Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Bianca & Paul



Paul membaringkan Bianca ke atas ranjang. Jemarinya menyusup ke balik rok Bianca dan langsung menyentuh pusat kewaniitaannya. Sentuhan itu membakar sekaligus menyejukkan dan Bianca langsung menyerahkan tubuhnya penuh gaiirah. Paul menundukkan kepalanya, mengecup leher dan pundak Bianca sambil menurunkan kemejanya, menikmati betapa Bianca menyerah kepada gairahnya. Bianca merindukan sentuuhan seperti ini, dia ingin, dia mau. Victor selalu mengabaikannya padahal dia menginginkannya.


Jemari Paul menyentuh kewaniitaannya, dan mencuumbunya dengan keahlian luar biasa hingga paaha Bianca terbuka, panas, dan basah siap untuknya. Paul sudah berada di atasnya dan meniindihnya, Bianca merasakan kejaantaanannya yang begitu panas menyentuhnya."Does...", napas Paul yang panas sedikit terengah terasa begitu erotis di bibirnya, Paul mengecupnya lagi, "Do you mind if I do it???" Tanya Paul. Bianca melingkarkan lengannya di leher Paul putus asa, gaiirahnya memuncak tanpa ampun, dia ingin Paul ada di dalam dirinya, oh Ya ampun, dia sangat ingin!


Paul tersenyum mendapatkan persetujuan Bianca "Ah my dear, you are so beautiful" Paul menangkup payyudaara Bianca di telapaknya, merasakan dan menikmati kelembutan itu. Lalu bibir panasnya turun dan menangkup pucuknya, meIumatnya penuh gaiirah, membuat Bianca hampir menjerit karena siksaan kenikmatan yang berbaur menjadi satu. Lelaki itu menurunkan rok Bianca dan mulai menyeentuhnya, dimana-mana,meninggalkan geIenyar panas yang membakarnya. Jemari Paul menyentuh pusat kewAaniItaannya dan Bianca merasakan dorongan yang amat sangat untuk memohon agar Paul mau memasukinya. Dan Paul sudah siap, Lelaki itu terasa begitu keras dan panas di bawah sana. Bianca mencoba menggerakkan tubuhnya dengan frustrasi, permohonan tanpa kata.


"Calm down my dear," Paul mulai tereengah, menahan pingguI Bianca yang bergaiirah di bawahnya. "I'll satisfy you in a moment" Paul akan meuaskan Bianca sebentar lagi.


Paul mengambil pengaman dan memasangkannya di miliknya, lalu menyentuhkan dirinya, dan langsung menggertakkan giginya,melawan dorongan kuat untuk memaasuki Bianca dengan kasar. Bianca sudah sangat siap menerimanya, tetapi Paul bertekad memperlakukannya dengan lembut, memberikan tubuuhnya untuk keniikmatan Bianca.


Akhirnya dengan satu gerakan yang mulus, Paul menekan dirinya, menyatukan tubuhnya dengan Bianca. Percintaan mereka sangat penuh gaiirah dan luar biasa nikmatnya. Bianca mencengkeram punggung Paul yang berotot, melupakan rasa sakit di kepalanya, terlalu larut dalam kenikmatan yang mendera tubuhnya. Paul berusaha bergerak selembut mungkin, tetapi gaiirahnya mengalahkan akal sehatnya, dia bergerak dengan penuh gejolak, membawa Bianca bersamanya.


Ketika kehangatan Paul merasukinya, tenggelam dalam tubuhnya yang paanas dan basah, Bianca mengerrang dan memejamkan mata. Oh astaga! Rasanya begitu tepat, kenikmatan ini, kedekatan ini. Rasanya luar biasa tepatnya! Mereka bergerak dalam alunan gaiIrah yang keras, berusaha memuaskan gejolaknya sendiri-sendiri. Sampai akhirnya tubuh Bianca terasa melayang,mencapai puncak kenikmatannya didorong oleh rasa klimaks yang begitu dalam.


Paul mulai mencium leher Bianca, bertanya-tanya apakah Bianca tahubetapa menggairahkannya dirinya dengan bagian atas kemejanya yang terbuka, menampilkan sebagian payyudaranya yang begitu indah. Rambutnya tergerai berantakan di bahu. Mendadak Paul tidak sanggup menahan diri lagi. Dan ia pun terus bercinta dengan Bianca-yang cantik. Saat itu juga hingga mereka berdua sama-sama dibutakan oleh hasrat yang membara.


Dan akhirnya ketika puncak itu datang, tubuh mereka menyatu dengan begitu eratnya, dalam ombak kepuasan yang bergulung-gulung menghantam tubuh mereka. Ketika Paul menarik tubuhnya dengan hati-hati dari Bianca dan berbaring di sebelahnya dengan lengan masih memeluknya erat.


"Dear Bianca? Did you like her in the end???" Tanya Paul Apakah pada akhirnya Bianca menyukai nya.


"Yes, I like it very much.." Jawab Bianca.


"We seem to be a very compatible couple," Paul mendekatkan tubuh Biancake tubuhnya, dalam rangkuman dadanya. Mengatakn jika mereka sepertinya adalah pasangan yang sangat cocok."


Bianca menatap Paul. "I like it."


Paul tersenyum. "Good Girl." jemari Paul menyentuh paaha Bianca. Mungkin sudah waktunya mereka berhenti berkata-kata dan berkomunikasi dengan bahasa nonverbal yang sudah sangat mereka kuasai.


Jemari Paul membimbing agar paha Bianca melingkarinya, "I wanted to show you that you won't be treated badly."


Paul menunjukkan jika dia ingin menunjukkan pada Bianca bahwa Bianca tidak akan di perlakukan dengan buruk.