
"Oh iya kau tadi belum cerita tentang pertemuanmu dengan Mitha, dan apa yang dilaporkannya kepadamu tadi???" tanya Geffie.
"Iya, Mitha sudah datang ke kantor dan aku serta Vicky sudah mendengarkan semua informasi yang dia dapatkan dan kami juga sudah tahu siapa orang yang dikirim Bianca untuk menjebak kami berdua."
"Siapa memangnya???"
"Aku harap kau tidak terkejut ketika aku memberitahumu Siapa orang itu karena saat Mitha memberitahu, aku dan Vicky pun sangat terkejut sekali dan tidak menyangka bahwa ternyata selama ini orang itu adalah orang yang sudah bekerja sama dengan Bianca."
"Iya, tapi siapa???"
"Ciara." Gumam Garviil. "Dan dia ternyata adalah sepupunya Bianca."
"Ciara??? Kau serius???"
"Iya sayang, hasil penyelidikan Mitha menyatakan bahwa Ciara adalah orang yang dikirim oleh Bianca dan dia adalah sepupunya Bianca yang tinggal di Singapura. Bianca sengaja mengirim Ciara karena sepertinya Ciara salah satu orang yang selama ini tidak pernah bertemu denganku karena tinggal di Singapura, tetapi mereka cukup akrab dan misi utama Ciara adalah mendekati Vicky. Bianca meminta Ciara untuk bisa mendekati Vicky dan merebut hati Vicky dan Kau pasti tahu bahwa saat ini usaha Ciara itu sudah berhasil karena dia sudah berpacaran dengan Vicky."
"Aahh ya Tuhan.... lalu bagaimana sekarang???"
"Aku tadi tentu saja sudah mengobrol dengan Vicky mengenai masalah ini, and then aku sudah meminta Vicky untuk mengakhiri hubungannya dengan Ciara tetapi Vicky menolaknya."
"Vicky menolaknya kenapa??? kalau memang faktanya Ciara adalah orang yang dikirim Bianca. Kenapa dia tidak megakhiri hubungannya dengan Ciara. Apa mungkin Cinta Vicky sudah Begitu dalamnya kepada Ciara???"
Garviil menggelengkan kepala nya. "Bukan karena cinta Vicky sudah terlalu dalam, tetapi Vicky ingin tetap melanjutkan ini karena jika Ciara bisa membohonginya kenapa dia juga tidak bisa melakukannya??? Sambil berjalan Vicky akan tetap menjalankan hubungan ini lalu mencari celah dan kesempatan untuk bisa membongkar kebohongan yang Ciara lakukan kepada Vicky." Garbviil menjelaskan agar Geffie tidak menerka-nerka.
"Maksud nya???"
"Iya, Vicky akan terus melanjutkan hubungan ini meskipun dia sudah mengetahui segalanya. Tetapi dia meminta kita agar tetap berpura-pura tidak tahu bahwa kita sudah mengetahui rencana yang sudah disusun oleh Bianca dan Ciara, kita harus berpura-pura bodoh dan bersikap seperti biasanya saja, selain itu Bianca juga memerintahkan Ciara untuk menjalin kerjasama dengan perusahaanku lalu Entah dengan niat apa, Bianca akan berusaha untuk menghancurkan bisnisku. Itulah kenapa saat ini aku harus lebih berhati-hati lagi."
"Aku tidak menyangka jika Ciara adalah orang yang selama ini dikirim oleh Bianca. Akan tetapi dia terlihat begitu baik dan orang yang menyenangkan." Gumam Geffie mengingat betapa baik dan lembutnya sikap Ciara saat mereeka bertemu. Geffie kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya seolah enggan mempercayai apa yang dikatakan oleh suaminya tetapi sepertinya itu adalah fakta yang sebenarnya. Iya, Ciara tiba-tiba datang dalam kehidupan mereka lalu menjadi dekat dan bahkan menjadi kekasih Vicky tetapi sungguh ini sangat mengejutkannya. Geffie tidak menyangka dengan hal itu. "Lalu selanjutnya bagaimana???" Tanya Geffie.
"Iya. Aku tidak tahu apa rencana Vicky tetapi kurasa dia masih memikirkannya dan juga mengenai kerjasama ku dengan perusahaan Ciara, Vicky melarangku untuk menghentikannya dan tetap melanjutkannya sesuai apa yang ada di perjanjian perusahaan sebelumnya. Dan kita harus berpura-pura tidak tahu jika kita sudah mengetahui segalanya, kita hanya harus menjalankan semuanya dengan baik-baik saja dan tidak menimbulkan kecurigaan Ciara karena kalau sampai Ciara mengetahui tentang ini, pasti rencana akan menjadi berantakan dan kita tidak bisa mengatasinya."
"Semoga kalian bisa mengatasi ini, dan kalian juga harus berhati-hati. Ternyata tidak selamanya orang yang di luar terlihat baik, hatinya juga akan baik. Ciara, ahhh ya Tuhan aku sama sekali tidak menduga nya. Untung kita bisa mengetahui nya lebih awal sehingga kita bisa waspada."
Garviil memandang istrinya dalam diam tetapi kemudian meraih jemari Geffie. "Dan Sebenarnya ada satu lagi hal yang akan membuatmu terkejut, tetapi tentu hal ini harus dicari buktinya lebih jauh lagi." Gumamnya pada Gffie.
"Tentang????"
"Tentang kecelakaan Tiffany."
"Kecelakaan Tiffany???" Geffie mengulangi lagi perkataan suami nya.
"Iya sayang tentang kecelakaan Tiffany. Mitha memberitahuku dan Vicky tentang kecelakaan yang menimpa Tiffany dan kecelakaan itu menurut Mitha bukanlah sebuah kebetulan tetapi ada perencanaan besar di baliknya dan memang pengemudi mobil itu sudah dihukum atas kelalaiannya, akan tetapi ada dalang besar di balik tragedi itu. Dimana menurut Mitha, kecelakaan itu memang sengaja sudah dirancang oleh seseorang untuk mencelakai Tiffany. Tiffany beberapa hari sebelumnya sudah diikuti oleh seseorang kemudian rencana itu di akhirnya di eksekusi di hari itu dan dalang utamanya adalah Bianca."
"Apa katamu??? Bianca!!!???"
Garviil menganggukkan kepala nya dengan sedih. "Iya, ternyata Bianca sengaja membayar orang itu untuk mencelakai Tiffany dan menyuruhnya untuk mengkonsumsi banyak alkohol sehingga tidak akan memunculkan kecurigaan polisi jika ada tersangka lain yaitu Bianca, dan agar kecelakaan itu di anggap sebuah kelalaian saja."
Geffie terperangah. "Tapi apa alasannya Bianca melakukan itu memangnya Tiffany memiliki kesalahan apa pada Bianca???? Tiffany saja tidak pernah bertemu dengan Bianca." Sahutnya dengan suara bergetar.
"Itulah Sayang, masalahnya Bianca mengetahui hubungan Vicky dan Tiffany. Dan juga saat Vicky datang menemui Bianca di rumahnya lalu melamarnya, kau pasti tahu saat itu Vicky kan memang sedang dekat dengan Tiffany dan permasalahan itu juga diketahui oleh Bianca. Lalu setelah hubungan Bianca dan Vicky berakhir. Vicky kembali lagi dengan Tiffany. Hal itulah yang membuat kemarahan Bianca semakin memuncak dan dia akhirnya merencanakan untuk melukai Tiffany, memisahkan Tiffany dari Vicky dengan cara menghabisi Tiffany."
"Ya Tuhan.....!!! Bianca jahat sekali kalau dia benar-benar melakukan itu."
"Ya tetapi kita harus mencari bukti yang lebih kuat lagi untuk menjerat Bianca, atas apa yang sudah dilakukannya kepada Tiffany, aku sudah meminta Mitha untuk bisa menyelidikinya lebih jauh lagi karena Bianca menjanjikan banyak uang kepada pengemudi itu serta memberikan bantuan pengacara untuk melewati proses hukum yang ada."
"Sumpah, ini jahat sekali dan ini sangat keterlaluan, bisa-bisanya Bianca memikirkan hal sejahat itu dan dia sungguh tidak waras karena sudah melenyapkan seseorang. Sayang, kita tidak bisa memaafkan kesalahan Bianca begitu saja, jika dia memang terbukti salah ini tidak bisa ditolerir lagi. Bianca sangat jahat." Geffie memeluk Garviil dan terisak di pelukan suaminya, membayangkan betapa jahatnya Bianca kepada sahabatnya. Tiffany telah pergi meninggalkannya untuk selama lamanya. Tiffany begitu baik kepada semua orang dan juga sangat ceria.
"Vicky juga sangat marah sekali dengan hal ini dia tidak akan mengampuni Bianca dan kita harus menjaga ini dengan sangat baik, jangan sampai Bianca tahu bahwa kita sudah mengetahui semua tentang dia. Bianca harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya."
"Kau benar sekali. Aku tidak habis pikir bagaimana seorang perempuan bisa memikirkan hal sejahat itu dan menghabisi nyawa orang lain tanpa berdosa. Malang sekali nasib Tiffany. Untung kita bisa menyadarinya dan mengetahui nya sekarang."
"Papa Iel akan selalu melakukan segala sesuatu dengan baik, dan dia akan berusaha melindungi keluarga nya dengan baik. Sekarang kau mandi dulu, aku akan buatkan minum. Kau juga harus segera menemui kakak dan Lexia." Geffie beranjak dan dia akan menyiapkan pakaian Garviil. Lelaki itu juga melepaskan sepatu nya dan bergegas ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Geffie selesai menyiapkan pakaian Garviil, dia membuka pintu dan hendak turun ke dapur tetapi terkejut ketika Gienka dan Lexia muncul tepat di depannya. Hal yang sama juga di rasakan oleh Gienka. Kemudian keduanya tertawa.
"Suamimu sudah pulang ya???" Tanya Gienka.
"Iya kak, dia baru saja mandi."
"Ini jus untuknya, dan kakak titip Lexia dulu ya??? Kakak juga mau mandi."
"Wah baru saja aku mau turun membuat minuman, thanks ya kak?????" Geffie mengambil gelas berisi jus dari kakaknya dan meletakkannya di meja lalu kembali lagi menghampiri Gienka. "Sini berikan Lexia kepadaku."
Gienka pun melepaskan gendongannya dan memberikan putrinya kepada Geffie. "Mama mandi dulu, kau dengan aunty ya???" Gienka mencium Lexia lalu meninggalkannya bersama Geffie.
Geffie pun membawa keponakannya masuk dan menutup pintu kamarnya. Kemudian membawa Lexia ke tempat tidur untuk mengajaknya bermain. Geffie merasa senang sekali saat iki setiap hari dia bisa bertemu dengan keponakannya yang super menggemaskan ini. Sehingga bisa membuatnya lebih dekat dan akrab lagi dengan Lexia. Di tambah lagi selalu menjadi yang pertama dia cari ketika pulang ke rumah. Begitu menyenangkannya bisa memiliki keponakan seperti Lexia. Dan bayi ini juga menjadi obat untuk Geffie agar tidak selalu merasa kesepian ketika berpisah dengan Garviil. Lexia membuat Geffie semakin betah tinggal di rumah kakaknya.
Geffie menyanyikan sebuah lagu sambil bertepuk tangan dan hal itu membuat Lexia tertawa sehingga Geffie terus melanjutkannya. Geffie juga masih memikirkan semua informasi yang di katakan oleh Garviil tadi mengenai Ciara.
****
Sementara itu Vicky berbaring di atas tempat tidurnya menatap nyalang ke arah langit-langit kamarnya dia bahkan belum mandi setelah kembali dari kantor tadi. Hanya berdiam diri, Vicky terus saja memikirkan semua hasil laporan yang ditemukan oleh Mitha. Selain itu juga mencoba memikirkan Langkah apa yang harus diambil untuk bisa membalas perbuatan Ciara dan Bianca. Dian sekarang terjebak oleh Ciara, karena perempuan itu telah melukai hatinya dan juga perasaannya begitu besar. Ciara berbohong selama ini kepadanya padahal Vicky sungguh sangat mencintai Ciara, tetapi kali ini cintanya kepada Gadis itu seolah lenyap begitu saja dan berubah menjadi kebencian yang memuncak. Vicky harus memikirkan sebuah cara untuk membalaskan dendamnya kepada Ciara dan memberi Gadis itu pelajaran supaya tidak berani untuk mempermainkan dan menipunya.
Vicky sudah dipusingkan permasalahannya dengan Ciara, akan tetapi dia semakin dipusingkan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bianca. Perempuan itu sangat tidak punya hati juga tidak punya perasaan dan sangat kejam karena menyusun rencana untuk membunuh Tiffany. Bagaimana bisa seorang perempuan bisa memikirkan dan memiliki niat sejahat itu lalu mengeksekusinya dengan meminta bantuan orang lain dan setelah berhasil melakukannya, Bianca hidup dengan sangat tenang seolah kehidupannya tidak memiliki beban sama sekali. Vicky sungguh dibuat geram oleh ulah Bianca dan dia tidak akan pernah bisa mengampuni semua kesalahan yang dilakukan oleh Bianca. Nanti dia sendiri yang akan menyeret Bianca ke kantor polisi. Jika dia dan kakaknya serta Mitha menemukan bukti yang kuat untuk menjerat Bianca ada Bianca dihukum atas perbuatannya.
"Apa yang harus aku lakukan untuk menangkap basah kedua perempuan jahanam itu???" Gumam Vicky.
Dalam lamunannya Vicky terlonjak ketika ponsel yang ada di sebelahnya berdering. Vicky meraih lalu membaca nama yang muncul di layar ponselnya dia mengernyit karena itu adalah telepon dari Ciara. Gadis yang dalam beberapa hari terakhir menjadi kekasihnya dan Vicky juga sudah mencintainya sejak awal pertemuan mereka, tetapi perasaan cinta itu rasanya lenyap begitu saja ketika dia mengetahui bahwa Ciara dikirim oleh Bianca untuk menjebaknya. Ya Ciara sudah berhasil membuatnya terpesona dan menjadikannya kekasih, hanya saja Vicky belum tahu bagaimana cara akan mempermainkannya nanti sehingga mulai saat ini Vicky harus terus waspada. Tetapi dia tidak boleh menunjukkan hal yang mencurigakan di depan Ciara, dia tetap bersikap seperti biasanya dan mulai berpura-pura untuk tetap mencintai Ciara.
"Ya sayang???" Jawab Vicky.
"Hai sayang, kau sedang apa???" Tanya Ciara.
"Aku baru sampai dari kantor, aku lembur karena ada pekerjaan penting." Jawab Vicky berbohong, karena dia sejak tadi sudah pulang ke rumah dan hanya berbaring nyalang memikirkan kejadian hari ini.
"Kau sudah makan malam??? Lihatlah aku sekarang sedang menikmati sarapanku karena ini hari libur dan aku tidak ke kantor tapi aku bangun pagi untuk berolahraga dan sekarang aku baru sarapan."
Vicky pun tersenyum. "Kau rajin sekali bangun pagi, pergi olahraga lalu sarapan."
"Iya dong. Oh iya kau sendiri belum makan malam ya???"
"Belum, tapi aku akan makan nanti, hanya saja sekarang mau beristirahat karena masih lelah."
Senyum cantik Ciara menghiasi wajahnya. Memang dia bisa melihat wajah lelah pada Vicky tetapi hal itu tidak mengurangi ketampanan lelaki yang di cintai nya itu. Pada akhirnya Ciara benar-benar jatuh hati kepada Vicky, dia memang berjanji pada Bianca untuk tidak akan jatuh pada pesona Vicky, tetapi fakta nya Vicky memang lelaki yang sangat istimewa dan mampu meluluhkan hatinya yang selama ini coba dia tutup dari siapapun. Vicky mampu melakukannya dan membuatnya jatuh cinta lagi setelah sekian lama. Cara Vicky memperlakukannya, sikapnya hingga cara bicaranya, Ciara sangat menyukai nya. Dan sekarang dia tidak lagi akan peduli dengan Bianca. Persettan dengan rencana balas dendam Bianca, Ciara hanya ingin meraih kebahagiaannya bersama Vicky dan juga kebaikan hati Garviil dan juga Geffie membuat Ciara sadar, bahwa mereka bukan orang jahat yang harus mendapatkan balasan yang menyakitkan dari orang seperti Bianca. Ciara akan melupakan semua rencana busuk Bianca yang ahrus di lakukan nya, dia tidak akan memperdulikannya. Tidak peduli juga jika Bianca akan marah kepadanya. Ciara hanya ingin bahagia saja dengan Vicky.
****
Beberapa saat kemudian Garviil sudah selesai mandi dan dan dia keluar dari kamar mandi, senyumnya mengembang ketika mengetahui ada Lexia di kamarnya. Masih dengan berbalut handuk kimono, Garviil menghampiri istrinya yang sedang bercanda dengan keponakannya. "Anak cantik, apa kabarmu???" Garviil membungkuk dan mencium Lexia.
"Seharusnya kau ganti pakaian dulu, baru setelah itu kau bisa menggendongnya." Ucap Geffie.
"Aku hanya ingin menyapa keponakanku sebentar saja. Lexia Sayang tunggu ya, uncle akan berganti Pakaian dulu. kau tetap di sini." Garviil pun menuju ke ruang ganti yang ada di kamar itu dan pakaian sudah disiapkan oleh istrinya.
Tidak lama Garviil pun kembali menghampiri Geffie dan juga Lexia, kemudian dengan gemasnya Garviil menggendong Lexia dan menciumnya, menurutnya bayi ini begitu lucu cantik dan menggemaskan hingga Garviil juga selalu meminta Geffie agar mengarahkan kameranya ke Lexia ketika mereka sedang melakukan panggilan video karena Garviil sangat menyayangi Lexia dan selalu Merindukannya.
"Kok Lexia ada di sini. Kau tadi yang mengambilnya dari Kak Gienka ya??? Aku juga belum menyapanya kita keluar ya menemui Kak Gienka." Ajak Garviil.
"Kakak sedang mandi. Itulah kenapa dia menitipkan Lexia kepadaku, nanti saja tapi kalau kau mengajak turun kita bisa turun, sepertinya kak Ky juga akan pulang sebentar lagi. Oh ya itu jus yang ada di atas meja untukmu minum dan habiskanlah tadi Kak Gienka yang membuatkannya untukmu."
"Astaga aku merepotkan sekali ya??? Hehehe" Garviil berjalan dan mengambil jus nya di meja lalu meminumnya hingga habis. " ya ayo kita bawa leksia ke bawah Garviil dan Geffie pun keluar dari kamar membawa Lexia Bersama dengan mereka mereka akan turun dan bermain dengan lexia di area kolam renang yang ada di belakang.