Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Kemarahan Bianca



"Garviil, aku tahu kau marah sekali padaku, aku minta maaf atas semua nya, aku mengakui bahwa aku sudah tidak memakai akal sehat ku dengan melakukan semua itu kepadamu, tolong maafkan aku."


"Ya, aku sudah memaafkan semua nya tetapi tentu butuh waktu untuk melupakan semua kesakitan yang kau tinggalkan." Gumam Garviil.


"Terima kasih Garviil..." Bianca tersenyum.


"Kalau urusanmu sudah selesai, bisakab kau pulang saja??? Aku lelah sekali dan ingin beristirahat."


"Kau lelah??? Apa kau ingin aku membuatkan makanan untukmu??? Aku sudah banyak belajar memasak dari guru memasakku, aku bisa membuatkan makanan kesukaanku."


Garviil menggelengkan kepala nya. "Tidak perlu, aku sudah makan dari restoran, kau pulang saja." Garviil merasa tidak nyaman dengan Bianca. Dan Bianca juga pandai bermain peran untuk bisa melakukan apapun jika perempuan itu mau. Garviil tidak ingin berlama-lama dengan Bianca. Lagipula juga dia ingin menghubungi Geffie setelah mandi. Karena dia masih merindukan perempuan itu.


Bianca masih ingin mengobrol dengan garviil dia tidak boleh membiarkan laki-laki itu mengabaikannya. Jika bisa dia harus mendapatkan ijin masuk ke dalam rumah Garviil karena dia harus melakukan sesuatu untuk merebut hati lelaki itu.


"Garviil, kau ternyata sudah memiliki kekasih baru, dan kau membawa nya menemui Mama mu. Aku tidak.menyangka secepat itu kau bisa menemukan pengganti ku."


Garviil membuang muka dan mengernyit. Bianca benar-benar keras kepala dan pandai memanipulasi. "Lalu menurutmu aku harus bagaimana???? Memohon, mengemis kepadamu agar kau kembali lagi denganku???? Setelah kau mengakhiri pertunangan kita karena kau lebih memilih adikku, dan kau sendiri mengatakan bahwa kau tidak mencintaiku???? Lalu apa yang harus aku lakukan selain aku mencari seseorang yang mau menerima dan mencintaiku dengan tulus??? Apa salahnya??? Apa itu masalah bagimu??? Kau yang meminta sendiri kan hubungan kita di akhiri???? Jika kau mencintai orang lain lalu untuk apa aku harus menghalangi nya???"


Bianca mencoba tersenyum."Ahhh bukan begitu maksudku, kau jangan salah paham dulu. Aku hanya penasaran dengan perempuan yang kau bawa itu, sampai kau berteriak dan mengatakan pada Mama mu kalau kau membawa menantu untuknya, sebelumnya kau tidak pernah seperti itu padaku. Apakah karena dulu aku tidak istimewa untukmu???"


"Bukan tidak istimewa, tetapi karena sejak awal Mama tidak menyukai mu. Kau pasti tahu itu, and then kalau aku mengatakan itu pada Mama dulu ketika aku membawa mu kepadanya, percuma saja, Mama tidak akan menyambut mu karena dia tidak menyukai mu, di tambah lagi kau mengkhianatiku dengan sangat keterlaluan hingga membuat Mama semakin tidak menyukai mu."


"Jadi maksudmu, perempuan yang kau bawa itu di sukai oleh Mama mu.???" Tanya Bianca.


Bianca terdiam kemudian tersenyum. "Vicky ada di rumah???" Tanya Bianca lagi.


"Tidak ada, dia tidak pulang kesini. Sudah ya, aku mau masuk, aku lelah. Kau pulang saja."


Bianca memegang lengan Garviil, menahan lelaki itu. "Tapi kau memaafkan ku kan???"


Garviil mendengus kesal. "Iya, aku memaafkanmu. Tadi sudah aku katakan itu sejak awal kan???? Jadi berhentilah mengganggu ku ataupun Vicky, kami sudah memaafkanmu, semua urusan kita bertiga sudah selesai jadi ya sudah jangan terus di ulik dan kau juga jangan keras kepala, atau nanti bisa membuatku dan Vicky muak yang ada kami malah membencimu." Garviil melepaskan pegangan Bianca lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu lalu mengunci nya.


"Garviil..!!! Buka pintunya.. Aku ingin bicara sesuatu lagi denganmu.." Teriak Bianca. Tetapi Garviil mengabaikannya dan menaiki tangga menuju kamarnya.


Wajah Garviil tampak masam sekali. Bianca sangat keras kepala dan terus saja bersikap seperti itu. Tidak mau menyerah dan pandai mencari alasan untuk menarik simpati orang lain. Itulah salah satu sikap buruk Bianca yang sangat Garviil benci sampai saat ini. Bianca tidak tahu diri dan pemaksa.


Mood Garviil benar-benar rusak, lelahnya semakin bertambah sekaligus menjadi marah dan kesal pada Bianca. Rasanya ingin sekali dia berteriak di depan wajah Bianca untuk melupakan kemarahan, kekesalan dan kecewa nya pada perempuan tidak tahu diri itu. Garviol tidak mengerti kenapa Bianca tidak bisa membuaka pikirannya untuk memahami dan mengerti kesalahannya sendiri dan berhenti ikut campur dengan urusan orang lain.


Bianca diam dan terlihat marah sekali. Garviil menolaknya untuk masuk. Sebenarnya Dia sudah mengetahui segala nya tentang kekasih Garviil yang bernama Geffie itu. Bianca sudah mencari informasi bahkan menemukan akun sosial media Geffie. Perempuan itu ternyata usia nya terpaut 5 tahun dari Garviil, dan berkuliah disini. Dan hubungan mereka terjadi saat dia dan Garviil masih bersama, yanv itu artinya Garviil juga sudah mengkhianati nya dan diam-diam berhubungan dengan Geffie di belakangnya.


Bahkan Bianca juga baru tahu jika Paul ternyata adalah sahabat Garviil. Dan Paul di suruh Garviil untuk mendekatinya dan menguji kesetiaannya. Bianca benar-benar marah sekali karena dia di manfaatkan oleh Paul atas suruhan dari Garviil. Ya, meskipun Bianca tahu semua ini bukan dari Paul secara langsung tetapi Bianca percaya bahwa rentetan kejadian kemarin adalah saling berkaitan. Dimana kemunculan Paul, lalu Vicky yang melamar nya hingga kejadian di cafe itu semua saling berhubungan dan penyebabnya adalah Geffie. Kehadiran perempuan itu membuat Garviil seolah melanggar janji nya untuk bertanggung jawab dan menjadi suami nya, akan tetapi gara-gara Geffie, Garviil jadi melakukan semua kelicikan ini, dan juga melibatkan Paul serta Vicky. Bianca tidak bisa menerima semua itu. Dia harus membalas mereka semua nanti supaya tidak lagi mempermainkan nya. Bianca juga tahu bahwa saat ini bukan hanya Garviil yang memiliki kekasih tetapi juga Vicky. Dan kekasih Vicky itu ternyata adalah Sahabat geffie bernama Tiffany. Bianca tahu segala nya. Dan kemarahannya benar-benar memuncak. Dia di permainkan dengan sangat kejam oleh mereka semua. Bianca tidak bisa menerima nya. Bianca sudah mencari informasi tentang Tiffany dan hubungannya dengan Vicky, itu akan Bianca jadikan senjata untuk melawan Vicky yang kejam padanya sejak dulu. Vicky tidak memiliki hati sama sekali.


Bianca berbalik badan dan pergi meninggalkan rumah Garviil. Dia menahan semua kemarahannya selama ini dan mencoba bersikap biasa saja. Melihat pengkhianatan besar yang di lakukan dua saudara kembar itu. Dia tidak akan mengampuni mereka. Dia tidak bisa diam saja di khianati dengan begitu kejamnya seperti ini. Dia pasti akan menuntut balas dan memberi mereka pelajaran yang akan membuat mereka akan berlututu di depannya dan meminta maaf, bukan dia yang justru meminta maaf pada mereka.