Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Garviil kesal



"Kau galak sekali. Aku kan tidak sengaja melihatnya dan juga aku hanya bertanya. Aku tidak ada urusan juga dengan mereka berdua, hubunganku dan Garviil sudah berakhir lama, dan aku yang mengakhiri nya jadi ya aku tidak peduli. Aku kan bertanya saja, apa salahnya bertanya." Ucap Bianca.


"Kau datang kesini untuk apa???" Tanya Michael mencoba mengalihkan Bianca dari pembicaraan mengenai Garviil dan Geffie. "Apa kau ingin sebuah gaun???"


"Iya, aku ingin gaun party." Sahut Bianca. Dia tahu Michael mencoba mengalihkan pembicaraan. Sekarang Bianca tahu bahwa Garviil akan segera menikah dengan perempuan bernama Geffie itu. Dan Bianca juga sudah mengatur rencana nya untuk balas dendam kepada Garviil dan juga Vicky. Sebentar lagi rencana itu akan mulai di lakukan. Bianca berharap sepupu nya Ciara bisa sukses dalam misi balas dendam nya ini kepada dua saudara kembar itu.


"Kenapa jiga dia tiba-tiba ada disini." Gerutu Garviil. Dia dan Geffie keluar dari butik Michael dan masuk mobil lalu meninggalkan butik itu.


"Butik kan memang di kunjungi banyak orang. Dan kau bilang dulu juga mengenalkan Michelle pada Bianca kan, ya wajar kalau dia ada disana." Ucap Geffie.


"Ya tapi kenapa disaat kita ada di tempat itu."


"Sayang, memangnya kenapa sih???? Butik bisa di kunjungi siapa saja, dan kapan saja. Bahkan Michelle juga tidak tahh siapa saja yang akan kesana. Termasuk Bianca, kecuali mereka mengatur janji. Sudahlah jangan terlalu di perdebatkan. Kau bilang masalalu sudah berakhir, ya biarkan, kaj sudah tidak ada hubungan apapun dengan Bianca dan hubungan kalian berakhir juga karena Bianca sendiri yang mengakhiri nya bukan kau. Jadi apa masalahnya???"


"Aku hanya tidak suka saja bertemu dengannya. Aku muak sekali melihat wajahnya, semua ingatan mengenai pengkhianatan dan kebohongannya kepadaku. Aku m uak sekali dengannya."


Geffie.memegang jemari Garviil dan mengecupnya. "Sudahlah, kalau kau memang muak, ya jangan di bahas terus. Sekarang fokus mengemudi dan kita lekas pulang, kau bilang kau ingin istirahat kan???"


Garviil menganggukkan kepala nya. "Ya. Maaf sayang, aku hanya sedikit jengkel saja karena haris bertemu lagi dengan Bianca."


"It's okay...!!!" Geffie tersenyum. Garviil pun kembali berkonsentrasi mengemudi.


Dalam perjalanan itu, ponsel Garviil berbunyi


Garviil menyambungkannya di mobil, dan menjawabnya. "Hai Vic..."


"Hai... Kau ada dimana Kak??? Aku akan ke rumah."


"Aku baru saja keluar dari butik Michelle bersama dengan Geffie. Kau ke rumah saja."


"Ya, aku juga membawa berkas dari perusahaan yang ingin menjadi investor untuk proyek terbaru kita."


"Oh iya??? Wow bagus sekali, kita mendaoatlannya lebih cepat dari dugaan kita." Ucap Garviil.


"Iya kak, dan apa kau tahu bahwa perusahaan ini ternyata perusahan dari Singapura, tetapi CEO nya sih katanya orang asli Indonesia. Dia juga seorang Perempuan."


"Wah, bagus kalau orang Indonesia."


"Iya, aku juga penasaran sekali. Mereka mengirim berkas nya, dan mereka juga akan kesini nanti kalau kita sudah mempelajari berkas mereka dan begitu juga sebaliknya."


"Ya, baik lah, aku juga di jalan, kita bertemu di rumah." Vicky mengakhiri panggilannya.


Garviol menoleh dan tersenyum pada Geffie. "Aku sedang mengurus proyek baru untuk pembangunan supermarket yang nantinya akan menyediakan berbagai makanan asia tenggara, ya seoerti bahan makanan dari Malaysia, Singapura, Thailand dan yang lainnya, termasuk Indonesia pastinya. Sehingga aku butuh investor dan juga butuh kolega dari negara-negara itu, untuk penyediaan barangnya nanti.


Aku butuh beberapa investor tambahan serta beberapa hal lainnya. Tetapi proyek ini sebenarnya masih akan di jalankan beberapa bulan lagi. Dan aku senang sekali karena ada yang sudah berminat. Di luar prediksi ku akan secepat ini." Ujar Garviol.memberitahu Geffie.


"Wah bagus dong...!!!! Aku doakan semoga lancar, dan sukses."


"Ya, Amin....!!! Setelah kita menikah tentu aku akan berfokus dengan ini, lalu kau berfokus pada kuliahmu, sehingga ketika kita berjauhan, kita tidak selalu saling merindukan."


Geffie tersenyum. "Meski sama-sama sibuk, tentu kita akan selalu merindukan satu sama lain."


"Itu memang benar." Garviil tersenyum. "Kau dengar tadi kan bahwa CEO nya perempuan, aku jadi membayangkan, bahwa nanti kau kita pasti akan seperti itu kalau kau sudah memegang perusahaan Papa mu, wah keren sekali pasti."


"Kau terlalu kejauhan. Hahahaha. Aku bahkan belum berpikir kesana.*


"Tetapi Om Ariel memberitahu ku mengenai kemungkinan itu."


"Sebenarnya Pala menaruh harapan yang tinggi pada Kakak, dia berharap Kakak juga suatu saat nanti bisa tinggal seterusnya di Indonesia. Walau itu cukup sulit."


"Ya siapa tahu kak Kyros nanti mendapatkan tawaran yang bagus di negara nya sendiri. Sekarang negara kita juga sudah mulai mengembangkan pusat keantariksaan dan sains, bahkan tempatnya juga sudah di pilih. Mungkin suatu saat ketika kak Kyros merasa sudah cukup untuk berada di tempat kerjanya yang sekarang, kak Kyros nanti bisa mendapatkan tawaran bagus untuk proyek keantariksaan di Indonesia, kan pasti ada kemungkinan mereka akan kembali ke Indonesia. Kak Kyros juga di eluhkan banyak orang atas prestasinya, dia berasal dari Indonesia, meski sudah menjadi warga negara Amerika tetapi dia masih tetap menjunjung dan menghormati tempat kelahirannya dengan baik dna jadi inspirasi banyak orang. Tidak menutup kemungkinan dia akan mengajak kak Gienka pulang, sehingga Kak Gienka bisa membantumu dan Km Ariel di perusahaan kalian lagi, iya kan???"


"Ya, aku sangat berharap sekali hal itu nanti bisa terwujud. Kakak memiliki hak tertinggi untuk menggantikan posisi Papa di banding dengan aku, karena akh tahu kak Gienka sangat luar biasa."


Garviil tersenyum. "Itu dia. Ya, kita berdoa saja. Kalian berdua adalah anak-anak yang hebat, pantas kalau Om Ariel sangat bangga sekali dengan kalian berdua."


*****


Garviil akhirnya sampai juga di rumahnya, dan sudah terparkir mobil Vicky disana. Menandakan adiknya sudah berada disini lebih dulu. Garviil turun dari mobil dan membuka kan pintu untuk Geffie. Keduanya pun.langsung masuk. Geffie berpamitan untuk ke kamar dan istrahat karena dia lelah serta ingin membiarkan Garviil berdiskusi mengenai pekerjaan dengan Vicky sehingga Geffie tidak ingin mengganggu mereka.


Setelah Geffie ke kamar, Garviil mengajak Vicky ke ruang kerja nya. Sampai disana, Vicky memberikan sebuah berkas kepada kakak nya. "Ini berkas dari perusahaan itu." Ucap Vicky.


Garviil mengambilnya dan membuka serta membaca nya. Garviil tampak begitu serius. "Ciara Alexandra." Gumam Garviil ketika dia membuka halaman terakhir berkas itu.


"Ya, nama perempuan itu Ciara Alexandra. Dia masih muda dan seumuran dengan kita sepertinya, tadi sekrrtarismu bilang seperti itu padaku." Sahut Vicky.