
Beberapa minggu kemudian..
Geffie sudah kembali lagi ke Boston bersama keluarga besarnya. Pernikahan akan di lakukan disini besok lusa. Dan Geffie serta keluarga nya menginap di sebuah hotel. Segala persiapan sudah di lakukan dan di urus oleh WO. Garviil dan Geffie tidak mau terlalu di repot kan dengan hal itu dan mencari WO untuk mengrus semuanya.
Dan hari ini, Geffie mengajak Friddie, kakaknya untuk mengunjungi makam Tiffany. Geffie sangat merindukan sahabatnya itu, dan hatinya begitu kosong setelah kepergian Tiffany. Tidak lupa Geffie juga mengundang secara khusus keluarga Tiffany untuk menghadiri acara pernikahannya. Karena mereka jiga sudah seperti keluarga sendiri bagi Geffie. Persahabatan nya dengan Tiffany begitu dekat dan orang tua mereka jiga sudah mengenal baik satu sama lain.
Geffie membawa bucket bunga mawar untuk Tiffany. Dia meletakkannya di atas makam itu. Dan Geffie lagi-lagi tidak bisa membendung airmata nya. Tiada hari dia tidak mengingat Tiffany, dan hatinya selalu sakit jika mengingatnya. Kesedihannya begitu mendalam sekali. Terlalu dekat hubungan itu hingga Geffie seperti tidak bisa jauh dari Tiffany.
Beberapa hari yang lalu, Tiffany datang ke mimpi nya.Tiffany hanya diam tetapi senyum cantiknya menghiasi wajahnya. Seolah Tiffany juga turut bahagia atas rencana pernikahan Geffie dan juga Garviil. Itu juga yang akhirnya membuat Geffie memutuskan untuk.mendatangi makam Tiffany fan berbagi kebahagiaan dengan sahabat nya itu.
"Hai Fanny." Geffie berucap lalu tersenyum pedih di depan makam sahabatnya itu. ""I come again, the day after tomorrow I get married, and do you remember that we promised to be bridesmaids if one of us got married, but look at it now, neither of us can keep our promise. I'm so sad that you left me, and I'll always miss you my best friend. I will live my life with Garviil, and I will never forget that you were the first to approve of our relationship. You were the one who asked me to move on from Mike and pursue my happiness by trying to have a new relationship, and I was able to do that after I met Garviil. I will remember everything Fanny, are you happy there? I'm also sure you'll be happy to see me here with Garviil." ucap Geffie sembari menyeka air mata nya Dia datang lagi, memberitahu Tiffany jika lusa akan menikah, dan mencoba mengingat kalau dulu dia dan Tiffany berjanji untuk menjadi bridesmaid jika salah satu dari mereka menikah, tetapi sekarang, mereka berdua tidak bisa menepati janji mereka. Geffie sangat sedih sekali karena Tiffany meninggalkannya, dan dia selalu merindukan sahabat nya ini. Geffie akan menjalani kehidupan nya dengan Garviil, dan dia tidak pernah lupa bahwa Tiffany adalah orang yang pertama menyetujui hubungan mereka berdua. Tiffany yang meminta nya untuk move on dari Mike dan mengejar kebahagiaan nya dengan mencoba menjalani hubungan baru, dan Geffie akhirnya bisa melakukannya setelah dia bertemu dengan Garviil. Geffie akan mengingat semua nya dan berharap Tiffany bahagia disana. Geffie juga yakin Tiffany akan bahagia melihat nya disini bersama Garviil.
Setelah berbincang dan meletakkan bunga di atas makam Tiffany, Geffie menyeka airmata nya lalu mengajak kakaknya untuk kembali ke hotel. Geffie merasa senang bisa datang menemui Tiffany, sedikit berbagi kisah dengan pusara sahabatnya itu. Geffie berharap Tiffany juga bisa berbahagia disana dan beristirahat dengan damai di sisi Tuhan.
****
Dua hari kemudian.
"Dek, kenapa diam saja???" Gienka menghampiri Geffie yang terlihat diam menunduk di depan meja rias. Saat ini mereka sedang menunggu acara akad di mulai. Geffie sudah di make up dengan cantiknya, memakai kebaya milik Maysa, yang dulu di gunakan juga oleh Maysa saat pernikahannya dengan Ariel. Dan acara akad nikah ini di adakan di sebuah masjid yang ada di Boston sedangkan untuk resepsi nya sore nanti di sebuah tempat milik salah satu keluarga Garviil. Resepsi akan bertema outdoor.
"Aku nervous kak..."
"Kenapa Nervous???? Seharusnya Garviil yang bersikap seperti itu." Gienka menepuk bahu adiknya. "Lihatlah kau cantik sekali, Garviil akan terpesona nanti."
Geffie kemudian beranjak dari kursi rias dan duduk di sofa bersama Gienka. "Aku takut Garviil salah pengucapan Kak."
"Tidak akan, dia sudah belajar kan???? Semua akan berjalan baik dan kau hanya harus berdoa supaya tidak ada hal yang kurang dari acara pernikahan mu. Tarik napas dan buang perlahan dari mulutmu. Kakak juga dulu seperti ini, tetapi Mama bilang bahwa kakak harus tenang dan banyak berdoa."
Gienka meraih jemari Geffi. "Dek, jujur kakak tidak pernah menyangka jika kau akan menikah secepat ini di usia mu yang sekarang, kakak masih enggan mempercayai nya tetapi itu adalah buktinya, Kakak turut bahagia sekali kau bisa mendapatkan laki-laki seperti Garviil, dia begitu baik dan sangat mencintaimu, dari awal kakak bertemu dengannya, kakak yakin sekali bahwa suatu saat dia akan menjadi bagian dari keluarga kita."
"Aku pun berpikir seperti itu kak, ketika Garviil mengatakan jika dia di usir oleh Papa saat itu, dan Garviil mengatakan kepadaku bahwa dia diusir karena berniat menikahi ku. Tiba-tiba terlintas saja di pikiranku bahwa kenapa tidak kami menikah saja. Keyakinan ku pada Garviil, muncul secara tiba-tiba saja. Aku juga tidak.menyangka Papa akan langsung merestui hubungan kami dan merestui untuk kami menikah secepat ini."
Gienka tersenyum. "Itulah Papa dek, jalan pikirmya tidak bisa kita duga sebelumnya. Dan dia juga tidak bis amenolak keinginan kita berdua, dia hanya sedikit keras kepala tetapi hatinya begitu lembut dan penyayang. Aku sudah bilang padamu kan bahwa butuh pendekatan khusus untuk bisa membuat Papa luluh."
Geffie tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepala nya. Papa nya adalah hal luar biasa yang dia miliki. Dan nanti Papanya sendiri jiga yang akan menikahkannya dengan Garviil.
Sementara itu di ruangan lain, Garviil berjalan mondar-mandir. Vicky hanya memandang kakaknya sembari menahan tawa nya. Vicky menyadari bahwa saat ini kakaknya sangat nervous sekali. Ini adalah hal yang paling mendebarkan bagi seorang pria, ketika mereka akan menghadapi wali dari seorang perempuan dan berjanji untuk.menjaga serta melindungi putri mereka. Mengucapkan janji di depan orang dan di hadapan Tuhan. Janji suci dan sakralnya sebuah pernikahan. Janji yang harus di ucapkan dalam sekali tarikan nafas dan tidak boleh salah pengucapan nya. Sesuatu yang sangat berat bagi kebanyakan laki-laki.
"Kak...!!! Duduklah, kau mondar-mandir saja yang ada jadi semakin grogi, duduk dengan tenang." Ucap Vicky.
"Bagaimana aku bisa tenang, kalau aku salah bagaimana???"
"Tenang kan diri dulu, duduk dan minumlah air. Kalau kau mondar-mandir malah yang ada panik sekali. Ayo duduk.!!!" Vicky b diri dan mendekati kakaknya kemudian mengajaknya duduk di sofa. Vicky juga memberikan air dan meminta kakaknya untuk meminumnya. "Minum dulu. dan duduklah."
Saat Garviil minum, ternyata Mama nya masuk.ke ruangan itu. Wanita setengah baya itu tersenyum dan mendekati kedua putranya. Dia bisa melihat kegelisahan di wajah Garviil. Itu sangat jelas sekali dan dia duduk di sebelah nya. "Kau grogi?" Tanya Mama Garviil.
"Iya Ma, sedikit. tetapi aku mencoba menenangkan diri."
"Itu biada terjadi, Mama juga yakin di sebelah, Geffie juga grogi seperti mu. Tapi ingatlah, kalau kau terlalu grogi yang ada malah salah, jadi lebih baik tenangkan diri, dan mintalah pada Tuhan agar di lancarkan semuanya. Mama tadi sudah mengintip Geffie, dia sangat cantik sekali, dan Mama yakin kau akan terpesona ketika melihatnya. Dia menantu yang akan sangat Mama sayangi. Sebentar lagi acara akan di mulai, ayo kita keluar, semua sudah menunggumu."
Mama Garviil mengajak Garviol dan Vicky berdiri. dan keluar dari ruang ganti, acara akad nikah akan di mulai. Dan Garviil harus fokus dan berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan pengucapan nanti nyya.