
★★★★
Keesokan harinya.
Garviil mendatangi kediaman orang tua Geffie seperti janjinya sebelumnya dan tentu dia juga sudah memberitahu Geffie mengenai kedatangannya bersama Mama dan Papa nya. Garviil sebenarnya merasa sangat grogi tetapi dia berharap pertemuan ini di beri kelancaran.
Mereka turun dari mobil dan di sambut dengan ramah oleh Mama Geffie dan juga mereka ternyata sudah di tunggu oleh keluarga Geffie. Selain Mama Geffie yaitu Maysa, tentu ada Papanya Geffie yaitu Ariel, serta Om dan tante nya Geffie, Elea dan Danist. Garviil dan keluarga nya di persilahkan untuk duduk. Karena pertemuan keluarga, tentu Garviil tidak bisa menemukan Geffie.
Ariel, Danist dan Papa Garviil yaitu David sudah saling mengenal satu sama lain karena mereka adalah rekanan bisnis. David terkejut ketika mengetahui bahwa ternyata Geffie adalah putri dari Ariel Harsha, yang sudah tidak di ragukan lagi di kalangan pebisnis besar yang ada disini. Dan Ariel memiliki begitu banyak kerajaan bisnis yang semuanya tidak terhitung besarnya.
Garviil menunduk. Sedangkan Papa dan Mamanya hanya tersenyum mendengar ucapan Ariel. "Garviil sudah menceritakan segala nya kepada kami, dan juga bagaimana marah nya anda kepada dia karena meminta ijin untuk menikahi Geffie. Kami mohon pemakluman, Garviil memang orang yang tidak bisa menahan diri jika menginginkan sesuatu, mohon penaklukannya, ya seperti itulah dia." Ucap Papa Garviil.
Ariel terkekeh. "Dan aku adalah orang yang sangat protektif terhadap anak-anakku, sikap ku pun hampir sama ketika Kaka Geffie juga tiba-tiba mengatakan ingin segera menikah, aku juga sempat marah dan menolaknya mentah-mentah tetapi tentu aku juga memikirkan segalanya dengan baik, anak-anakku sudah dewasa dan bisa menentukan jalan hidupnya sendiri-sendiri. Dan aku juga di sadarkan bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus di jaga dengan baik dan di pastikan kebahagiaan nya karena kita akan di mintai pertanggung jawaban nantinya oleh Tuhan. Oleh sebab itu jika anak-anakku menginginkan sesuatu yang baik dan tidak merugikan dirinya tentu kita sebagai orang tua harus menyetujui nya." Ujar Ariel dengan bijak. "Setelah aku pikir-pikir ada benarnya juga lebih baik keinginan Geffie dan Garviil untuk menikah di setujui karena mereka sudah dewasa dan kita harus menghindarkan mereka dari perbuatan zina yang bisa merugikan mereka fan kita sebagai orang tua. Itulah kenapa aku memina Garviil agar mengajak kalian datang kesini dan membahas mengenai anak-anak kita ini."
Lalu obrolan itu pun di lanjutkan dengan membahas mengenai kelanjutan hubungan Garviil dan juga Geffie. Garviil ingin menikahi Geffie dalam waktu cepat, sebelum Geffie nanti di sibukkan dengan perkuliahannya, dan Garviil juga di sibukkan dengan proyek perusahaannya. Lalu Geffie pun di panggil untuk di ajak bersama-sama membahas mengenai hal itu. Pembahasan cukup panjang hingga akhirnya di sepakati bahwa mereka menikah bulan depan. Dan karena keduanya tinggal di Amerika, maka pernikahannya akan di adakan disana dan akan di hadiri oleh teman serta keluarga dekat. Mengenai konsep akan di bahas selanjutnya. Setelah kesepakatan di setujui oleh kedua pihak, Garviil pun mengeluarkan cincin pemberian Mama nya dan memakaikannya kepada Geffie sebagai tanda pengikat, kemudian nanti tentu akan ada acara pertunangan dan pernikahan lalu Garviil akan memberikan cincin lagi.
Raut wajah penuh kelegaan menghiasi wajah Garviil. merasa lega dan senang karena berjalan lancar dan dia di terima dengan baik oleh keluarga Geffie. Dia akan menyiapkan pernikahannya nanti dengan baik. Dan akan menjadi pernikahan yang begitu berkesan untuknya dan Geffie. Garviil tidak sabar sekali. Dan berharap segala persiapan itu juga di beri kelancaran sampai hari H.