Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Persiapan Makan malam



Vicky melempar senyumnya kepada mamanya. Rasanya dia malas sekali untuk membahas tentang Ciara, tetapi Vicky tahu bahwa dia tidak bisa untuk memberitahu mamanya mengenai apa yang terjadi. Dia akan merahasiakan ini untuk sementara waktu sampai merasa nanti sudah tepat dan memberitahu kepada orang tuanya tentang apa yang dilakukan Ciara dan juga Bianca.


"Dia cantik." Gumam Vicky.


"Apa kau punya fotonya??? Mama ingin sekali melihatnya."


"Minggu depan dia akan ke sini. Jadi mama bisa untuk bertemu dengannya."


"Oh ya??? Jadi minggu depan dia akan ke sini. Baguslah, kalau begitu mama jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya."


Vicky kembali hanya melemparkan senyumnya.


"Mama sangat senang sekali dan mama yakin kau tidak akan salah dalam memilih seorang perempuan seperti halnya ketika kau memilih Tiffany, kau terlihat sangat mencintainya dan mama juga sangat menyukainya, sayangnya Memang kau tidak berjodoh dengannya. Mama berharap kali ini kau akan berjodoh dengan kekasihmu yang saat ini siapa namanya." Tanya Mama Vicky.


"Ciara." Jawab Vicky pelan.


"Iya. Ciara perempuan pimpinan dari perusahaan besar yang ada di Singapura dan perusahaannya menjalin kerjasama dengan perusahaan kita. Mama yakin juga selain cerdas tentunya Dia sangat cantik. Pokoknya kau harus mengajak Mama untuk bertemu dengannya dan jika mama lihat dia memang cocok denganmu maka Mama sarankan Kau tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikahinya. Kalau kau memang sudah yakin, ya Kau harus menikah dengannya, itu akan lebih baik sebagai bukti keseriusan dan tanggung jawabmu terhadapnya seperti halnya yang dilakukan oleh kakakmu, dia sangat tahu bahwa Geffie masih memiliki perjalanan yang panjang di pendidikannya akan tetapi kakakmu tetap memutuskan untuk menikahinya, karena selain untuk menghindari zina, kakakmu juga memikirkan kebaikannya dan juga Geffie, jadi jika bisa kau juga harus berpikir sepertinya. Kau menikahlah dengan Ciara jika sudah benar-benar merasa yakin."


"Mama menyuruhku untuk menikahi Ciara???" Vicky sedikit terlonjak mendengar ucapan Mama nya.


"Ya tentu saja, kau bilang dulu bahwa kau juga pernah berniat untuk menikahi Tiffany suatu saat nanti, itu menandakan bahwa kau sudah mulai serius dalam menjalani sebuah hubungan, lalu ketika kau sekarang sudah bersama dengan Ciara tentunya kau juga pasti akan serius dalam hubunganmu yang kali ini kan??? Dan kau pasti juga akan memikirkan untuk menikahi Ciara, kau sendiri juga bilang bahwa kau ingin segera menyusul kakakmu. Lalu kenapa ketika Mama mengatakan tadi kau terlihat terkejut ??? Apa kau tidak memiliki keseriusan terhadap Ciara???"


Vicky menggelengkan kepalanya. "Bukan seperti itu Ma, hanya saja hubungan ini kan baru dimulai. Aku juga belum memikirkan hal sampai sejauh itu, aku hanya ingin menjalaninya saja lebih dulu."


"Tetapi itu artinya Kau pasti juga akan memikirkan hal ke arah sana kan???"


"Sudahlah, kau ini apa sih, kita ini baru sampai dan kau sudah memberondong putramu dengan pertanyaan dan pernyataanmu begitu detail. Kalau nantinya Vicky sudah merasa yakin, dia pasti akan memberitahu kita kan??? ya biarkan sajalah, sekarang dia menikmati masa pacarannya dengan Ciara, kita harus tetap mendukungnya." Sahut Papa Vicky.


Vicky kembali melempar senyumnya kepada kedua orang tuanya. "Kalian beristirahat saja dulu. Kakak akan pulang sebentar lagi, dia ada meeting penting hari ini."


"Iya kami akan beristirahat."


"Oh ya satu lagi, besok pagi Geffie juga akan sampai di sini."


"Geffie??? Loh kenapa??? Bukankah dia harus kuliah???"


"Iya, tapi tidak setiap hari kuliah Ma. Dan Dia tidak mau melewatkan waktu untuk mengobrol dengan mama dan juga Papa, jadi dia memaksa kakak untuk mengiizinkan datang ke sini. Besok kakak pasti akan menjemputnya di airport, kalau begitu kalian istirahat aja dulu, aku akan menyuruh Maria Untuk mengantarkan minuman kesini."


"Baiklah terima kasih Vicky sayang."


Vicky kemudian beranjak dan meninggalkan kamar kedua orang tuanya, perasaannya semakin tidak karuan. Entah kenapa Mamanya bisa bisanya malah menyuruhnya untuk menikahi Ciara, bahkan untuk saat ini saja Vicky sedang memikirkan upaya untuk menghancurkan Ciara bukan malah menikahinya. perempuan itu sangat kejam sekaligus jahat. Lalu bagaimana dia bisa menikah dengan perempuan seperti itu, bisa-bisa kehidupannya akan hancur.


****


Garviil juga akhirnya sampai di rumahnya, dia masuk dan mendapati adiknya sedang duduk sendirian di ruang tamu. Garviil pun menanyakan keberadaan kedua orang tuanya dan Vicky memberitahu jika mereka sepertinya sedang beristirahat dan ada di kamar mereka. Garviil kemudian memilih untuk ke kamarnya dan akan menemui orang tuanya. Setelah dia mandi dan berganti pakaian untuk saat ini dia akan membiarkan orang tuanya untuk beristirahat lebih dulu.


Tanpa diduga Garviil beranjak dari sofa dan mengejar kakaknya yang sedang menaiki tangga menuju lantai 2, di mana kamar kakaknya berada. Garviil menoleh ke belakang karena adiknya berlari menyusulnya. Vicky kemudian berjalan di samping Garviil menaiki tangga bersamaan dan mengatakan kepada kakaknya itu bahwa dia ingin mengobrol. Garviil pun menganggukkan kepalanya dan menyetujui permintaan adiknya lalu mereka masuk ke dalam kamar Garviil.


Sampai di kamar, Garviil duduk dan melepaskan jasnya serta sepatunya, sementara Vicky memilih menarik sebuah kursi yang sering digunakan Garviil untuk bekerja. Vicky duduk dan menatap kakaknya.


"Kenapa Vic??? Ada apa???"


"Aku sudah memikirkan pembalasan dendam yang kejam kepada Ciara dan juga Bianca." Gumam Vicky.


"Memang pembalasan seperti apa yang sudah kau pikirkan dan sudah kau rencanakan itu???" tanya Garviil.


"Tidak ada yang istimewa Kak. Aku hanya ingin menghancurkan hati kedua perempuan itu, menghancurkannya tanpa ampun hingga hubungan persaudaraan mereka berdua juga akan ikut terkena dampaknya lalu mereka akan membenci satu sama lain. Bagaimana menurutmu??? Apa kau setuju???"


"Iya tetapi rencana yang bagaimana, kau tidak menjelaskannya. Kalau aku setuju setuju saja karena mereka memang pantas untuk mendapatkan balasan yang menyakitkan terlebih lagi ini tentang kematian Tiffany, aku tidak bisa begitu saja untuk memberikan maaf kepada Bianca dan aku juga tahu kau pasti sangat terluka, apa lagi dengan fakta, itu jadi Bisakah kau Jelaskan pembalasan dendam seperti apa yang sudah kau rencanakan??? Apa maksudmu mengenai hubunganmu dengan Ciara yang kau menolaknya untuk mengakhirinya???"


"Iya Kak, itu salah satunya, tapi ada hal lain yang sedang aku rencanakan mungkin aku tidak bisa mengatakannya kepada kakak untuk saat ini dan kakak pasti akan tahu nantinya. Seperti apa Rencanaku, hanya saja aku sekarang sedang memikirkan Bagaimana aku akan mengeksekusinya sehingga kedua wanita jahanam itu bisa saling membenci satu sama lain."


"Baiklah lakukan Apapun yang menurutmu itu baik, aku tahu kau adalah target utama Bianca untuk pembalasan dendamnya setelahnya mungkin baru aku dan Geffie. Jadi ku pikir kau punya hak sepenuhnya atas segala rencanamu dan aku akan selalu mendukungmu, kalau kau butuh bantuan Kau bisa mengatakannya padaku, aku akan dengan senang hati membantumu tapi aku juga berharap bahwa kau bisa menjaga dirimu baik-baik serta menjalankan ini dengan penuh keyakinan, tetapi tidak sepenuhnya menggunakan kemaraha, karena berpikir dalam keadaan marah tentu itu bukan yang terbaik. kau harus memikirkan semuanya dengan matang, baik dan juga buruknya, kalau ingin ini semua berhasil dengan baik setidaknya tepiskan dulu kemarahanmu, meskipun tentu balas dendam itu dikarenakan oleh kemarahan tapi kuharap kau bisa membedakannya."


Garviil tersenyum. Ya pembalasan dendam ini sebenarnya adalah pembalasan dendam yang harus dilakukan oleh adiknya dan tentu saja sebagai seorang kakak dia akan mendukung Vicky dengan apapun yang akan dilakukan adiknya itu pada Ciara dan Bianca. Karena apa yang sudah dilakukan Bianca sungguh sangat keterlaluan dan tidak manusiawi. Bianca telah merencanakan untuk membunuh seseorang secara sadar kemudian mengirim seseorang lagi untuk bisa kembali menghancurkan Vicky setelah kematian Tiffany, sehingga tentu Vicky memiliki hak penuh untuk bisa balas dendam pada Bianca serta Ciara. Apapun yang akan dilakukan Vicky, Garviil akan sangat mendukungnya dan Garviil juga tahu bahwa Vicky tidak akan melakukan hal yang bisa membuat seseorang meninggaI, meskipun saat ini Vicky sedang marah besar terhadap bianca tetapi Vicky tidak akan pernah mungkin memikirkan hal untuk membunuh Bianca. Sangat berbeda dengan cara Bianca yang ingin menyingkirkan seseorang lalu mengakhiri hidup orang itu dengan cara yang kejam. Sehingga Garviil juga sangat yakin apa yang sudah direncanakan oleh adiknya saat ini, bahwa apapun yang akan dilakukan Vicky pastilah sudah dipikirkan oleh Vicky dengan baik untuk bisa menghancurkan kehidupan kedua perempuan itu. Menghancurkan secara perlahan tanpa harus mengakhiri hidup mereka seperti apa yang sudah dilakukan oleh Bianca pada Tiffany. dimana Bianca ingin menyingkirkan Tiffany tetapi Bianca memilih untuk membuunuh Tiffany dengan cara yang sangat kejam tetapi Vicky sepertinya memiliki rencana yang lain untuk bisa membuat kedua perempuan itu jera dan meminta ampun kepadanya sehingga Garviil yakin apapun yang sedang direncanakan Vicky saat ini pasti itulah yang menurut Vicky terbaik.


Vicky pun tersenyum, dia sudah mendapatkan restu dari kakaknya sehingga saat ini dia hanya perlu menentukan waktu yang tepat untuk memulai permainannya untuk membalaskan dendamnya pada Bianca dan Ciara. itu tidak akan bisa mengampuni mereka dan dia akan menghancurkan kedua hati perempuan itu hingga keduanya harus menangis di depannya dan juga berlutut untuk meminta maaf atas apa yang sudah mereka lakukan.


****


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Garviil kemudian pergi ke kamar orang tuanya untuk menyapa dan menemui mereka. Sampai di depan kamar kedua orang tuanya, Garviil mengetuk pintunya dan tidak lama pintu itu dibuka dari dalam. Garviil tersenyum ketika melihat mamanya yang membukakan pintu untuknya. Ia pun langsung memeluk mamanya untuk mengeluapkan kerinduannya, sudah lebih sekitar dua minggu dia tidak bertemu mamanya Mama aku minta maaf karena tadi tidak bisa menjemput di airport.


"Tidak apa-apa sayang, kalau sudah menyuruh sopir untuk menjemput kami, lagi pula kau juga sedang sibuk kan??? Bagaimana pekerjaan kamu di kantor sudah beres???"


"Sudah Ma, beres dan sangat lancar sekali." Jawab Garviil. "Papa mana Ma???"


"Papa sedang mandi. Oh ya Adik mu bilang katanya besok Istrimu mau ke sini??? Kenapa tidak kau larang Viil, kan kasihan dia harus datang ke sini nanti kembali lagi ke Washington DC padahal sebenarnya Mama dan Papa juga tidak apa-apa kalau dia tidak menemui kami, karena kami mengerti dia juga punya kesibukan di sana."


"Aku sudah melarang nya Ma, tapi Geffie sendiri yang memaksa, katanya dia sudah merindukan mama lagi dan ingin mengobrol dengan mama, ya mau bagaimana aku Ya iya saja dan aku akan menjemputnya di bandara, aku sendiri juga mau menjemputnya di Dc, rasanya tidak tega aku membiarkannya ke sini sendirian tapi dia bilang tidak apa-apa, dia bisa ke sini sendiri dan memintaku menjemputnya di airport besok pagi."


Mama Garviil kemudian mengajak Putra sulungnya itu untuk masuk ke dalam kamar dan mereka memilih duduk di sofa. Wajah mama Garviil terlihat sangat bahagia sekali bisa datang lagi ke tempat kelahirannya, ini sudah cukup lama dia tidak datang karena memang kesibukan suaminya tapi akhirnya mereka bisa mencari waktu dan saat ini datang ke sini untuk menengok kedua Putra mereka yang memang tinggal di sini. "Tadi mama mengobrol dengan adikmu, mama senang dia bilang katanya kekasihnya minggu depan akan datang ke sini dan Mama ingin sekali bertemu dengan gadis bernama Ciara itu, Dia sangat cantik ya???"


Garviil terdiam, mamanya membahas tentang Ciara tetapi sepertinya Vicky belum memberitahu mamanya tentang Ciara yang adalah sepupu Bianca. Hanya saja itu adalah hal yang bagus karena Garviil sendiri tidak ingin membuat mamanya semakin khawatir apalagi jika Papanya tahu pasti akan lebih marah. Dan memang lebih baik menyembunyikan masalah ini untuk sementara waktu sambil menunggu Vicky mulai untuk melakukan balas dendamnya kepada kedua perempuan itu.


"Iya karena perusahaan kami sudah memutuskan untuk melakukan kerjasama jadi ini adalah penandatanganan kerjasama kami. Itulah kenapa dia minggu depan akan datang, memangnya Vicky memberitahu mama mengenai pacar barunya???"


"sebenarnya sih bukan Vicky yang memberitahu Mama, tetapi istrimu waktu itu, ya waktu awal-awal Vicky berpacaran dengan perempuan bernama Ciara."


"Oh Geffie yang memberitahu mama???"


"Iya, mama jadi tidak sabar ingin bertemu dengannya, sebenarnya dari awal niat mama jika Mama ke sini, mama inginnya bertemu dengan Tiffany, tapi ya kata sendiri bahwa Tiffany sudah meninggalkan kita lebih dulu, jadi Mama tidak ada kesempatan untuk bertemu dengannya. Dan kali ini Vicky sudah menemukan yang baru dan Gadis itu baik, cantik dan cerdas, tentu Mama akan sangat senang sekali dan berharap hubungan mereka akan berakhir seperti hubunganmu dengan Geffie. berakhir dalam sebuah pernikahan, so, Mama tidak perlu pusing-pusing lagi memikirkan memiliki menantu perempuan, karena kau sendiri sudah menikah dan Vicky nanti juga akan segera menyusulmu. Mama sangat berharap sekali adikmu bisa segera menyusulmu dan juga Geffie. Sekarang katakan pada mama. Bagaimana Ciara itu??? kau sudah bertemu dengannya kan???"


Garviil tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Ya Awalnya dia juga berpikiran sama tentang Ciara, bahwa Ciara itu cantik cerdas dan sangat baik hati tetapi ternyata Ciara bukan gadis yang baik hati, tetapi kebalikan dari itu. Ciara hanya ingin mengerjai Vicky dan menghancurkan Vicky atas perintah Bianca itulah Ciara yang sebenarnya tetapi lagi-lagi Garviil saat ini tidak bisa mengatakan kepada mamanya tentang siapa sebenarnya Ciara itu dan dia juga tentu tidak berharap bahwa Ciara bisa menjadi istri dari Vicky karena Ciara bukanlah perempuan ideal untuk Vicky. Vicky harus mendapatkan gadis yang lebih baik dari Ciara, bahkan jika bisa gadis seperti Tiffany yang memiliki ketulusan yang murni bukan pembohong seperti Ciara.


******


Garviil menunggu Geffie yang yang mengatakan bahwa dia sudah akan keluar dari bandara Kevin memilih datang ke Boston untuk menemui mertuanya yang sedang mengunjungi suaminya serta adik iparnya yaitu Vicky. Geffie ternyata tidak datang sendirian melainkan dia ditemani oleh seseorang yang memang sengaja di kirim Garviil untuk istrinya agar Geffie tidak melakukan perjalanan sendirian. Garviil tidak bisa untuk membiarkan Geffie bepergian jauh sendirian apalagi jika mengingat rencana biar bisa saja hal buruk terjadi kepada Geffie.


Tidam lama Geffie memang keluar dan perempuan cantik itu berlari langsung memeluk Garviil. Dia sangat merindukan suaminya, mereka terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh lantaran kesibukan masing-masing, di mana Geffie harus berkuliah sedangkan Garviil harus mengurus perusahaannya di Boston. Mereka harus menjalani hubungan ini selama beberapa tahun sampai Geffie lulus nanti.


Garviil membalas pelukan istrinya dan mengusap punggung istrinya dengan lembut. "Bagaimana perjalanannya semuanya lancar kan???" tanya Garviil.


"Iya sangat lancar."


"Oke kita segera pulang." Garviil melepas pelukannya lalu mengarahkan pandangannya ke perempuan yang ada di belakang istrinya perempuan yang memang dia tugaskan untuk mengawal Geffie dari Washington DC ke Boston. Garviil menyuruh perempuan bernama Elena itu memasukkan koper istrinya ke Bagasi dan mereka akan pulang.


"Yes Sir." perempuan itu kemudian membawa koper Geffie dan Garviil mengajak Geffie untuk masuk ke dalam mobil. Garviil juga membuka pintu bagasi mobilnya dan Irina memasukkan koper Geffie lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan bandara.


"Bagaimana dengan Mama??? aku hari ini belum sempat menghubunginya. Tadi pagi aku sibuk bersiap-siap untuk ke sini."


"Tentu saja tidur Mama sangat nyenyak, dia kembali lagi ke rumahnya setelah sekian lama dan apa kau tahu jejak pagi tadi dia sibuk berada di kebun untuk melihat semua tanaman-tanaman yang lucu sih, tetapi begitulah Mama dan dia memanen buah dan sayur yang ang memang saat ini sudah bisa di petik."


"Oh ya????"


"Iya, memang seperti itulah Mama. kalau kau berada di sini nanti kau pasti akan banyak diajari olehnya tentang merawat tanaman, kau harus belajar dengannya."


"Wah boleh juga. Ide bagus dan tidak boleh ditolak."


"Kau tahu, aku sangat senang sekali kau bisa langsung dekat dengan Mama dan kau jadi kesayangannya Mama karena sangat sulit sekali untuk bisa mendapatkan hatinya Mama. tapi ternyata itu tidak sulit bagimu bahkan sekarang kalian berdua begitu akrab saling merindukan satu sama lain dan hal itu justru lebih dari dugaanku dan Mama bersikap berbeda sekali denganmu daripada denganku dan juga fiqih Kau benar-benar sangat luar biasa."


"Aku sangat senang bisa dekat dengan Mamamu, ya karena memang orangnya berhambel itu menyenangkan itu Mamamu itu seperti Mamaku seperti juga Mama Elea Itu Mamanya Kak Gienka. Mama yang penuh perhatian penuh kasih sayang dan bisa dengan mudah menjadi seperti sahabat sendiri mau berbagi apapun cerita mengobrol apapun tuh enak dan juga nyaman. Seperti itulah yang, kau dibutuhkan oleh para perempuan terutama menantu nya pasti tahu Kebanyakan menantu itu takut kepada mertuanya takut mertuanya galak. Aku juga Sempat berpikir seperti itu tetapi karena dari awal Mamamu sangat perhatian dan juga sayang kepadaku, rasanya Mamamu bukanlah mertua yang galak seperti kebanyakan mertua yang lainnya hehehe."


Garviil terkekeh. "Itu karena Mama bukanlah mertua dari zaman feodal seperti mertua mertua yang ada di film-film hahaha."


"Hahaha kau benar sekali."


Geffie menoleh ke arah suaminya yang duduk di sebelahnya. "Ciara akan ke sini lagi untuk menemui Vicky???" Tanya nya penasaran.


"Iya, juga untuk tanda tangan perjanjian kerjasama perusahaan kita, teapi kata Vicky juga dia akan datang bersama dengan kedua orang tuanya sekaligus liburan dan Mama ingin sekali bertemu dengannya. Mama sangat excited waktu kau bilang Vicky sudah punya pacar baru yaitu Ciara, jadi sejak kemarin Mama mengusulkan untuk kita makan malam bersama dengan Ciara dan juga keluarganya."


"Oh iya, aku memberitahu Mama saat Vicky baru saja jadian dengan Ciara. Tapi saat itu aku kan juga tidak tahu kalau Ciara ternyata adalah sepupu dari Bianca. Aku nadi merasa bersalah keadaannya seperti ini." Geffie menunduk sedih.


"Itu bukan salahmu sayang tapi memang itu bentuk kebahagiaanmu ketika mendengar Vicky sudah mendapatkan pacar baru jadi ya wajar kalau kau memberitahu Mama. hanya saja memang Mama orangnya seperti itu, dia juga terlalu excited dan ingin segera bertemu dengan Ciara. Kalau menurutku sebenarnya Mama lebih excited untuk bertemu Tiffany. Tapi saat ini kan Tiffany sudah tidak bersama kita lagi jadi ya mau bagaimana pilihannya hanya Ciara, so kita harus melihat akan seperti apa pertemuan nanti."


"Eh tapi Bagaimana menurutmu sikap Vicky nanti atau dia menanggapi hal itu ketika Mama ingin bertemu dengan Ciara???"


"Hmmm aku rasa Vicky biaya saja karena dia juga tidak mengatakan apa yang sekarang sedang terjadi kepada Mama dan Papa."


"Oh berarti Mama dan Papa belum tahu tentang perencanaan rencana dari Bianca???"


Garviil menggelengkan kepalanya. "Belum tahu sama sekali dan aku rasa Vicky juga tidak belum berniat untuk memberitahu mereka, sepertinya kami harus merahasiakan ini untuk sementara waktu sampai kami bisa mengatasi kegilaan Bianca. Aku berharap kau juga bisa menjaga ini dengan baik Ya sebisa mungkin nanti jangan tunjukkan ketidaksukaanmu terhadap Ciara jangan sampai menimbulkan kecurigaan Mama."


Geffie menganggukkan kepalanya. "Iya aku mengerti sekali. Aku akan coba bersikap untuk biasa saja juga beberapa kali Ciara sebenarnya mengirimiku pesan dan aku hanya menjawab sebenarnya saja kurasa dia memang ingin membangun keakraban lagi denganku."


"Iya. Kau harus tetap bersikap biasa saja, tetapi ingat Sayang jangan pernah menginformasikan hal apapun yang terlalu detail kepada Ciara semisal kau ada di mana atau kau sedang melakukan apa atau Bersama siapa. Karena aku rasa itu tidak perlu kau katakan kepadanya. Aku hanya tidak mau Ciara menginformasikan kepada Bianca dan itu justru bisa membuatmu dalam bahaya, apalagi kau juga jangan mengatakan alamat lengkap rumah Kak Gienka, mengobrollah saja seperlu nya dan sebenarnya aku tidak mau mengambil resiko yang besar mengenai informasi detailmu aku jauh darimu. Dan aku tidak bisa menjagamu selama 24 jam, otomatis aku harus bisa memastikan saja bahwa kau dalam keadaan yang baik-baik saja."


"Aku tahu kok. Tentu saja aku tidak akan memberikan hal yang terlalu pribadi kepada Ciara. Papa kemarin juga sudah Mengingatkan untuk agar aku bisa menjaga diri dengan baik dan tidak sembarangan bersikap dan bertutur kata, aku tahu kalian semua mengkhawatirkanku tetapi aku juga akan berusaha untuk menjaga diriku dengan baik."


"Oke Baguslah kalau begitu."


Geffie tahu sekali bahwa dia tidak boleh sembarangan mengungkapkan informasi tentang semua kegiatannya dan juga keberadaannya kepada Ciara. Ariel sudah mengingatkannya mengenai hal itu sebelumnya sehingga Geffie bisa mempersiapkan diri dan berakting sebagus mungkin ketika mengobrol dengan Ciara. Yang di takutkan Ciara akan memata-mati nya jadi Geffie tidak mau mengambil resiko. Dan Garviil mengirimkan Elena, seorang bodyguard oerempuan yang mulai hari ini akan terus menjaga dan mengawasinya, tetapi tugas Elena tidak akan selalu di dekatnya melainkan akan mengawasinya dari kejauhan. Sehingga Geffie merasa cukup aman.


Geffie juga cukup terkejut ketika tahu bahwa mertuanya ingin sekali bertemu dengan Ciara bahkan berniat mengadakan makan malam keluarga. Ada penyesalan di hati Geffie karena dia terlanjur menceritakan tentang Ciara. Dan Geffie tidak bisa membayangkan jika seandainya mertua nya tahu bahwa Bianca ada di balik kematian Tiffany dan juga Ciara adalah orang yang sengaja di kirim oleh Bianca untuk menjebak lalu menghancurkan Vicky. Sudah pasti hati mertua nya itu akan hancur sekali. Bagus jika suaminya dan juga Vicky merahasiakan hal ini untuk sementara waktu. Dan bisa segera mengakhiri ini dengan baik, menghentikan kegilaan Bianca.


Semalam, Garviil juga sudah memberitahu nya tentang rencana Vicky yang ingin melakukan pembalasan dendam pada Bianca dan Ciara. Sayangnya Garviil tidak tahu pembalasan dendam seperti apa, Vicky hanya mengatakan bahwa dia ingin merusak hubungan persaudaraan Bianca dan Ciara, menghancurkan kepercayaan kedua saudara itu, dan Geffie pun berpikir bahwa mungkin itu adalah alasan Vicky untuk tetap mempertahankan hubungannya dengan Ciara. Ya walaupun selebihnya Geffie pun tidak bisa menebak apa yang akan di rencanakan oleh Vicky. Geffie akan mencoba mendukung nya, dia di dorong oleh rasa marah dan jengkelnya atas ulah Bianca yang sudah memisahkannya dengan Tiffany, sahabat terbaik nya yang sangat baik. Bianca sudah keterlaluan. Dan Bianca harus di hukum atas perbuatannya itu.


****


Lalu sampailah Mereka kemudian dirumah Garviil dan dia menghentikan mobilnya tepat di halaman depan rumahnya. Elena yang duduk di belakang langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Geffie. Geffie keluar. Begitu juga dengan Garviil kemudian Garviil memerintahkan kepada Elena agar berjaga di luar sedangkan ia dan Geffie akan masuk. dengan sigap Elena langsung berjaga di depan pintu rumah.


Geffie sudah ditunggu oleh kedua orang tua Garviil juga ada Vicky di ruang tamu melihat kedatangan Geffie tentu Mama Garviil langsung berdiri dan memeluk menantu kesayangannya itu. Dan dia sangat merindukan Geffie karena Geffie adalah Putri kesayangannya. Mama Garviil memang sangat menyayangi Geffie karena sejak dulu dia ingin sekali memiliki seorang anak perempuan tetapi suaminya tidak tidak mengizinkannya untuk memiliki anak lagi setelah Garviil dan juga Vickyi lahir. baginya kedua anak kembarnya itu sudah cukup. Sehingga tidak berniat untuk memiliki anak lagi. Dan sekarang dia sudah memiliki menantu yang sangat cantik, baik dan perhatian seperti geffie, membuat Mama Garviil sangat bersyukur sekali. Dan perhatian serta cintanya tertuju pada Geffie. Mama Garviil dan Vicky juga pasti akan merasa lebih bahagia lagi jika Vicky juga segera mengenal kan nya dengan gadis pujaan hatinya sehingga dia bisa segera memiliki menantu lagi.


"Geffie sayang??? Mama sangat merindukanmu..."


"Geffie juga, Mama apa kabar??? Mama sehat kan???"


"Sehat sayang, kau bisa lihat sendiri, duduklah kau pasti lelah, Mama juga sudah membuat kan mu jus."


"Makasih Mama." Geffie kemudian menghampiri Papa mertuanya dan menyalaminya dengan sopan. Baru setelah itu duduk di sofa fan bergabung dengan Vicky serta Garviil yang juga baru saja duduk.


Mama Garviil tidak mau lepas dari menantunya dan duduk di sebelahnya dengan memegang tangan Geffie lalu mengambilkan gelas berisikan jus jeruk segar. "Ini minumlah, Mama baru saja memetiknya dari kebun belakang. Kau pasti tahu bahwa di belakang ada banyak tanaman yang Mama dulu tanam dan jeruknya kebetulan sedang berbuah, meski belum terlalu banyak karena yang lainnya masih berbunga. Cobalah ini sangat segar." Ucap Mama Garviil sembari menyodorkan gelas berisikan jus jeruk itu kepada menantu nya.


"Terima kasih Mama." Geffie mengambil jus itu dan meminumnya. Memang sangat segar dan manis.


"Sama-sama sayang. Ini tidak Mama tambah apapun, hanya jeruk saja tanpa gula tapi manis kan??? Karena memang buah jeruknya juga manis."


"Iya Ma, enak dan segar." Geffie tersenyum.


"Oh iya, Vicky kemarin memberitahu Mama, katanya memang benar dia sekarang berpacaran dengan seseorang, dan Mama ecxited sekali ingin segera bertemu dengannya, Ciara pasti adalah agadis yang baik, cantik dan perhatian sepertimu., dan Vicky bilang Ciara akan datang kesini minggu depan, jadi Mama langsung terpikirkan ingin mengadakan makan malam bersama Ciara dan kita semua disini. Mama akan memasak banyak. Dan kalau Mama merasa Ciara cocok dengan Vicky, Mama akan menyrub Vicky untuk segera mempersiapkan pernikahan dan menyusulmu serta Garviil. Supaya Mama bisa punya dua menantu sekaligus. Bagaimana menurutmu Geffie sayang???" Tanya Mama Garviil bersemangat.


Geffie memegang gelasnya dan menatap Mama mertua nya yang sangat bahagia itu. Geffie tersenyum dan menganggukkan kepala nya dengan mantap. "Iya Ma, itu ide yang sangat bagus, masakan Mama juga sangat enak. Aku akan kesini lagi minggu depan supaya aku juga tidak melewatkan momen kumpul keluarga suamiku." Geffie tersenyum.


"Iya, itu kenapa Mama bahagia sekali sayang fan tidak sabar bertemu dengan Ciara."


★★★


Beberapa minggu kemudian


"Ma, Pa, please jika bertemu Bianca kalian jangan mengatakan apapun tentang makan malam yang akan kita datangi. Dan jangan membHas tentangku di depan Bianca. Permasalahan ini adalah urusan pribadiku ndi please jangan mengatakan apapun." Pinta Ciara.


Ya, Ciara memang sudah menyampaikan pada orang tuanya tentang permintaan Vicky untuk bisa makan malam bersama keluarga nya. Orang tua Vicky secara resmi mengundang Ciara dan kedua orang tuanya untuk datang dan makan malam bersama. Ciara tidak mau Bianca mengetahui nya karena Ciara sudah tidak mau mempedulikan Bianca lagi. Ciara ingin hubunganmya dengan Vicky berjalan baik dan tidak terpengaruh oleh Bianca. ..


"Memangnya kenapa Ci???" Tanya Mama Ciara


"Aku hanya tidak mau urusan pribadiku diketahui oleh Bianca. Mama juga pasti tahu kan Bagaimana sikap Bianca dia itu sangat menyebalkan dan orangnya kepo sekali."


"Ya sudah kalau memang itu yang kau inginkan. Mama dan Papa tidak akan mengganggh hubunganmu. Mama sudah cukup senang karena kau akhirnya memiliki seorang kekasih. Mama tidak tahu kenapa kau bisa menjadi berubah setelah kembali dari Amerika, dulu kalau tidak pernah terlihat tertarik pada laki-laki atau membawanya pulang atau bahkan mengenalkan kepada mama dan papa tapi pada akhirnya kau melakukan itu Mama sangat senang sekali dan mama tidak sabar untuk menemui pria yang bernama Vicky itu."


selain melarang orang tuanya untuk membahas makan malam bersama dengan keluarga Vicky. Ciara juga memilih untuk tinggal di hotel saja bersama kedua orang tuanya selama di Boston dan menolak tawaran dari kakak Bianca agar mereka menginap saja di rumahnya selain untuk menghindari Bianca, caira melakukan itu juga agar Bianca terlalu tidak terlalu ikut campur dengan hubungannya bersama Vicky. Ciara sudah sangat mencintai Vicky, lelaki itu adalah sumber kebahagiaannya saat ini dan Ciara tidak mau Bianca terlalu mengaturnya.


"Ci, sebenarnya kenapa kau melarang kami menginap di rumah Bella???" Tanya Papa Ciara. Bella adalah kakak dari Bianca.


"Papa, I'm so sorry...!!" Gumam Ciara. "Sebenarnya Vicky adalah adik dari Garviil, Papa ingat tidak bahwa dulu Bianca itu bertunangan dengan Garviil dan pertunangannya di batalkan oleh Bianca. Garviil yang sama yang sudah di khianati oleh Bianca."


"Apa....???? Kau berpacaran dengan adik dari mantan tunangan Bianca????? Bagaimana bisa Ci???" Seru Papa Ciara.


Ciara menganggukkan kepala nya. "Iya Pa."


"Bagaimana bisa Ci???? Bagaimana kalau Bianca tahu???"


"Papa, apa yang terjadi pada pertunangan Bianca dan Garviil adalah kesalahan Bianca sendiri, Bianca berselingkuh, dan hamil lalu mengalami kecelakaan dan mengalami kelumpuhan, dan ternyata kelumpuhan itu adalah kebohongan Bianca untuk mengikat Garviil, siapapun akan marah dengan apa yanv di lakukan oleh Bianca. Dan Bianca sendiri yang mengakhiri pertunanganmya dengan Garviil. Lalu apa aku bersalah dalam hal ini jika aku berpacaran dengan adiknya Garviil???? Seperti yang aku bilang, bahwa Vicky sangat baik, dia sangat perhatian dan mencintaiku. Lalu dimana letak kesalahanku Pa???"


Mama dan Papa Ciara saling melempar pandangan. Seolah sadar bahwa hubungan Ciara dan Vicky tidak ada korelasi nya sama sekali dengan hubungan Bianca dan Garviil.


"Kalau kau bahagia dengan Vicky, Papa dan Mama akan senang sekali, tetapi apa Vicky tahu kalau kau adalah sepupu Bianca????" Tanya Mama Ciara.


Ciara menggelengkan kepala nya. "Tidak, aku harap kalian juga jangan memberitahu Vicky mengenai hal itu. Jika keadaannya sudah tepat aku pasti akan memberitahu Vicky sendiri nanti."


"Apa kau yakin hubunganku akan berjalan lancar??? Bagaimana reaksi mereka nanti kalau pada akhirnya mereka tahu tentang hubunganku dengan Bianca??? Mama takut mereka akan kecewa dan tidak mau menerima mu, Mama dan Papa sebenarnya juga merasa malu atas semua perbuatan Bianca, karena Bianca sudah mencoreng nama keluarga besar kita, dan Mama mengkhawatirkan mu sayang."


"Ma, Vicky sangat baik sekali, dia sangat mencintaiku dan sayang kepadaku, dan aku rasa makan malam nanti adalah bagian dari keseriusannya atas hubungan kami, aku berharap bisa mengambil hati keluarga Vicky, dan bisa meyakinkan mereka jika aku juga akan bisa membahagiakan Vicky."


"Kau sangat mencintainya???" Tanya Mama Ciara.


"Ya, aku sangat mencintainya." Ciara tersenyum dan pipi nya memerah. Dia memang sudah sangat menyukai Vicky dan pribadi lelaki itu baik serta menyenangkan.


Kedua orang tua Ciara bisa melihat kebahagiaan di wajah putri mereka. Ciara memang sepertinya sudah menemukan laki-laki yang tepat. Dan mereka juga penasaran dengan sosok Vicky. Berharap lelaki itu juga adalah lelaki baik yang akan selalu membahagiakan putri kesayangannya itu. Ciara selama ini juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, lugas dan penuh kasih sayang.


***


sementara itu Mama Vicky dan Carvil mulai menyibukkan diri di dapur bersama dengan para asisten rumah tangganya, dibantu juga Oleh Geffie yang kemarin juga baru datang ke boston Geffie datang lagi ke boston karena permintaan dari mertuanya dan mertuanya itu ingin mengundang keluarga dari kekasih Vicky yaitu Ciara sehingga sejak kemarin Geffie sudah berada di Boston.


Geffie membantu Mama mertuanya menyiapkan makan malam. Mama mertuanya sangat menyukai memasak dan memilih untuk tidak memesan makanan di restoran, dan juga memilih rumah mereka untuk acara makan malam hari ini. Segala bentuk persiapan pun di lakukan.


Mama Vicky dan Garviil sangat bersemangat menyiapkan semua nya. Dia juga sudah melihat dan mengobrol dengan Ciara melalui panggilan Video beberapa hari yang lalu, Ciara memang gadis yang sangat cantik, sopan dan juga lembut ketika berbicara. Hampir sama dengan Tiffany. Senang rasanya karena sepertinya Ciara sangat cocok dengan Vicky. Dan berharap Vicky akan serius dengan hubungannya kali ini.


Vicky menuruni ta gga dan menghampiri Mama nya yang sibuk di dapur. Vicky mencium pipi Mama nya. "Ma, Vicky akan pergi keluar, sebentar."


"Mau kemana???? Sebentar lagi malam, dan kita akan makan dengan keluarga Ciara, kok malah mau pergi.???"


"Hanya sebentar, aku akan kembali kurang dari dua jam, pokoknya beres." Ucap Vicky.


"Jangan lama-lama, jangan buat Mama dan Papa malu dengan keluarga Ciara.


"Tidak, hanya sebentar saja. Aku harus pergi dan akan segera kembali."


"Iya, hati-hati."


Vicky keluar dari dapur dan meninggalkan Mama nya. Dia sekarang harus pergi ke suatu tempat untuk mencari sesuatu. Malam ini adalah waktu yang sudah dia tunggu untuk memulai permainannya. Dia sudah memikirkan dengan sangat baik rencana seperti apa yanv akan di jalan kan nya untuk membalas Ciara. Dan malam ini dia akan mengeksekusinya di depan keluarga nya dan keluarga Ciara. Dan Vicky berharap ini akan berhasil dan berjalan lancar. Vicky akan berakting sebagus mungkin.