Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Seperti Victor dan Aire



"Wow, I didn't expect that Aire is the daughter of a conglomerate but she looks normal and doesn't show that she is a rich person's daughter." Vicky  tidak menyangka kalau Aire ternyata adalah anak seorang konglomerat tapi dia terlihat biasa saja dan tidak menunjukkan bahwa dia adalah anak orang kaya.


"That's it, that's why you have to warn Victor not to let him hurt Aire, besides I will teach him first, I also do not hesitate to report Victor to Aire's parents, they have a lot of men to bulldoze anyone who hurts his family." Tiffany menjelaskan jika Vicky harus memperingatkan Victor jangan sampai dia menyakiti Aire, selain dia yang akan mengajarnya lebih dulu, Tiffany juga tidak segan-segan untuk melaporkan Victor pada orang tua Aire, mereka punya anak buah yang itu banyak untuk melibas siapa saja yang menyakiti keluarga mereka.


Vicky tersenyum. "So what about you???" Tanyanya pada Tiffany.


"Me????" Tiffany pun terkekeh. "I'm certainly an ordinary girl and you say rich? I'm not rich, just standard." Jelasnya pada Vicky. Dia tentu gadis yang biasa saja dan Dibilang kaya, dia tidak kaya, standar saja.


"That's not what I meant???" Gumam Vicky, bukan itu yang dia maksud.


"And then???" Tanya Tiffany heran.


"I mean, do you have a boyfriend or are you close to someone???" Tannay Vicky apakah Tiffany sudah memiliki kekasih atau apakah sedang dengan dekat dengan seseorang.


mendengar itu Tiffany pun terkejut dan menatap tajam ke arah Vicky. "Why do you ask like that??" Tanya Tifany pada Vicky kenapa bertanya seperti itu.


"I'm just asking, what's wrong with my question????" Vicky hanya bertanya saja, memangnya ada yang salah dengan pertanyaannya.


"No, I don't mean that, but why are you asking such a private quetion???" Maksud Tiffany bukan begitu, dia hanya ingin tahu kenapa Vicky bertanya hal privasi seperti itu.


"Of course, I just wanted to know if you had a boyfriend or were seeing another man because if that was the case, I wouldn't have bothered you." Tentu saja Vicky hanya ingin tahu apakah Tiffany sudah memiliki kekasih atau sedang pendekatan dengan laki-laki lain karena kalau seperti itu tentu dia tidak akan mengganggu nya.


Tiffany terlihat semakin bingung. "Won't bother me??? What does that mean???" Tanya Tiffany semakin bingung.


Tiffany menggelengkan kepala nya."I'm not close to anyone and a few months ago I ended my relationship with my boyfriend." Dia tidak dekat dengan siapapun dan beberapa bulan yang lalu dia mengakhiri hubungannya dengan Kekasihnya itu.


"But Why???" tanya Vicky lagi.


"I don't like him and he's a boring person." Jawab Tiffany. Dia tdak suka dengan mantan kekasihnya dan kekasihnya itu adalah orang yang membosankan.


"Oh wow, you turned out to be picky too, but it seems that I'm not a boring man for you, since you don't have a lover and are also not close to someone then I want to enter to make your life more colorful again. And I'm not a boring guy. I also don't want to be like Victor who asked Aire for a chance to get to know you better, so I will also do the same, I want to get to know you better, so do you want to accept it???" Vicky tidak menyangka jika Tiffany ternyata pemilih juga. Vicky menjelaskan sepertinya dia bukan laki-laki yang membosankan untuk Tiffany, dan karena Tiffany tidak memiliki kekasih dan juga tidak sedang dekat dengan seseorang maka Vicky ingin masuk untuk membuat hidup Tiffany lebih berwarna lagi. Dan Vicky mengaku jika dia bukanlah laki-laki yang membosankan. Vicky juga tidak ingin basa-basi dan seperti Victor yang meminta kesempatan pada Aire untuk bisa mengenal lebih dekat lagi maka Vicky juga akan melakukan hal yang sama. Dia ingin mengenal Tiffany lebih dekat lagi, jadi apakah Tiffany mau menerimanya atau tidak.


"What....!!!!" seru Tiffany terkejut.


"I don't think I need to repeat what I said earlier, because I have explained in detail my intentions and objectives. Since the first time I met you at the bazaar, I've been very interested in you, your sweet smile makes me always think of you and you're also a very cheerful person. I really like you. So how about my offer???" Vicky merasa dia tidak perlu mengulangi ucapannya yang tadi, karena dia sudah menjelaskan dengan detail maksud dan tujuannya. Sejak pertama kali bertemu dengan Tiffany di bazar itu, Viicky sangat tertarik dengan Tiffany, senyumnya yang manis itu membuat Vicky selalu memikirkan Tiffany dan Tiffany juga orang yang sangat ceria. Vicky sangat menyukainya. Jadi dia bertanya pada Tiffany bagaimana dengan tawarannya.


"You're out of your mind, aren't you??? We've only met a few times and why did you have the nerve to reveal that to me???" Tanya Tiffany yang masioh bingung dan mengatakn jika Vicky sudah tidak waras. Mereka kan baru beberapa kali bertemu dan kenapa Vicky langsung berani untuk mengungkapkan itu kepada nya.


"What's wrong with that??? I explained to you earlier that I've been interested in you since we first met and I want us to start this relationship to get to know you better like Victor and Aire are doing right now. What's wrong with that???" Vicky bertanya-tanya, tadi kan dia sudah menjelaskan kepada Tiffany bahwa Sejak pertama mereka bertemu, Vicky sudah tertarik dengannya dan Vicky ingin kita memulai hubungan ini untuk bisa mengenal lebih dekat lagi seperti yang dilakukan oleh Victor dan Aire.  Vicky bertaya-tanya memangnya ada yang salah ya dengan hal itu.


"No, I was just surprised, why did you say that right away???" Tiffany hanya terkejut saja kenapa Victor langsung mengatakan hal itu padanya.


"I'm a person who doesn't like to beat around the bush and I'm a to the point person. I say what I feel is right and should be said. So do you accept me or not???" Vicky menjelaskan jika dia adalah orang yang tidak suka berbelit-belit dan dia adalah orang yang to the point. Dia mengatakan apa yang dia rasa benar dan harus dikatakan. Vicky kemudian bertanya apakah Tiffany menerimanya atau tidak.


Tiffany terdiam menata Vicky mencoba mencari ke seriusan di wajah dan di Mata Lelaki itu. Tiffany juga sebenarnya menyukai Vicky sejak awal mereka bertemu. Lelaki itu tampan manis dan murah senyum dan juga terlihat sangat menyenangkan. Tiffany sangat jatuh hati padanya tapi Tiffany tidak menyangka bahwa perasaannya itu bersambut ternyata Vicky juga menyukainya.