nona Bianca ingin balas dndam kepada anda berdua begitulah fakta yang sudah saya dapatkan. Dia telah merencanakan ini sejak awal, dan berusaha semaksimal mungkin menemukan seeorang yang bisa membantu nya. Lalu dia menemukan orang itu yang ternyata masih di dalam circle keluarga nya sendiri, dan orang ini sudah masuk ke dalam circle anda berdua, perempuan itu berhasil melakukannya sesuai perintah Bianca. Targetnya adalah anda berdua, perempuan itu di perintahkan untuk menghancurkan bisnis anda mas Garviil, saat ini mungkin sudah mulai untk di eksekusi. Itu nona Bianca lakukan karena anda telah mempermainkannya dan mengkhianati nya. Jadi nona Bianca sudah tahu mengenai anda yang engirim seorang laki-laki bernama Paul untuk menggoda nona Bianca. Dan juga tahu bahwa Paul adalah sahabat baik anda. Nona Bianca juga tahu kalau bersamaan dengan itu anda sedang dekat dengan nona Geffie istri anda, sehingga nona Bianca merasa di permainkan oleh Anda. Dan anda sengaja mengirim Paul untuk menjebaknya sehingga mungkin anda punya alasan untuk mengakhiri hubungan anda dengan nona Bianca. Hal itu semakin mengusik dan membuat Nona Bianca semakin marah. Nona Bianca juga tahu bahwa mas Vicky juga sengaja menjebaknya di cafe anda saat itu, mas Vicky bekerjasama dengan pelayan disana untuk sengaja menuangkan kopi sehingga membuat Nona Bianca lupa jika sedang berpura-pura lumpuh." Ujar Mitha menceritakan semua yang dia dapatkan.


Tetapi Mitha tentu saja belum selesai menjelaskan semua nya. Vicky dan Garviil masih diam menymak sekaligus membaca berkas itu. "Orang yang di kirim Bianca hanya satu, dan itu seorang perempuan yang masih menjadi sepupu nona Bianca."


Vicky dan Garviil beralih menatap Mitha. "Sepupu Bianca???" Seru keduanya bersama-sama.


"Ya, sepupu nya, dan dia seorang perempuan, yang di tugaskan untuk mendekati mas Vicky serta menjebak Mas Garviil dengan kerja sama perusahaan, lalu nantinya perempuan itu akan di suruh untuk menghancurkan perusahaan ini."


Vicky dan Garviil saling melempar pandangan, dan masih bingung dengan identitas sepupu Bianca itu. "Siapa??? Siapa nama sepupu Bianca???" Tanya Vicky penasaran.


"Anda bisa melihat fotonya yang saya tempel di halaman selanjutnya. Dan nama sepupu nona Bianca adalah Ciara Alexandra. Dia tinggal di Singapura dan pimpinan salah satu perusahaan disana yang saat ini sudah bekerja sama denagn perusahaan ini."


"Ciara Alexandra????" Seru Garviil dan Vicky lagi secara bersamaan. Garviil membuka halaman selanjutbya dan disana ada foto seorang perempuan beserta dengan profilnya. Vicky juga melihatnya dan kedua saudara itu di buat terkejut hingga tidak bisa berkata-kata serta tidak menyangka.


" Ciara begitulah dia kerap disapa, dia adalah sepupu dari nona Bianca dan selama ini memang menetap di Singapura dan jarang sekali bertemu dengan Bianca karena memang mereka tinggal berjalan tetapi keduanya cukup akrab dan memiliki Persaudaraan yang baik. Nona Ciara diperintahkan oleh Nona Bianca untuk membantunya membalaskan dendam kepada kalian berdua, dengan cara mengirim Ciara ke sini untuk menemui kalian dan menjalin kerjasama perusahaan. Selain itu, misi Nona Ciara yang lainnya adalah mendekati Mas Vicky. Ciara harus bisa mendekati dan mengambil hati Mas Vicky karena Nona Bianca tahu kebiasaan serta apa yang disukai serta tidak disukai, dan Nona Bianca memanfaatkan itu dan memberikan penjelasan yang sangat detail sekali kepada Nona Ciara agar bisa melakukan tugasnya dengan baik, tetapi sepertinya rencana itu sudah berhasil, kalau dari informasi yang saya dapatkan Bahwa saat ini sudah menjalin hubungan dengan mas Vicky. Apakah itu benar???" Tanya Mitha memastikan dan Vicky menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan dari Mitha.


"Jadi orang yang selama ini dikirim Bianca adalah Ciara untuk membalaskan dendam Bianca kepada kami, begitu maksudmu???" Vicky mencoba untuk memastikan lagi pada Mitha


"Iya Mas Vicky." Mitha menganggukkan kepalanya. "Begitulah hasil penyelidikan saya dan saya juga sudah membaca mendengarkan pembicaraan mereka dan komunikasi mereka memang hanya melalui telepon tetapi fakta di lapangan juga, ada beberapa kali Nona Bianca bertemu dengan Nona Ciara ketika ada di sini, sepertinya mereka berdua membahas mengenai rencana-rencana yang sudah di siapkan oleh Nona Bianca."


"Jadi aku ditipu dan dipermainkan oleh Ciara??? "gumam Vicky yang masih enggan untuk mempercayai fakta yang telah disampaikan oleh Mitha kepadanya. Vicky benar-benar tidak menyangka jika Ciara adalah orang yang dikirim Bianca untuk menjebaknya dan juga menghancurkan kakaknya ini sama sekali di luar dari pemikiran Vicky.


"Dan satu lagi yang membuat saya juga cukup terkejut dengan fakta yang kali ini, mungkin Anda berdua masih mengingat bahwa percakapan Nona Bianca di telepon waktu itu di butik sahabat anda Michelle, dimana ada obrolan mengenai ingin membuat mas Vicky terpuruk dan menangis lagi, setelah saya selidiki lebih jauh Apa maksud dari pembicaraan itu, ternyata ini berhubungan dengan kematian seseorang yang tidak lain adalah mendiang Nona Tiffany kekasih Mas Vicky."


"Tiffany??? apa maksudnya???" Tanya Vicky heran.


"Ada dalang utama selain sopir yang menabrak Nona Tiffany. Sopir itu telah dibayar oleh seseorang dengan harga yang sangat mahal sehingga dia berani melakukannya dan juga dia diberikan pengacara untuk membantunya bisa bebas dan dalang utama dari kecelakaan yang Nona Tiffany alami sebenarnya adalah Nona Bianca."


"Bianca????" Vicky dan Garviil pun terbelalak matanya mendengar apa ya baru saja dikatakan oleh Mitha seperti seorang Langit Runtuh di atas keduanya Bianca ternyata jadi penyebab kecelakaan yang menimpa Tiffany.