Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Mencari Aire



Kening Aire berkerut ketika mengingat Victor. Lelaki itu tidak tampak di mana-mana. Aire mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, lalu menghela napas panjang.


Ada apa dengan dirinya???? Dia datang ke cafe ini untuk mengetik tugasnya agar segera selesai bukan? Dia datang ke sini bukan untuk bertemu Victor. Dengan cepat Aire membuka laptopnya, lalu mulai mengetik di file yang sudah disiapkannya. Lama setelahnya, Aire menyadari bahwa dia membohongi batinnya sendiri, bahwa dia amat sangat ingin melihat Victor meskipun hanya sedetik saja.


Lelaki itu akhir-akhir ini sudah mengusik hatinya. Dan karena Victor juga dia selamat dari gangguan Mike. Hati Aire terasa begitu nyaman. Dan dia ingin bertemu dan mengobrol lagi dengan Victor.


Lama setelahnya, Aire mulai merasa mengantuk, dan dia beranjak dari kursi tempatnya duduk. Membayar pesanannya tadi. Aire memanggil Andro dan memberikan beberapa lembar uang pada lelaki paruh baya itu.


"You want to go home already?" Tanya Andro pada Aire, apakah dia sudah ingin pulang. Karena tidak biasanya Aire pulang di jam segini.


"Yes Andro, I seem to be getting sleepy, finally your wine has started to react." Aire tersenyum. Dia mengatakan pada Andro jika sepertinya dia sudah mulai mengantuk, akhirnya anggurnya sudah mulai bereaksi.


"That's great if that's the case, thank you for visiting and have a good rest Miss Aire. Good night.." Ucap Andro. Aire mengangguk kemudian berdiri membawa laptopnya dan meninggalkan cafe itu.


***


Ketika Victor sampai di Cafe, sudah menjelang tengah malam, jalanan macet karena malam ini adalah malam libur sehinggaVictor menghabiskan banyak waktunya di jalanan. Dia melangkah masuk ke arah cafe, berharap-harap cemas, ingin menemukan sosok Aire di dalam sana.


Tetapi perempuan itu tidak ada. Victor membatin dalam diam. Menahan kekecewaan di hatinya. Apakah malam ini Aire tidak mengerjakan tugasnya di cafe ini?


Andro yang melihat Victor datang langsung mendekatinya dan tersenyum memahami, "Nona Aire tentu saja datang tadi, dia duduk sebentar lalu pulang. Katanya dia mengantuk, mungkin anggur merah itu mulai bereaksi kepadanya." Andro terkekeh, "Ngomong-ngomong, Nona Aire tadi berkenalan dengan Vicky."


"Aire berkenalan dengan Vicky??? Bagaimana bisa???" Victor  terperanjat.


"Vicky tadi pulang tepat pada saat Nona Aire datang, mereka berpapasan."


"Oh." Victor menghela napas panjang, menyembunyikan kecemasannya. Kalau sampai Vicky memperhatikan Aire, dia pasti akan kalah. Selalu begitu, para perempuan lebih menyukai Vicky yang penuh canda dan mempesona daripada dirinya yang serius dan pendiam.


"Aku tidak ingin Vicky bertemu dengan Aire lagi, Andro, apapun caranya." Tiba-tiba dia merasakan firasat itu. Meskipun dirinya dan Vicky bertolak belakang dalam segala hal, tetapi dalam selera wanita mereka sama.


Kalau Vicky tertarik pada perempuan, maka Victor akan mempunyai ketertarikan yang sama. Begitupun tentang Bianca. Bianca dulu tergila-gila kepada Vicky, tetapi karena Vicky tidak pernah serius dengan perempuan, Bianca mengalihkan perhatiannya kepada Victor. Apakah Vicky merasakan getaran yang sama, yang dirasakan olehnya ketika melihat Aire???? Batin Victor bertanya-tanya, mencoba mengusir kecemasan di dalam benaknya.


Sementara itu Andro mengerutkan keningnya sambil mengawasi Victor. "Bagaimana caranya mencegah Vicky  bertemu dengan Nona Aire???? Dia bisa datang dan pergi sesuka hatinya."


"Kalau ada Aire di dalam, tahan Vicky dimanapun dia berada. Pokoknya jangan sampai mereka bertemu lagi." Victor bersikeras. Dia lalu memijit dahinya yang mulai berdenyut pusing, "Andro, ku lelah sekali hari ini."


Andro mengangkat alisnya, "Karena melewatkan malam bersama Bianca???" tebaknya dengan tepat, membuat Victor menghela napas panjang, tidak membantah tetapi tidak juga mengiyakan.


"Hai."


Aire menolehkan kepalanya dan mengernyit ketika menemukan Victor sedang berdiri di depan pintu masuk apartemennya, lelaki itu tampaknya sedang menunggunya.


Benarkah? Aire mengernyitkan keningnya.


"Aku menunggumu dari tadi." Victor langsung bergumam, menjawab keraguan Aire. "Bagaimana kabarmu??? Apakah lelaki itu... mantan tunanganmu, mendatangimu lagi????"


"Apa yang dia lakukan sehingga kau tampak begitu membencinya???"


Airentercenung, kenapa Victor ingin tahu?. "Dia mengkhianatiku. Dengan sangat parah." Suara Aire terdengar serak, selalu begitu setiap dia mengingat Mike "Dan aku tidak bisa memaafkannya."


Victor langsung terkenang akan pengkhianatan yang dilakukan Bianca kepadanya, dia bisa memahami perasaan Aire. Dan merasa Aire lebih beruntung, karena perempuan itu bebas membenci dan meninggalkan, tidak seperti dirinya.


"Tetapi sepertinya dia belum menyerah.???" Gumam Victor kemudian, mengingat bagaimana Mike mencekal lengan Aire dan memaksa untuk berbicara.


Aire tertawa, "Dia memang begitu, tidak pernah mau menerima pendapat orang lain. Tetapi aku akan menunjukkan kepadanya bahwa kali ini dia tidak punya kesempatan lagi.."


"Karena kau seorang pendendam????" Gumam Victor, sambil tersenyum,


"Bukan." Aire menggelengkan kepalanya,. "Karena aku bisa memaafkan, tetapi tidak akan pernah bisa melupakan." Jawab Aire mantap.


Victor tertegun, apakah itu juga yang dia rasakan kepada Bianca?? Bisa memaafkan segala kesalahan Bianca di masa lalunya, tetapi tetap tidak bisa melupakannya.


"Kau mau kemana?" Victor menatap penampilan Aire yang lumayan rapi, dengan celana jeans biru dan kemeja berwarna kuning


Aire mengamati penampilannya sendiri dan tersenyum. "Aku akan ke kampus, bosan di kamar..."


.


"Mau kuantar???" Victor langsung menawarkan.


Aire langsung menggelengkan kepalanya, tidak mungkin dia menerima tawaran kebaikan lelaki itu kepadanya. Meskipun dia bertanya-tanya apa yang dilakukan Victor menunggunya di sini. "Tidak usah, terima kasih. Aku bisa jalan kaki" Senyum Aire berubah lembut.


"Bagaimana kalau tiba-tiba mantan kekasihmu itu muncul lagi dan memaksamu seperti kemarin???" Victor Tersenyum. "Aku ingin memastikan kau baik-baik saja, ayo aku antar dan jangan menolak...!!1 Kau akan aman bersamaku.."


Aire berpikir sejenak. Iya, bagaimana jika di jalan dia justru di ikuti oleh Mike. Tidak ada salahnya Victor mengantarnya. Aire akhirnya menganggukkan kepala nya setuju. Mereka pun berjalan menuju mobil Victor.


Mereka masuk ke dalam mobil milik Victor agar mengantarkan Aire kampusnya yang memang tidak terlalu jauh dari Apartemen. Victor juga pernah berkuliah di kampus yang sama sehingga ia sudah hafal. "Oh iya. Apakah kau akan langsung ke kampus ???Apakah ada mata kuliah pagi ini???" Tanya Victor.


"Tidak ada, hanya saja aku merasa bosan di apartemen, aku ingin ke kampus dan duduk-duduk saja sampai menunggu jam kuliah tiba."


"Memangnya kau ada kelas jam berapa ???"  Tanya Victor lagi.


"Sebenarnya siang nanti, ya sekitar jam 01.00."


Victor menoleh. "Kelasmu jam 01.00 dimulai??? Yang benar saja dan ini masih jam 09.00 lalu kau sudah berangkat saja. Apa yang sebenarnya akan kau lakukan sekarang???"


Aire tertawa. "Tidak ada, tadi aku bilang. Aku hanya ingin duduk-duduk saja melamun, daripada aku suntuk di dalam apartemen dan aku juga ingin menikmati waktu istirahat ku pagi ini. Setiap malam aku begadang, berusaha untuk mengerjakan tugas akhir ku jadi ketika siang aku ingin bersantai saja. Kau heran ya???" Tanya Aire.