
%
"Kenapa jadi aku yang banyak cerita padamu ya sekarang. Katakan padaku! Apa kau benar punya kembaran???" Tanya Aire pada Victor.
"Kau sudah pernah bertemu dengannya kan???? Lalu kenapa kau bertanya padaku padahal kau sudah tahu jawabannya." Jawab Victor.
"Itu memang benar, aku bertemu dengan saudara kembar mu, kalian sangat mirip tetapi dari segi penampilan Kalian kenapa jauh berbeda sekali???"
Victor tersenyum. "Kau lebih suka laki-laki yang seperti adikku ya??? Yang penampilannya sekenanya dan cukup berantakan, daripada penampilanku yang formal, terlihat kaku dan juga dingin seperti ini."
"Aah bukan begitu. Aku hanya bertanya kau berpenampilan yang begitu rapi sedangkan Adikmu rambutnya gondrong dan dia seperti laki-laki bebas, apa dia tidak bekerja sepertimu????"
"Itu karena aku pekerja kantoran sedangkan adikku adalah seorang seniman lebih tepatnya dia Seorang pelukis."
"Oh wow jadi dia seorang pelukis, pantas saja."
"Kenapa??? Kau menyukainya???"
"Tidak, bukan begitu aku hanya terkejut saja. Ternyata kalian punya pekerjaan yang sangat jauh berbeda."
"Adikku tinggal di luar negeri tapi tinggalnya juga tidak pasti, terkadang dia pindah dari satu negara ke negara lainnya, tergantung di mana dia mendapatkan pekerjaan, jadi dia baru saja kembali dari Paris, dia datang ke sini karena dia akan melakukan pameran lukisan di sini. Itulah kenapa dia ada di sini."
"Oh jadi dia di sini akan ada pameran dan boleh aku mengatakan sesuatu??" Tanya Aire.
"Tanya tentang apa???"
"Apa kau tidak bisa berpenampilan biasa seperti adikmu, aku lihat tidak malam tidak siang kau selalu saja memakai kemeja dan jas."
Victor kembali tersenyum. "Pekerjaanku memang tidak pasti, aku terkadang pulang tengah malam, berangkat Siang berangkat pagi atau bahkan aku pulang pagi, jadi ketika kau bertemu dengan aku artinya aku baru kembali dari kantor."
Aire mengangguk-nganggukkan kepalanya, ya dia tahu memang seperti itulah pekerja kantor. "Tetapi kau bekerja di mana??? bukan kah Cafe itu milikmu??? Lalu kenapa kau sepertinya punya tempat bekerja lainnya???"
"Aku ada tempat kerja lainnya tapi itu sudah aku serahkan pada Andro untuk mengurusnya sebenarnya, jadi aku hanya sesekali mau datang dan mengeceknya saja, semuanya sudah diurus oleh Andre."
"Pantas saja kau begitu akrab sekali dengannya."
"Andro menyukai cafe itu dan dia adalah orang kepercayaan orang tuaku.."
"Dia sangat baik dan ramah sekalinpada pengunjung, sering mengajak mereka berbincang, termasuk kau juga."
Aire menganggukkan kepala nya. "Iya, kau kan juga sering bertemu dan mengobrol dengan pengunjung kan??? Waktu itu kau menyapa ku.."
"Ahhh iya ya.." Ucap Victor sambil tersenyum. Sebenarnya selama ini dia tidak pernah menyapa pengunjung cafe nya, saat itu dia nekat mendekati Aire yang sedang duduk sendirian karena dia merasa penasaran dan juga ingin lebih tahu tentang perempuan itu.
" Itu adalah hal yang sangat bagus sekali, pemilik tempat makan harus sering berkomunikasi dengan customer nya untuk bisa mengetahui hal apa saja yang mungkin kurang. Papa ku juga rutin melakukan hal itu setiap beberapa bulan sekali saat dia mengunjungi cafe atau restorannya."
"Papamu punya restoran dan cafe??" Tanya Victor sembari melipat kedua lengannya dan meletakkannya di meja kemudian menjadikannya sebagai tumpuan dagu nya, dan dia tampak tertarik dengan obrolannya bersama Aire.
"Ya, kami punya beberapa bisnis salah satunya cafe dan restoran, itulah kenapa aku dan kakak harus belajar bisnis agar kami bisa seperti Papa." Jawab Aire. Dia memang seorang putri dari pengusaha yang cukup terkenal dan sangat sukses yaitu Andi Ariel Harsha atau orang biasa memanggilnya Ariel, pemilik Eerma's Group dan juga Harsha's Corporate. Papa Aire adalah pemilik perusahaan besar yang bergerak di bidang properti dan real estate. Papa Aire memiliki banyak sekali hotel mewah di penjuru Indonesia dan ada juga di luar negeri. Resort, apartemen hingga villa, juga pemilik dari ratusan perumahan di berbagai daerah. Juga memiliki restoran mewah hingga yang biasa, termasuk juga cafe yang lagi-lagi tersebar di berbagai kota. Jadi Aire juga bukan gadis sembarangan. Dia tumbuh dan di besarkan di keluarga kaya raya. Hanya saja keluarga nya memang selalu mengajari nya untuk tidak boleh hidup dengan cara berfoya-foya dan menjalani kehidupan yang normal, biasa saja. Sehingga tidak banyak orang yang tahu bahwa Aire sebenarnya adalah anak dari Ariel. Selain itu, kakak Aire juga menikah dengan seorang astronot dan astronot itu juga adalah anak dari orang yang terpandang serta kaya raya dan memiliki perusahaan besar seperti hal nya Papa Aire. Jadi bisa di bilang mereka berasal dari keluarga terpandang.
"Oh wow......!! ternyata orang tua mu punya bisnis kuliner juga ya??? Kita cocok berarti...!!"
Aire kembali mengernyit menatap Victor. "Apa katamu????" Tanya Aire ingin memperjelas.
"Tidak.... Tidak....Aku hanya bercanda....!!!" Victor tersenyum. Dia benar-benar menyukai Aire. Gadis ini ternyata sangat menyenangkan, dan mereka sangat cocok dalam hal obrolan. Victor sangat suka mengobrol dengan Aire karena sepertinya Aire adalah tipe orang yang enak untuk di ajak mengobrol. Victor juga jadi tahu sedikit mengenai keluarga Aire. Hanya saja Victor tidak tahu jika keluarga Aire bukanlah sembarang orang. Karena dari cerita Aire tadi, gadis itu hanya membahas mengenai usaha kecil dari orang tua nya yaitu restoran dan cafe. Aire tidak menjelaskan mengenai kerajaan bisnis milik orang tua nya.
Sebenarnya Victor juga berasal dari keluarga yang kaya. Kedua orang tua nya juga pebisnis. Dan disini Victor juga mengurus perusahaan milik Mama nya yang bergerak di bidang Export Import sedangkan di Indonesia, Papa Victor memiliki perusahaan transportasi dimana menyediakan mobil-mobilĀ dan truck besar serta mobil-mobil box pengiriman barang. Perusahaan itu cukup besar di banding perusahaan lain yang sejenis. Jadi Victor juga anak dari keluarga yang cukup terpandang.
Aire dan Victor pun melanjutkan obrolan mereka yang seru itu, mereka mengobrolkan berbagai hal yang menarik hingga hobi masing-masing, sampai kemudian Aire melihat jam nya dan dia harus ke kampus nya karena ada kelas. Aire juga ingin ke perpustakaan untuk mencari bahan tambahan tugas akhirnya.
"Aku harus ke kampus, sudah jam segini." Gumam Aire.
Victor melihat jam tangannya juga. "Ah iya, oke aku akan mengantarmu ke kampus."
"Tidak perlu, aku bisa jalan kaki, kan dekat.??"
"Tidak masalah, aku akan tetap mengantarmu, ayo..!!!"
Mereka beranjak dan pergi meninggalkan taman. Victor akan mengantar Aire lebih dulu sebelum dia juga berangkat ke kantornya.
Hanya butuh beberapa menit sampailah mereka di kampus Aire. Victor bergegeas turun dan membuka kan pintu untuk Aire. Kemudian Aire keluar dari dalam mobil.
"Oke. Terima kasih.... Sampai jumpa lagi." Ucap Aire sambil melambaikan tangan.
Victor menyandarkan tubuhnya di mobilnya, mengamati Aire yang melangkah pergi menuju kampusnya. Dicatatnya dalam hatinya bagaimana Sani mengatakan "sampai jumpa, dan bukannya "selamat tinggal" kepadanya.