Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Berasal dari Indonesia



"Astronaut??? Wow!!! Is your brother-in-law from America???" Tanya Victor, apakah Kakak ipar Aire berasal dari Amerika.


Aire menggelengngkan kepalanya. Dia melempar senyum kepada Victor. "We're all from Indonesia including my brother-in-law, but he's already an American citizen. That's why he brought my sister to live with him here." Aire menjelaskan jika dia dan kakaknya, semua berasal dari Indonesia termasuk kakak iparnya. Tetapi dia sudah pindah warga kewarganegaraan Amerika. Itulah kenapa dia memboyong kakak Aire untuk tinggal bersamanya di sini.


"Indonesia??? jadi kok berasal dari Indonesia Astaga berarti kita sama." Victor langsung berbahasa Indonesia dan  mengulurkan tangannya pada Aire sembari tersenyum lebar. "Aku pun berasal dari Indonesia. Kenapa kau tidak bilang kita kan jadi tidak perlu berbicara bahasa Inggris seperti ini Hahaha. Aku tidak menyangka bahwa kau berasal dari Indonesia."  Victor mulai menggunakan bahasa Indoenesia sebagai bahasa obrolannya dengan Aire.


"Kau berasal dari Indonesia??" tanya Aire.


"Ya, aku berasal dari Indonesia. Aku baru kuliah di sini dan aku memutuskan untuk tetap berada di sini dan tidak pulang ke Indonesia karena ada beberapa bisnis orang tuaku yang ada di sini dan aku harus mengurusnya. Jadilah aku di sini, senang sekali bisa bertemu dengan denganmu yang ternyata kau juga berasal dari Indonesia."


"Oh jadi kau mengurus usaha orang tuamu, apa maksudnya adalah Cafe ini???" Tanya Aire.


"Ya bisa dibilang begitu dan tempat ini juga sangat aku sukai jadi tidak ada masalah untukku berada di sini dan mengurusnya."


Aire tersenyum sembari mengangguk-anggukkan kepalanya, dia tidak menyangka ternyata Victor juga berasal dari negara yang sama dengannya.


"Apakah seperti ini yang kau lakukan setiap weekend duduk menghadap laptopmu sampai malam bahkan sampai dini hari, setelah itu baru pulang. Bukankah seharusnya kau menikmati hari liburmu dengan beristirahat atau pergi liburan dan bisa melanjutkan mengerjakan tugasmu di hari biasa???" Tanya Victor.


"Disaat seperti ini tidak ada waktu untuk berlibur, aku bisa beristirahat esok hari sampai siang atau sampai sore hari itu, membuatku merasa lebih baik."


"Kau seorang perempuan harusnya ketika malam hari kau berada di rumah saja rasanya tidak baik dan sedikit berbahaya ketika malam hari."


Aire pun tersenyum. "Karena aku menyukainya, lagi pula apartemenku juga ada di dekat sini, aku rasa tidak terlalu masalah."


"Oh jadi begitu ya??? Sebenarnya tidak ada masalah sih tetapi tetap harus berhati-hati. Oke sepertinya aku harus membiarkanmu duduk di sini supaya kau bisa lebih berfokus lagi mengerjakan tugas akhirmu. Sorry atas gangguan ku.??"


"Ah tidak juga, aku tidak terganggu sama sekali."


Victor mengulurkan tangan untuk menyalami Aire. "Senang sekali bisa berjumpa dan mengobrol denganmu lagi, selamat melanjutkan mengerjakan tugas akhirmu, semoga kau sukses dan mendapatkan IPK yang tinggi, aku ke atas dulu untuk beristirahat. Enjoy!!!"


Victor memundurkan kursinya dan berdiri kemudian meninggalkan Aire sendirian, ia tidak ingin mengganggu perempuan itu yang sedang mengerjakan tugas akhir.


Aire memandang kepergian Victor, lelaki itu sangat tampan. Senyumnya manis dan ia masih tidak menyangka jika Victor juga berasal dari Indonesia. Tetapi akhirnya Aire kembali mengingat bahwa ia tidak boleh merasakan hal yang lebih ketika melihat Victor, baginya lelaki lagi semua sama. Semakin tampan wajahnya maka akan semakin banyak pula tingkahnya seperti halnya Mike, ia tidak bisa jatuh cinta kepada laki-laki seperti itu.


Victor naik ke apartemennya yang ada di di atas cafenya, Ia memiliki apartemen pribadi di lantai 2, di atas cafenya itu ia masuk dengan perasaan yang sangat bahagia sekali karena dia bisa mengobrol cukup lama dengan Aire dan dia sama sekali tidak menyangka jika Aire ternyata adalah orang Indonesia sama seperti dirinya. Bagi Victor ini adalah bonus yang sangat baik sekali, Ia bisa lebih akrab lagi dengan Aire dan berkomunikasi dengan bahasa negara mereka. Entah kenapa Victor merasa sangat sumringah sekali setiap melihat Aire, perempuan itu benar-benar membuat hatinya berbunga-bunga penampilannya yang manis, cantik dan imut, membuat Victor sangat menyukainya.


Victor baru saja selesai mandi dan hendak berganti pakaian saat pintu apartemennya diketuk oleh seseorang dari luar. Victor mengernyitkan dahinya, ini masih pagi dan siapa yang berani mengganggunya. Cafe nya memang buka 24 jam tetapi tidak akan ada yang berani mengganggunya dengan cara mengetuk pintu apartemennya sepagi ini bahkan Andro pun tidak akan berani melakukannya.


Dengan kesal dan jengkel Victor akhirnya membuka pintu apartemennya dan di depan pintu itu ada saudara kembarnya yaitu Vicky berdiri sembari tersenyum lebar ke arahnya.


"Kenapa kau ke sini pagi sekali???" Tanya Victor dengan suara Ketus dan ingin tahu.


Victor lahir 9 menit lebih cepat daripada Vicky dan itulah yang membuatnya merasa bahwa dia adalah kakaknya Vicky, lagi pula secara kepribadian Victor memang lebih dewasa dibandingkan dengan Vicky dan Vicky juga lebih sering menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang menikmati hobinya yang senang dengan seni sedangkan Victor lebih menyukai mengurus perusahaan dan usaha milik kedua orang tuanya.


Sementara itu Vicky terlihat tidak begitu peduli dan tidak menjawab pertanyaan dari kakaknya. Ia pun tanpa diperintah menerobos masuk begitu saja ke kamar Victor dan duduk di sofa yang ada di sana.


"Aku bertanya kenapa kau bisa ada di sini bukankah kau sedang ada di Paris." Tanya Victor sambil menutup pintu apartemennya.


"Aku akan mengadakan pameran lukisan di sini. Itulah kenapa aku kembali dan nanti kau harus datang ke pameranku. Harus melihat karyaku dan juga kau harus membeli minimal 1 supaya kau tahu bahwa aku sangat berpengalaman dalam melukis." Jawab Vicky.


"Jika aku ada waktu tetapi aku tidak bisa janji." Ujar Victor.


"Oh come on Victor, setidaknya bahagiakanlah dirimu, jangan hanya mengurus pekerjaanmu saja, kau juga harus melihat bahwa aku bisa sukses dengan hobiku."


"Lihat saja nanti." Victor melirik tidak peduli kemudian dia membuka lemari pakaiannya dan mengambil pakaian untuk dipakainya dia harus bersiap untuk pergi ke kantor.


"Kalau kau mau tidur, kau bisa menggunakan kamar ini. Aku harus pergi ke kantor, aku ada meeting penting."


Vicky memandang kakaknya. "Kau Sepertinya sedang sakit?? Badan dan wajahmu pucat dan badanmu juga terlihat semakin kurus. Ayolah Victor setidaknya kau harus mencari hiburan untuk dirimu sendiri, uangmu banyak sekali dan kenapa kau tidak menyisihkan waktumu untuk pergi liburan meskipun hanya dua atau tiga hari saja.??"


Mereka memang sudah berbulan-bulan tidak bertemu karena Vicky harus pergi ke Paris untuk pekerjaannya dan adiknya itu menerima kontrak bekerja di sana sehingga juga harus tinggal di di sana.


"Aku tidak sedang ingin liburan."


"Ajaklah kekasihmu itu hahaha.... Dan kau bisa mengajaknya untuk bercinta, dia sudah tidak peerawan lagi kan??? Kenapa kau juga tidak mencoba nya??? Dia pasti senang sekali!"


"diamlah....!!! Jangan membuat moodku rusak dengan membecirakannya."